Connect with us

Moto GP

Veda Ega Pratama Finis ke-11 di Moto3 Jepang 2026, Bawa Pulang Poin Penting

Published

on

Memulai balapan dari baris belakang, Veda sempat kehilangan beberapa posisi selepas lampu start padam. Namun, pembalap Indonesia itu perlahan menemukan ritme balap dan mulai memperbaiki posisi dengan memanfaatkan peluang overtake di tengah ketatnya persaingan kelas Moto3.

Veda kemudian masuk dalam rombongan yang memperebutkan posisi 10 besar. Pertarungan berlangsung ketat hingga lap-lap akhir, dengan jarak antar pembalap yang relatif rapat sehingga setiap kesempatan menyalip menjadi sangat penting.

Pada lap terakhir, Veda masih berusaha memperbaiki posisinya. Namun, ia akhirnya harus puas finis di urutan ke-11 dengan selisih 21,120 detik dari pemenang. Meski belum berhasil menembus 10 besar, hasil tersebut tetap memberikan tambahan poin penting bagi perjalanan Veda di Moto3 2026.

“Saya cukup senang karena bisa finis di zona poin, terutama setelah memulai balapan dari posisi ke-18. Start saya tidak sebaik yang diharapkan, sehingga kehilangan beberapa posisi dan harus bekerja keras sejak awal untuk memperbaikinya,” ujar Veda dalam keterangan resmi.

Veda mengakui persaingan di Motegi berlangsung sangat ketat. Ia berusaha mengejar grup di depannya sambil menjaga konsentrasi agar tidak melakukan kesalahan.

“Pada lap terakhir, saya mencoba memperbaiki posisi, tetapi akhirnya finis di urutan ke-11. Ini bukan hasil yang buruk dan saya bisa membawa pulang beberapa poin penting dari akhir pekan ini. Ada banyak pelajaran positif yang bisa diambil dari Motegi,” lanjutnya.

Kini perhatian Veda beralih ke Moto3 Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit. Seri tersebut memiliki arti khusus karena menjadi Grand Prix kandang pertama Veda di kelas Moto3.

Tampil di depan pendukung sendiri tentunya menjadi motivasi tambahan bagi pembalap muda Indonesia tersebut. Veda pun bertekad memanfaatkan pengalaman dari Motegi untuk tampil lebih kompetitif di Mandalika.

“Sekarang kami menuju Indonesia, dan balapan ini sangat penting bagi saya karena akan menjadi Grand Prix kandang pertama di Moto3. Saya sangat antusias untuk balapan di depan para penggemar di rumah. Saya akan terus bekerja bersama tim dan berusaha memberikan yang terbaik pekan depan di Mandalika,” ungkap Veda.

Sementara itu, rekan setim Veda di Honda Team Asia, Zen Mitani, mengalami balapan yang lebih sulit. Pembalap Jepang tersebut harus menerima dua penalti long lap setelah melakukan jump start.

Penalti tersebut membuat Mitani kehilangan banyak waktu dan kesempatan untuk bersaing di grup depan. Meski demikian, ritme balapnya cukup kompetitif dan kecepatannya disebut mampu menyamai pembalap yang berada di sekitar posisi 10 besar.

Namun, tambahan waktu akibat dua long lap penalty membuat Mitani harus menyelesaikan balapan di posisi ke-21.

Dengan berakhirnya Moto3 Jepang 2026, Honda Team Asia kini mengalihkan fokus menuju Mandalika. Bagi Veda Ega Pratama, seri tersebut bukan hanya menjadi balapan berikutnya, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan performa di hadapan publik Indonesia pada debutnya sebagai pembalap Moto3 di Grand Prix kandang

.

Moto GP

MotoGP Jepang 2026: Jorge Martin dan Marc Marquez Kembali Duel di Motegi

Published

on

By

Persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 memasuki fase penting saat para pembalap tiba di Mobility Resort Motegi, Jepang. Seri ke-16 musim ini berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 dan menjadi awal rangkaian balapan Asia-Pasifik.

Jorge Martin datang ke Motegi sebagai pemimpin klasemen MotoGP. Pembalap Aprilia Racing tersebut mengoleksi 306 poin, unggul 12 poin atas Marc Marquez yang berada di posisi kedua dengan 294 poin.

Keunggulan tersebut didapat Martin setelah tampil kuat di Austria. Ia berhasil finis di depan Marc Marquez dalam dua balapan pada akhir pekan Red Bull Ring sehingga memperlebar jarak di klasemen menjadi 12 poin.

