Connect with us

Motor Balap

CFMOTO 675SR-R Jadi Motor Resmi WorldWCR Mulai 2027, Usung Mesin 3 Silinder

Published

on

Kejuaraan balap motor wanita dunia, FIM Women’s Circuit Racing World Championship (WorldWCR), bakal memasuki era baru mulai musim 2027. CFMOTO resmi ditunjuk sebagai pemasok motor tunggal untuk kejuaraan tersebut selama tiga musim, yakni 2027 hingga 2029. Model yang akan digunakan seluruh pebalap adalah CFMOTO 675SR-R, motor sport bermesin tiga silinder berkapasitas 675 cc.

Penunjukan ini menjadi langkah penting bagi WorldWCR dalam mengembangkan persaingan balap motor wanita di level internasional. Kehadiran motor dengan konfigurasi mesin tiga silinder diharapkan menghadirkan karakter performa baru sekaligus meningkatkan tantangan bagi para pebalap di lintasan.

CFMOTO 675SR-R Bawa Mesin 3 Silinder 675 cc

Salah satu perubahan utama pada musim 2027 adalah penggunaan CFMOTO 675SR-R sebagai motor balap standar bagi seluruh peserta. Motor ini mengandalkan mesin tiga silinder berkapasitas 675 cc yang menawarkan karakter tenaga dan respons berbeda dibandingkan motor yang digunakan sebelumnya.

Berdasarkan informasi awal, peningkatan tenaga diperkirakan mencapai sekitar 15 hp. Tambahan performa tersebut berpotensi membuat persaingan di lintasan semakin menarik, terutama ketika para pebalap beradu kecepatan saat keluar tikungan, melakukan manuver menyalip, hingga bertarung dalam posisi wheel-to-wheel.

Meski demikian, performa akhir motor dalam konfigurasi balap akan bergantung pada spesifikasi teknis dan penyesuaian yang diterapkan untuk kebutuhan kompetisi.

Format One-Make Race Tetap Dipertahankan

Meski menggunakan motor baru, WorldWCR tetap mempertahankan format one-make race. Artinya, seluruh peserta akan menggunakan motor dengan spesifikasi dasar yang seragam sesuai regulasi kejuaraan.

Format ini dirancang untuk menjaga persaingan tetap berfokus pada kemampuan pebalap, mulai dari teknik berkendara, konsistensi, strategi balapan, hingga kemampuan beradaptasi dengan karakter motor. Dengan peningkatan performa CFMOTO 675SR-R, para pebalap dituntut untuk semakin mengoptimalkan pengereman, akselerasi, pemilihan racing line, dan pengelolaan ban sepanjang balapan.

Keseragaman motor juga menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga karakter kompetisi WorldWCR, sehingga setiap peserta memiliki basis teknis yang sama untuk bersaing di lintasan.

Michelin Jadi Pemasok Ban Tunggal

Pembaruan WorldWCR pada musim 2027 tidak hanya berfokus pada motor. Kejuaraan ini juga dijadwalkan menggunakan Michelin sebagai pemasok ban tunggal.

Kombinasi CFMOTO 675SR-R bermesin tiga silinder dan ban Michelin akan menghadirkan paket teknis baru yang perlu dipahami oleh setiap pebalap dan tim. Karakter mesin, penyaluran tenaga, tingkat cengkeraman ban, serta pengaturan suspensi dan sasis akan menjadi bagian penting dalam proses adaptasi.

Bagi tim, kemampuan menentukan setelan motor yang sesuai dengan karakter sirkuit dan kondisi lintasan akan tetap menjadi faktor penting. Sementara itu, para pebalap perlu menyesuaikan gaya berkendara untuk memaksimalkan potensi motor sekaligus menjaga konsistensi sepanjang balapan.

Langkah CFMOTO di Panggung Balap Dunia

Penunjukan sebagai pemasok motor tunggal WorldWCR untuk periode 2027–2029 menjadi kesempatan bagi CFMOTO untuk memperkuat kehadirannya di motorsport internasional. Melalui penggunaan 675SR-R, pabrikan asal Tiongkok tersebut akan memiliki peran langsung dalam mendukung salah satu kejuaraan balap motor wanita tingkat dunia.

Bagi WorldWCR, pembaruan motor dan pemasok ban berpotensi menghadirkan tantangan teknis baru sekaligus memberikan pengalaman balap yang berbeda bagi para peserta.

