Moto GP
Pertamina Enduro VR46 Hadirkan Livery Garuda untuk MotoGP Mandalika 2026
Pertamina Enduro VR46 Racing Team kembali menghadirkan sesuatu yang spesial untuk Pertamina Indonesian GP 2026. Menghadapi balapan MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, tim asal Tavullia, Italia, menyiapkan livery khusus bernuansa Indonesia dengan Garuda sebagai elemen utama.
Livery tersebut diperkenalkan di kantor Pertamina Lubricants, Jakarta, menjelang berlangsungnya MotoGP Indonesia 2026. Menariknya, ini menjadi kali ketiga secara beruntun Pertamina Enduro VR46 Racing Team menggunakan livery khusus Indonesia saat tampil di Mandalika.

Bagi tim VR46 dan Pertamina Enduro, desain tersebut bukan hanya perubahan tampilan motor. Livery Garuda menjadi bentuk penghormatan terhadap hubungan erat antara tim dan Indonesia sekaligus membawa identitas nasional ke salah satu panggung balap motor paling bergengsi di dunia.
Garuda Bentangkan Sayap di Ducati Desmosedici GP
Garuda menjadi pusat perhatian dalam desain Ducati Desmosedici GP yang akan digunakan Pertamina Enduro VR46 Racing Team.

Ilustrasi Garuda dibuat dengan posisi sayap membentang dari satu sisi motor ke sisi lainnya. Bagian kepala Garuda ditempatkan di area tangki bahan bakar sehingga menjadi titik visual utama ketika motor dilihat dari samping.
Warna merah dan putih mendominasi keseluruhan tampilan. Warna putih menjadi dasar utama bodi, sementara merah digunakan pada ilustrasi Garuda untuk memperkuat identitas Indonesia.
Desain tersebut kemudian dipadukan dengan aksen api berwarna emas. Sementara itu, warna kuning fluoresen khas Pertamina Enduro VR46 Racing Team tetap dipertahankan di bagian depan motor sehingga identitas tim tidak hilang.
Perpaduan merah, putih, emas, dan kuning fluoresen tersebut membuat Ducati Desmosedici GP tampil berbeda dari livery reguler VR46.

Desain livery spesial ini dikerjakan oleh Aldo Drudi bersama Drudi Performance, nama yang selama ini dikenal dalam berbagai desain visual di dunia motorsport.
Makna Garuda di Balik Livery
Pemilihan Garuda sebagai elemen utama bukan tanpa alasan. Dalam konteks Indonesia, Garuda merupakan simbol nasional yang merepresentasikan identitas dan semangat bangsa.
Garuda Pancasila juga membawa semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menggambarkan persatuan dalam keberagaman.
Bagi Pertamina Enduro VR46 Racing Team, penggunaan simbol Garuda di motor MotoGP menjadi representasi keberanian, semangat juang, dan karakter kompetitif yang ingin dibawa ke lintasan Mandalika.
Karena itu, Garuda tidak sekadar menjadi grafis pada bodi motor. Posisi dan ukurannya dibuat dominan sehingga menjadi identitas utama dari livery khusus MotoGP Indonesia 2026.
Bukan Hanya Motor
Sentuhan tema Garuda juga dibawa ke perlengkapan pendukung tim.
Pertamina Enduro VR46 Racing Team menyiapkan Kappa capsule dengan desain Garuda dan kombinasi warna yang diselaraskan dengan livery motor.
Selain itu, tersedia topi edisi khusus dengan tema serupa yang menjadi bagian dari koleksi MotoGP Indonesia. Merchandise tersebut tersedia melalui Kappa dan VR46 Tribe untuk para penggemar yang ingin membawa nuansa livery Garuda ke luar lintasan.
Kehadiran livery khusus ini sekaligus memperkuat identitas Pertamina Enduro VR46 Racing Team setiap kali mereka tampil di Mandalika.
Setelah tiga tahun berturut-turut menghadirkan desain khusus untuk GP Indonesia, livery Garuda kembali menjadi salah satu daya tarik tersendiri menjelang Pertamina Indonesian GP 2026.

