Moto GP
Tim Medis Mandalika Punya Super License Dorna, Siap Tangani Darurat MotoGP
Keselamatan pebalap menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan balap motor kelas dunia. Di balik aksi saling salip dan persaingan kecepatan pada MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), terdapat tim medis yang disiapkan untuk menangani kondisi darurat di lingkungan motorsport.
Tim medis yang bertugas berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Mereka dibekali kompetensi khusus untuk menghadapi berbagai situasi kegawatdaruratan yang dapat terjadi selama aktivitas balap berlangsung, mulai dari respons awal di lintasan hingga proses evakuasi dan penanganan lanjutan.
Kesiapan tersebut didukung pelatihan khusus, simulasi rutin, sistem penanganan medis berlapis, serta pengakuan berupa super license dari Dorna Sports yang disebut diberikan kepada tim medis RSUD NTB.
Tim Medis Dibekali Kompetensi Khusus Motorsport
Penanganan kecelakaan di arena balap membutuhkan kesiapan yang berbeda dari layanan medis pada umumnya. Kecepatan respons, koordinasi antarpetugas, serta kemampuan menangani pasien dalam kondisi darurat menjadi bagian penting dari prosedur keselamatan motorsport.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, sebelumnya menjelaskan bahwa tim medis yang bertugas di Sirkuit Mandalika memiliki kemampuan khusus untuk menangani keadaan darurat dalam olahraga motorsport.
Menurut Iqbal, super license dari Dorna Sports menjadi bentuk pengakuan terhadap kompetensi tim medis RSUD NTB dalam mendukung penyelenggaraan balap motor internasional.
Pengakuan tersebut menempatkan kesiapan tenaga medis sebagai salah satu unsur pendukung penting dalam operasional kejuaraan. Namun, aspek keselamatan tetap bergantung pada koordinasi seluruh unsur terkait, termasuk petugas lintasan, tim evakuasi, dan rumah sakit rujukan.

Motorsport Emergency Academy untuk Pelatihan Khusus
Pengembangan kemampuan tenaga medis Mandalika juga didukung Motorsport Emergency Academy (MEA), program yang dipelopori RSUD Provinsi NTB dan berfokus pada pelatihan kegawatdaruratan di lingkungan motorsport.
Melalui pelatihan ini, tenaga medis dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk merespons insiden yang dapat terjadi di lintasan balap. Materi pelatihan juga didukung latihan serta simulasi rutin setiap tahun agar personel memahami prosedur penanganan darurat sesuai kebutuhan di sirkuit.
Dalam kompetisi dengan kecepatan tinggi, kecelakaan dapat memerlukan pemeriksaan dan pertolongan secepat mungkin. Karena itu, kesiapan personel dan pemahaman terhadap alur evakuasi menjadi bagian penting dari sistem keselamatan.
Latihan berkala juga membantu menguji koordinasi antarpetugas sehingga penanganan dapat dilakukan secara terarah ketika terjadi insiden.
Sistem Medis Mandalika Menggunakan Tiga Lapisan

Layanan medis di Sirkuit Mandalika menggunakan sistem penanganan terintegrasi yang dibagi menjadi tiga lapisan. Setiap lapisan mempunyai fungsi berbeda untuk mendukung penanganan pasien sejak lokasi kejadian hingga fasilitas kesehatan.
Lapisan pertama bertugas merespons insiden secara langsung di area sirkuit. Tim ini menjadi bagian awal dari proses pertolongan ketika terjadi kecelakaan atau kondisi darurat selama aktivitas balap.
Lapisan kedua berfokus pada penanganan kegawatdaruratan dan proses evakuasi pasien. Setelah itu, lapisan ketiga berada di rumah sakit rujukan untuk memberikan pemeriksaan dan perawatan lanjutan sesuai kondisi pasien.
Pembagian tugas tersebut dirancang untuk mendukung koordinasi antartim dan menjaga kesinambungan penanganan medis. Dengan alur yang terintegrasi, setiap personel dapat menjalankan perannya sesuai prosedur yang berlaku.
Didukung Ambulans dan Opsi Evakuasi Helikopter
Selain kesiapan tenaga medis, sistem penanganan darurat di Mandalika didukung fasilitas dan sarana transportasi untuk kebutuhan evakuasi. Informasi yang tersedia menyebut adanya 12 unit ambulans serta skema evakuasi menggunakan helikopter apabila diperlukan.
Fasilitas pendukung lainnya mencakup layanan farmasi dan ruang antidoping. Keberadaan sarana tersebut melengkapi kebutuhan medis dalam penyelenggaraan kompetisi motorsport internasional.
Ketersediaan ambulans dan opsi evakuasi menjadi bagian dari kesiapan menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan situasi di lapangan, kondisi pasien, serta prosedur medis yang berlaku.
Keselamatan Menjadi Bagian Penting MotoGP Mandalika
Penyelenggaraan MotoGP bukan hanya soal performa motor, strategi tim, dan kemampuan pebalap menguasai lintasan. Kesiapan medis juga menjadi elemen penting untuk mendukung keselamatan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Kompetensi tim medis RSUD NTB, pelatihan melalui Motorsport Emergency Academy, sistem penanganan tiga lapis, serta dukungan ambulans dan opsi evakuasi merupakan bagian dari kesiapan medis di Sirkuit Mandalika.
Kombinasi tersebut memperlihatkan pentingnya kerja sama antara tenaga medis, petugas sirkuit, dan fasilitas kesehatan dalam menghadapi risiko olahraga motorsport. Di balik setiap balapan yang berlangsung, kesiapan menghadapi situasi darurat menjadi salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan.

