Event
Peluncuran Produk Pelumas ELF oleh Total Energies pada IIMS 2024
PT Total Energies Marketing Indonesia secara resmi memperkenalkan produk pelumas ELF di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024, yang diselenggarakan di JiExpo Kemayoran pada Sabtu, 24 Februari 2024.
Tu-Anh Hoang, Managing Director Total Oil Indonesia, menyatakan kebanggaannya atas kehadiran ELF dalam industri otomotif Indonesia. Menurutnya, ELF tidak hanya menjadi produk pelumas biasa, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai penting bagi penggemar otomotif di Indonesia, di mana kendaraan bukan hanya alat transportasi, melainkan bagian integral dari kehidupan.
Keberhasilan ELF secara global dikaitkan dengan komitmen terhadap Passion, Expertise, dan Premium. Produk mereka telah menjangkau lebih dari 110 negara, termasuk Indonesia, menyediakan pelumas untuk kendaraan bermotor.
Total Energies juga berkomitmen untuk memastikan ketersediaan produk ELF bagi konsumen yang melihat kendaraan sebagai ekspresi gairah dan gaya hidup. Dalam upaya mewujudkan misi ini, Total Energies berkolaborasi dengan Speedwork Indonesia untuk memastikan produk ELF dapat diakses oleh konsumen di seluruh nusantara, baik secara offline maupun online.
Magdalena Naibaho, Marketing Manager PT Total Energies Marketing Indonesia, menjelaskan bahwa harga pelumas ELF mulai dari Rp 60 ribu, sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia, termasuk untuk motor matik. Selama IIMS 2024, ELF menawarkan promosi khusus, di mana setiap pembelian produk tertentu memberikan konsumen kesempatan untuk memenangkan hadiah menarik, termasuk merchandise eksklusif dan poin MAP Club senilai hingga Rp 50.000.
Event
Shammie Zacky Tunjukkan Mental Baja di Paruh Pertama Dakar 2026
Paruh pertama Reli Dakar 2026 menjadi panggung pembuktian bagi pereli Indonesia, Shammie Zacky Baridwan. Menghadapi kerasnya medan gurun dan rute ekstrem, Shammie berhasil menembus 10 besar klasemen sementara Dakar Classic, sebuah pencapaian prestisius di tengah kompetisi kelas dunia.

Hasil ini terasa semakin istimewa mengingat Dakar dikenal sebagai salah satu ajang reli paling brutal di dunia. Shammie, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Land Rover Club Indonesia (LRCI), mampu menunjukkan ketangguhan fisik dan mental dalam menghadapi tantangan lintasan yang menguji batas kemampuan manusia dan mesin.
Saat jeda balapan atau rest day pada Sabtu (10/01), Shammie membagikan pengalamannya setelah melakoni tujuh hari perlombaan. Ia menegaskan bahwa di Dakar, target utama bukan sekadar kecepatan, melainkan bertahan dan mencapai garis finis di setiap etape.
“Balapan ini sangat berat. Setiap hari kami dihadapkan pada jarak tempuh yang sangat panjang. Itu benar-benar menguras energi dan fokus, tapi semua harus ditaklukkan,” ungkap Shammie.
Ratusan kilometer lintasan gurun pasir menjadi ujian nyata. Rasa lelah, kantuk, hingga dehidrasi kerap datang tanpa kompromi. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian tak terlupakan dari perjalanan Dakar.

“Untuk menyiasati kelelahan dan dehidrasi, saya selalu membawa camilan dan air minum dalam jumlah kecil agar stamina tetap terjaga,” tambahnya.
Meski harus berjuang ekstra di setiap etape, hasil yang diraih Shammie terbilang sangat solid. Hingga tujuh stage, termasuk Special Stage Prologue, pereli yang tergabung bersama tim Compagnie Saharienne asal Prancis ini mampu mencatatkan performa konsisten di papan atas.
Saat ini, Shammie berada di peringkat kedelapan klasemen overall Dakar Classic dan posisi keempat Kelas H1. Sebuah hasil yang patut diapresiasi, mengingat ia bersaing langsung dengan para pereli legendaris dunia yang telah puluhan kali mencicipi kerasnya Dakar.
“Bersyukur bisa berada di posisi ini. Tidak mudah bersaing dengan pereli-pereli yang sudah sangat berpengalaman di Dakar. Mereka tahu betul cara membaca medan, tapi sejauh ini hasil yang kami raih sudah sangat memuaskan,” tutup Shammie dengan optimisme.
Event
Menaklukkan Gurun, Jejelogy Bawa Mimpi Indonesia di Debut Rally Dakar 2026
Rally Dakar 2026 kembali menjadi ujian tertinggi bagi ketangguhan manusia dan mesin. Di tengah ganasnya gurun Arab Saudi, satu nama dari Indonesia siap mencatat sejarah: Julian Johan, atau yang akrab disapa Jeje—Jejelogy. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi daftar peserta, melainkan membawa harapan panjang publik otomotif Tanah Air untuk kembali melihat Merah Putih berjuang hingga garis finis di reli paling ekstrem di dunia.
Lebih dari sekadar balapan, Dakar menjadi panggung pembuktian bagi Jeje. Indonesia tercatat terakhir kali mengirim pereli ke ajang ini lebih dari satu dekade lalu. Dua nama senior, Tinton Soeprapto dan Kasih Anggoro, pernah membuka jalan, namun belum mampu menuntaskan seluruh etape. Kini, Jeje datang dengan misi sederhana namun sarat makna: bertahan, konsisten, dan menyelesaikan setiap kilometer hingga akhir.