Kini, Ducati Desmosedici GP dengan bentangan Garuda tersebut siap menjadi bagian dari atmosfer balap MotoGP di Mandalika sekaligus membawa simbol Indonesia ke lintasan dunia.
Moto GP
Veda Ega Pratama Finis ke-11 di Moto3 Jepang 2026, Bawa Pulang Poin Penting
Memulai balapan dari baris belakang, Veda sempat kehilangan beberapa posisi selepas lampu start padam. Namun, pembalap Indonesia itu perlahan menemukan ritme balap dan mulai memperbaiki posisi dengan memanfaatkan peluang overtake di tengah ketatnya persaingan kelas Moto3.
Veda kemudian masuk dalam rombongan yang memperebutkan posisi 10 besar. Pertarungan berlangsung ketat hingga lap-lap akhir, dengan jarak antar pembalap yang relatif rapat sehingga setiap kesempatan menyalip menjadi sangat penting.
Pada lap terakhir, Veda masih berusaha memperbaiki posisinya. Namun, ia akhirnya harus puas finis di urutan ke-11 dengan selisih 21,120 detik dari pemenang. Meski belum berhasil menembus 10 besar, hasil tersebut tetap memberikan tambahan poin penting bagi perjalanan Veda di Moto3 2026.
“Saya cukup senang karena bisa finis di zona poin, terutama setelah memulai balapan dari posisi ke-18. Start saya tidak sebaik yang diharapkan, sehingga kehilangan beberapa posisi dan harus bekerja keras sejak awal untuk memperbaikinya,” ujar Veda dalam keterangan resmi.
Veda mengakui persaingan di Motegi berlangsung sangat ketat. Ia berusaha mengejar grup di depannya sambil menjaga konsentrasi agar tidak melakukan kesalahan.

“Pada lap terakhir, saya mencoba memperbaiki posisi, tetapi akhirnya finis di urutan ke-11. Ini bukan hasil yang buruk dan saya bisa membawa pulang beberapa poin penting dari akhir pekan ini. Ada banyak pelajaran positif yang bisa diambil dari Motegi,” lanjutnya.
Kini perhatian Veda beralih ke Moto3 Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit. Seri tersebut memiliki arti khusus karena menjadi Grand Prix kandang pertama Veda di kelas Moto3.
Tampil di depan pendukung sendiri tentunya menjadi motivasi tambahan bagi pembalap muda Indonesia tersebut. Veda pun bertekad memanfaatkan pengalaman dari Motegi untuk tampil lebih kompetitif di Mandalika.
“Sekarang kami menuju Indonesia, dan balapan ini sangat penting bagi saya karena akan menjadi Grand Prix kandang pertama di Moto3. Saya sangat antusias untuk balapan di depan para penggemar di rumah. Saya akan terus bekerja bersama tim dan berusaha memberikan yang terbaik pekan depan di Mandalika,” ungkap Veda.
Sementara itu, rekan setim Veda di Honda Team Asia, Zen Mitani, mengalami balapan yang lebih sulit. Pembalap Jepang tersebut harus menerima dua penalti long lap setelah melakukan jump start.
Penalti tersebut membuat Mitani kehilangan banyak waktu dan kesempatan untuk bersaing di grup depan. Meski demikian, ritme balapnya cukup kompetitif dan kecepatannya disebut mampu menyamai pembalap yang berada di sekitar posisi 10 besar.
Namun, tambahan waktu akibat dua long lap penalty membuat Mitani harus menyelesaikan balapan di posisi ke-21.
Dengan berakhirnya Moto3 Jepang 2026, Honda Team Asia kini mengalihkan fokus menuju Mandalika. Bagi Veda Ega Pratama, seri tersebut bukan hanya menjadi balapan berikutnya, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan performa di hadapan publik Indonesia pada debutnya sebagai pembalap Moto3 di Grand Prix kandang

.
Moto GP
MotoGP Jepang 2026: Jorge Martin dan Marc Marquez Kembali Duel di Motegi
Persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 memasuki fase penting saat para pembalap tiba di Mobility Resort Motegi, Jepang. Seri ke-16 musim ini berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 dan menjadi awal rangkaian balapan Asia-Pasifik.
Jorge Martin datang ke Motegi sebagai pemimpin klasemen MotoGP. Pembalap Aprilia Racing tersebut mengoleksi 306 poin, unggul 12 poin atas Marc Marquez yang berada di posisi kedua dengan 294 poin.
Keunggulan tersebut didapat Martin setelah tampil kuat di Austria. Ia berhasil finis di depan Marc Marquez dalam dua balapan pada akhir pekan Red Bull Ring sehingga memperlebar jarak di klasemen menjadi 12 poin.

