Motor
Racing Sport Collection 2027 Resmi Diperkenalkan, Alpinestars Andalkan Proteksi Berbasis MotoGP
Alpinestars kembali memperluas lini perlengkapan riding melalui Racing Sport Collection 2027. Koleksi terbaru ini menghadirkan sejumlah produk untuk pengendara motor, mulai dari racing suit, jaket, hingga sarung tangan dengan mengadopsi teknologi perlindungan yang dikembangkan dari pengalaman Alpinestars di ajang balap dunia.
Salah satu fokus utama koleksi ini adalah integrasi sistem keselamatan aktif Tech-Air. Beberapa produk dirancang agar dapat digunakan bersama sistem airbag elektronik Alpinestars, memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pengendara ketika terjadi insiden.
Missile V3 Jadi Andalan

Missile V3 1PC dan 2PC menjadi salah satu produk unggulan dalam Racing Sport Collection 2027. Racing suit ini menggunakan material kulit sapi premium Flex Plus dengan ketebalan 1,3 mm.
Konstruksinya dibuat mengikuti posisi tubuh saat berkendara agresif. Desain pre-curved pada sejumlah bagian juga membantu menyesuaikan posisi riding, terutama ketika pengendara berada dalam posisi membungkuk saat bermanuver.
Missile V3 1PC dan 2PC telah mengantongi sertifikasi CE AAA. Sistem perlindungan DFS ST ditempatkan pada area bahu, siku, dan lutut, dengan konstruksi yang dirancang untuk mengurangi jahitan eksternal pada area perlindungan tersebut.
Di bagian belakang terdapat speed hump yang dirancang menyesuaikan penggunaan bersama helm S-R10. Dari sisi keselamatan aktif, keduanya kompatibel dengan sistem airbag Tech-Air 10 dan Tech-Air 5 Plasma serta memiliki konektor untuk Tech-Air 7x.
Untuk harganya, Missile V3 1PC dan 2PC direkomendasikan berada di angka US$1.429,95 atau sekitar Rp23 jutaan, tergantung kurs dan harga pasar masing-masing wilayah.
Caliber V2 Andalkan Proteksi Level 2
Untuk kategori jaket sport, Alpinestars menghadirkan Caliber V2. Jaket ini menggunakan material kulit sapi full-grain dan ditujukan bagi pengendara yang membutuhkan perlindungan untuk gaya berkendara sport.
Pada bagian siku terdapat pelindung CE Level 2 Nucleon Plasma. Sementara bagian bahu menggunakan Nucleon Flex Pro Level 2 yang dipadukan dengan pelindung eksternal DFS ST.
Caliber V2 memiliki sertifikasi AA dan kompatibel dengan sistem airbag Tech-Air 5 Plasma. Produk ini ditawarkan dengan harga sekitar US$679,95 atau Rp11,2 jutaan.
Zaca V2 Waterproof untuk Kondisi Cuaca Berubah

Buat pengendara yang membutuhkan perlindungan sekaligus fleksibilitas menghadapi perubahan cuaca, ada Zaca V2 Waterproof.
Jaket ini menggunakan konstruksi poly-fabric 600D yang dipadukan dengan panel softshell elastis. Untuk perlindungan, terdapat DFS ST dan Nucleon Flex Plus pada area bahu.
Zaca V2 Waterproof mengantongi sertifikasi AA dan mendukung penggunaan sistem Tech-Air. Harga yang direkomendasikan berada di angka US$379,95 atau sekitar Rp6 jutaan.
Aeroshell Waterproof Bergaya Hoodie
Alpinestars juga menawarkan Aeroshell Waterproof dengan konsep yang lebih kasual. Jaket softshell ini memiliki tampilan menyerupai hoodie, tetapi tetap membawa sejumlah fitur perlindungan untuk kebutuhan berkendara.
Proteksi bahu dan siku menggunakan Nucleon Flex Plus. Sementara membran tahan air dengan konstruksi jahitan tertutup membantu memberikan perlindungan ketika berkendara dalam kondisi basah.
Bagian hood dirancang dengan open-slot untuk mengurangi efek mengembang ketika digunakan saat motor melaju.
