Motor Balap
Bintang Pranata Sukma Dapat Wildcard MotoJunior di Misano, Bawa Nama Indonesia ke Eropa
Talenta muda Indonesia, Bintang Pranata Sukma, mendapatkan kesempatan untuk mencicipi persaingan balap motor junior di Eropa. Pembalap muda tersebut dijadwalkan tampil sebagai wildcard di ajang MotoJunior yang berlangsung di Sirkuit Misano, Italia.

Dalam kesempatan tersebut, Bintang akan bergabung dengan Leopard Junior Team. Program ini turut mendapatkan dukungan dari NitiRacing dan menjadi salah satu langkah untuk memberikan pengalaman kompetisi internasional kepada pembalap muda Indonesia.
Tampil di Misano menjadi kesempatan penting bagi Bintang untuk merasakan langsung atmosfer balap junior Eropa. Selain berhadapan dengan pembalap dari berbagai negara, ia juga akan beradaptasi dengan lingkungan tim dan karakter kompetisi yang berbeda dari balapan yang selama ini dijalaninya di Indonesia.
Gabung Leopard Junior Team sebagai Wildcard
Bintang mendapatkan peluang tampil di MotoJunior melalui hubungan antara Astra Honda dan Donny dari DRS. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sekaligus pencarian talenta muda Indonesia yang memiliki potensi untuk berkembang ke level internasional.
Sebagai pembalap wildcard, Bintang akan memperkuat Leopard Junior Team di Misano. Tim tersebut memiliki pengalaman dalam kompetisi balap motor junior di Eropa sehingga kesempatan ini menjadi ruang bagi Bintang untuk mendapatkan pengalaman teknis dan balap secara langsung.
Bagi pembalap muda, pengalaman seperti ini tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir balapan. Adaptasi terhadap karakter sirkuit, setting motor, metode kerja tim, hingga persaingan dengan pembalap dari negara lain menjadi bagian penting dalam proses pengembangan.

Misano sendiri merupakan salah satu sirkuit yang memiliki karakter teknis dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat. Beradaptasi dengan karakter lintasan sekaligus menjaga konsistensi selama sesi latihan hingga balapan akan menjadi tantangan tersendiri bagi Bintang.
Mendapat Dukungan NitiRacing
Program Bintang di Misano juga mendapatkan dukungan dari NitiRacing. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan keberangkatan dan keikutsertaan Bintang di ajang MotoJunior.
Kesempatan tampil di Eropa diharapkan dapat memberikan gambaran lebih luas mengenai standar kompetisi balap junior. Mulai dari persiapan sebelum balapan, komunikasi dengan kru, proses setup motor, hingga bagaimana pembalap mengelola tekanan selama akhir pekan balap.
Pengalaman tersebut nantinya dapat menjadi bekal bagi Bintang dalam mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan langkah berikutnya di karier balapnya.
Masih Menunggu Persetujuan Visa
Meski kesempatan wildcard sudah didapatkan, Bintang masih harus menyelesaikan sejumlah persiapan sebelum bertolak ke Italia.
Salah satu tahapan yang masih ditunggu adalah persetujuan visa. Jika seluruh proses administrasi berjalan sesuai rencana, Bintang akan berangkat menuju Misano untuk menjalani pengalaman balap internasional bersama Leopard Junior Team.
Kehadiran Bintang di MotoJunior juga menjadi bagian dari perjalanan panjang pembalap muda Indonesia menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Wildcard di Misano memang bukan garis akhir. Justru, kesempatan ini dapat menjadi ruang bagi Bintang untuk mengukur kemampuan, belajar dari lingkungan balap Eropa, serta mengumpulkan pengalaman yang dibutuhkan untuk perkembangan kariernya.

Kini, perhatian tertuju pada proses keberangkatan Bintang Pranata Sukma menuju Misano. Jika seluruh persiapan berjalan lancar, talenta muda Indonesia tersebut akan segera mendapatkan kesempatan merasakan langsung atmosfer kompetisi balap junior Eropa.
Event
Superchallenge Superprix 2026 Masuk Seri Final, Sirkuit Mijen Jadi Penentu Sang Raja
Setelah melewati empat seri balapan, Superchallenge Superprix 2026 akhirnya memasuki babak penentuan. Seri kelima sekaligus seri final akan digelar di Sirkuit Mijen, Semarang, pada 23-24 Oktober 2026.
Empat seri sebelumnya telah menjadi panggung bagi para rider untuk menunjukkan konsistensi, kecepatan, dan kemampuan mereka dalam menghadapi persaingan sepanjang musim. Kini, seluruh hasil tersebut akan bermuara pada satu pertanyaan besar: siapa yang akan keluar sebagai pemegang tahta “Raja” Superchallenge Superprix 2026?