Namun, posisi puncak masih sangat terbuka. Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan selisih 42 poin dari Martin, sedangkan Pedro Acosta menempati posisi keempat dengan jarak 72 poin setelah meraih kemenangan MotoGP pertamanya di Austria.
Martin Ingin Jaga Momentum
Memasuki tur Asia, Martin membawa modal positif dari performanya bersama Aprilia. Ia juga memutuskan untuk tidak menjalani operasi arm pump setelah akhir pekan yang sukses di Austria.
Bagi Martin, konsistensi akan menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi fase berikutnya. Setelah Jepang, kalender MotoGP masih menyisakan beberapa seri yang dapat mengubah posisi di papan klasemen.
Motegi juga menjadi tantangan tersendiri karena karakter sirkuit yang memiliki kombinasi pengereman keras, akselerasi, serta beberapa sektor stop-and-go.
Sementara itu, Marc Marquez memiliki pengalaman kuat di Motegi. Pembalap Ducati Lenovo tersebut sebelumnya sudah meraih tiga kemenangan kelas premier di sirkuit Jepang, masing-masing pada 2016, 2018, dan 2019.
Marc Marquez Langsung Cepat di FP1
Persaingan kedua pembalap langsung terlihat sejak sesi awal MotoGP Jepang 2026.
Pada FP1 Jumat pagi, Marc Marquez menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 44,073 detik. Jorge Martin berada tepat di belakangnya dengan selisih 0,099 detik, sementara Marco Bezzecchi menempati posisi ketiga.

Hasil tersebut belum menentukan hasil akhir akhir pekan, tetapi menjadi gambaran awal bahwa duel antara Martin dan Marquez kembali menjadi salah satu perhatian utama di Motegi.
Dengan selisih hanya 12 poin di klasemen, setiap poin dari Sprint dan Grand Prix akan memiliki arti penting bagi perebutan gelar.
Jadwal MotoGP Jepang 2026
Berikut jadwal MotoGP Jepang 2026 dalam Waktu Indonesia Barat (WIB):
Jumat, 2 Oktober 2026
- 08.45–09.30 WIB: FP1 MotoGP
- 13.00–14.00 WIB: Practice MotoGP
Sabtu, 3 Oktober 2026
- 08.10–08.40 WIB: FP2 MotoGP
- 08.50–09.05 WIB: Q1 MotoGP
- 09.15–09.30 WIB: Q2 MotoGP
- 13.00 WIB: Sprint Race MotoGP, 12 lap
Minggu, 4 Oktober 2026
- 07.40–07.50 WIB: Warm-up MotoGP
- 12.00 WIB: Grand Prix MotoGP, 24 lap
Jadwal tersebut sesuai dengan agenda resmi akhir pekan MotoGP Jepang di Motegi.
Persaingan Papan Atas Masih Terbuka
Selain Martin, Marquez, Bezzecchi, dan Acosta, beberapa pembalap lain juga sudah mencatat kemenangan pada musim 2026, termasuk Fabio Di Giannantonio, Ai Ogura, Raul Fernandez, dan Alex Marquez.
Kondisi tersebut membuat persaingan di setiap seri tetap menarik. Selain perebutan kemenangan, hasil Sprint dan Race juga dapat memberikan perubahan signifikan terhadap perolehan poin di klasemen.
Bagi Martin, Motegi menjadi kesempatan untuk mempertahankan keunggulan. Sementara bagi Marquez, akhir pekan Jepang menjadi peluang untuk memangkas selisih 12 poin tersebut.
Setelah Jepang, MotoGP akan melanjutkan perjalanan ke Indonesia untuk Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika pada 9–11 Oktober 2026.
Dengan pertarungan Martin dan Marquez yang semakin ketat, setiap lap di Motegi akan menjadi bagian penting dari perjalanan menuju akhir musim MotoGP 2026.MotoGP Jepang 2026 berlangsung di Motegi pada 2–4 Oktober. Simak jadwal lengkap, persaingan Jorge Martin dan Marc Marquez, serta sesi Sprint dan Race.
Moto GP
60 Tahun di Kelas Premier, Honda Bawa Livery Spesial ke MotoGP Jepang
Honda membawa nuansa sejarah ke MotoGP Jepang 2026. Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Motegi, pabrikan asal Jepang tersebut menghadirkan livery khusus untuk memperingati perjalanan enam dekade Honda di kelas utama balap motor dunia.
Livery spesial tersebut dibuat untuk mengenang debut Honda di kelas 500cc pada 1966, era yang menjadi awal perjalanan panjang mereka di kategori premier. Corak bersejarah ini akan digunakan pada akhir pekan MotoGP Jepang sebagai bagian dari perayaan 60 tahun Honda di kelas utama.