Menjelang debutnya pada awal Januari 2026, emosi Jeje bercampur aduk. Gugup, antusias, dan rasa tak percaya menyatu dalam satu momen. Pasalnya, hanya beberapa tahun lalu, tepatnya pada Dakar 2023, ia masih berdiri di sisi lintasan sebagai penonton, menyaksikan langsung betapa brutalnya tantangan gurun pasir. Pengalaman itu justru menjadi titik balik yang membulatkan tekadnya untuk kembali, kali ini sebagai peserta.
“Masih terasa sulit dipercaya akhirnya bisa berdiri di sini sebagai pebalap,” ujar Jeje. Rasa gugup diakuinya tak terhindarkan, namun ia memilih menyingkirkan tekanan. Fokus utamanya bukan soal kecepatan, melainkan ketahanan—menyelesaikan setiap etape dengan aman dan konsisten hingga finis.
Untuk menjawab tantangan Dakar, persiapan matang pun dijalani. Jeje mengasah fisik dan kemampuan navigasi lewat latihan intensif di Maroko, wilayah yang dikenal memiliki karakter medan dan iklim serupa dengan Arab Saudi. Senjata utamanya adalah Toyota Land Cruiser 100 yang telah dimodifikasi secara khusus agar sanggup melahap ribuan kilometer gurun tanpa kompromi.
Target Jeje pun terdengar realistis namun sarat makna: menuntaskan sekitar 8.000 kilometer reli hingga 17 Januari 2026 dalam kondisi fisik prima. Bagi Jeje, Dakar bukan soal podium, melainkan tentang daya tahan, adaptasi, dan keberanian menghadapi batas diri. Jika mampu menyentuh garis finis, namanya bukan hanya tercatat dalam sejarah pribadi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan Indonesia di panggung reli dunia.
Event
Reli Dakar 2026 Resmi Dimulai, 115 Pebalap Motor Siap Menaklukkan Gurun Arab Saudi
Debu gurun kembali beterbangan. Reli Dakar 2026 resmi bergulir hari ini, Jumat (3/1/2026), menandai dimulainya edisi ke-47 dari ajang reli paling ekstrem di dunia. Balapan legendaris ini akan berlangsung hingga 17 Januari 2026, menghadirkan pertarungan ketahanan manusia dan mesin di medan paling brutal di planet ini.
Sebanyak 317 kendaraan ambil bagian, melibatkan total 564 pereli yang terdiri dari pengendara, pengemudi, dan navigator dari 49 negara. Dari jumlah tersebut, 115 peserta turun di kategori sepeda motor—kelas yang dikenal paling menguji fisik, mental, dan strategi.

Tahun ini menjadi musim ketujuh berturut-turut Arab Saudi dipercaya sebagai tuan rumah Reli Dakar. Kota pesisir Yanbu di tepi Laut Merah dipilih sebagai lokasi Prologue sekaligus garis finis. Prologue hari ini akan menentukan posisi start para peserta untuk Etape 1 yang dimulai esok hari.
Secara keseluruhan, reli akan menempuh jarak sekitar 8.000 kilometer, dengan hampir 4.500 kilometer di antaranya berupa special stage yang menentukan klasemen. Meski edisi 2026 tak lagi melewati kawasan ekstrem Empty Quarter dan tanpa format etape 48 jam seperti tahun sebelumnya, tingkat kesulitan tetap tinggi dengan total jarak spesial mendekati rekor terpanjang sepanjang penyelenggaraan di Arab Saudi.
Rute Dakar 2026 akan membawa para pereli melintasi Yanbu, Al Ula, Ha’il, Riyadh, Wadi Ad Dawasir, Bisha, hingga Al Henakiyah. Kota Riyadh dijadwalkan menjadi Rest Day pada 10 Januari 2026, memberi jeda singkat sebelum kembali menghadapi kerasnya gurun.

Sorotan khusus datang dari Indonesia. Setelah penantian panjang selama 14 tahun, Merah Putih akhirnya kembali berkibar di Reli Dakar. Julian Johan atau yang akrab disapa Jeje menjadi pereli Indonesia ketiga yang tampil di ajang ini, menyusul jejak Tinton Soeprapto dan Kasih Anggoro.
Jeje turun di kategori Dakar Classic dengan mengandalkan Toyota Land Cruiser 100 legendaris yang telah dimodifikasi. Targetnya jelas dan sarat makna: menjadi orang Indonesia pertama yang mampu menyentuh garis finis Reli Dakar, sekaligus menorehkan sejarah baru di panggung motorsport dunia
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil1 year agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor Balap11 months agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor5 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor1 year ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
-
Event2 years ago
Prestasi Gemilang: Ebon Raih Gelar Terbaik FFA 2 Tak 402 M Dragbike IDW Racertees Ekitoyama 2024
