Moto GP
Veda Ega dan Mario Aji Fokus Setting Motor Jelang MotoGP Mandalika 2026
Veda Ega dan Mario Aji Fokus Setting Motor Jelang MotoGP Mandalika 2026
Home race MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi momen penting bagi dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji. Menghadapi balapan di hadapan publik sendiri, keduanya memilih tidak menyiapkan strategi khusus. Fokus utama justru diarahkan pada pencarian setting motor terbaik sejak sesi latihan.
Hal tersebut disampaikan Veda dan Mario saat ditemui dalam agenda bersama Astra Honda Motor di Menteng, Jakarta, Senin (5/10). Bagi Veda, dua sesi latihan pada Jumat menjadi kesempatan penting untuk menemukan setelan motor yang paling sesuai dengan karakter Sirkuit Mandalika sebelum memasuki sesi kualifikasi.

“Strategi khusus tidak ada. Seperti balapan-balapan sebelumnya, hari Jumat ada dua sesi latihan,” ujar Veda.
Pembalap muda Indonesia tersebut menilai posisi start akan menjadi salah satu faktor penting. Dalam beberapa balapan sebelumnya, Veda mengaku harus memulai race dari posisi yang kurang ideal. Karena itu, ia ingin memaksimalkan sesi latihan untuk mendapatkan feeling dan setting motor yang lebih baik sehingga bisa mengejar posisi start yang kompetitif.
“Saya harap minggu ini saya bisa mendapatkan setting terbaik pada hari Jumat. Jadi, hari Sabtu dan Minggu tinggal kualifikasi untuk mencari waktu terbaik dan posisi start yang bagus,” kata Veda.
Dengan posisi start yang lebih baik, Veda berharap bisa langsung menekan sejak lap awal dan menjaga peluang untuk bersaing di grup depan hingga akhir balapan.
Sementara itu, Mario Suryo Aji mengatakan persiapan menghadapi MotoGP Mandalika 2026 tidak mengalami perubahan besar dibandingkan seri sebelumnya. Alokasi ban dan setup motor yang digunakan tim pada dasarnya masih berada dalam pendekatan yang sama.
“Untuk alokasi ban dan semua setup motor, pada dasarnya kami tidak banyak melakukan perubahan, hampir sama seperti sebelumnya. Jadi, strateginya mungkin sama seperti balapan-balapan sebelumnya,” ujar Mario.
Mario juga melihat adanya keuntungan dari pengalaman mereka memahami karakter Sirkuit Mandalika. Pengetahuan mengenai layout lintasan, karakter tikungan, serta kebutuhan motor di setiap sektor dapat menjadi modal penting untuk menghadapi rangkaian sesi practice dan qualifying.
“Mungkin kami berdua sedikit lebih mengetahui karakter sirkuit dibandingkan pembalap lain karena mendapat keuntungan dari latihan kemarin,” kata Mario.
Menurutnya, pengalaman tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil kompetitif sejak sesi latihan hingga kualifikasi. Dengan posisi start yang lebih baik, peluang untuk bergerak ke depan saat balapan Minggu juga semakin terbuka.
Menghadapi home race dengan dukungan langsung dari publik Indonesia, Veda memilih untuk tidak menetapkan target yang terlalu tinggi. Ia berharap dapat mencatat hasil yang lebih baik dibandingkan seri sebelumnya, tetapi tidak ingin menjadikan ekspektasi podium atau kemenangan sebagai tekanan tambahan.
“Targetnya kalau bisa lebih baik dari race sebelumnya,” ujar Veda.

