Connect with us

Motor

Triumph Speed Twin 1200 TFC Masuk Indonesia, Cuma 750 Unit di Dunia

Published

on

Triumph Motorcycles Indonesia menghadirkan salah satu model modern classic paling eksklusifnya, Speed Twin 1200 TFC. Mengusung label Triumph Factory Custom (TFC), motor ini merupakan versi factory custom dengan berbagai komponen premium dan hanya diproduksi sebanyak 750 unit untuk pasar global.

Setiap unit Triumph Speed Twin 1200 TFC memiliki nomor produksi individual serta dilengkapi Certificate of Authenticity. Kehadirannya juga menambah daftar model yang menggunakan emblem TFC, setelah Thruxton TFC, Rocket 3 TFC, serta dua edisi Bobber TFC.

Mesin Bonneville 1.200 cc, Tenaga 105 PS

Dari sektor mesin, Speed Twin 1200 TFC tetap mengandalkan konfigurasi khas Bonneville twin-cylinder berkapasitas 1.200 cc dengan crankshaft 270 derajat.

Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 105 PS dan torsi 112 Nm. Karakter powertrain ini dirancang tetap mempertahankan karakter modern classic Triumph, tetapi mendapatkan dukungan komponen dan perangkat premium untuk menunjang performa maupun handling.

Salah satu peningkatan penting hadir pada sistem suspensi. Triumph membekali Speed Twin 1200 TFC dengan suspensi Öhlins fully adjustable, sehingga pengendara dapat melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan dan karakter berkendara.

Sektor pengereman juga menggunakan perangkat kelas atas. Bagian depan mengandalkan kaliper Brembo Stylema yang dipadukan dengan Brembo radial master cylinder serta adjustable MCS lever.

Akrapovič Titanium dan Carbon Fibre

Tidak hanya sektor performa, Triumph juga memberikan perhatian besar pada detail material dan sistem pembuangan.

Speed Twin 1200 TFC menggunakan sepasang knalpot Akrapovič berbahan titanium. Beberapa bagian bodinya juga menggunakan material carbon fibre untuk memperkuat karakter premium sekaligus sporty.

Secara visual, motor ini hadir dengan kombinasi warna Obsidian Gold, aksen emas, dan detail khusus TFC. Tampilan tersebut membuatnya berbeda dari Speed Twin 1200 versi standar.

Karakter sporty semakin diperkuat melalui penggunaan clip-on handlebars dan rearset foot controls. Konfigurasi ini membuat posisi berkendara lebih agresif dibandingkan konsep modern classic pada umumnya.

Hanya 1 Unit untuk Indonesia

Director Triumph Motorcycles Indonesia, Joe Frans, menyebut Speed Twin 1200 TFC sebagai perpaduan antara performa, craftsmanship, dan eksklusivitas.

Dengan produksi global yang hanya mencapai 750 unit, setiap detail pada motor ini memang dirancang untuk memberikan karakter yang berbeda, mulai dari suspensi Öhlins, rem Brembo Stylema, knalpot titanium Akrapovič hingga penggunaan carbon fibre.

Di Indonesia, Triumph Speed Twin 1200 TFC dipasarkan dengan harga Rp999 juta on the road (OTR), termasuk PPH DKI Jakarta.

Menariknya, Triumph Motorcycles Indonesia hanya berhasil mendapatkan satu unit untuk pasar Indonesia. Unit tersebut hadir dengan nomor produksi individual dan menurut pihak Triumph Indonesia sudah dibeli oleh seorang enthusiast Triumph.

Kehadiran Speed Twin 1200 TFC membuat model ini bukan sekadar motor modern classic berperforma tinggi. Dengan jumlah produksi terbatas, spesifikasi premium, serta hanya satu unit yang masuk ke Indonesia, motor ini juga menjadi koleksi eksklusif bagi penggemar dan kolektor Triumph.

Motor

CFMoto 550MT Muncul dalam Bentuk Prototipe, Siap Gantikan 450MT?

Published

on

By

CFMoto dikabarkan tengah menyiapkan motor adventure baru bernama 550MT. Model ini diduga akan menjadi penerus CFMoto 450MT dengan peningkatan kapasitas mesin sekaligus sejumlah pembaruan yang lebih mengarah pada kebutuhan touring jarak jauh.

