Moto GP
Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP Indonesia 2026
Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP Indonesia 2026
Pertamina Mandalika International Circuit resmi mengantongi homologasi Grade A dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) untuk musim 2026. Pengesahan ini memastikan sirkuit yang berada di kawasan The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, memenuhi persyaratan teknis untuk menyelenggarakan kejuaraan dunia balap motor FIM Grand Prix, termasuk Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 9–11 Oktober 2026.

Status Grade A menjadi salah satu persyaratan penting bagi sirkuit yang menggelar balapan MotoGP. Penilaian ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi lintasan, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung dan berbagai elemen keselamatan yang harus memenuhi ketentuan internasional.
Pengesahan tersebut tercatat dalam Circuit Licence Nomor 1277 setelah inspeksi final pada 8 Oktober 2026. Pemeriksaan dipimpin oleh FIM MotoGP Safety Officer, Tomé Alfonso, bersama perwakilan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan sejumlah ofisial MotoGP.
Homologasi Grade A Berlaku untuk Musim 2026
Dalam laporan inspeksinya, FIM menyatakan Sirkuit Mandalika memenuhi standar untuk menyelenggarakan kejuaraan dunia Grand Prix pada musim 2026. Lisensi tersebut mencatat panjang lintasan sepanjang 4.301 meter atau 4,301 kilometer, dengan posisi pole position berada di sisi kiri.
Homologasi merupakan bagian penting dalam memastikan sebuah sirkuit memenuhi persyaratan penyelenggaraan balapan internasional. Evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek yang dapat memengaruhi keselamatan pembalap, petugas lintasan, serta kelancaran operasional selama akhir pekan balap.
Sejumlah elemen yang diperiksa meliputi area run-off, gravel bed, tyre barrier, marka lintasan, pit lane, starting grid, pos marshal, hingga sistem lampu dan panel LED. Seluruh komponen tersebut memiliki peran dalam mendukung keselamatan dan operasional balapan berkecepatan tinggi.
Aspek Keselamatan dan Perawatan Lintasan Jadi Perhatian
Selain pemeriksaan terhadap fasilitas utama, FIM turut menekankan pentingnya pemeliharaan rutin dan kesiapan perangkat keselamatan di sekitar lintasan.
Area run-off harus dipastikan bebas dari hambatan yang berpotensi membahayakan pembalap ketika keluar dari jalur balap. Sementara itu, gravel bed perlu dibersihkan dan diratakan secara berkala agar kondisinya tetap sesuai dengan ketentuan keselamatan.
Perangkat pelindung yang digunakan juga harus memenuhi persyaratan homologasi. Ketersediaan unit cadangan untuk sistem lampu dan panel LED menjadi perhatian, sehingga perangkat pendukung dapat berfungsi ketika dibutuhkan.