Moto GP
Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP Indonesia 2026
Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP Indonesia 2026
Pertamina Mandalika International Circuit resmi mengantongi homologasi Grade A dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) untuk musim 2026. Pengesahan ini memastikan sirkuit yang berada di kawasan The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, memenuhi persyaratan teknis untuk menyelenggarakan kejuaraan dunia balap motor FIM Grand Prix, termasuk Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 9–11 Oktober 2026.

Status Grade A menjadi salah satu persyaratan penting bagi sirkuit yang menggelar balapan MotoGP. Penilaian ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi lintasan, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung dan berbagai elemen keselamatan yang harus memenuhi ketentuan internasional.
Pengesahan tersebut tercatat dalam Circuit Licence Nomor 1277 setelah inspeksi final pada 8 Oktober 2026. Pemeriksaan dipimpin oleh FIM MotoGP Safety Officer, Tomé Alfonso, bersama perwakilan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan sejumlah ofisial MotoGP.
Homologasi Grade A Berlaku untuk Musim 2026
Dalam laporan inspeksinya, FIM menyatakan Sirkuit Mandalika memenuhi standar untuk menyelenggarakan kejuaraan dunia Grand Prix pada musim 2026. Lisensi tersebut mencatat panjang lintasan sepanjang 4.301 meter atau 4,301 kilometer, dengan posisi pole position berada di sisi kiri.
Homologasi merupakan bagian penting dalam memastikan sebuah sirkuit memenuhi persyaratan penyelenggaraan balapan internasional. Evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek yang dapat memengaruhi keselamatan pembalap, petugas lintasan, serta kelancaran operasional selama akhir pekan balap.
Sejumlah elemen yang diperiksa meliputi area run-off, gravel bed, tyre barrier, marka lintasan, pit lane, starting grid, pos marshal, hingga sistem lampu dan panel LED. Seluruh komponen tersebut memiliki peran dalam mendukung keselamatan dan operasional balapan berkecepatan tinggi.
Aspek Keselamatan dan Perawatan Lintasan Jadi Perhatian
Selain pemeriksaan terhadap fasilitas utama, FIM turut menekankan pentingnya pemeliharaan rutin dan kesiapan perangkat keselamatan di sekitar lintasan.
Area run-off harus dipastikan bebas dari hambatan yang berpotensi membahayakan pembalap ketika keluar dari jalur balap. Sementara itu, gravel bed perlu dibersihkan dan diratakan secara berkala agar kondisinya tetap sesuai dengan ketentuan keselamatan.
Perangkat pelindung yang digunakan juga harus memenuhi persyaratan homologasi. Ketersediaan unit cadangan untuk sistem lampu dan panel LED menjadi perhatian, sehingga perangkat pendukung dapat berfungsi ketika dibutuhkan.