Kabar mengenai CFMoto 550MT mencuat setelah sejumlah gambar yang diduga merupakan unit uji beredar. Meski belum mendapatkan konfirmasi resmi dari CFMoto, desain dan komponen yang terlihat pada prototipe tersebut memberikan gambaran mengenai arah pengembangan model baru ini.

Jika benar diproduksi, CFMoto tampaknya tidak akan mengubah formula dasar 450MT secara ekstrem. Motor tersebut diperkirakan tetap mempertahankan karakter adventure yang sudah menjadi identitas 450MT, tetapi mendapatkan sejumlah peningkatan pada sektor kenyamanan, fitur, dan performa mesin.

Basis 450MT Masih Dipertahankan

CFMoto 450MT sendiri dikenal sebagai salah satu model adventure kelas menengah yang cukup menarik perhatian, khususnya di pasar Eropa. Bahkan, model tersebut disebut mampu masuk dalam daftar 10 besar model terlaris secara keseluruhan dan menjadi satu-satunya model asal China dalam daftar tersebut.

Desain 450MT dikembangkan oleh Kiska, perusahaan desain asal Austria yang juga memiliki pengalaman menggarap sejumlah proyek sepeda motor.

Pada CFMoto 550MT, beberapa komponen utama diperkirakan masih mempertahankan basis 450MT. Di antaranya rangka baja tubular, suspensi KYB dengan travel sekitar 200 mm, serta konfigurasi pelek jari-jari 21 inci di depan dan 18 inci di belakang.

Konfigurasi tersebut tetap mempertahankan karakter adventure yang memungkinkan motor digunakan untuk perjalanan jarak jauh sekaligus menghadapi berbagai kondisi jalan.

Lebih Siap untuk Touring

Salah satu perubahan yang diperkirakan cukup signifikan justru berada pada aspek touring.

Subframe belakang kabarnya diperkuat agar mampu membawa beban tambahan ketika motor digunakan bersama pannier atau bagasi touring. Jok juga disebut mendapatkan bantalan yang lebih tebal untuk meningkatkan kenyamanan ketika motor digunakan dalam perjalanan panjang.

Bagian windscreen turut mendapatkan desain baru. Tujuannya memberikan perlindungan angin yang lebih baik, terutama ketika motor digunakan dalam perjalanan dengan kecepatan tinggi.

Jika benar diterapkan, kombinasi tersebut menunjukkan bahwa CFMoto 550MT tidak hanya mengejar peningkatan kapasitas mesin, tetapi juga meningkatkan aspek ergonomi dan daya angkut yang penting bagi motor adventure touring.

Fitur Elektronik Ikut Naik Level

Dari sisi fitur, CFMoto 550MT diperkirakan mendapatkan beberapa peningkatan dibandingkan pendahulunya.

Sistem pengereman kabarnya akan menggunakan kaliper depan dengan master silinder radial. Sementara panel instrumen diprediksi mengandalkan layar TFT melengkung berukuran sekitar 5 inci dengan navigasi terintegrasi.

Sistem T-Box juga disebut akan hadir untuk memberikan fitur konektivitas tambahan sekaligus mendukung pembaruan perangkat lunak secara over-the-air atau OTA.

Ada pula informasi yang menyebut CFMoto berpotensi menggunakan throttle elektronik. Jika benar, penggunaan ride-by-wire dapat membuka peluang hadirnya fitur elektronik tambahan yang sebelumnya belum tersedia pada 450MT.

Namun, seluruh informasi tersebut masih sebatas bocoran dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh CFMoto.

Mesin Naik Jadi Sekitar 549 cc

Perubahan terbesar diperkirakan berada di sektor dapur pacu.

CFMoto 550MT disebut masih menggunakan mesin parallel-twin dengan konfigurasi crankshaft 270 derajat seperti yang digunakan 450MT. Bedanya, kapasitas mesin diperkirakan meningkat dari 449 cc menjadi sekitar 549 cc.

Untuk versi spesifikasi penuh, tenaga mesin diperkirakan mampu menembus lebih dari 50 HP. Sementara untuk pasar Eropa, kemungkinan tersedia versi yang disesuaikan dengan regulasi lisensi A2 dengan tenaga sekitar 48 HP.

Menariknya, peningkatan kapasitas tersebut belum tentu membuat perbedaan tenaga yang sangat besar pada versi A2. Keuntungan utama justru berpotensi terasa pada karakter torsi dan respons mesin di putaran rendah hingga menengah.

