Moto GP
Veda Ega Pratama Siap Hadapi Mugello, Honda Dikabarkan Bawa Paket Upgrade Baru untuk NSF250RW
Putaran ketujuh Moto3 World Championship 2026 akhir pekan ini akan berlangsung di Autodromo Internazionale del Mugello, Italia. Sorotan publik Indonesia tentu tertuju pada Veda Ega Pratama yang datang dengan kepercayaan diri tinggi menghadapi salah satu sirkuit paling ikonik di kalender MotoGP tersebut.
Bagi Veda, Mugello bukan sekadar lintasan sepanjang 5,245 kilometer dengan trek lurus panjang dan tikungan cepat. Sirkuit di kawasan Toscana itu juga menyimpan catatan positif dalam perjalanan kariernya. Pembalap muda Indonesia tersebut pernah tampil impresif di Mugello saat berlaga di Red Bull MotoGP Rookies Cup, termasuk mencatat kemenangan yang membuat namanya semakin diperhitungkan di paddock junior Grand Prix.
Modal itu menjadi bekal penting jelang Moto3 Italia 2026. Apalagi performa Veda sepanjang musim ini juga terus menunjukkan tren positif.

Saat ini Veda mengoleksi 58 poin, sejajar dengan Marco Morelli di klasemen sementara. Ia juga masih memimpin perebutan gelar Rookie of The Year dengan keunggulan 16 poin atas Brian Uriarte.
Honda Dikabarkan Siapkan Paket Upgrade Baru NSF250RW
Menariknya, jelang GP Italia muncul kabar bahwa Honda Racing Corporation (HRC) membawa paket pengembangan terbaru untuk motor Honda NSF250RW milik Veda.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari tim, paddock Mugello diramaikan isu soal hadirnya beberapa komponen baru dari Jepang yang dipersiapkan khusus menghadapi karakter sirkuit Mugello yang sangat menuntut kecepatan puncak dan stabilitas motor.
Setidaknya ada tiga area yang disebut menjadi fokus pengembangan:
- Aerodinamika baru untuk meningkatkan top speed di trek lurus utama Mugello
- Update sistem exhaust/knalpot untuk mendukung performa akselerasi keluar tikungan
- Setelan sasis terbaru demi meningkatkan stabilitas saat hard braking dan corner entry di tikungan cepat
Jika benar digunakan, paket ini bisa menjadi keuntungan besar bagi Veda, terutama di sektor-sektor cepat yang selama ini menjadi kunci lap time di Mugello.
Mugello dan Peluang Podium Kedua Veda

