Connect with us

Motor Balap

Kiandra Ramadhipa Finis P2 dan P4 di Aragon, Naik ke P4 Klasemen Moto3 Junior

Published

on

Pembalap Indonesia, Kiandra Ramadhipa, kembali menunjukkan performa kompetitif di ajang FIM Moto3 Junior World Championship 2026. Tampil bersama Honda Asia-Dream Racing Junior Team di Sirkuit MotorLand Aragon, Kiandra berhasil mengamankan finis kedua pada Race 1 dan posisi keempat pada Race 2.

Hasil tersebut sekaligus memberikan tambahan poin penting bagi Kiandra dalam persaingan klasemen sementara. Setelah menyelesaikan rangkaian balapan di Aragon, pembalap muda Indonesia ini naik satu posisi ke peringkat keempat klasemen dengan total 113 poin.

Nyaris Menang di Race 1

Pada Race 1 Moto3 Junior World Championship 2026 di Aragon, Kiandra Ramadhipa terlibat langsung dalam pertarungan untuk kemenangan.

Pembalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team tersebut memberikan tekanan hingga lap-lap terakhir kepada Carlos Cano dari CFMOTO Aspar Junior Team. Persaingan keduanya berlangsung sangat ketat hingga melewati garis finis.

Kiandra bahkan terus mencoba mencari celah untuk mengambil posisi pertama. Namun, Cano mampu mempertahankan keunggulannya dan akhirnya keluar sebagai pemenang.

Kiandra harus puas finis di posisi kedua dengan selisih waktu hanya 0,037 detik dari Cano. Hasil ini menunjukkan betapa ketatnya pertarungan di barisan depan Moto3 Junior di MotorLand Aragon.

Race 2, Kiandra Kembali Bertarung di Barisan Depan

Memulai Race 2 dari grid kelima, posisi yang sama seperti Race 1, Kiandra langsung menjaga ritme untuk tetap berada di kelompok terdepan.

Sepanjang balapan, pembalap Indonesia tersebut terlibat dalam persaingan ketat untuk memperebutkan posisi podium. Memasuki paruh akhir lomba, pertarungan semakin sengit karena sejumlah pembalap mulai melakukan manuver untuk mendapatkan posisi terbaik.

Carlos Cano, Giulio Pugliese, hingga Yaroslav Karpushin turut berada dalam persaingan di grup depan. Kiandra pun harus terus mempertahankan posisi sekaligus mencari peluang untuk kembali naik ke podium.

Drama terjadi pada tikungan terakhir. Kiandra kehilangan beberapa posisi setelah disalip Giulio Pugliese dan Yaroslav Karpushin. Akibatnya, Kiandra menyelesaikan Race 2 di posisi keempat, di belakang Fernando Bujosa, Giulio Pugliese, dan Yaroslav Karpushin.

Naik ke P4 Klasemen

Meski gagal mengamankan podium pada Race 2, hasil keseluruhan di Aragon tetap memberikan tambahan poin penting bagi Kiandra Ramadhipa

.

Kombinasi finis P2 pada Race 1 dan P4 pada Race 2 membuat koleksi poin Kiandra bertambah dan membawanya naik satu tingkat ke posisi keempat klasemen sementara Moto3 Junior World Championship 2026.

Kini Kiandra mengantongi 113 poin, sekaligus menjaga posisinya dalam persaingan papan atas kejuaraan.

Performa di Aragon juga memperlihatkan konsistensi Kiandra dalam menjaga kecepatan di kelompok terdepan. Dengan masih adanya seri yang harus dijalani, pembalap Indonesia tersebut masih memiliki peluang untuk terus memangkas jarak dan memperbaiki posisinya di klasemen Moto3 Junior World Championship 2026.

Motor Balap

Nicolò Bulega Juara Dunia WorldSBK 2026, Ducati Kuasai Tiga Gelar

Published

on

By

Nicolò Bulega resmi mengunci gelar juara dunia World Superbike (WorldSBK) 2026 bersama Aruba.it Racing-Ducati. Kepastian tersebut didapat setelah pembalap Italia itu finis di posisi kedua pada Race 2 WorldSBK Italia di Sirkuit Cremona, Minggu (27/9/2026).

Dengan tambahan poin dari balapan tersebut, Bulega mengoleksi 602 poin di klasemen. Jumlah tersebut membuatnya tidak lagi mungkin dikejar para rival dengan dua putaran atau enam balapan yang masih tersisa.