Veda memahami bahwa masyarakat Indonesia tentu berharap dirinya dan Mario mampu meraih podium, bahkan kemenangan. Namun, menurutnya, ekspektasi tersebut lebih baik dijadikan motivasi daripada beban.
“Yang penting saya enjoy saja minggu ini dan finis, itu yang paling penting,” lanjut Veda.
Bagi Veda, menikmati setiap sesi dan menjalankan pekerjaan secara maksimal sejak hari pertama menjadi kunci menghadapi home race. Hasil akhir memang menjadi tujuan, tetapi proses mendapatkan setting motor, meningkatkan performa, dan menemukan ritme balapan juga tidak kalah penting.
“Menikmati setiap sesi, bekerja dari hari pertama, kemudian memberikan hasil di hari Minggu. Apa pun hasilnya, kami mencoba memberikan yang terbaik. Syukur bisa top 10, syukur bisa podium,” tutup Veda.
Dengan persiapan yang lebih matang dan pemahaman terhadap karakter Mandalika, Veda Ega dan Mario Aji kini bersiap memaksimalkan seluruh rangkaian akhir pekan MotoGP Indonesia 2026. Publik Indonesia tentu akan menantikan sejauh mana dua pembalap tuan rumah tersebut mampu menunjukkan performa terbaik di depan pendukungnya sendiri.
Moto GP
Toprak Razgatlıoğlu Pukau Pelajar SMAN 3 Mataram dengan Freestyle Yamaha R15
Jelang menghadapi MotoGP Mandalika 2026, Toprak Razgatlıoğlu kembali menyapa masyarakat Indonesia melalui agenda Meet and Greet bersama pelajar di SMAN 3 Mataram.
Kunjungan tersebut menjadi agenda sekolah kedua Toprak di Indonesia pada tahun ini. Sebelumnya, pembalap Prima Pramac Yamaha MotoGP tersebut juga sempat mengunjungi SMK Negeri 39 Jakarta Pusat.
Kehadiran Toprak di Mataram terasa semakin spesial karena akhir pekan ini dirinya akan menjalani debut balapan MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Sebelumnya, pembalap asal Turki tersebut sudah memiliki pengalaman di lintasan Mandalika melalui ajang WorldSBK.
Toprak Cicipi Ketoprak Lagi
Dalam kegiatan bersama para siswa, Toprak kembali mencicipi salah satu kuliner Indonesia, yaitu ketoprak. Makanan tersebut bukan hal baru bagi Toprak karena sebelumnya ia juga pernah mencicipinya saat berada di Lombok.
Momen tersebut menjadi bagian menarik dari agenda Meet and Greet yang mempertemukan Toprak secara langsung dengan ratusan siswa dan siswi SMAN 3 Mataram.

Selain berbagi pengalaman mengenai dunia balap, Toprak juga mendapatkan sambutan meriah dari para pelajar yang memberikan dukungan menjelang balapan MotoGP Mandalika.
Freestyle Yamaha R15 Bikin Suasana Makin Meriah
Tidak hanya sesi ngobrol dan interaksi dengan siswa, Toprak juga menunjukkan aksi freestyle riding menggunakan Yamaha R15.
Aksi tersebut langsung menarik perhatian para pelajar dan membuat suasana Meet and Greet semakin meriah. Kesempatan melihat langsung aksi seorang pembalap MotoGP di atas motor sport Yamaha menjadi pengalaman berbeda bagi para siswa.
Toprak pun mengaku menikmati kegiatan tersebut. Menurutnya, sambutan hangat dari masyarakat Indonesia selalu memberikan energi positif ketika MotoGP digelar di Indonesia.
“Saya ingat ke Jakarta mengunjungi sekolah dan disambut sangat ramah, semua bergembira bersama. Sekarang di sini, Mataram, acara juga menyenangkan, senang bisa berbagi pengalaman balapan dan bertemu anak-anak sekolah,” ujar Toprak.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan para pelajar menjelang balapan di Mandalika.
“Mereka menyemangati saya untuk race di Mandalika weekend ini, terima kasih untuk supportnya. Selalu penuh dengan energi positif saat seri MotoGP di Indonesia,” lanjutnya.
Jadi Bagian dari Road to MotoGP Mandalika
Kegiatan Meet and Greet ini juga menjadi bagian dari aktivitas menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026. Kehadiran Toprak di lingkungan sekolah tidak hanya menjadi kesempatan bagi pelajar untuk bertemu langsung dengan pembalap MotoGP, tetapi juga mengenal lebih dekat perjalanan karier seorang rider profesional.

Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan menjelang seri Mandalika.
Menurutnya, kisah perjalanan karier Toprak diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk terus mengejar cita-cita.
Bagi Toprak sendiri, agenda di Mataram menjadi salah satu momen penting sebelum menjalani balapan MotoGP pertamanya di Mandalika. Dengan pengalaman sebelumnya di WorldSBK, kini Toprak akan membawa pengalaman tersebut ke level MotoGP dan menghadapi karakter lintasan yang sudah tidak asing baginya.
Dukungan publik Indonesia pun menjadi energi tambahan bagi Toprak dan tim Prima Pramac Yamaha MotoGP menjelang akhir pekan balap di Mandalika.
Moto GP
Pertamina Enduro VR46 Hadirkan Livery Garuda untuk MotoGP Mandalika 2026
Pertamina Enduro VR46 Racing Team kembali menghadirkan sesuatu yang spesial untuk Pertamina Indonesian GP 2026. Menghadapi balapan MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, tim asal Tavullia, Italia, menyiapkan livery khusus bernuansa Indonesia dengan Garuda sebagai elemen utama.
Livery tersebut diperkenalkan di kantor Pertamina Lubricants, Jakarta, menjelang berlangsungnya MotoGP Indonesia 2026. Menariknya, ini menjadi kali ketiga secara beruntun Pertamina Enduro VR46 Racing Team menggunakan livery khusus Indonesia saat tampil di Mandalika.

Bagi tim VR46 dan Pertamina Enduro, desain tersebut bukan hanya perubahan tampilan motor. Livery Garuda menjadi bentuk penghormatan terhadap hubungan erat antara tim dan Indonesia sekaligus membawa identitas nasional ke salah satu panggung balap motor paling bergengsi di dunia.
Garuda Bentangkan Sayap di Ducati Desmosedici GP
Garuda menjadi pusat perhatian dalam desain Ducati Desmosedici GP yang akan digunakan Pertamina Enduro VR46 Racing Team.

Ilustrasi Garuda dibuat dengan posisi sayap membentang dari satu sisi motor ke sisi lainnya. Bagian kepala Garuda ditempatkan di area tangki bahan bakar sehingga menjadi titik visual utama ketika motor dilihat dari samping.
Warna merah dan putih mendominasi keseluruhan tampilan. Warna putih menjadi dasar utama bodi, sementara merah digunakan pada ilustrasi Garuda untuk memperkuat identitas Indonesia.
Desain tersebut kemudian dipadukan dengan aksen api berwarna emas. Sementara itu, warna kuning fluoresen khas Pertamina Enduro VR46 Racing Team tetap dipertahankan di bagian depan motor sehingga identitas tim tidak hilang.
Perpaduan merah, putih, emas, dan kuning fluoresen tersebut membuat Ducati Desmosedici GP tampil berbeda dari livery reguler VR46.

Desain livery spesial ini dikerjakan oleh Aldo Drudi bersama Drudi Performance, nama yang selama ini dikenal dalam berbagai desain visual di dunia motorsport.
Makna Garuda di Balik Livery
Pemilihan Garuda sebagai elemen utama bukan tanpa alasan. Dalam konteks Indonesia, Garuda merupakan simbol nasional yang merepresentasikan identitas dan semangat bangsa.
Garuda Pancasila juga membawa semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menggambarkan persatuan dalam keberagaman.
Bagi Pertamina Enduro VR46 Racing Team, penggunaan simbol Garuda di motor MotoGP menjadi representasi keberanian, semangat juang, dan karakter kompetitif yang ingin dibawa ke lintasan Mandalika.
Karena itu, Garuda tidak sekadar menjadi grafis pada bodi motor. Posisi dan ukurannya dibuat dominan sehingga menjadi identitas utama dari livery khusus MotoGP Indonesia 2026.
Bukan Hanya Motor
Sentuhan tema Garuda juga dibawa ke perlengkapan pendukung tim.
Pertamina Enduro VR46 Racing Team menyiapkan Kappa capsule dengan desain Garuda dan kombinasi warna yang diselaraskan dengan livery motor.
Selain itu, tersedia topi edisi khusus dengan tema serupa yang menjadi bagian dari koleksi MotoGP Indonesia. Merchandise tersebut tersedia melalui Kappa dan VR46 Tribe untuk para penggemar yang ingin membawa nuansa livery Garuda ke luar lintasan.
Kehadiran livery khusus ini sekaligus memperkuat identitas Pertamina Enduro VR46 Racing Team setiap kali mereka tampil di Mandalika.
Setelah tiga tahun berturut-turut menghadirkan desain khusus untuk GP Indonesia, livery Garuda kembali menjadi salah satu daya tarik tersendiri menjelang Pertamina Indonesian GP 2026.