Berbeda dari beberapa produk lainnya, Aeroshell Waterproof memiliki sertifikasi A dan belum mendukung sistem Tech-Air. Harganya berada di kisaran US$299,95 atau sekitar Rp4 jutaan.
Faster V3 Plasma Drystar untuk Perlindungan Tangan
Untuk melengkapi perlengkapan riding, Alpinestars menghadirkan Faster V3 Plasma Drystar Gloves.
Sarung tangan ini menggunakan material kulit kambing pada bagian telapak dan softshell tiga lapis pada bagian punggung tangan. Material tersebut dipadukan dengan teknologi Drystar untuk memberikan perlindungan terhadap air sekaligus mempertahankan sirkulasi udara.
Sistem proteksi pada bagian buku jari menggunakan pelindung PLASMA berprofil rendah. Selain itu, tersedia palm slider dan area grip untuk menunjang kontrol tangan saat berkendara.
Faster V3 Plasma Drystar Gloves dibanderol US$124,95 atau sekitar Rp2 jutaan.
Melalui Racing Sport Collection 2027, Alpinestars kembali membawa pendekatan teknologi balap ke perlengkapan riding. Tidak hanya mengejar aspek desain, koleksi ini juga menitikberatkan pada material, sertifikasi perlindungan, ergonomi, hingga kompatibilitas dengan sistem airbag Tech-Air.
Koleksi tersebut tersedia melalui dealer resmi Alpinestars dan kanal resmi perusahaan.
Motor
CFMoto 550MT Muncul dalam Bentuk Prototipe, Siap Gantikan 450MT?
CFMoto dikabarkan tengah menyiapkan motor adventure baru bernama 550MT. Model ini diduga akan menjadi penerus CFMoto 450MT dengan peningkatan kapasitas mesin sekaligus sejumlah pembaruan yang lebih mengarah pada kebutuhan touring jarak jauh.
Kabar mengenai CFMoto 550MT mencuat setelah sejumlah gambar yang diduga merupakan unit uji beredar. Meski belum mendapatkan konfirmasi resmi dari CFMoto, desain dan komponen yang terlihat pada prototipe tersebut memberikan gambaran mengenai arah pengembangan model baru ini.

Jika benar diproduksi, CFMoto tampaknya tidak akan mengubah formula dasar 450MT secara ekstrem. Motor tersebut diperkirakan tetap mempertahankan karakter adventure yang sudah menjadi identitas 450MT, tetapi mendapatkan sejumlah peningkatan pada sektor kenyamanan, fitur, dan performa mesin.
Basis 450MT Masih Dipertahankan
CFMoto 450MT sendiri dikenal sebagai salah satu model adventure kelas menengah yang cukup menarik perhatian, khususnya di pasar Eropa. Bahkan, model tersebut disebut mampu masuk dalam daftar 10 besar model terlaris secara keseluruhan dan menjadi satu-satunya model asal China dalam daftar tersebut.
Desain 450MT dikembangkan oleh Kiska, perusahaan desain asal Austria yang juga memiliki pengalaman menggarap sejumlah proyek sepeda motor.
Pada CFMoto 550MT, beberapa komponen utama diperkirakan masih mempertahankan basis 450MT. Di antaranya rangka baja tubular, suspensi KYB dengan travel sekitar 200 mm, serta konfigurasi pelek jari-jari 21 inci di depan dan 18 inci di belakang.
Konfigurasi tersebut tetap mempertahankan karakter adventure yang memungkinkan motor digunakan untuk perjalanan jarak jauh sekaligus menghadapi berbagai kondisi jalan.
Lebih Siap untuk Touring
Salah satu perubahan yang diperkirakan cukup signifikan justru berada pada aspek touring.
Subframe belakang kabarnya diperkuat agar mampu membawa beban tambahan ketika motor digunakan bersama pannier atau bagasi touring. Jok juga disebut mendapatkan bantalan yang lebih tebal untuk meningkatkan kenyamanan ketika motor digunakan dalam perjalanan panjang.
Bagian windscreen turut mendapatkan desain baru. Tujuannya memberikan perlindungan angin yang lebih baik, terutama ketika motor digunakan dalam perjalanan dengan kecepatan tinggi.