Rekan setimnya, Iker Lecuona, berada di posisi kedua dengan 469 poin atau terpaut 133 poin dari Bulega. Sementara itu, Yari Montella menempati posisi ketiga dengan 269 poin.

Finis P2 di Cremona, Gelar Dunia Dipastikan

Bulega sebenarnya hanya membutuhkan hasil finis di posisi lima besar pada Race 2 untuk memastikan gelar. Namun, pembalap bernomor 11 tersebut justru mampu tampil lebih kompetitif dan menyelesaikan balapan di posisi kedua.

Kemenangan Race 2 menjadi milik Iker Lecuona. Pembalap Aruba.it Racing-Ducati tersebut sekaligus mencatatkan tiga kemenangan sepanjang akhir pekan Cremona, menyapu bersih seluruh kemenangan balapan pada putaran tersebut.

Bulega pun tidak perlu menunggu hingga seri terakhir untuk memastikan titel. Finis kedua sudah cukup untuk mengamankan posisi puncak klasemen secara matematis.

Gelar WorldSBK Pertama Bulega

Gelar WorldSBK 2026 menjadi gelar dunia pertama Bulega di kelas utama balap superbike. Sebelumnya, ia telah merasakan status juara dunia ketika memenangkan World Supersport (WorldSSP) 2023 bersama Ducati.

Kesuksesan tersebut juga menjadi puncak perjalanan Bulega setelah dua musim sebelumnya harus puas menjadi runner-up WorldSBK. Pada 2024 dan 2025, gelar juara dunia diraih oleh Toprak Razgatlioglu.

Kini, Bulega berhasil mengubah posisi runner-up tersebut menjadi gelar juara dunia.

Yang menarik, Bulega juga mencatat sejarah sebagai pembalap Italia pertama yang menjadi juara WorldSBK bersama Ducati. Ia menjadi pembalap Italia kedua yang berhasil meraih gelar WorldSBK setelah Max Biaggi.

Statistik Bulega di WorldSBK 2026

Performa Bulega sepanjang musim 2026 menjadi salah satu faktor utama di balik keberhasilannya mengunci gelar lebih awal.

Hingga putaran Cremona, Bulega telah mengoleksi 26 kemenangan dari 30 balapan. Ia juga mencatat rentetan 25 kemenangan beruntun serta 43 podium secara beruntun.

Catatan tersebut menggambarkan konsistensi Bulega sepanjang musim. Kombinasi kecepatan dalam satu lap, race pace, serta kemampuannya mengamankan poin dalam setiap balapan membuat keunggulan di klasemen semakin sulit dikejar.

Dengan 602 poin yang sudah dikumpulkan, Bulega kini bisa menghadapi dua putaran terakhir musim 2026 dengan status sebagai juara dunia.

Ducati Sapu Bersih Gelar WorldSBK 2026

Keberhasilan Bulega juga membawa dampak besar bagi Ducati. Aruba.it Racing-Ducati telah memastikan tiga gelar utama WorldSBK 2026, yakni gelar pembalap, konstruktor, dan tim.

Dengan demikian, musim 2026 menjadi salah satu kampanye penting Ducati di kejuaraan superbike dunia.

Bagi Bulega sendiri, gelar ini menjadi pencapaian puncak dari perjalanan panjang di kelas balap produksi. Setelah menjadi juara WorldSSP pada 2023 dan dua kali runner-up WorldSBK, kini ia akhirnya berhasil membawa pulang gelar dunia di kelas utama.

Usai melewati garis finis di Cremona, Bulega mengungkapkan kebahagiaannya sekaligus memberikan apresiasi kepada tim yang telah mendukung perjalanan tersebut. Ia juga mengaku sempat menangis setelah balapan karena tekanan sepanjang akhir pekan akhirnya terlepas.

Klasemen WorldSBK 2026

  1. Nicolò Bulega – 602 poin
  2. Iker Lecuona – 469 poin
  3. Yari Montella – 269 poin
  4. Alex Lowes – 226 poin
  5. Sam Lowes – 219 poin
  6. Lorenzo Baldassarri – 193 poin
  7. Axel Bassani – 184 poin
  8. Garrett Gerloff – 145 poin
  9. Alberto Surra – 140 poin
  10. Alvaro Bautista – 125 poin

Dengan dua putaran atau enam balapan tersisa, posisi Bulega di puncak sudah tidak dapat dikejar secara matematis. WorldSBK 2026 selanjutnya akan memasuki dua seri terakhir musim dengan Bulega sebagai juara dunia baru.