Karakter tersebut cukup relevan untuk motor adventure touring. Torsi yang lebih kuat pada putaran rendah dapat membantu ketika motor membawa penumpang, pannier, maupun perlengkapan perjalanan dalam jumlah banyak.

Berpotensi Jadi Adventure Touring Menarik

Jika seluruh informasi tersebut benar, CFMoto 550MT tampaknya tidak diarahkan semata-mata sebagai motor yang lebih bertenaga dibandingkan 450MT.

Fokus pengembangannya justru terlihat pada kombinasi kapasitas mesin yang lebih besar, peningkatan kenyamanan, kemampuan membawa beban, perlindungan angin, serta fitur elektronik yang lebih lengkap.

Dengan demikian, 550MT berpotensi menjadi motor adventure yang lebih matang untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh.

Meski begitu, CFMoto hingga saat ini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keberadaan, spesifikasi final, maupun jadwal peluncuran 550MT. Harga juga masih belum diketahui.

Jika nantinya CFMoto mampu mempertahankan strategi harga kompetitif seperti 450MT, calon 550MT ini berpotensi menjadi salah satu pemain menarik di segmen adventure kelas menengah.

Continue Reading

Motor

Racing Sport Collection 2027 Resmi Diperkenalkan, Alpinestars Andalkan Proteksi Berbasis MotoGP

Published

on

By

Alpinestars kembali memperluas lini perlengkapan riding melalui Racing Sport Collection 2027. Koleksi terbaru ini menghadirkan sejumlah produk untuk pengendara motor, mulai dari racing suit, jaket, hingga sarung tangan dengan mengadopsi teknologi perlindungan yang dikembangkan dari pengalaman Alpinestars di ajang balap dunia.

Salah satu fokus utama koleksi ini adalah integrasi sistem keselamatan aktif Tech-Air. Beberapa produk dirancang agar dapat digunakan bersama sistem airbag elektronik Alpinestars, memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pengendara ketika terjadi insiden.

Missile V3 Jadi Andalan

Missile V3 1PC dan 2PC menjadi salah satu produk unggulan dalam Racing Sport Collection 2027. Racing suit ini menggunakan material kulit sapi premium Flex Plus dengan ketebalan 1,3 mm.

Konstruksinya dibuat mengikuti posisi tubuh saat berkendara agresif. Desain pre-curved pada sejumlah bagian juga membantu menyesuaikan posisi riding, terutama ketika pengendara berada dalam posisi membungkuk saat bermanuver.

Missile V3 1PC dan 2PC telah mengantongi sertifikasi CE AAA. Sistem perlindungan DFS ST ditempatkan pada area bahu, siku, dan lutut, dengan konstruksi yang dirancang untuk mengurangi jahitan eksternal pada area perlindungan tersebut.

Di bagian belakang terdapat speed hump yang dirancang menyesuaikan penggunaan bersama helm S-R10. Dari sisi keselamatan aktif, keduanya kompatibel dengan sistem airbag Tech-Air 10 dan Tech-Air 5 Plasma serta memiliki konektor untuk Tech-Air 7x.

Untuk harganya, Missile V3 1PC dan 2PC direkomendasikan berada di angka US$1.429,95 atau sekitar Rp23 jutaan, tergantung kurs dan harga pasar masing-masing wilayah.

Caliber V2 Andalkan Proteksi Level 2

Untuk kategori jaket sport, Alpinestars menghadirkan Caliber V2. Jaket ini menggunakan material kulit sapi full-grain dan ditujukan bagi pengendara yang membutuhkan perlindungan untuk gaya berkendara sport.

Pada bagian siku terdapat pelindung CE Level 2 Nucleon Plasma. Sementara bagian bahu menggunakan Nucleon Flex Pro Level 2 yang dipadukan dengan pelindung eksternal DFS ST.

Caliber V2 memiliki sertifikasi AA dan kompatibel dengan sistem airbag Tech-Air 5 Plasma. Produk ini ditawarkan dengan harga sekitar US$679,95 atau Rp11,2 jutaan.

Zaca V2 Waterproof untuk Kondisi Cuaca Berubah

Buat pengendara yang membutuhkan perlindungan sekaligus fleksibilitas menghadapi perubahan cuaca, ada Zaca V2 Waterproof.

Jaket ini menggunakan konstruksi poly-fabric 600D yang dipadukan dengan panel softshell elastis. Untuk perlindungan, terdapat DFS ST dan Nucleon Flex Plus pada area bahu.