Pertanyaan menariknya, seberapa besar pengaruh mesin tiga silinder 675 cc terhadap persaingan WorldWCR musim 2027? Dengan format balap yang tetap mengutamakan kesetaraan motor, kemampuan adaptasi dan konsistensi pebalap diperkirakan tetap menjadi faktor penentu dalam perebutan posisi terdepan.

Motor

Diva Ismayana Pimpin Klasemen Kejurnas Motocross 2026, Ducati MX Team Indonesia Tampil Kompetitif

Published

on

By

Ducati MX Team Indonesia mengawali rangkaian Grand Final Kejurnas Motocross Indonesia 2026 dengan hasil menjanjikan. Dua pembalap andalannya, Diva Ismayana dan Hilman Maksum, berhasil finis di posisi kedua dan ketiga pada sesi Qualifying Race di Sirkuit Panca Arga Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026).

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi keduanya untuk menghadapi balapan utama. Sorotan tertuju kepada Diva Ismayana yang masih memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 36 poin dalam perebutan gelar juara nasional. Sementara itu, Hilman Maksum yang menempati peringkat ketiga klasemen juga berpeluang menutup musim dengan hasil positif.

Performa kedua rider Ducati MX Team Indonesia memperlihatkan persiapan yang kompetitif menjelang penentuan akhir musim. Meski begitu, mereka tetap harus menghadapi tantangan lintasan dan tekanan dari para rival pada race utama.

Diva Ismayana Tunjukkan Kecepatan Sejak Time Practice

Diva Ismayana sudah memperlihatkan potensi sejak sesi Time Practice. Ia mencatatkan waktu terbaik 1 menit 32,927 detik dan menempati posisi kedua, hanya terpaut 0,123 detik dari Lewis Stewart, pembalap asal Australia yang menjadi tercepat.

Catatan waktu tersebut menjadi indikasi bahwa Diva memiliki kecepatan yang kompetitif untuk bersaing di barisan depan. Modal ini semakin penting mengingat dirinya datang ke Grand Final dengan posisi kuat dalam perebutan gelar juara nasional.

Rekan setimnya, Hilman Maksum, juga menunjukkan performa menjanjikan. Ia mengakhiri sesi Time Practice di posisi keempat dengan waktu terbaik 1 menit 36,043 detik, sekaligus menjaga peluang untuk bersaing di kelompok terdepan.

Kondisi Lintasan Berdebu Jadi Tantangan di Qualifying Race

Performa apik Ducati MX Team Indonesia berlanjut saat Qualifying Race. Diva langsung berada dalam persaingan di barisan depan dan sempat memberikan tekanan kepada Lewis Stewart pada beberapa lap awal.

Di belakangnya, Hilman Maksum mampu menjaga posisi ketiga meski mendapat tekanan dari sejumlah rival, termasuk Delvintor Alfarizi. Kedua pembalap Ducati MX Team Indonesia akhirnya menyelesaikan sesi tersebut di posisi kedua dan ketiga.

Namun, kondisi lintasan yang dipenuhi debu menjadi tantangan tersendiri. Jarak pandang yang terbatas membuat pembalap harus lebih cermat dalam menjaga ritme, membaca kondisi lintasan, dan menentukan waktu yang tepat untuk melakukan serangan.

Diva memilih menjaga konsistensi setelah mencoba memberikan perlawanan pada awal balapan. Keputusan tersebut membantunya mengamankan posisi kedua sekaligus mempertahankan modal penting untuk menghadapi race utama.

“Secara keseluruhan, hasil hari ini cukup baik. Di Time Practice, saya merasa kecepatan motor sudah kompetitif dan selisih waktu dengan pembalap tercepat juga sangat tipis,” ujar Diva Ismayana.

Ia menjelaskan bahwa kondisi lintasan yang berdebu membuatnya harus lebih berhati-hati saat Qualifying Race. Setelah mencoba bersaing pada lap-lap awal, Diva memilih menjaga ritme dan mengamankan posisi kedua.

Dengan keunggulan poin di klasemen sementara, Diva menegaskan bahwa fokusnya tetap pada persiapan menghadapi balapan utama. Ia tidak ingin terlalu memikirkan posisi klasemen dan memilih berkonsentrasi untuk memberikan hasil terbaik bagi tim.

Hilman Maksum Jaga Posisi Tiga Besar

Hilman Maksum juga melewati Qualifying Race dengan persaingan yang tidak mudah. Setelah mendapatkan start yang baik, ia mampu menempatkan diri di posisi ketiga di belakang Diva Ismayana dan Lewis Stewart.