FIM turut menyoroti kesiapan peralatan untuk menangani tumpahan oli, bahan bakar, maupun material lain yang berpotensi membuat permukaan lintasan menjadi licin. Dalam laporan inspeksi tersebut, pembersihan pit line setelah kegiatan operasional pengiriman logistik atau freight selesai juga tercatat sebagai pekerjaan yang perlu dituntaskan sebelum event berlangsung.
Rangkaian pemeriksaan ini menegaskan bahwa kesiapan sirkuit tidak hanya ditentukan oleh kondisi aspal, tetapi juga oleh kedisiplinan pemeliharaan, kesiapan fasilitas, dan penerapan prosedur keselamatan.
MGPA Perkuat Kesiapan MotoGP Indonesia 2026
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, menyebut diperolehnya homologasi Grade A dari FIM sebagai pencapaian penting sekaligus hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan sirkuit.
Menurut Ananda, pengesahan tersebut menunjukkan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk penyelenggaraan FIM Grand Prix World Championship pada musim 2026.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kesiapan berbagai aspek sirkuit dan penyelenggaraan agar terus memenuhi standar internasional.
Dengan homologasi tersebut, MGPA semakin memantapkan persiapan menyambut pembalap, tim, dan penggemar MotoGP dari berbagai negara. Penyelenggara berharap seluruh rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat berjalan aman dan profesional, sekaligus memberikan pengalaman positif bagi semua pihak yang terlibat.
Homologasi Grade A menjadi salah satu fondasi penting bagi kesiapan Mandalika menjelang MotoGP Indonesia 2026. Meski demikian, pemeliharaan lintasan dan pemeriksaan fasilitas keselamatan tetap menjadi pekerjaan berkelanjutan untuk menjaga standar sirkuit selama penyelenggaraan balapan.
Moto GP
Hasil MotoGP Indonesia 2026: Bezzecchi Menang, Jorge Martin Rebut Puncak Klasemen
Balapan utama MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika berlangsung penuh drama. Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing berhasil keluar sebagai pemenang setelah melewati persaingan ketat, sementara rekan setimnya, Jorge Martin, sukses merebut kembali posisi teratas klasemen sementara dari Marc Marquez.
Bezzecchi menyelesaikan balapan dengan waktu 40 menit 46,582 detik. Ia unggul 4,260 detik atas Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia yang finis di posisi kedua. Jorge Martin melengkapi podium setelah menuntaskan lomba dengan selisih 6,890 detik dari sang pemenang.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Aprilia Racing dalam persaingan musim 2026. Tidak hanya mengamankan kemenangan melalui Bezzecchi, Aprilia juga menempatkan tiga pembalap di podium dan empat motor di empat besar melalui Ai Ogura yang finis keempat bersama Trackhouse Aprilia.
Bezzecchi Amankan Kemenangan di Lap-Lap Akhir
Raul Fernandez memulai balapan dari pole position dan langsung berusaha mempertahankan keunggulan di barisan depan. Meski mengalami kendala fisik akibat cedera dua jari setelah insiden pada sesi Sprint, pembalap Trackhouse Aprilia itu tetap mampu tampil kompetitif.
Fernandez sempat kehilangan posisi saat memasuki Tikungan 1, tetapi berhasil melakukan serangan balik dan kembali bersaing di depan. Ia bahkan memimpin sebagian besar jalannya balapan sebelum Bezzecchi melancarkan serangan pada lap-lap akhir.
Bezzecchi kemudian berhasil mengambil alih posisi terdepan dan mempertahankannya hingga garis finis. Fernandez harus puas finis kedua, tetapi penampilannya tetap patut diperhitungkan mengingat kondisi fisik yang tidak ideal sepanjang akhir pekan balap.
Sementara itu, Jorge Martin memulai lomba dari posisi keenam. Ia secara bertahap memperbaiki posisi hingga akhirnya mengamankan podium ketiga. Hasil tersebut menjadi krusial karena Martin berhasil mengumpulkan poin yang cukup untuk kembali memimpin klasemen sementara MotoGP 2026.
Aprilia Kuasai Empat Besar, Ai Ogura Tampil Gemilang
Aprilia Racing dan Trackhouse Aprilia tampil dominan dalam balapan di Mandalika. Setelah Bezzecchi, Fernandez, dan Martin mengamankan tiga posisi podium, Ai Ogura melengkapi dominasi pabrikan Italia tersebut dengan finis keempat.