Jika benar diterapkan, kombinasi tersebut menunjukkan bahwa CFMoto 550MT tidak hanya mengejar peningkatan kapasitas mesin, tetapi juga meningkatkan aspek ergonomi dan daya angkut yang penting bagi motor adventure touring.
Fitur Elektronik Ikut Naik Level
Dari sisi fitur, CFMoto 550MT diperkirakan mendapatkan beberapa peningkatan dibandingkan pendahulunya.
Sistem pengereman kabarnya akan menggunakan kaliper depan dengan master silinder radial. Sementara panel instrumen diprediksi mengandalkan layar TFT melengkung berukuran sekitar 5 inci dengan navigasi terintegrasi.
Sistem T-Box juga disebut akan hadir untuk memberikan fitur konektivitas tambahan sekaligus mendukung pembaruan perangkat lunak secara over-the-air atau OTA.
Ada pula informasi yang menyebut CFMoto berpotensi menggunakan throttle elektronik. Jika benar, penggunaan ride-by-wire dapat membuka peluang hadirnya fitur elektronik tambahan yang sebelumnya belum tersedia pada 450MT.

Namun, seluruh informasi tersebut masih sebatas bocoran dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh CFMoto.
Mesin Naik Jadi Sekitar 549 cc
Perubahan terbesar diperkirakan berada di sektor dapur pacu.
CFMoto 550MT disebut masih menggunakan mesin parallel-twin dengan konfigurasi crankshaft 270 derajat seperti yang digunakan 450MT. Bedanya, kapasitas mesin diperkirakan meningkat dari 449 cc menjadi sekitar 549 cc.
Untuk versi spesifikasi penuh, tenaga mesin diperkirakan mampu menembus lebih dari 50 HP. Sementara untuk pasar Eropa, kemungkinan tersedia versi yang disesuaikan dengan regulasi lisensi A2 dengan tenaga sekitar 48 HP.
Menariknya, peningkatan kapasitas tersebut belum tentu membuat perbedaan tenaga yang sangat besar pada versi A2. Keuntungan utama justru berpotensi terasa pada karakter torsi dan respons mesin di putaran rendah hingga menengah.
Karakter tersebut cukup relevan untuk motor adventure touring. Torsi yang lebih kuat pada putaran rendah dapat membantu ketika motor membawa penumpang, pannier, maupun perlengkapan perjalanan dalam jumlah banyak.
Berpotensi Jadi Adventure Touring Menarik
Jika seluruh informasi tersebut benar, CFMoto 550MT tampaknya tidak diarahkan semata-mata sebagai motor yang lebih bertenaga dibandingkan 450MT.
Fokus pengembangannya justru terlihat pada kombinasi kapasitas mesin yang lebih besar, peningkatan kenyamanan, kemampuan membawa beban, perlindungan angin, serta fitur elektronik yang lebih lengkap.
Dengan demikian, 550MT berpotensi menjadi motor adventure yang lebih matang untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh.
Meski begitu, CFMoto hingga saat ini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keberadaan, spesifikasi final, maupun jadwal peluncuran 550MT. Harga juga masih belum diketahui.
Jika nantinya CFMoto mampu mempertahankan strategi harga kompetitif seperti 450MT, calon 550MT ini berpotensi menjadi salah satu pemain menarik di segmen adventure kelas menengah.
Event
Ratusan Rider Ramaikan Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge 2026 di Sidoarjo
Ajang Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge 2026 putaran kedua sukses menyajikan pertarungan sengit para rider enduro di Sirkuit Lapangan Graha Tirta, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 26–27 September 2026.
Bukan hanya ratusan starter yang memadati starting grid. Ribuan penonton juga hadir untuk menyaksikan aksi para rider menaklukkan lintasan yang memiliki karakter cukup menantang.
Trek dengan permukaan berdebu, pasir kecil, serta berbagai obstacle membuat kemampuan teknik dan kontrol motor menjadi faktor penting. Yamaha WR155R dan jajaran YZ Series pun harus digeber maksimal untuk melewati setiap bagian lintasan.

Delapan Kelas Meramaikan Persaingan
Pada putaran kedua ini, Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge mempertandingkan delapan kelas yang mencakup berbagai level kemampuan rider.