Secara karakter, Mugello dikenal sebagai salah satu trek paling teknis di kalender Moto3. Kombinasi trek lurus panjang, late braking keras di San Donato, hingga rangkaian tikungan cepat seperti Arrabbiata 1 dan Arrabbiata 2 membuat motor dan pembalap harus bekerja maksimal.
Gaya balap Veda yang agresif saat pengereman serta kuat dalam perubahan arah cepat dinilai cukup cocok dengan karakter Mugello.
Area yang bisa menjadi kekuatan utamanya antara lain:
- San Donato (T1): titik pengereman keras setelah trek lurus utama
- Luco–Poggio Secco: sektor teknikal yang menuntut kelincahan motor
- Arrabbiata 1 & 2: tikungan cepat yang menuntut keberanian dan corner speed tinggi
Dengan kombinasi pengalaman positif di Mugello, performa kompetitif sepanjang musim, serta potensi hadirnya upgrade baru dari HRC, peluang Veda untuk kembali bertarung di grup depan terbuka cukup lebar.
Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Mugello bisa menjadi panggung sempurna bagi Veda Ega Pratama untuk memburu podium keduanya musim ini di ajang Moto3 World Championship 2026.
Moto GP
Klasemen MotoGP 2026 Usai Austria: Jorge Martin Kembali ke Puncak, Marc Marquez P2
Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 kembali berubah setelah Grand Prix Austria di Red Bull Ring. Jorge Martin berhasil merebut kembali posisi teratas klasemen setelah finis runner-up dalam balapan utama, sementara Marc Marquez harus puas berada di posisi kelima.
Hasil tersebut membuat Martin mengoleksi 306 poin dari 15 putaran yang sudah berlangsung. Pembalap Aprilia Racing itu kini unggul 12 poin atas Marc Marquez yang berada di posisi kedua dengan 294 poin. Sebelum memasuki akhir pekan Austria, kedua pembalap memiliki jumlah poin yang sama di puncak klasemen.
Martin mendapat tambahan poin penting setelah mengamankan kemenangan Sprint dan finis kedua pada Grand Prix Austria. Marc Marquez, yang menjadi juara bertahan MotoGP, gagal naik podium di Red Bull Ring sehingga harus menyerahkan posisi teratas klasemen kepada rivalnya.
Bezzecchi Masih di Papan Atas, Tapi Mulai Tertinggal
Marco Bezzecchi tetap berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 264 poin. Rekan setim Jorge Martin di Aprilia Racing tersebut kini terpaut 42 poin dari puncak.
Bezzecchi sendiri berhasil mengamankan podium ketiga di GP Austria. Hasil tersebut menjadi respons setelah dirinya gagal finis di MotoGP Misano akibat kecelakaan ketika memimpin balapan pada lap pertama.
Dengan 264 poin, Bezzecchi masih berada dalam persaingan papan atas. Namun, jarak 42 poin dari Martin membuat perebutan gelar semakin membutuhkan konsistensi di seri-seri berikutnya.
Pedro Acosta Naik ke Posisi Keempat
Salah satu perubahan terbesar di papan klasemen datang dari Pedro Acosta. Kemenangan perdananya di kelas MotoGP pada Red Bull Ring membawa pembalap Red Bull KTM tersebut naik dua posisi ke peringkat keempat.

Acosta kini mengoleksi 234 poin, hanya unggul empat angka dari Fabio Di Giannantonio yang berada di posisi kelima dengan 230 poin. Kemenangan tersebut menjadi tambahan 25 poin yang sangat penting bagi Acosta dalam persaingan papan tengah menuju papan atas.
Di belakang mereka, Ai Ogura berada di posisi keenam dengan 222 poin, diikuti Raul Fernandez dengan 203 poin. Alex Marquez menempati P8 dengan 158 poin, sementara Francesco Bagnaia berada di P9 dengan 156 poin.
Bagnaia Masih P9
Francesco Bagnaia belum mampu memperbaiki posisinya di klasemen dan tetap berada di peringkat kesembilan dengan 156 poin.
Pembalap Ducati Lenovo tersebut finis ketujuh di GP Austria, namun tambahan poin tersebut belum cukup untuk mengubah posisinya di klasemen. Bagnaia kini terpaut 78 poin dari Ai Ogura yang berada di posisi keenam.
Fermin Aldeguer melengkapi 10 besar dengan 115 poin.
Klasemen MotoGP 2026 Usai Austria