Continue Reading

Motor

Honda x Onitsuka Tiger: Kolaborasi Ikonik Satukan Dunia Roda Dua dan Fashion Lewat Motor Konsep

Published

on

By

Honda resmi merambah dunia fashion lewat kolaborasi eksklusif bersama Onitsuka Tiger, merek fashion legendaris asal Jepang. Kerja sama dua raksasa industri ini diperkenalkan secara spektakuler lewat world premiere Onitsuka Tiger Honda Mid Sports Concept di Milan, Italia, pada 23 September 2026 waktu setempat — menjadi bagian dari gelaran bergengsi Milan Fashion Week 2027 untuk koleksi perempuan musim semi dan musim panas.

Dua Legenda Jepang, Satu Visi

Menariknya, Honda dan Onitsuka Tiger sama-sama lahir dari tanah Jepang dengan rekam jejak bisnis lebih dari 75 tahun. Honda berdiri pada 1948, sementara Onitsuka Tiger lahir setahun setelahnya di Kobe, Prefektur Hyogo, pada 1949. Meski bergerak di industri berbeda — Honda dengan teknologi mobilitas dan pengalaman berkendara, Onitsuka Tiger dengan riset sepatu olahraga yang kini berevolusi menjadi merek fashion global — keduanya memiliki kesamaan fundamental dalam hal inovasi teknologi, kualitas manufaktur presisi, dan keberanian menembus batas industri konvensional. Kesamaan visi inilah yang menjadi fondasi kolaborasi bersejarah ini.

Tampil Beda dengan Warna Tiger Yellow

Sebagai buah pertama kolaborasi, Onitsuka Tiger Honda Mid Sports Concept hadir mengusung basis motor sport bermesin menengah yang dipoles habis dengan karakter khas Onitsuka Tiger. Warna Tiger Yellow yang ikonik menjadi identitas utama, dipadukan garis hitam tegas membentang di kedua sisi bodi menciptakan kesan sporty sekaligus premium. Sektor roda tampil dominan hitam dengan aksen Tiger Yellow yang mempertegas karakter visualnya, sementara logo Honda dan Onitsuka Tiger disematkan pada bagian roda sebagai penanda otentik kolaborasi dua brand legendaris ini. Setiap detail dirancang cermat agar motor konsep ini benar-benar tampil beda dari varian standarnya.

Bukan Cuma Motor, Ada Koleksi Fashion Juga

Kolaborasi ini tak berhenti di motor konsep saja. Onitsuka Tiger turut menghadirkan koleksi sepatu dan apparel eksklusif yang mengusung Wing Mark, simbol sayap yang selama ini identik dengan sepeda motor Honda. Terinspirasi dari budaya riding, koleksi fashion ini dipamerkan berdampingan dengan Honda Mid Sports Concept di Milan, menegaskan perhatian detail manufaktur yang menjadi benang merah kedua perusahaan.

Melalui langkah berani ini, Honda dan Onitsuka Tiger ingin memperkenalkan budaya sepeda motor kepada audiens yang lebih luas di berbagai negara, sekaligus membuktikan bahwa dunia otomotif dan fashion bisa berjalan beriringan tanpa terpaku pada sekat industri konvensional.

Continue Reading

Moto GP

Honda Tunjuk Somkiat Chantra Gantikan Joan Mir di MotoGP Jepang 2026

Published

on

By

Honda Racing Corporation (HRC) kembali melakukan perubahan line-up untuk MotoGP Jepang 2026. HRC menunjuk pembalap Thailand, Somkiat Chantra, untuk menggantikan Joan Mir pada seri yang akan berlangsung di Sirkuit Mobility Resort Motegi.

Penunjukan ini membuat Chantra kembali ke grid MotoGP setelah sebelumnya menjalani musim debutnya di kelas utama bersama LCR Honda pada 2025. Setelah berkompetisi di World Superbike Championship (WorldSBK) pada musim 2026, Chantra kini mendapat kesempatan kembali mengendarai Honda RC213V.

Keputusan tersebut diambil setelah Joan Mir dipastikan masih absen dari seri Jepang dan Mandalika karena melanjutkan proses pemulihan serta pemantauan kondisi fisiknya.

Joan Mir Masih Jalani Pemulihan

Joan Mir sebelumnya harus melewatkan MotoGP Austria setelah menjalani pemeriksaan medis lanjutan.