FIM turut menyoroti kesiapan peralatan untuk menangani tumpahan oli, bahan bakar, maupun material lain yang berpotensi membuat permukaan lintasan menjadi licin. Dalam laporan inspeksi tersebut, pembersihan pit line setelah kegiatan operasional pengiriman logistik atau freight selesai juga tercatat sebagai pekerjaan yang perlu dituntaskan sebelum event berlangsung.
Rangkaian pemeriksaan ini menegaskan bahwa kesiapan sirkuit tidak hanya ditentukan oleh kondisi aspal, tetapi juga oleh kedisiplinan pemeliharaan, kesiapan fasilitas, dan penerapan prosedur keselamatan.
MGPA Perkuat Kesiapan MotoGP Indonesia 2026
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, menyebut diperolehnya homologasi Grade A dari FIM sebagai pencapaian penting sekaligus hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan sirkuit.
Menurut Ananda, pengesahan tersebut menunjukkan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk penyelenggaraan FIM Grand Prix World Championship pada musim 2026.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kesiapan berbagai aspek sirkuit dan penyelenggaraan agar terus memenuhi standar internasional.
Dengan homologasi tersebut, MGPA semakin memantapkan persiapan menyambut pembalap, tim, dan penggemar MotoGP dari berbagai negara. Penyelenggara berharap seluruh rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat berjalan aman dan profesional, sekaligus memberikan pengalaman positif bagi semua pihak yang terlibat.
Homologasi Grade A menjadi salah satu fondasi penting bagi kesiapan Mandalika menjelang MotoGP Indonesia 2026. Meski demikian, pemeliharaan lintasan dan pemeriksaan fasilitas keselamatan tetap menjadi pekerjaan berkelanjutan untuk menjaga standar sirkuit selama penyelenggaraan balapan.
Moto GP
Hasil MotoGP Indonesia 2026: Bezzecchi Menang, Jorge Martin Rebut Puncak Klasemen
Balapan utama MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika berlangsung penuh drama. Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing berhasil keluar sebagai pemenang setelah melewati persaingan ketat, sementara rekan setimnya, Jorge Martin, sukses merebut kembali posisi teratas klasemen sementara dari Marc Marquez.
Bezzecchi menyelesaikan balapan dengan waktu 40 menit 46,582 detik. Ia unggul 4,260 detik atas Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia yang finis di posisi kedua. Jorge Martin melengkapi podium setelah menuntaskan lomba dengan selisih 6,890 detik dari sang pemenang.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Aprilia Racing dalam persaingan musim 2026. Tidak hanya mengamankan kemenangan melalui Bezzecchi, Aprilia juga menempatkan tiga pembalap di podium dan empat motor di empat besar melalui Ai Ogura yang finis keempat bersama Trackhouse Aprilia.
Bezzecchi Amankan Kemenangan di Lap-Lap Akhir
Raul Fernandez memulai balapan dari pole position dan langsung berusaha mempertahankan keunggulan di barisan depan. Meski mengalami kendala fisik akibat cedera dua jari setelah insiden pada sesi Sprint, pembalap Trackhouse Aprilia itu tetap mampu tampil kompetitif.
Fernandez sempat kehilangan posisi saat memasuki Tikungan 1, tetapi berhasil melakukan serangan balik dan kembali bersaing di depan. Ia bahkan memimpin sebagian besar jalannya balapan sebelum Bezzecchi melancarkan serangan pada lap-lap akhir.
Bezzecchi kemudian berhasil mengambil alih posisi terdepan dan mempertahankannya hingga garis finis. Fernandez harus puas finis kedua, tetapi penampilannya tetap patut diperhitungkan mengingat kondisi fisik yang tidak ideal sepanjang akhir pekan balap.
Sementara itu, Jorge Martin memulai lomba dari posisi keenam. Ia secara bertahap memperbaiki posisi hingga akhirnya mengamankan podium ketiga. Hasil tersebut menjadi krusial karena Martin berhasil mengumpulkan poin yang cukup untuk kembali memimpin klasemen sementara MotoGP 2026.
Aprilia Kuasai Empat Besar, Ai Ogura Tampil Gemilang
Aprilia Racing dan Trackhouse Aprilia tampil dominan dalam balapan di Mandalika. Setelah Bezzecchi, Fernandez, dan Martin mengamankan tiga posisi podium, Ai Ogura melengkapi dominasi pabrikan Italia tersebut dengan finis keempat.

Ogura memanfaatkan momentum pada fase akhir balapan untuk melewati Pedro Acosta dan Marc Marquez yang terlibat duel sengit memperebutkan posisi keempat. Kedua pembalap tersebut beberapa kali bertukar posisi dalam pertarungan yang turut diwarnai perhatian terhadap tekanan ban.
Acosta akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kelima, diikuti Marc Marquez di posisi keenam. Alex Marquez finis ketujuh, sementara Fabio Di Giannantonio mengamankan posisi kedelapan. Fabio Quartararo dan Enea Bastianini melengkapi sepuluh besar.
Di sisi lain, pembalap pengganti HRC, Aleix Espargaro, tidak dapat melanjutkan balapan pada hari Minggu akibat ketidaknyamanan fisik yang berkaitan dengan cedera punggung serius yang dialaminya sebelumnya.
Balapan Mandalika juga berakhir lebih awal bagi Toprak Razgatlioglu, Francesco Bagnaia, Jack Miller, dan Fermin Aldeguer. Keempat pembalap tersebut tercatat gagal menyelesaikan lomba atau DNF.
Jorge Martin Kembali Pimpin Klasemen MotoGP 2026
Perubahan paling menarik setelah balapan di Mandalika terjadi di papan atas klasemen. Jorge Martin kini menempati posisi pertama dengan koleksi 355 poin, unggul tipis dua poin atas Marc Marquez yang mengumpulkan 353 poin.
Persaingan perebutan gelar juara dunia pun semakin ketat. Martin mendapatkan keuntungan dari hasil finis ketiga, sedangkan Marc Marquez hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi keenam.
Marco Bezzecchi berada di peringkat ketiga dengan 309 poin, terpaut 46 poin dari Martin. Ai Ogura menempati posisi keempat dengan 259 poin, hanya unggul satu poin atas Pedro Acosta yang mengoleksi 258 poin.
Raul Fernandez berada di posisi ketujuh dengan 236 poin, sedangkan Fabio Di Giannantonio menempati urutan keenam dengan 245 poin. Alex Marquez dan Francesco Bagnaia masing-masing berada di posisi kedelapan dan kesembilan, sementara Fermin Aldeguer melengkapi sepuluh besar klasemen sementara.
Dengan selisih hanya dua poin antara Martin dan Marc Marquez, persaingan menuju akhir musim MotoGP 2026 masih terbuka lebar. Hasil di Mandalika menjadi bukti bahwa satu balapan dapat mengubah peta persaingan, terutama ketika perebutan gelar juara dunia memasuki fase krusial.
Moto GP
Veda Ega Pratama Finis P6 di Moto3 Mandalika 2026, Naik ke Posisi 7 Klasemen
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan hasil positif dalam seri Moto3 Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok. Mengandalkan motor Honda Team Asia, Veda sukses finis di posisi keenam (P6) setelah terlibat persaingan ketat di barisan depan sepanjang balapan.
Hasil tersebut memberinya tambahan 10 poin sekaligus mengangkat posisinya ke peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 115 poin. Pencapaian ini menjadi modal penting bagi Veda dalam melanjutkan perjuangannya di musim debutnya pada kejuaraan dunia kelas Moto3.
Start Agresif, Veda Langsung Merangsek ke Barisan Depan
Veda mengawali balapan dari posisi ketujuh (P7). Start yang apik membawanya langsung merangsek ke posisi kedua (P2) pada lap kedua. Sejak saat itu, pembalap Indonesia tersebut terlibat dalam pertarungan sengit di kelompok terdepan dengan aksi salip-menyalip yang mewarnai jalannya lomba.
Meski sempat berada dalam persaingan perebutan podium, Veda akhirnya menyelesaikan balapan di posisi keenam. Kendati belum berhasil naik podium di hadapan pendukungnya sendiri, raihan 10 poin memperlihatkan kemampuannya bersaing dengan para pembalap papan atas Moto3.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengapresiasi performa Veda yang mampu memaksimalkan potensi sejak awal balapan.
Menurut Aoyama, Veda menunjukkan start yang luar biasa dari posisi ketujuh hingga menempati posisi kedua pada lap kedua. Di tengah persaingan yang intens, ia tetap mampu menjaga konsistensi hingga melewati garis finis di posisi keenam.