- Jorge Martin – Aprilia Racing – 306 poin
- Marc Marquez – Ducati Lenovo – 294 poin (-12)
- Marco Bezzecchi – Aprilia Racing – 264 poin (-42)
- Pedro Acosta – Red Bull KTM – 234 poin (-72)
- Fabio Di Giannantonio – Pertamina VR46 Ducati – 230 poin (-76)
- Ai Ogura – Trackhouse Aprilia – 222 poin (-84)
- Raul Fernandez – Trackhouse Aprilia – 203 poin (-103)
- Alex Marquez – BK8 Gresini Ducati – 158 poin (-148)
- Francesco Bagnaia – Ducati Lenovo – 156 poin (-150)
- Fermin Aldeguer – BK8 Gresini Ducati – 115 poin (-191)
- Luca Marini – Honda HRC Castrol – 98 poin
- Enea Bastianini – Red Bull KTM Tech3 – 97 poin
- Brad Binder – Red Bull KTM – 94 poin
- Diogo Moreira – Pro Honda LCR – 65 poin
- Fabio Quartararo – Monster Yamaha – 61 poin
- Franco Morbidelli – Pertamina VR46 Ducati – 56 poin
- Johann Zarco – Castrol Honda LCR – 45 poin
- Joan Mir – Honda HRC Castrol – 33 poin
- Jack Miller – Pramac Yamaha – 28 poin
- Alex Rins – Monster Yamaha – 24 poin
- Toprak Razgatlioglu – Pramac Yamaha – 18 poin
- Maverick Viñales – Red Bull KTM Tech3 – 10 poin
- Iker Lecuona – BK8 Gresini Ducati – 9 poin
- Augusto Fernandez – Yamaha Factory Racing – 6 poin
- Pol Espargaro – Red Bull KTM Tech3 – 5 poin
- Takaaki Nakagami – Honda Test Rider – 3 poin
Dengan tujuh putaran masih tersisa, klasemen MotoGP 2026 masih dapat berubah secara signifikan. Ronde berikutnya akan berlangsung di Jepang pada 2–4 Oktober, sehingga Martin, Marquez, Bezzecchi, dan para pembalap di belakangnya masih memiliki kesempatan untuk mengubah posisi di papan klasemen.
Moto GP
Hasil Practice MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Tercepat, Pol Espargaro Kejutkan KTM
Pedro Acosta menunjukkan kecepatan kuat pada Practice MotoGP Austria 2026. Tampil di hadapan publik tuan rumah KTM, pembalap Red Bull KTM tersebut berhasil membawa RC16 menjadi yang tercepat sekaligus menjadi satu-satunya rider yang mampu menembus catatan waktu di bawah 1 menit 29 detik.
Acosta memimpin papan waktu hampir sepanjang sesi. Ia menutup Practice dengan catatan 1 menit 29,851 detik, unggul 0,233 detik atas Pol Espargaro yang secara mengejutkan mengamankan posisi kedua.

Pol Espargaro, yang turun sebagai pembalap pengganti di Tech3 KTM, kembali menunjukkan strategi memanfaatkan slipstream dari motor Acosta pada fase akhir sesi. Taktik tersebut membantunya mendapatkan tambahan kecepatan di lintasan lurus dan mengamankan posisi runner-up melalui lap terakhir.
Hasil ini membuat KTM menempatkan dua RC16 di posisi teratas Practice MotoGP Austria 2026. Jorge Martin menjadi pembalap tercepat ketiga dengan selisih 0,308 detik dari Acosta, sementara Marc Marquez melengkapi empat besar dengan gap 0,335 detik.
Jorge Martin Sempat Terkendala Masalah Teknis
Jorge Martin sebenarnya sempat berada di antara Acosta dan Marc Marquez pada pertengahan sesi. Namun, catatan waktunya kemudian disalip Pol Espargaro pada lap terakhir sehingga pembalap Aprilia tersebut harus puas berada di posisi ketiga.
Martin juga menghadapi kendala teknis pada Aprilia RS-GP26 di awal sesi. Situasi tersebut datang ketika dirinya masih harus mengevaluasi kondisi fisiknya setelah masalah yang dialami pada balapan MotoGP sebelumnya.
Johann Zarco menjadi pembalap Honda terbaik di posisi kelima dengan selisih 0,513 detik. Di belakangnya terdapat Marco Bezzecchi yang menempati posisi keenam, sekaligus menjadi hasil awal yang cukup positif setelah mengalami kecelakaan ketika memimpin lap pertama balapan MotoGP Misano akhir pekan lalu.
Raul Fernandez berada di posisi ketujuh, diikuti Alex Marquez di urutan kedelapan. Diogo Moreira menjadi pembalap kesembilan, sementara Luca Marini melengkapi 10 besar.
Bagnaia Masih Kesulitan, Hanya P18
Salah satu hasil yang cukup mencuri perhatian datang dari Francesco Bagnaia. Pembalap Ducati Lenovo tersebut belum menemukan kecepatan terbaiknya dan hanya mampu menempati posisi ke-18.
Bagnaia terpaut 1,122 detik dari catatan waktu Acosta. Posisi tersebut menempatkannya cukup jauh dari persaingan grup terdepan pada sesi Practice.