Seri final tentu memiliki tekanan yang berbeda. Setiap poin menjadi sangat berharga karena hasil balapan di Mijen dapat menentukan posisi akhir para pembalap dalam klasemen musim 2026.
Sirkuit Mijen pun dipastikan menjadi arena pertarungan terakhir bagi para rider untuk mengunci gelar. Kondisi lintasan, strategi balap, konsistensi performa, hingga kemampuan menjaga ritme sepanjang race akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir.
Buat Bradsis yang tidak bisa datang langsung ke Sirkuit Mijen, keseruan final Superchallenge Superprix 2026 tetap bisa disaksikan melalui live streaming di YouTube channel Superchallenge.
Tak hanya menghadirkan persaingan di lintasan, seri final juga akan diramaikan dengan special performance pada 24 Oktober 2026. Ndarboy Genk dan The Cloves and The Tobacco dijadwalkan tampil untuk melengkapi atmosfer penutupan musim.

Dengan status sebagai seri terakhir, gelaran di Mijen bukan sekadar balapan biasa. Inilah panggung terakhir bagi para rider untuk membuktikan performa mereka sekaligus menentukan siapa yang berhak menyandang gelar “Raja” Superchallenge Superprix 2026.
Jadi, jangan lewatkan 23-24 Oktober 2026 di Sirkuit Mijen, Semarang. Siapkan diri untuk menyaksikan duel pamungkas para rider sekaligus penentuan juara Superchallenge Superprix 2026.

Moto GP
MotoGP Jepang 2026: Jorge Martin dan Marc Marquez Kembali Duel di Motegi
Persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 memasuki fase penting saat para pembalap tiba di Mobility Resort Motegi, Jepang. Seri ke-16 musim ini berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 dan menjadi awal rangkaian balapan Asia-Pasifik.
Jorge Martin datang ke Motegi sebagai pemimpin klasemen MotoGP. Pembalap Aprilia Racing tersebut mengoleksi 306 poin, unggul 12 poin atas Marc Marquez yang berada di posisi kedua dengan 294 poin.
Keunggulan tersebut didapat Martin setelah tampil kuat di Austria. Ia berhasil finis di depan Marc Marquez dalam dua balapan pada akhir pekan Red Bull Ring sehingga memperlebar jarak di klasemen menjadi 12 poin.

Namun, posisi puncak masih sangat terbuka. Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan selisih 42 poin dari Martin, sedangkan Pedro Acosta menempati posisi keempat dengan jarak 72 poin setelah meraih kemenangan MotoGP pertamanya di Austria.
Martin Ingin Jaga Momentum
Memasuki tur Asia, Martin membawa modal positif dari performanya bersama Aprilia. Ia juga memutuskan untuk tidak menjalani operasi arm pump setelah akhir pekan yang sukses di Austria.
Bagi Martin, konsistensi akan menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi fase berikutnya. Setelah Jepang, kalender MotoGP masih menyisakan beberapa seri yang dapat mengubah posisi di papan klasemen.
Motegi juga menjadi tantangan tersendiri karena karakter sirkuit yang memiliki kombinasi pengereman keras, akselerasi, serta beberapa sektor stop-and-go.
Sementara itu, Marc Marquez memiliki pengalaman kuat di Motegi. Pembalap Ducati Lenovo tersebut sebelumnya sudah meraih tiga kemenangan kelas premier di sirkuit Jepang, masing-masing pada 2016, 2018, dan 2019.
Marc Marquez Langsung Cepat di FP1
Persaingan kedua pembalap langsung terlihat sejak sesi awal MotoGP Jepang 2026.
Pada FP1 Jumat pagi, Marc Marquez menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 44,073 detik. Jorge Martin berada tepat di belakangnya dengan selisih 0,099 detik, sementara Marco Bezzecchi menempati posisi ketiga.

Hasil tersebut belum menentukan hasil akhir akhir pekan, tetapi menjadi gambaran awal bahwa duel antara Martin dan Marquez kembali menjadi salah satu perhatian utama di Motegi.
Dengan selisih hanya 12 poin di klasemen, setiap poin dari Sprint dan Grand Prix akan memiliki arti penting bagi perebutan gelar.
Jadwal MotoGP Jepang 2026
Berikut jadwal MotoGP Jepang 2026 dalam Waktu Indonesia Barat (WIB):
Jumat, 2 Oktober 2026
- 08.45–09.30 WIB: FP1 MotoGP
- 13.00–14.00 WIB: Practice MotoGP
Sabtu, 3 Oktober 2026
- 08.10–08.40 WIB: FP2 MotoGP
- 08.50–09.05 WIB: Q1 MotoGP
- 09.15–09.30 WIB: Q2 MotoGP
- 13.00 WIB: Sprint Race MotoGP, 12 lap
Minggu, 4 Oktober 2026
- 07.40–07.50 WIB: Warm-up MotoGP
- 12.00 WIB: Grand Prix MotoGP, 24 lap
Jadwal tersebut sesuai dengan agenda resmi akhir pekan MotoGP Jepang di Motegi.
Persaingan Papan Atas Masih Terbuka
Selain Martin, Marquez, Bezzecchi, dan Acosta, beberapa pembalap lain juga sudah mencatat kemenangan pada musim 2026, termasuk Fabio Di Giannantonio, Ai Ogura, Raul Fernandez, dan Alex Marquez.
Kondisi tersebut membuat persaingan di setiap seri tetap menarik. Selain perebutan kemenangan, hasil Sprint dan Race juga dapat memberikan perubahan signifikan terhadap perolehan poin di klasemen.
Bagi Martin, Motegi menjadi kesempatan untuk mempertahankan keunggulan. Sementara bagi Marquez, akhir pekan Jepang menjadi peluang untuk memangkas selisih 12 poin tersebut.
Setelah Jepang, MotoGP akan melanjutkan perjalanan ke Indonesia untuk Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika pada 9–11 Oktober 2026.
Dengan pertarungan Martin dan Marquez yang semakin ketat, setiap lap di Motegi akan menjadi bagian penting dari perjalanan menuju akhir musim MotoGP 2026.MotoGP Jepang 2026 berlangsung di Motegi pada 2–4 Oktober. Simak jadwal lengkap, persaingan Jorge Martin dan Marc Marquez, serta sesi Sprint dan Race.
Moto GP
60 Tahun di Kelas Premier, Honda Bawa Livery Spesial ke MotoGP Jepang
Honda membawa nuansa sejarah ke MotoGP Jepang 2026. Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Motegi, pabrikan asal Jepang tersebut menghadirkan livery khusus untuk memperingati perjalanan enam dekade Honda di kelas utama balap motor dunia.
Livery spesial tersebut dibuat untuk mengenang debut Honda di kelas 500cc pada 1966, era yang menjadi awal perjalanan panjang mereka di kategori premier. Corak bersejarah ini akan digunakan pada akhir pekan MotoGP Jepang sebagai bagian dari perayaan 60 tahun Honda di kelas utama.