Zen Mitani Berjuang dari Posisi ke-24
Rekan setim Veda, Zen Mitani, juga menunjukkan usaha keras dalam balapan Moto3 Mandalika 2026. Pembalap rookie asal Jepang tersebut memulai lomba dari posisi ke-24 (P24) dan berupaya memperbaiki posisi secara bertahap.
Mitani mampu menemukan ritme balap yang cukup solid dan mendekati kelompok pembalap yang bersaing memperebutkan poin. Namun, persaingan pada paruh kedua balapan membuatnya harus puas finis di posisi ke-16 (P16), tepat di luar zona poin.
Meski belum berhasil menambah poin, pengalaman bertarung di Mandalika menjadi bagian penting dari proses adaptasi Mitani dalam menghadapi ketatnya persaingan kelas Moto3.
Maximo Quiles Kunci Gelar Juara Dunia Moto3 2026
Balapan di Mandalika juga menjadi momen bersejarah bagi Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team. Pembalap asal Spanyol itu berhasil meraih kemenangan sekaligus memastikan gelar juara dunia Moto3 2026.
Quiles finis di depan David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt IntactGP dan Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo. Kemenangan tersebut menjadi yang ke-10 baginya sepanjang musim, sekaligus mengunci titel juara dunia dengan keunggulan 132 poin atas Almansa.
Sementara itu, Brian Uriarte naik ke posisi ketiga klasemen setelah menggeser rekan setimnya, Alvaro Carpe. Hasil di Mandalika pun membawa perubahan penting dalam persaingan papan atas Moto3 musim ini.
Bagi Veda Ega Pratama, tambahan 10 poin dari balapan kandang mengantarkannya naik ke peringkat ketujuh dengan total 115 poin. Meski belum meraih podium, hasil P6 dan peningkatan posisi klasemen menjadi catatan positif dalam perjalanan pembalap Indonesia tersebut di kejuaraan dunia Moto3 2026.

Moto GP
Veda Ega Pratama Siap Hadapi Moto3 Mandalika 2026, Ingin Tampil Maksimal di Depan Publik Sendiri
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap menghadapi momen penting dalam perjalanan kariernya di Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Bersama Honda Team Asia, Veda akan tampil di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, pada Grand Prix Indonesia yang menjadi balapan Kejuaraan Dunia pertamanya di hadapan publik Tanah Air.
Moto3 Indonesia merupakan putaran ke-17 kalender Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Menghadapi balapan kandang, pembalap bernomor 9 tersebut datang dengan kepercayaan diri yang meningkat setelah berhasil finis di posisi ke-11 pada Grand Prix Jepang. Hasil itu memberinya tambahan poin sekaligus menjadi modal untuk melanjutkan perkembangan positif pada musim debutnya.