Ai Ogura yang menjalani penampilan perdananya di MotoGP Austria 2026 berada satu posisi di belakang Bagnaia, yakni P19 dengan selisih 1,404 detik. Sementara Toprak Razgatlioglu masih harus beradaptasi dengan YZR-M1 di Red Bull Ring dan menutup sesi di posisi ke-22 dengan gap 2,512 detik.
Hasil Practice MotoGP Austria 2026
- Pedro Acosta – Red Bull KTM – 1:29.851
- Pol Espargaro – Red Bull KTM Tech3 – +0.233 detik
- Jorge Martin – Aprilia Racing – +0.308 detik
- Marc Marquez – Ducati Lenovo – +0.335 detik
- Johann Zarco – Castrol Honda LCR – +0.513 detik
- Marco Bezzecchi – Aprilia Racing – +0.533 detik
- Raul Fernandez – Trackhouse Aprilia – +0.566 detik
- Alex Marquez – BK8 Gresini Ducati – +0.631 detik
- Diogo Moreira – Pro Honda LCR – +0.669 detik
- Luca Marini – Honda HRC Castrol – +0.680 detik
- Fermin Aldeguer – BK8 Gresini Ducati – +0.709 detik
- Fabio Di Giannantonio – Pertamina VR46 Ducati – +0.800 detik
- Jack Miller – Pramac Yamaha – +0.843 detik
- Brad Binder – Red Bull KTM – +0.861 detik
- Fabio Quartararo – Monster Yamaha – +0.921 detik
- Franco Morbidelli – Pertamina VR46 Ducati – +0.997 detik
- Enea Bastianini – Red Bull KTM Tech3 – +1.010 detik
- Francesco Bagnaia – Ducati Lenovo – +1.122 detik
- Ai Ogura – Trackhouse Aprilia – +1.404 detik
- Takaaki Nakagami – Honda Test Rider – +1.438 detik
- Alex Rins – Monster Yamaha – +1.487 detik
- Toprak Razgatlioglu – Pramac Yamaha – +2.512 detik
Dengan hasil Practice ini, persaingan menuju sesi kualifikasi MotoGP Austria 2026 semakin menarik. Acosta menunjukkan pace kuat bersama KTM, sementara posisi Pol Espargaro di P2 membuat perhatian tertuju pada performa Tech3. Di sisi lain, Ducati masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar kecepatan KTM dan Aprilia, terutama setelah Bagnaia hanya berada di P18.
Moto GP
Lenovo Gunakan AI untuk Bantu Pembalap Muda Ducati Tingkatkan Performa Balap
Perkembangan teknologi di dunia balap semakin jauh dari sekadar urusan mesin dan elektronik. Lenovo kini memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pembalap muda Ducati membaca sekaligus meningkatkan performa mereka di lintasan.
Teknologi tersebut diperkenalkan melalui Lenovo V2 Future Champ Academy – Garage 51 | Ducati. Program yang dikembangkan oleh Ducati, Michele Pirro, dan Garage 51 ini dirancang untuk menemukan serta membina talenta muda yang berpotensi melanjutkan karier ke level kompetisi yang lebih tinggi.
Lenovo hadir sebagai mitra utama akademi dengan membawa teknologi analisis data yang memungkinkan pembalap mendapatkan gambaran lebih detail mengenai performa mereka sepanjang akhir pekan balap.
Data Balap Diolah Menjadi Informasi yang Lebih Mudah Dipahami
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Lenovo Race Performance Analysis. Sistem berbasis AI ini dirancang untuk mengolah data waktu resmi balapan menjadi informasi visual yang lebih mudah dipahami oleh pembalap.