Tekanan dari para rival membuat Hilman harus menjaga konsentrasi sepanjang balapan. Kondisi lintasan yang berdebu juga menuntutnya untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama ketika menentukan momentum untuk menyerang atau mempertahankan posisi.

Hilman akhirnya berhasil finis ketiga. Hasil tersebut memberikan modal positif bagi pembalap Ducati MX Team Indonesia itu untuk menghadapi race utama, sekaligus menjaga peluangnya menutup musim dengan hasil maksimal.

“Time Practice berjalan cukup baik bagi saya, dan saat Qualifying Race saya bisa mendapatkan start yang bagus hingga berada di posisi ketiga di belakang Diva,” kata Hilman.

Ia mengakui persaingan berlangsung ketat, terutama ketika sejumlah pembalap mulai memberikan tekanan untuk merebut posisinya. Karena itu, Hilman memilih tetap fokus, menjaga posisi, dan menghindari risiko yang tidak diperlukan.

Menurutnya, hasil tersebut menjadi bekal untuk melakukan evaluasi sebelum kembali bertarung pada balapan utama.

Diva Ismayana Hadapi Penentuan Gelar Juara Nasional

Keunggulan 36 poin membuat Diva Ismayana berada dalam posisi kuat menjelang penentuan gelar juara nasional Kejurnas Motocross Indonesia 2026. Namun, hasil Qualifying Race belum menentukan gelar secara otomatis karena balapan utama masih menjadi tantangan berikutnya.

Konsistensi, pengelolaan risiko, serta kemampuan membaca kondisi lintasan akan menjadi faktor penting bagi Diva dalam mempertahankan keunggulannya. Di sisi lain, para rival masih memiliki kesempatan untuk memberikan tekanan hingga rangkaian balapan berakhir.

Bagi Ducati MX Team Indonesia, keberhasilan menempatkan Diva dan Hilman di posisi kedua serta ketiga Qualifying Race menjadi sinyal positif menjelang race utama. Kini, perhatian tertuju pada kemampuan kedua rider mempertahankan performa dan menyelesaikan Grand Final dengan hasil terbaik.

Diva memburu gelar juara nasional, sementara Hilman berupaya memperbaiki hasil untuk menutup musim secara maksimal. Balapan utama pun menjadi momen penentuan bagi perjuangan keduanya di Kejurnas Motocross Indonesia 2026.

Continue Reading

Motor Balap

Bintang Pranata Sukma Dapat Wildcard MotoJunior di Misano, Bawa Nama Indonesia ke Eropa

Published

on

By

Talenta muda Indonesia, Bintang Pranata Sukma, mendapatkan kesempatan untuk mencicipi persaingan balap motor junior di Eropa. Pembalap muda tersebut dijadwalkan tampil sebagai wildcard di ajang MotoJunior yang berlangsung di Sirkuit Misano, Italia.

Dalam kesempatan tersebut, Bintang akan bergabung dengan Leopard Junior Team. Program ini turut mendapatkan dukungan dari NitiRacing dan menjadi salah satu langkah untuk memberikan pengalaman kompetisi internasional kepada pembalap muda Indonesia.

Tampil di Misano menjadi kesempatan penting bagi Bintang untuk merasakan langsung atmosfer balap junior Eropa. Selain berhadapan dengan pembalap dari berbagai negara, ia juga akan beradaptasi dengan lingkungan tim dan karakter kompetisi yang berbeda dari balapan yang selama ini dijalaninya di Indonesia.

Gabung Leopard Junior Team sebagai Wildcard

Bintang mendapatkan peluang tampil di MotoJunior melalui hubungan antara Astra Honda dan Donny dari DRS. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sekaligus pencarian talenta muda Indonesia yang memiliki potensi untuk berkembang ke level internasional.

Sebagai pembalap wildcard, Bintang akan memperkuat Leopard Junior Team di Misano. Tim tersebut memiliki pengalaman dalam kompetisi balap motor junior di Eropa sehingga kesempatan ini menjadi ruang bagi Bintang untuk mendapatkan pengalaman teknis dan balap secara langsung.

Bagi pembalap muda, pengalaman seperti ini tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir balapan. Adaptasi terhadap karakter sirkuit, setting motor, metode kerja tim, hingga persaingan dengan pembalap dari negara lain menjadi bagian penting dalam proses pengembangan.