Zaca V2 Waterproof mengantongi sertifikasi AA dan mendukung penggunaan sistem Tech-Air. Harga yang direkomendasikan berada di angka US$379,95 atau sekitar Rp6 jutaan.

Aeroshell Waterproof Bergaya Hoodie

Alpinestars juga menawarkan Aeroshell Waterproof dengan konsep yang lebih kasual. Jaket softshell ini memiliki tampilan menyerupai hoodie, tetapi tetap membawa sejumlah fitur perlindungan untuk kebutuhan berkendara.

Proteksi bahu dan siku menggunakan Nucleon Flex Plus. Sementara membran tahan air dengan konstruksi jahitan tertutup membantu memberikan perlindungan ketika berkendara dalam kondisi basah.

Bagian hood dirancang dengan open-slot untuk mengurangi efek mengembang ketika digunakan saat motor melaju.

Berbeda dari beberapa produk lainnya, Aeroshell Waterproof memiliki sertifikasi A dan belum mendukung sistem Tech-Air. Harganya berada di kisaran US$299,95 atau sekitar Rp4 jutaan.

Faster V3 Plasma Drystar untuk Perlindungan Tangan

Untuk melengkapi perlengkapan riding, Alpinestars menghadirkan Faster V3 Plasma Drystar Gloves.

Sarung tangan ini menggunakan material kulit kambing pada bagian telapak dan softshell tiga lapis pada bagian punggung tangan. Material tersebut dipadukan dengan teknologi Drystar untuk memberikan perlindungan terhadap air sekaligus mempertahankan sirkulasi udara.

Sistem proteksi pada bagian buku jari menggunakan pelindung PLASMA berprofil rendah. Selain itu, tersedia palm slider dan area grip untuk menunjang kontrol tangan saat berkendara.

Faster V3 Plasma Drystar Gloves dibanderol US$124,95 atau sekitar Rp2 jutaan.

Melalui Racing Sport Collection 2027, Alpinestars kembali membawa pendekatan teknologi balap ke perlengkapan riding. Tidak hanya mengejar aspek desain, koleksi ini juga menitikberatkan pada material, sertifikasi perlindungan, ergonomi, hingga kompatibilitas dengan sistem airbag Tech-Air.

Koleksi tersebut tersedia melalui dealer resmi Alpinestars dan kanal resmi perusahaan.

Continue Reading

Event

Ratusan Rider Ramaikan Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge 2026 di Sidoarjo

Published

on

By

Ajang Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge 2026 putaran kedua sukses menyajikan pertarungan sengit para rider enduro di Sirkuit Lapangan Graha Tirta, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 26–27 September 2026.

Bukan hanya ratusan starter yang memadati starting grid. Ribuan penonton juga hadir untuk menyaksikan aksi para rider menaklukkan lintasan yang memiliki karakter cukup menantang.

Trek dengan permukaan berdebu, pasir kecil, serta berbagai obstacle membuat kemampuan teknik dan kontrol motor menjadi faktor penting. Yamaha WR155R dan jajaran YZ Series pun harus digeber maksimal untuk melewati setiap bagian lintasan.

Delapan Kelas Meramaikan Persaingan

Pada putaran kedua ini, Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge mempertandingkan delapan kelas yang mencakup berbagai level kemampuan rider.

Kelas yang diperlombakan terdiri dari YEC 1 WR155R Professional, YEC 2 WR155R Comm Advance, YEC 3 WR155R Comm A, YEC 4 WR155R Comm B, YEC 5 WR155R Hobby, YEC 6 YZ Series Open, YEC 7 WR155R Women, serta YEC 8 WR155R Local.

Khusus YEC 1, YEC 2, dan YEC 6, para peserta harus menjalani dua race untuk menentukan juara umum.

Di kelas YEC 1 WR155R Professional, Dadan KR dari tim MAG tampil dominan. Ia berhasil menyapu kemenangan di dua race sekaligus mengamankan gelar juara umum.

Dominasi serupa juga ditunjukkan rekan setimnya, David, yang menjadi juara umum YEC 2 WR155R Comm Advance setelah meraih kemenangan pada dua race.

Sementara itu, gelar juara umum YEC 6 YZ Series Open berhasil diamankan Farel Huda dari Optimum x Java Mix Enduro.

Bagi Dadan KR, hasil tersebut menjadi buah dari konsistensinya mengikuti kompetisi Yamaha Enduro Challenge.