Kelas yang diperlombakan terdiri dari YEC 1 WR155R Professional, YEC 2 WR155R Comm Advance, YEC 3 WR155R Comm A, YEC 4 WR155R Comm B, YEC 5 WR155R Hobby, YEC 6 YZ Series Open, YEC 7 WR155R Women, serta YEC 8 WR155R Local.
Khusus YEC 1, YEC 2, dan YEC 6, para peserta harus menjalani dua race untuk menentukan juara umum.
Di kelas YEC 1 WR155R Professional, Dadan KR dari tim MAG tampil dominan. Ia berhasil menyapu kemenangan di dua race sekaligus mengamankan gelar juara umum.
Dominasi serupa juga ditunjukkan rekan setimnya, David, yang menjadi juara umum YEC 2 WR155R Comm Advance setelah meraih kemenangan pada dua race.
Sementara itu, gelar juara umum YEC 6 YZ Series Open berhasil diamankan Farel Huda dari Optimum x Java Mix Enduro.
Bagi Dadan KR, hasil tersebut menjadi buah dari konsistensinya mengikuti kompetisi Yamaha Enduro Challenge.
Ia juga menilai performa motor Yamaha yang digunakan dalam kejuaraan mampu mendukungnya menghadapi karakter trek offroad.
Rider Muda Langsung Unjuk Gigi

Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari Habibi Ahmad Al Farizi.
Rider berusia 21 tahun dari WOI Mekar Motor Carglos RSS tersebut menjalani debutnya di Yamaha Enduro Challenge dan langsung mampu menunjukkan performa kompetitif.
Habibi berhasil memenangkan YEC 4 WR155R Comm B. Tidak berhenti di satu kelas, ia juga berhasil finis di posisi kedua pada YEC 3 WR155R Comm A.
Sementara kemenangan YEC 3 WR155R Comm A diraih Manda dari WRRC x Optimum x Java Mix Enduro.
Bagi Habibi, pengalaman pertama mengikuti Yamaha Enduro Challenge memberikan tantangan tersendiri. Ia harus cepat beradaptasi dengan karakter lintasan dan persaingan yang dihadapi.
Hasilnya pun cukup positif dengan satu kemenangan dan satu podium.
Juara di Kelas Lain
Persaingan juga berlangsung di kelas-kelas lainnya.
Catur Arab dari YPR MX Fourteendays X berhasil menjadi pemenang YEC 5 WR155R Hobby.
Kemudian kelas YEC 7 WR155R Women dimenangi Debby dari Jaramah.

Sementara kelas YEC 8 WR155R Local berhasil dimenangi Nelven Ayusman R A dari WR Riders Surabaya GAC x Sarwa Parfum.
Dengan pembagian kelas tersebut, Yamaha Enduro Challenge memberikan ruang kompetisi bagi berbagai level rider, mulai dari kelas profesional, komunitas, hobby, wanita, hingga pembalap lokal.
Bukan Cuma Balapan
Keseruan Yamaha Enduro Challenge 2026 putaran kedua tidak hanya berlangsung di lintasan.
Area exhibition juga dipenuhi berbagai aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung, termasuk riding experience menggunakan Yamaha WR155R.
Program tersebut diikuti oleh SMK binaan Yamaha, komunitas, konsumen, hingga media. Dengan arahan instruktur Yamaha Riding Academy, peserta bisa merasakan langsung kemampuan WR155R ketika melewati lintasan yang telah disiapkan.
Selain itu, tersedia booth Yamaha dan sponsor, entertainment, sunmori, service, doorprize, pentas seni SMA/SMK, bazaar UMKM, Zumba party, lomba mewarnai, hingga berbagai permainan tradisional.
Yamaha juga menghadirkan sejumlah program penjualan selama event berlangsung, termasuk program DP 0 dan potongan tenor untuk beberapa model seperti NMAX Neo S, NMAX Neo, dan Fazzio edisi spesial Starry Night.
Untuk XSR155 tersedia program hemat angsuran hingga Rp3,6 juta, sementara WR155R mendapatkan voucher diskon Rp2 juta.
Pengguna motor Yamaha yang ingin melakukan perawatan juga bisa memanfaatkan paket service enduro yang terdiri dari jasa servis dan oli mesin dengan harga Rp50.000.