Namun, posisi puncak masih sangat terbuka. Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan selisih 42 poin dari Martin, sedangkan Pedro Acosta menempati posisi keempat dengan jarak 72 poin setelah meraih kemenangan MotoGP pertamanya di Austria.

Martin Ingin Jaga Momentum

Memasuki tur Asia, Martin membawa modal positif dari performanya bersama Aprilia. Ia juga memutuskan untuk tidak menjalani operasi arm pump setelah akhir pekan yang sukses di Austria.

Bagi Martin, konsistensi akan menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi fase berikutnya. Setelah Jepang, kalender MotoGP masih menyisakan beberapa seri yang dapat mengubah posisi di papan klasemen.

Motegi juga menjadi tantangan tersendiri karena karakter sirkuit yang memiliki kombinasi pengereman keras, akselerasi, serta beberapa sektor stop-and-go.

Sementara itu, Marc Marquez memiliki pengalaman kuat di Motegi. Pembalap Ducati Lenovo tersebut sebelumnya sudah meraih tiga kemenangan kelas premier di sirkuit Jepang, masing-masing pada 2016, 2018, dan 2019.

Marc Marquez Langsung Cepat di FP1

Persaingan kedua pembalap langsung terlihat sejak sesi awal MotoGP Jepang 2026.

Pada FP1 Jumat pagi, Marc Marquez menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 44,073 detik. Jorge Martin berada tepat di belakangnya dengan selisih 0,099 detik, sementara Marco Bezzecchi menempati posisi ketiga.

Hasil tersebut belum menentukan hasil akhir akhir pekan, tetapi menjadi gambaran awal bahwa duel antara Martin dan Marquez kembali menjadi salah satu perhatian utama di Motegi.

Dengan selisih hanya 12 poin di klasemen, setiap poin dari Sprint dan Grand Prix akan memiliki arti penting bagi perebutan gelar.

Jadwal MotoGP Jepang 2026

Berikut jadwal MotoGP Jepang 2026 dalam Waktu Indonesia Barat (WIB):

Jumat, 2 Oktober 2026

  • 08.45–09.30 WIB: FP1 MotoGP
  • 13.00–14.00 WIB: Practice MotoGP

Sabtu, 3 Oktober 2026

  • 08.10–08.40 WIB: FP2 MotoGP
  • 08.50–09.05 WIB: Q1 MotoGP
  • 09.15–09.30 WIB: Q2 MotoGP
  • 13.00 WIB: Sprint Race MotoGP, 12 lap

Minggu, 4 Oktober 2026

  • 07.40–07.50 WIB: Warm-up MotoGP
  • 12.00 WIB: Grand Prix MotoGP, 24 lap

Jadwal tersebut sesuai dengan agenda resmi akhir pekan MotoGP Jepang di Motegi.

Persaingan Papan Atas Masih Terbuka

Selain Martin, Marquez, Bezzecchi, dan Acosta, beberapa pembalap lain juga sudah mencatat kemenangan pada musim 2026, termasuk Fabio Di Giannantonio, Ai Ogura, Raul Fernandez, dan Alex Marquez.

Kondisi tersebut membuat persaingan di setiap seri tetap menarik. Selain perebutan kemenangan, hasil Sprint dan Race juga dapat memberikan perubahan signifikan terhadap perolehan poin di klasemen.

Bagi Martin, Motegi menjadi kesempatan untuk mempertahankan keunggulan. Sementara bagi Marquez, akhir pekan Jepang menjadi peluang untuk memangkas selisih 12 poin tersebut.

Setelah Jepang, MotoGP akan melanjutkan perjalanan ke Indonesia untuk Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika pada 9–11 Oktober 2026.

Dengan pertarungan Martin dan Marquez yang semakin ketat, setiap lap di Motegi akan menjadi bagian penting dari perjalanan menuju akhir musim MotoGP 2026.MotoGP Jepang 2026 berlangsung di Motegi pada 2–4 Oktober. Simak jadwal lengkap, persaingan Jorge Martin dan Marc Marquez, serta sesi Sprint dan Race.

Continue Reading

Moto GP

60 Tahun di Kelas Premier, Honda Bawa Livery Spesial ke MotoGP Jepang

Published

on

By

Honda membawa nuansa sejarah ke MotoGP Jepang 2026. Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Motegi, pabrikan asal Jepang tersebut menghadirkan livery khusus untuk memperingati perjalanan enam dekade Honda di kelas utama balap motor dunia.