Ia juga menilai performa motor Yamaha yang digunakan dalam kejuaraan mampu mendukungnya menghadapi karakter trek offroad.

Rider Muda Langsung Unjuk Gigi

Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari Habibi Ahmad Al Farizi.

Rider berusia 21 tahun dari WOI Mekar Motor Carglos RSS tersebut menjalani debutnya di Yamaha Enduro Challenge dan langsung mampu menunjukkan performa kompetitif.

Habibi berhasil memenangkan YEC 4 WR155R Comm B. Tidak berhenti di satu kelas, ia juga berhasil finis di posisi kedua pada YEC 3 WR155R Comm A.

Sementara kemenangan YEC 3 WR155R Comm A diraih Manda dari WRRC x Optimum x Java Mix Enduro.

Bagi Habibi, pengalaman pertama mengikuti Yamaha Enduro Challenge memberikan tantangan tersendiri. Ia harus cepat beradaptasi dengan karakter lintasan dan persaingan yang dihadapi.

Hasilnya pun cukup positif dengan satu kemenangan dan satu podium.

Juara di Kelas Lain

Persaingan juga berlangsung di kelas-kelas lainnya.

Catur Arab dari YPR MX Fourteendays X berhasil menjadi pemenang YEC 5 WR155R Hobby.

Kemudian kelas YEC 7 WR155R Women dimenangi Debby dari Jaramah.

Sementara kelas YEC 8 WR155R Local berhasil dimenangi Nelven Ayusman R A dari WR Riders Surabaya GAC x Sarwa Parfum.

Dengan pembagian kelas tersebut, Yamaha Enduro Challenge memberikan ruang kompetisi bagi berbagai level rider, mulai dari kelas profesional, komunitas, hobby, wanita, hingga pembalap lokal.

Bukan Cuma Balapan

Keseruan Yamaha Enduro Challenge 2026 putaran kedua tidak hanya berlangsung di lintasan.

Area exhibition juga dipenuhi berbagai aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung, termasuk riding experience menggunakan Yamaha WR155R.

Program tersebut diikuti oleh SMK binaan Yamaha, komunitas, konsumen, hingga media. Dengan arahan instruktur Yamaha Riding Academy, peserta bisa merasakan langsung kemampuan WR155R ketika melewati lintasan yang telah disiapkan.

Selain itu, tersedia booth Yamaha dan sponsor, entertainment, sunmori, service, doorprize, pentas seni SMA/SMK, bazaar UMKM, Zumba party, lomba mewarnai, hingga berbagai permainan tradisional.

Yamaha juga menghadirkan sejumlah program penjualan selama event berlangsung, termasuk program DP 0 dan potongan tenor untuk beberapa model seperti NMAX Neo S, NMAX Neo, dan Fazzio edisi spesial Starry Night.

Untuk XSR155 tersedia program hemat angsuran hingga Rp3,6 juta, sementara WR155R mendapatkan voucher diskon Rp2 juta.

Pengguna motor Yamaha yang ingin melakukan perawatan juga bisa memanfaatkan paket service enduro yang terdiri dari jasa servis dan oli mesin dengan harga Rp50.000.

Yamaha Enduro Challenge Kembali Buktikan Daya Tarik Enduro

General Manager CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Johannes B.M. Siahaan, menyebut putaran kedua Yamaha Enduro Challenge di Sidoarjo berlangsung sukses dan mendapatkan respons positif dari penggemar.

Menurutnya, event tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi bagi pembalap, tetapi juga menjadi wadah bagi komunitas dan penggemar enduro untuk menikmati berbagai aktivitas otomotif.

Karakter lintasan yang menantang, persaingan di delapan kelas, serta berbagai aktivitas pendukung membuat Yamaha Enduro Challenge 2026 menghadirkan format event yang memadukan balap dan aktivitas komunitas.

Putaran kedua ini juga mendapat dukungan dari sejumlah partner, di antaranya Shell, Yamalube, Kayaba, Yuasa, GS Astra, Pirelli, Ulti-X, IRC Tire, Lakoni, Yamaha Genuine Part, serta SKY atau Service Kunjung Yamaha.

Dengan ratusan starter yang turun dan persaingan yang semakin kompetitif, Yamaha Enduro Challenge kembali menunjukkan bahwa balap enduro memiliki daya tarik tersendiri di kalangan rider dan pecinta otomotif Tanah Air.

Continue Reading

Trending