Pembalap asal Spanyol tersebut mengalami kelelahan ekstrem yang membuatnya meninggalkan rangkaian MotoGP San Marino. Kondisinya kemudian terus dipantau oleh tim medis sebelum Honda memastikan Mir belum dapat kembali membalap di Jepang dan Indonesia.

Sebelumnya, HRC menurunkan Takaaki Nakagami sebagai pengganti Mir di Red Bull Ring.

Namun, Nakagami tidak tersedia untuk kembali menggantikan Mir di Motegi karena pembalap Jepang tersebut sudah mendapatkan jatah wildcard pada seri kandangnya.

Nakagami dijadwalkan tampil menggunakan Honda RC213V kelima dalam status wildcard di MotoGP Jepang.

Somkiat Chantra Kembali ke MotoGP

Dengan kondisi tersebut, HRC kemudian memilih Somkiat Chantra untuk mengisi kursi Joan Mir di Motegi.

Chantra bukan nama baru di kelas utama. Pembalap Thailand tersebut menjalani debut MotoGP pada 2025 bersama LCR Honda dan menyelesaikan musim di posisi ke-15 klasemen.

Setelah itu, Chantra beralih ke proyek HRC di WorldSBK untuk musim 2026.

Kembali ke MotoGP tentu memberikan kesempatan bagi Chantra untuk kembali beradaptasi dengan karakter RC213V dan menghadapi persaingan kelas utama setelah menjalani musim di kejuaraan superbike dunia.

Punya Modal Positif di Motegi

Salah satu modal Chantra menghadapi MotoGP Jepang adalah pengalamannya di Sirkuit Motegi.

Pembalap Thailand tersebut pernah meraih kemenangan di Moto2 Jepang 2023. Pengalaman tersebut menjadi bekal tersendiri ketika kembali ke Motegi dengan motor MotoGP.

Meski karakter motor dan level persaingan berbeda, pengetahuan terhadap layout sirkuit dapat membantu proses adaptasi Chantra sepanjang akhir pekan balap.

Kini tantangannya adalah kembali memahami karakter RC213V dalam format MotoGP dengan waktu persiapan yang relatif terbatas.

Bagaimana Performa Chantra di WorldSBK 2026?

Musim 2026 menjadi pengalaman baru bagi Chantra di WorldSBK.

Perjalanannya sempat terganggu cedera sebelum kompetisi dimulai. Setelah kembali bugar, Chantra mampu mencatatkan poin dalam tujuh kesempatan sepanjang musim berjalan.

Hasil terbaiknya sejauh ini adalah finis di posisi ke-13.

Kembali ke MotoGP membuat Chantra sementara harus meninggalkan persaingan WorldSBK untuk menjalankan tugas bersama HRC di Motegi.

Nakagami Sebelumnya Tampil di Austria

Sebelum Chantra ditunjuk, Takaaki Nakagami mendapat kesempatan menggantikan Mir di MotoGP Austria.

Nakagami berhasil finis di posisi ke-13 dalam penampilan pertamanya pada musim tersebut. Hasil itu membuatnya finis di depan dua pembalap Honda reguler, Luca Marini dan Diogo Moreira.

Selain pengalaman balap, Nakagami juga memiliki peran penting dalam program pengembangan Honda, termasuk pengujian teknologi mesin 850 cc yang dipersiapkan untuk era regulasi MotoGP berikutnya.

Namun, karena status wildcard di Motegi, Honda tidak dapat kembali menggunakan Nakagami sebagai pengganti Mir.

Chantra Siap Kembali ke Grid MotoGP

Dengan demikian, Somkiat Chantra akan menjadi pembalap pengganti Joan Mir untuk MotoGP Jepang 2026 di Motegi.

Bagi Chantra, kesempatan ini menjadi momen untuk kembali merasakan atmosfer kelas utama sekaligus mengendarai Honda RC213V setelah satu musim berkompetisi di WorldSBK.

Sementara itu, Honda masih akan memantau perkembangan kondisi Joan Mir. Informasi terbaru mengenai kondisi pembalap Spanyol tersebut akan disampaikan setelah MotoGP Indonesia.

Kini perhatian tertuju ke Motegi. Chantra akan kembali mengenakan seragam Honda di MotoGP dan menghadapi salah satu seri penting dalam kalender balap 2026.

Continue Reading

Trending