Livery spesial tersebut dibuat untuk mengenang debut Honda di kelas 500cc pada 1966, era yang menjadi awal perjalanan panjang mereka di kategori premier. Corak bersejarah ini akan digunakan pada akhir pekan MotoGP Jepang sebagai bagian dari perayaan 60 tahun Honda di kelas utama.

Untuk MotoGP Jepang 2026, Joan Mir dan Somkiat Chantra dijadwalkan menjadi bagian dari penggunaan livery khusus tersebut. Honda juga membawa susunan pembalap yang berbeda untuk menghadapi balapan di Motegi.

Susunan Pembalap Honda Berubah

Luca Marini tetap menjadi salah satu pembalap utama Honda Racing Corporation pada akhir pekan MotoGP Jepang.

Sementara itu, Somkiat Chantra kembali menggantikan Joan Mir yang masih menjalani masa pemulihan. Chantra akan menggunakan nomor balap #15 dalam penampilannya di Motegi.

Honda juga menurunkan satu RC213V tambahan untuk pembalap tuan rumah, Takaaki Nakagami. Kehadiran Nakagami membuat Honda memiliki lima RC213V yang turun pada akhir pekan MotoGP Jepang 2026.

Selain menjadi balapan kandang bagi Honda, Motegi juga memiliki nilai historis karena merupakan salah satu sirkuit yang memiliki hubungan kuat dengan pabrikan Jepang tersebut.

Mengenang Era RC181

Perayaan 60 tahun ini mengacu pada perjalanan Honda sejak 1966 ketika mereka pertama kali turun di kelas 500cc.

Pada musim tersebut, Honda menggunakan RC181 sebagai senjata di kelas premier. Mike Hailwood berhasil mengakhiri musim sebagai runner-up di belakang Giacomo Agostini dari MV Agusta.

Honda juga menunjukkan performa kompetitif melalui Jim Redman yang memenangkan dua balapan pertama musim 1966.

Sepanjang musim tersebut, Honda berhasil mencatat lima kemenangan dari sembilan seri. RC181 kemudian menjadi salah satu motor penting dalam sejarah awal Honda di kelas premier.

Namun, perjalanan Honda di kategori tersebut tidak berlangsung tanpa jeda. Honda meninggalkan kelas 500cc setelah musim 1967 dan baru kembali ke kelas utama pada 1979.

Gelar Dunia Honda di Kelas Utama

Setelah kembali ke kelas premier, Honda kembali menunjukkan kekuatannya di ajang balap motor dunia.

Gelar juara dunia kelas utama pertama Honda setelah kembali diraih pada 1983 melalui Freddie Spencer.

Seiring perkembangan teknologi dan perubahan regulasi, Honda kemudian menjadi salah satu pabrikan paling sukses di kelas premier.

Hingga saat ini, Honda telah mengoleksi 21 gelar dunia kelas utama. Gelar terakhir mereka diraih Marc Marquez pada 2019 ketika masih memperkuat Repsol Honda.

Perjalanan tersebut membuat livery khusus di Motegi bukan hanya sekadar perubahan warna pada RC213V. Corak tersebut menjadi simbol perjalanan Honda dari era RC181 500cc hingga era MotoGP modern.

Enam Dekade Perjalanan Honda

Dari mesin 500cc era 1960-an hingga prototipe MotoGP modern, perjalanan Honda di kelas premier telah melewati berbagai perubahan teknologi, regulasi, dan generasi pembalap.

Livery khusus 60 tahun di MotoGP Jepang 2026 menjadi cara Honda untuk membawa kembali identitas sejarah tersebut ke lintasan.

Dengan RC213V sebagai representasi era modern dan inspirasi RC181 sebagai bagian dari sejarahnya, Honda menjadikan Motegi sebagai panggung untuk merayakan perjalanan enam dekade di kelas utama balap motor dunia.

Continue Reading

Moto GP

Pedro Acosta Pindah ke Ducati Bukan karena Uang, Ingin Tantang Marc Marquez

Published

on

By

Kepindahan Pedro Acosta ke Ducati untuk MotoGP 2027 ternyata memiliki cerita menarik di baliknya. Menurut CEO KTM Gottfried Neumeister, keputusan pembalap asal Spanyol tersebut bukan semata-mata karena faktor finansial, melainkan karena adanya tantangan kompetitif yang ingin dikejarnya.