Untuk MotoGP Jepang 2026, Joan Mir dan Somkiat Chantra dijadwalkan menjadi bagian dari penggunaan livery khusus tersebut. Honda juga membawa susunan pembalap yang berbeda untuk menghadapi balapan di Motegi.
Susunan Pembalap Honda Berubah
Luca Marini tetap menjadi salah satu pembalap utama Honda Racing Corporation pada akhir pekan MotoGP Jepang.
Sementara itu, Somkiat Chantra kembali menggantikan Joan Mir yang masih menjalani masa pemulihan. Chantra akan menggunakan nomor balap #15 dalam penampilannya di Motegi.
Honda juga menurunkan satu RC213V tambahan untuk pembalap tuan rumah, Takaaki Nakagami. Kehadiran Nakagami membuat Honda memiliki lima RC213V yang turun pada akhir pekan MotoGP Jepang 2026.
Selain menjadi balapan kandang bagi Honda, Motegi juga memiliki nilai historis karena merupakan salah satu sirkuit yang memiliki hubungan kuat dengan pabrikan Jepang tersebut.
Mengenang Era RC181
Perayaan 60 tahun ini mengacu pada perjalanan Honda sejak 1966 ketika mereka pertama kali turun di kelas 500cc.
Pada musim tersebut, Honda menggunakan RC181 sebagai senjata di kelas premier. Mike Hailwood berhasil mengakhiri musim sebagai runner-up di belakang Giacomo Agostini dari MV Agusta.
Honda juga menunjukkan performa kompetitif melalui Jim Redman yang memenangkan dua balapan pertama musim 1966.

Sepanjang musim tersebut, Honda berhasil mencatat lima kemenangan dari sembilan seri. RC181 kemudian menjadi salah satu motor penting dalam sejarah awal Honda di kelas premier.
Namun, perjalanan Honda di kategori tersebut tidak berlangsung tanpa jeda. Honda meninggalkan kelas 500cc setelah musim 1967 dan baru kembali ke kelas utama pada 1979.
Gelar Dunia Honda di Kelas Utama
Setelah kembali ke kelas premier, Honda kembali menunjukkan kekuatannya di ajang balap motor dunia.
Gelar juara dunia kelas utama pertama Honda setelah kembali diraih pada 1983 melalui Freddie Spencer.
Seiring perkembangan teknologi dan perubahan regulasi, Honda kemudian menjadi salah satu pabrikan paling sukses di kelas premier.
Hingga saat ini, Honda telah mengoleksi 21 gelar dunia kelas utama. Gelar terakhir mereka diraih Marc Marquez pada 2019 ketika masih memperkuat Repsol Honda.
Perjalanan tersebut membuat livery khusus di Motegi bukan hanya sekadar perubahan warna pada RC213V. Corak tersebut menjadi simbol perjalanan Honda dari era RC181 500cc hingga era MotoGP modern.
Enam Dekade Perjalanan Honda
Dari mesin 500cc era 1960-an hingga prototipe MotoGP modern, perjalanan Honda di kelas premier telah melewati berbagai perubahan teknologi, regulasi, dan generasi pembalap.
Livery khusus 60 tahun di MotoGP Jepang 2026 menjadi cara Honda untuk membawa kembali identitas sejarah tersebut ke lintasan.
Dengan RC213V sebagai representasi era modern dan inspirasi RC181 sebagai bagian dari sejarahnya, Honda menjadikan Motegi sebagai panggung untuk merayakan perjalanan enam dekade di kelas utama balap motor dunia.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