Yamaha Enduro Challenge Kembali Buktikan Daya Tarik Enduro
General Manager CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Johannes B.M. Siahaan, menyebut putaran kedua Yamaha Enduro Challenge di Sidoarjo berlangsung sukses dan mendapatkan respons positif dari penggemar.
Menurutnya, event tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi bagi pembalap, tetapi juga menjadi wadah bagi komunitas dan penggemar enduro untuk menikmati berbagai aktivitas otomotif.
Karakter lintasan yang menantang, persaingan di delapan kelas, serta berbagai aktivitas pendukung membuat Yamaha Enduro Challenge 2026 menghadirkan format event yang memadukan balap dan aktivitas komunitas.
Putaran kedua ini juga mendapat dukungan dari sejumlah partner, di antaranya Shell, Yamalube, Kayaba, Yuasa, GS Astra, Pirelli, Ulti-X, IRC Tire, Lakoni, Yamaha Genuine Part, serta SKY atau Service Kunjung Yamaha.
Dengan ratusan starter yang turun dan persaingan yang semakin kompetitif, Yamaha Enduro Challenge kembali menunjukkan bahwa balap enduro memiliki daya tarik tersendiri di kalangan rider dan pecinta otomotif Tanah Air.
Motor
Ducati Multistrada V4 Pikes Peak 2027 Makin Agresif, Bawa DNA MotoGP dan WorldSBK
Ducati kembali memperkuat karakter sporty pada Multistrada V4 Pikes Peak model 2027. Kali ini, pembaruan paling mudah terlihat datang dari sektor tampilan melalui livery baru yang membawa nuansa motor balap Ducati.
Desain tersebut dikembangkan oleh Centro Stile Ducati bersama Drudi Performance dengan mengambil inspirasi dari motor Ducati yang berlaga di MotoGP dan World Superbike.
Sejumlah elemen visualnya mengingatkan pada Desmosedici GP dan Panigale V4 R milik tim resmi Ducati. Kehadiran livery anyar ini juga menjadi bagian dari momentum perayaan Centenary Ducati.
Meski tampil lebih racing, karakter dasar Multistrada V4 Pikes Peak tetap dipertahankan. Motor ini dirancang untuk menggabungkan kemampuan sport riding dengan kebutuhan perjalanan jarak jauh.
Pikes Peak, Varian Multistrada dengan Karakter Lebih Sporty
Multistrada V4 Pikes Peak merupakan varian performa tinggi dari keluarga Multistrada. Model ini meneruskan karakter yang sebelumnya sudah dikenal melalui Multistrada 1200 Pikes Peak.
Salah satu ciri utama Pikes Peak adalah penggunaan roda depan 17 inci yang dipadukan dengan sistem single-sided swingarm.
Konfigurasi tersebut kemudian didukung suspensi Öhlins, posisi berkendara yang lebih berorientasi pada performa, serta tetap memungkinkan penggunaan perangkat bagasi untuk kebutuhan touring.
Karakter tersebut membuat Pikes Peak memiliki pendekatan berbeda dibandingkan Multistrada yang lebih berorientasi pada kemampuan adventure dan perjalanan jarak jauh.
Livery Racing Diperkuat Komponen Sporty
Nuansa balap pada Multistrada V4 Pikes Peak 2027 tidak hanya hadir melalui grafis. Ducati juga membekali motor ini dengan sejumlah komponen yang memperkuat karakter performanya.
Salah satunya adalah sistem knalpot titanium Akrapovič dengan grafis yang tetap dipertahankan. Beberapa bagian juga menggunakan material serat karbon.

Detail lainnya meliputi windshield rendah berwarna gelap, slider fork Öhlins dengan anodisasi emas, jok dengan logo V4, serta emblem Ducati Corse di bagian depan.
Ducati juga menyediakan program Factory Made, yang memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk melakukan personalisasi dari sisi komponen maupun ergonomi.
Pilihannya mencakup pelek forged merah, kaliper rem merah atau hitam, beberapa pilihan ketinggian jok, komponen karbon tambahan, lampu tambahan, hingga perangkat bagasi berupa pannier samping dan top box.
Kaki-Kaki Dirancang untuk Sport Riding
Karakter Pikes Peak semakin terlihat dari konfigurasi kaki-kakinya. Ducati menggunakan pelek aluminium forged lima palang yang dirancang untuk mengurangi bobot unsprung sekaligus mendukung respons handling.