Misano sendiri merupakan salah satu sirkuit yang memiliki karakter teknis dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat. Beradaptasi dengan karakter lintasan sekaligus menjaga konsistensi selama sesi latihan hingga balapan akan menjadi tantangan tersendiri bagi Bintang.

Mendapat Dukungan NitiRacing

Program Bintang di Misano juga mendapatkan dukungan dari NitiRacing. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan keberangkatan dan keikutsertaan Bintang di ajang MotoJunior.

Kesempatan tampil di Eropa diharapkan dapat memberikan gambaran lebih luas mengenai standar kompetisi balap junior. Mulai dari persiapan sebelum balapan, komunikasi dengan kru, proses setup motor, hingga bagaimana pembalap mengelola tekanan selama akhir pekan balap.

Pengalaman tersebut nantinya dapat menjadi bekal bagi Bintang dalam mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan langkah berikutnya di karier balapnya.

Masih Menunggu Persetujuan Visa

Meski kesempatan wildcard sudah didapatkan, Bintang masih harus menyelesaikan sejumlah persiapan sebelum bertolak ke Italia.

Salah satu tahapan yang masih ditunggu adalah persetujuan visa. Jika seluruh proses administrasi berjalan sesuai rencana, Bintang akan berangkat menuju Misano untuk menjalani pengalaman balap internasional bersama Leopard Junior Team.

Kehadiran Bintang di MotoJunior juga menjadi bagian dari perjalanan panjang pembalap muda Indonesia menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

Wildcard di Misano memang bukan garis akhir. Justru, kesempatan ini dapat menjadi ruang bagi Bintang untuk mengukur kemampuan, belajar dari lingkungan balap Eropa, serta mengumpulkan pengalaman yang dibutuhkan untuk perkembangan kariernya.

Kini, perhatian tertuju pada proses keberangkatan Bintang Pranata Sukma menuju Misano. Jika seluruh persiapan berjalan lancar, talenta muda Indonesia tersebut akan segera mendapatkan kesempatan merasakan langsung atmosfer kompetisi balap junior Eropa.

Continue Reading

Event

Superchallenge Superprix 2026 Masuk Seri Final, Sirkuit Mijen Jadi Penentu Sang Raja

Published

on

By

Setelah melewati empat seri balapan, Superchallenge Superprix 2026 akhirnya memasuki babak penentuan. Seri kelima sekaligus seri final akan digelar di Sirkuit Mijen, Semarang, pada 23-24 Oktober 2026.

Empat seri sebelumnya telah menjadi panggung bagi para rider untuk menunjukkan konsistensi, kecepatan, dan kemampuan mereka dalam menghadapi persaingan sepanjang musim. Kini, seluruh hasil tersebut akan bermuara pada satu pertanyaan besar: siapa yang akan keluar sebagai pemegang tahta “Raja” Superchallenge Superprix 2026?

Seri final tentu memiliki tekanan yang berbeda. Setiap poin menjadi sangat berharga karena hasil balapan di Mijen dapat menentukan posisi akhir para pembalap dalam klasemen musim 2026.

Sirkuit Mijen pun dipastikan menjadi arena pertarungan terakhir bagi para rider untuk mengunci gelar. Kondisi lintasan, strategi balap, konsistensi performa, hingga kemampuan menjaga ritme sepanjang race akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir.

Buat Bradsis yang tidak bisa datang langsung ke Sirkuit Mijen, keseruan final Superchallenge Superprix 2026 tetap bisa disaksikan melalui live streaming di YouTube channel Superchallenge.

Tak hanya menghadirkan persaingan di lintasan, seri final juga akan diramaikan dengan special performance pada 24 Oktober 2026. Ndarboy Genk dan The Cloves and The Tobacco dijadwalkan tampil untuk melengkapi atmosfer penutupan musim.

Dengan status sebagai seri terakhir, gelaran di Mijen bukan sekadar balapan biasa. Inilah panggung terakhir bagi para rider untuk membuktikan performa mereka sekaligus menentukan siapa yang berhak menyandang gelar “Raja” Superchallenge Superprix 2026.

Jadi, jangan lewatkan 23-24 Oktober 2026 di Sirkuit Mijen, Semarang. Siapkan diri untuk menyaksikan duel pamungkas para rider sekaligus penentuan juara Superchallenge Superprix 2026.

Continue Reading

Trending