Neumeister mengungkapkan bahwa dirinya sempat berusaha meyakinkan Acosta agar tetap bersama KTM. Namun, Acosta disebut memiliki motivasi tersendiri untuk meninggalkan pabrikan Austria tersebut dan bergabung dengan Ducati.

Salah satu alasan yang disampaikan Neumeister adalah keinginan Acosta untuk berhadapan langsung dengan Marc Marquez menggunakan motor yang sama.

Acosta Ingin Lawan Marc dengan “Senjata” yang Sama

Menurut Neumeister, Acosta melihat persaingan dengan Marc Marquez sebagai tantangan yang sangat menarik. Bukan sekadar mengalahkan pembalap berstatus juara dunia, Acosta ingin mengetahui kemampuannya ketika dirinya dan Marc mendapatkan paket motor yang sama.

Neumeister menceritakan bahwa Acosta menyampaikan keinginannya untuk bisa mengalahkan Marc dengan “senjata yang sama”.

Motivasi tersebut menjadi salah satu cerita di balik keputusan Acosta untuk menerima tawaran Ducati. Dengan kepindahan ini, Acosta tidak hanya berganti pabrikan, tetapi juga akan masuk langsung ke lingkungan tim utama Ducati dan berbagi garasi dengan salah satu pembalap paling sukses di era MotoGP modern.

Namun, perlu dicatat bahwa penjelasan mengenai motivasi tersebut disampaikan oleh Neumeister berdasarkan percakapannya dengan Acosta. Sementara itu, keputusan kontrak dan perpindahan tim tetap menjadi bagian dari kesepakatan profesional antara pembalap dan Ducati.

Dua Tahun Bersama Ducati Mulai MotoGP 2027

Acosta telah menandatangani kontrak selama dua tahun bersama Ducati untuk MotoGP 2027.

Ia akan memperkuat tim pabrikan Ducati dan menjadi rekan setim Marc Marquez ketika MotoGP memasuki era regulasi baru.

Musim 2027 juga akan menghadirkan perubahan besar di kelas premier. MotoGP akan menggunakan mesin dengan kapasitas maksimum 850 cc, sementara ban resmi kejuaraan akan beralih ke Pirelli.

Artinya, Acosta dan Marc tidak hanya akan berhadapan dengan motor yang sama, tetapi juga memulai babak baru MotoGP dengan paket teknis generasi berikutnya.

Acosta Tinggalkan KTM Setelah Raih Kemenangan Bersejarah

Sebelum meninggalkan KTM, Acosta berhasil memberikan salah satu hasil penting bagi pabrikan Austria tersebut.

Ia meraih kemenangan MotoGP pertamanya di Red Bull Ring, sekaligus menjadi kemenangan pertama KTM di kelas premier sejak 2022.

Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Acosta dan KTM. Di tengah perjalanan musim 2026, Acosta juga berada di posisi keempat klasemen sementara MotoGP.

Neumeister menilai keberhasilan tersebut bukan hanya hasil dari kemampuan individu Acosta. Menurutnya, performa motor dan kerja seluruh anggota tim KTM juga menjadi faktor penting di balik hasil yang diraih.

Baginya, pembalap hebat membutuhkan paket teknis dan tim yang mampu menyediakan motor kompetitif agar bisa bertarung di barisan depan.

KTM Siapkan Line-up Baru untuk MotoGP 2027

Kepergian Acosta dan Brad Binder membuat KTM harus melakukan perubahan besar pada susunan pembalap pabrikan untuk MotoGP 2027.

KTM akan mengandalkan Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio, yang saat ini sama-sama berada di kubu Ducati.

Kedua pembalap tersebut akan menjadi bagian dari proyek baru KTM untuk menghadapi era regulasi MotoGP 850 cc.

Dengan perubahan tersebut, musim 2027 akan menghadirkan sejumlah perpindahan besar di grid MotoGP. Salah satu yang paling menarik tentu adalah kedatangan Acosta ke Ducati dan potensi duel langsung dengan Marc Marquez dalam satu garasi.

Kini, pertanyaan besarnya bukan lagi sekadar bagaimana Acosta beradaptasi dengan Ducati, tetapi seberapa cepat ia mampu menunjukkan kecepatannya ketika berhadapan langsung dengan Marc menggunakan paket motor yang sama.

Continue Reading

Trending