Ogura memanfaatkan momentum pada fase akhir balapan untuk melewati Pedro Acosta dan Marc Marquez yang terlibat duel sengit memperebutkan posisi keempat. Kedua pembalap tersebut beberapa kali bertukar posisi dalam pertarungan yang turut diwarnai perhatian terhadap tekanan ban.
Acosta akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kelima, diikuti Marc Marquez di posisi keenam. Alex Marquez finis ketujuh, sementara Fabio Di Giannantonio mengamankan posisi kedelapan. Fabio Quartararo dan Enea Bastianini melengkapi sepuluh besar.
Di sisi lain, pembalap pengganti HRC, Aleix Espargaro, tidak dapat melanjutkan balapan pada hari Minggu akibat ketidaknyamanan fisik yang berkaitan dengan cedera punggung serius yang dialaminya sebelumnya.
Balapan Mandalika juga berakhir lebih awal bagi Toprak Razgatlioglu, Francesco Bagnaia, Jack Miller, dan Fermin Aldeguer. Keempat pembalap tersebut tercatat gagal menyelesaikan lomba atau DNF.
Jorge Martin Kembali Pimpin Klasemen MotoGP 2026
Perubahan paling menarik setelah balapan di Mandalika terjadi di papan atas klasemen. Jorge Martin kini menempati posisi pertama dengan koleksi 355 poin, unggul tipis dua poin atas Marc Marquez yang mengumpulkan 353 poin.
Persaingan perebutan gelar juara dunia pun semakin ketat. Martin mendapatkan keuntungan dari hasil finis ketiga, sedangkan Marc Marquez hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi keenam.
Marco Bezzecchi berada di peringkat ketiga dengan 309 poin, terpaut 46 poin dari Martin. Ai Ogura menempati posisi keempat dengan 259 poin, hanya unggul satu poin atas Pedro Acosta yang mengoleksi 258 poin.
Raul Fernandez berada di posisi ketujuh dengan 236 poin, sedangkan Fabio Di Giannantonio menempati urutan keenam dengan 245 poin. Alex Marquez dan Francesco Bagnaia masing-masing berada di posisi kedelapan dan kesembilan, sementara Fermin Aldeguer melengkapi sepuluh besar klasemen sementara.
Dengan selisih hanya dua poin antara Martin dan Marc Marquez, persaingan menuju akhir musim MotoGP 2026 masih terbuka lebar. Hasil di Mandalika menjadi bukti bahwa satu balapan dapat mengubah peta persaingan, terutama ketika perebutan gelar juara dunia memasuki fase krusial.
Moto GP
Veda Ega Pratama Finis P6 di Moto3 Mandalika 2026, Naik ke Posisi 7 Klasemen
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan hasil positif dalam seri Moto3 Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok. Mengandalkan motor Honda Team Asia, Veda sukses finis di posisi keenam (P6) setelah terlibat persaingan ketat di barisan depan sepanjang balapan.
Hasil tersebut memberinya tambahan 10 poin sekaligus mengangkat posisinya ke peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 115 poin. Pencapaian ini menjadi modal penting bagi Veda dalam melanjutkan perjuangannya di musim debutnya pada kejuaraan dunia kelas Moto3.
Start Agresif, Veda Langsung Merangsek ke Barisan Depan
Veda mengawali balapan dari posisi ketujuh (P7). Start yang apik membawanya langsung merangsek ke posisi kedua (P2) pada lap kedua. Sejak saat itu, pembalap Indonesia tersebut terlibat dalam pertarungan sengit di kelompok terdepan dengan aksi salip-menyalip yang mewarnai jalannya lomba.
Meski sempat berada dalam persaingan perebutan podium, Veda akhirnya menyelesaikan balapan di posisi keenam. Kendati belum berhasil naik podium di hadapan pendukungnya sendiri, raihan 10 poin memperlihatkan kemampuannya bersaing dengan para pembalap papan atas Moto3.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengapresiasi performa Veda yang mampu memaksimalkan potensi sejak awal balapan.
Menurut Aoyama, Veda menunjukkan start yang luar biasa dari posisi ketujuh hingga menempati posisi kedua pada lap kedua. Di tengah persaingan yang intens, ia tetap mampu menjaga konsistensi hingga melewati garis finis di posisi keenam.

Zen Mitani Berjuang dari Posisi ke-24
Rekan setim Veda, Zen Mitani, juga menunjukkan usaha keras dalam balapan Moto3 Mandalika 2026. Pembalap rookie asal Jepang tersebut memulai lomba dari posisi ke-24 (P24) dan berupaya memperbaiki posisi secara bertahap.
Mitani mampu menemukan ritme balap yang cukup solid dan mendekati kelompok pembalap yang bersaing memperebutkan poin. Namun, persaingan pada paruh kedua balapan membuatnya harus puas finis di posisi ke-16 (P16), tepat di luar zona poin.
Meski belum berhasil menambah poin, pengalaman bertarung di Mandalika menjadi bagian penting dari proses adaptasi Mitani dalam menghadapi ketatnya persaingan kelas Moto3.
Maximo Quiles Kunci Gelar Juara Dunia Moto3 2026
Balapan di Mandalika juga menjadi momen bersejarah bagi Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team. Pembalap asal Spanyol itu berhasil meraih kemenangan sekaligus memastikan gelar juara dunia Moto3 2026.
Quiles finis di depan David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt IntactGP dan Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo. Kemenangan tersebut menjadi yang ke-10 baginya sepanjang musim, sekaligus mengunci titel juara dunia dengan keunggulan 132 poin atas Almansa.
Sementara itu, Brian Uriarte naik ke posisi ketiga klasemen setelah menggeser rekan setimnya, Alvaro Carpe. Hasil di Mandalika pun membawa perubahan penting dalam persaingan papan atas Moto3 musim ini.
Bagi Veda Ega Pratama, tambahan 10 poin dari balapan kandang mengantarkannya naik ke peringkat ketujuh dengan total 115 poin. Meski belum meraih podium, hasil P6 dan peningkatan posisi klasemen menjadi catatan positif dalam perjalanan pembalap Indonesia tersebut di kejuaraan dunia Moto3 2026.

-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