Pelek tersebut dibalut ban Pirelli Diablo Rosso IV berukuran 120/70 di depan dan 190/55-17 di belakang.
Kombinasi roda 17 inci dan ban tersebut memberikan karakter yang lebih mendukung respons kemudi ketika motor diajak bermanuver di jalan beraspal.
Sistem suspensinya menggunakan Öhlins Smart EC 2.0 dengan teknologi semi-aktif. Sistem ini menggunakan pendekatan event-based yang memungkinkan karakter suspensi menyesuaikan fase berkendara.

Teknologi serupa juga digunakan pada beberapa model performa Ducati seperti Panigale V4 S dan Streetfighter V4 S.
Sementara itu, sistem pengereman mengandalkan Electronic Combined Braking System yang mengatur distribusi pengereman antara roda depan dan belakang.
Mesin V4 Granturismo 1.158 Cc
Sumber tenaga Multistrada V4 Pikes Peak 2027 berasal dari mesin V4 Granturismo berkapasitas 1.158 cc.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 167 hp pada 10.750 rpm dengan torsi puncak 123,8 Nm pada 9.000 rpm.
Karakter tenaga dirancang linear agar tetap mudah dikontrol di berbagai rentang putaran. Salah satu teknologi penting yang mendukung karakter tersebut adalah counter-rotating crankshaft.
Poros engkol yang berputar berlawanan arah dengan roda mengambil inspirasi dari pengalaman Ducati Corse di MotoGP. Secara konsep, sistem ini membantu mengurangi pengaruh inersia giroskopik sehingga karakter handling motor dapat lebih mendukung saat melakukan perubahan arah.
Mode berkendara Race juga menjadi salah satu fitur yang mempertegas karakter Pikes Peak.
Pada mode tersebut, strategi kerja rev limiter dibuat lebih bertahap. Pengaturan ini memberikan peringatan lebih awal ketika putaran mesin mendekati batas, sekaligus membantu pengendara melakukan perpindahan gigi pada putaran tinggi.
Quickshifter juga mendapatkan kalibrasi khusus. Perpindahan gigi turun dibuat lebih agresif, sementara respons throttle dibuat lebih cepat ketika menggunakan High Power Mode.
Posisi Riding Ikut Diubah
Ducati juga melakukan penyesuaian pada ergonomi Multistrada V4 Pikes Peak.
Posisi footpeg dibuat lebih tinggi dan lebih ke belakang dibandingkan Multistrada V4. Konfigurasi tersebut memberikan ruang gerak tubuh yang lebih baik sekaligus mendukung potensi sudut kemiringan ketika motor digunakan di tikungan.
Setangnya juga memiliki posisi berbeda. Komponen tersebut dibuat lebih rendah, lebih sempit, dan memiliki bentuk tekukan yang lebih datar.
Tujuannya adalah memberikan kontrol yang lebih mendukung gaya berkendara sporty tanpa menghilangkan aspek kenyamanan ketika motor digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Elektronik dan Fitur Keselamatan Tetap Lengkap
Di sektor elektronik, Multistrada V4 Pikes Peak mempertahankan sejumlah teknologi yang tersedia pada Multistrada V4 S.
Sistem sensor di bagian depan dan belakang mendukung fitur Adaptive Cruise Control (ACC) serta Blind Spot Detection (BSD). Ducati juga melengkapinya dengan Forward Collision Warning.
Artinya, meskipun Pikes Peak memiliki karakter yang lebih sporty, Ducati tetap mempertahankan teknologi bantuan berkendara yang relevan untuk penggunaan harian maupun touring.
Aspek perawatan juga dibuat praktis dengan interval pemeriksaan celah katup yang mencapai 60.000 km.
Dengan kombinasi livery baru, kaki-kaki sporty, suspensi Öhlins, mesin V4 Granturismo, serta perangkat elektronik modern, Ducati Multistrada V4 Pikes Peak 2027 membawa pendekatan yang semakin agresif.
Karakter Pikes Peak tetap berada di keluarga Multistrada, tetapi kini semakin kuat mempertemukan DNA balap Ducati dengan kemampuan sport touring.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