Dengan bantuan workstation Lenovo ThinkStation P8 sebagai perangkat pengolahan data, pembalap dapat melihat perkembangan catatan waktu, tingkat konsistensi, hingga performa di setiap sektor lintasan.
Bagi pembalap, informasi tersebut menjadi penting karena selisih waktu tidak selalu berasal dari satu kesalahan besar. Kehilangan sepersekian detik dapat terjadi di beberapa sektor lintasan dan kemudian terakumulasi menjadi perbedaan waktu yang cukup signifikan ketika mencapai garis finis.
Melalui visualisasi data, pembalap dapat mengetahui bagian lintasan mana yang menjadi sumber keuntungan waktu dan sektor mana yang masih membutuhkan peningkatan.
Bisa Dipakai Selama Akhir Pekan Balap
Analisis performa tidak berhenti setelah balapan selesai. Lenovo Race Performance Analysis juga dapat diakses melalui laptop Lenovo ThinkBook sebelum maupun selama akhir pekan balap.
Artinya, pembalap dapat mengevaluasi hasil dari setiap sesi dan menggunakan informasi tersebut sebagai dasar untuk menentukan pendekatan pada sesi berikutnya.
Konsep seperti ini membuat proses evaluasi menjadi lebih terukur. Pembalap tidak hanya mengandalkan feeling saat berada di atas motor, tetapi juga dapat membandingkannya dengan data lap time dan performa di masing-masing sektor.
Lenovo V2 Future Champ Academy sendiri mencakup enam seri kejuaraan dan tiga sesi tes resmi untuk para pembalap. Selain kemampuan di lintasan, program ini juga memberikan pembinaan terkait komunikasi dan pengembangan profesional.

Michele Pirro: Pemahaman Data Penting Sejak Awal Karier
Michele Pirro, yang terlibat sebagai salah satu pencipta sekaligus ambassador akademi, menilai pemahaman terhadap data menjadi bagian penting dalam perkembangan pembalap sejak awal karier.
Analisis berbasis data dapat membantu pembalap muda memahami performa mereka secara lebih mendalam. Bukan hanya soal seberapa cepat sebuah lap time dibuat, tetapi juga bagaimana waktu tersebut diperoleh dan di bagian mana masih terdapat peluang peningkatan.
Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal ketika para pembalap melanjutkan karier menuju kompetisi yang lebih tinggi, termasuk MotoGP maupun World Superbike.
Salah satu pembalap yang menggunakan sistem ini adalah Devis Bergamini dari Team Bull Bikes – WRS. Bergamini disebut hanya terpaut tiga poin dari pemimpin klasemen dengan satu seri tersisa.
Bagi Bergamini, analisis data menjadi salah satu cara untuk terus mencari peningkatan performa, baik ketika berada di lintasan maupun saat melakukan evaluasi di luar lintasan.
Teknologi yang sama juga digunakan oleh pembalap muda dengan pengalaman yang masih terbatas, termasuk Andrea Mercaldo dari Garage 51 yang baru memulai karier balap profesional pada tahun ini.
Data Balap Tak Hanya untuk Pembalap
Menariknya, Lenovo Race Performance Analysis tidak hanya ditujukan untuk pembalap dan tim.
Dashboard tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh penggemar untuk melihat perkembangan lap time dan konsistensi pembalap. Penggemar bisa mendapatkan gambaran mengenai sektor lintasan tempat seorang pembalap memperoleh waktu maupun kehilangan waktu.
Pendekatan ini membuat data balap menjadi lebih mudah dipahami oleh publik. Performa pembalap tidak lagi hanya terlihat dari posisi finis, tetapi juga dari bagaimana mereka membangun kecepatan di setiap bagian sirkuit.
Ke depan, Lenovo bersama Garage 51 juga mempertimbangkan pengembangan sistem ke tahap berikutnya. Salah satu potensi pengembangannya adalah integrasi data dari sensor sepeda motor dan berbagai metrik performa pembalap.

Jika pengembangan tersebut terealisasi, analisis dapat menjadi semakin detail dengan memperlihatkan hubungan antara input pembalap, respons motor, perilaku sepeda motor, hingga catatan waktu.
Di era balap modern, data memang sudah menjadi bagian penting dari proses mencari performa. Kehadiran AI seperti Lenovo Race Performance Analysis menunjukkan bagaimana teknologi digital mulai dimanfaatkan sejak jenjang pembinaan pembalap, bukan hanya di level kompetisi profesional.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