Kini, Ducati Desmosedici GP dengan bentangan Garuda tersebut siap menjadi bagian dari atmosfer balap MotoGP di Mandalika sekaligus membawa simbol Indonesia ke lintasan dunia.
Moto GP
Veda Ega Pratama Finis ke-11 di Moto3 Jepang 2026, Bawa Pulang Poin Penting
Memulai balapan dari baris belakang, Veda sempat kehilangan beberapa posisi selepas lampu start padam. Namun, pembalap Indonesia itu perlahan menemukan ritme balap dan mulai memperbaiki posisi dengan memanfaatkan peluang overtake di tengah ketatnya persaingan kelas Moto3.
Veda kemudian masuk dalam rombongan yang memperebutkan posisi 10 besar. Pertarungan berlangsung ketat hingga lap-lap akhir, dengan jarak antar pembalap yang relatif rapat sehingga setiap kesempatan menyalip menjadi sangat penting.
Pada lap terakhir, Veda masih berusaha memperbaiki posisinya. Namun, ia akhirnya harus puas finis di urutan ke-11 dengan selisih 21,120 detik dari pemenang. Meski belum berhasil menembus 10 besar, hasil tersebut tetap memberikan tambahan poin penting bagi perjalanan Veda di Moto3 2026.
“Saya cukup senang karena bisa finis di zona poin, terutama setelah memulai balapan dari posisi ke-18. Start saya tidak sebaik yang diharapkan, sehingga kehilangan beberapa posisi dan harus bekerja keras sejak awal untuk memperbaikinya,” ujar Veda dalam keterangan resmi.
Veda mengakui persaingan di Motegi berlangsung sangat ketat. Ia berusaha mengejar grup di depannya sambil menjaga konsentrasi agar tidak melakukan kesalahan.

“Pada lap terakhir, saya mencoba memperbaiki posisi, tetapi akhirnya finis di urutan ke-11. Ini bukan hasil yang buruk dan saya bisa membawa pulang beberapa poin penting dari akhir pekan ini. Ada banyak pelajaran positif yang bisa diambil dari Motegi,” lanjutnya.
Kini perhatian Veda beralih ke Moto3 Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit. Seri tersebut memiliki arti khusus karena menjadi Grand Prix kandang pertama Veda di kelas Moto3.
Tampil di depan pendukung sendiri tentunya menjadi motivasi tambahan bagi pembalap muda Indonesia tersebut. Veda pun bertekad memanfaatkan pengalaman dari Motegi untuk tampil lebih kompetitif di Mandalika.
“Sekarang kami menuju Indonesia, dan balapan ini sangat penting bagi saya karena akan menjadi Grand Prix kandang pertama di Moto3. Saya sangat antusias untuk balapan di depan para penggemar di rumah. Saya akan terus bekerja bersama tim dan berusaha memberikan yang terbaik pekan depan di Mandalika,” ungkap Veda.
Sementara itu, rekan setim Veda di Honda Team Asia, Zen Mitani, mengalami balapan yang lebih sulit. Pembalap Jepang tersebut harus menerima dua penalti long lap setelah melakukan jump start.
Penalti tersebut membuat Mitani kehilangan banyak waktu dan kesempatan untuk bersaing di grup depan. Meski demikian, ritme balapnya cukup kompetitif dan kecepatannya disebut mampu menyamai pembalap yang berada di sekitar posisi 10 besar.
Namun, tambahan waktu akibat dua long lap penalty membuat Mitani harus menyelesaikan balapan di posisi ke-21.
Dengan berakhirnya Moto3 Jepang 2026, Honda Team Asia kini mengalihkan fokus menuju Mandalika. Bagi Veda Ega Pratama, seri tersebut bukan hanya menjadi balapan berikutnya, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan performa di hadapan publik Indonesia pada debutnya sebagai pembalap Moto3 di Grand Prix kandang

.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