Untuk MotoGP Jepang 2026, Joan Mir dan Somkiat Chantra dijadwalkan menjadi bagian dari penggunaan livery khusus tersebut. Honda juga membawa susunan pembalap yang berbeda untuk menghadapi balapan di Motegi.
Susunan Pembalap Honda Berubah
Luca Marini tetap menjadi salah satu pembalap utama Honda Racing Corporation pada akhir pekan MotoGP Jepang.
Sementara itu, Somkiat Chantra kembali menggantikan Joan Mir yang masih menjalani masa pemulihan. Chantra akan menggunakan nomor balap #15 dalam penampilannya di Motegi.
Honda juga menurunkan satu RC213V tambahan untuk pembalap tuan rumah, Takaaki Nakagami. Kehadiran Nakagami membuat Honda memiliki lima RC213V yang turun pada akhir pekan MotoGP Jepang 2026.
Selain menjadi balapan kandang bagi Honda, Motegi juga memiliki nilai historis karena merupakan salah satu sirkuit yang memiliki hubungan kuat dengan pabrikan Jepang tersebut.
Mengenang Era RC181
Perayaan 60 tahun ini mengacu pada perjalanan Honda sejak 1966 ketika mereka pertama kali turun di kelas 500cc.
Pada musim tersebut, Honda menggunakan RC181 sebagai senjata di kelas premier. Mike Hailwood berhasil mengakhiri musim sebagai runner-up di belakang Giacomo Agostini dari MV Agusta.
Honda juga menunjukkan performa kompetitif melalui Jim Redman yang memenangkan dua balapan pertama musim 1966.

Sepanjang musim tersebut, Honda berhasil mencatat lima kemenangan dari sembilan seri. RC181 kemudian menjadi salah satu motor penting dalam sejarah awal Honda di kelas premier.
Namun, perjalanan Honda di kategori tersebut tidak berlangsung tanpa jeda. Honda meninggalkan kelas 500cc setelah musim 1967 dan baru kembali ke kelas utama pada 1979.
Gelar Dunia Honda di Kelas Utama
Setelah kembali ke kelas premier, Honda kembali menunjukkan kekuatannya di ajang balap motor dunia.
Gelar juara dunia kelas utama pertama Honda setelah kembali diraih pada 1983 melalui Freddie Spencer.
Seiring perkembangan teknologi dan perubahan regulasi, Honda kemudian menjadi salah satu pabrikan paling sukses di kelas premier.
Hingga saat ini, Honda telah mengoleksi 21 gelar dunia kelas utama. Gelar terakhir mereka diraih Marc Marquez pada 2019 ketika masih memperkuat Repsol Honda.
Perjalanan tersebut membuat livery khusus di Motegi bukan hanya sekadar perubahan warna pada RC213V. Corak tersebut menjadi simbol perjalanan Honda dari era RC181 500cc hingga era MotoGP modern.
Enam Dekade Perjalanan Honda
Dari mesin 500cc era 1960-an hingga prototipe MotoGP modern, perjalanan Honda di kelas premier telah melewati berbagai perubahan teknologi, regulasi, dan generasi pembalap.
Livery khusus 60 tahun di MotoGP Jepang 2026 menjadi cara Honda untuk membawa kembali identitas sejarah tersebut ke lintasan.
Dengan RC213V sebagai representasi era modern dan inspirasi RC181 sebagai bagian dari sejarahnya, Honda menjadikan Motegi sebagai panggung untuk merayakan perjalanan enam dekade di kelas utama balap motor dunia.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