Meski akan mendapat dukungan besar dari penggemar Indonesia, Veda menegaskan keinginannya untuk menikmati setiap momen dan tetap fokus pada pekerjaan bersama tim. Baginya, tampil di Mandalika bukan sekadar kesempatan membalap di negara sendiri, tetapi juga peluang untuk menunjukkan perkembangan performa di level tertinggi balap motor dunia.
Balapan Kandang Pertama Jadi Momen Spesial
Veda mengakui bahwa Grand Prix Indonesia memiliki arti tersendiri. Setelah menantikan kesempatan ini dalam waktu lama, ia kini berpeluang menjalani balapan Kejuaraan Dunia di depan para pendukungnya sendiri.
“Datang ke Mandalika untuk Grand Prix kandang saya adalah perasaan yang sangat istimewa. Saya telah menunggu momen ini sejak lama, dan sekarang akhirnya tiba, saya benar-benar ingin menikmati setiap momen tetapi juga memberikan semua yang saya miliki di lintasan,” ujar Veda dalam rilis resmi.
Dukungan suporter diperkirakan menjadi salah satu sumber motivasi bagi pembalap Honda Team Asia tersebut. Namun, Veda juga menyadari pentingnya menjaga konsentrasi agar antusiasme balapan kandang tidak mengganggu persiapan teknis dan strategi di lintasan.
Modal Poin dari Jepang Jadi Bekal ke Mandalika
Hasil finis ke-11 di Jepang menjadi perkembangan positif bagi Veda. Tambahan poin tersebut memberikan dorongan untuk melanjutkan progresnya sebagai rookie di kelas Moto3, yang menuntut konsistensi, kemampuan membaca situasi balapan, serta pengambilan keputusan dalam persaingan antarpembalap.
Veda menilai masih ada potensi yang dapat dikembangkan bersama tim. Balapan di Mandalika pun menjadi kesempatan untuk mengukur kemajuan tersebut, terlebih ia akan tampil di depan penggemar yang telah memberikan dukungan sejak awal kariernya.
“Setelah Jepang, di mana kami berhasil finis di posisi ke-11 dan meraih beberapa poin, saya merasa termotivasi untuk terus maju. Kami tahu masih ada potensi yang bisa ditunjukkan, dan sekarang kami memiliki kesempatan untuk melakukannya di depan pendukung di negara asal saya,” kata Veda.
Ia juga ingin membalas dukungan penggemar melalui penampilan yang maksimal sepanjang akhir pekan. Meski demikian, target hasil akhirnya tetap harus diperjuangkan melalui performa di lintasan, mulai dari sesi latihan hingga balapan utama.
Fokus dari FP1 hingga Balapan Utama
Menghadapi rangkaian Moto3 Indonesia, Veda bertekad menjaga fokus sejak sesi latihan bebas pertama atau FP1 pada Jumat. Persiapan sejak awal akhir pekan akan menjadi bagian penting untuk memahami kondisi lintasan, mengevaluasi setelan motor, serta mencari ritme yang kompetitif.

“Saya akan berusaha untuk mengesampingkan semua tekanan, fokus pada pekerjaan saya, dan berjuang sekeras mungkin dari FP1 hingga balapan. Saya ingin menikmati Grand Prix ini, memberikan segalanya untuk tim saya dan untuk semua orang yang mendukung saya, dan semoga kita bisa meraih hasil yang membuat seluruh Indonesia bangga,” tutupnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Veda ingin menjalani balapan kandangnya dengan menempatkan proses dan konsistensi sebagai prioritas. Dukungan publik tentu menjadi dorongan tambahan, tetapi hasil di lintasan tetap ditentukan oleh kombinasi performa pembalap, kesiapan motor, strategi tim, dan persaingan selama balapan.
Zen Mitani Berusaha Bangkit Bersama Honda Team Asia
Di sisi lain garasi Honda Team Asia, rookie asal Jepang, Zen Mitani, juga berusaha memperbaiki performanya setelah menjalani akhir pekan yang sulit di Grand Prix Jepang. Mitani menyelesaikan balapan tersebut di posisi ke-21 setelah melakukan kesalahan saat berlomba.
Pengalamannya di Sirkuit Mandalika dari ajang junior dapat menjadi bekal untuk menghadapi putaran Indonesia. Pengetahuan terhadap karakter lintasan diharapkan membantunya menjalani sesi latihan dan membangun kecepatan secara bertahap.
Bagi Honda Team Asia, putaran Mandalika menjadi kesempatan bagi kedua pembalap untuk melanjutkan proses pengembangan sepanjang musim. Veda membawa motivasi dari hasil positif di Jepang, sedangkan Mitani berupaya bangkit setelah hasil yang belum sesuai harapan.
Bagi Veda sendiri, Moto3 Indonesia 2026 akan menjadi salah satu momen penting dalam musim debutnya di Kejuaraan Dunia. Dengan fokus pada pekerjaan bersama tim dan dukungan publik Indonesia, ia berharap dapat memberikan penampilan terbaik serta membawa kebanggaan bagi para penggemar balap motor Tanah Air.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
