Motor
EICMA 2026: Royal Enfield Himalayan 750, Adventure Twin dengan Torsi 63 Nm dan Teknologi IMU
Royal Enfield memperkenalkan Himalayan 750 sebagai langkah baru dalam pengembangan lini adventure mereka di EICMA 2026. Model ini menjadi penanda masuknya pabrikan asal India tersebut ke segmen adventure bike bermesin parallel twin berkapasitas menengah-besar, dengan orientasi pada kemampuan touring, performa mesin, dan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan.
Himalayan 750 mengandalkan mesin baru berkapasitas 743 cc parallel twin dengan sistem pendinginan udara dan oli. Konfigurasi tersebut menghasilkan tenaga maksimum 55 hp pada 7.000 rpm serta torsi puncak 63 Nm pada 5.000 rpm. Karakter mesin dirancang untuk memberikan respons kuat pada putaran bawah hingga menengah, sehingga mendukung kebutuhan perjalanan jarak jauh maupun penggunaan di jalur yang bervariasi.
Salah satu keunggulan dapur pacunya terletak pada distribusi torsi yang relatif merata. Royal Enfield menyebut sekitar 90 persen torsi maksimum, atau setara 56,7 Nm, sudah tersedia sejak 3.500 rpm. Karakter ini berpotensi memberikan akselerasi yang lebih responsif tanpa harus mempertahankan putaran mesin terlalu tinggi. Himalayan 750 juga memiliki kapasitas payload hingga 195 kg, mendukung kebutuhan pengendara yang membawa perlengkapan touring.
Suspensi Showa dan Pilihan Roda untuk Berbagai Medan

Untuk menunjang kemampuan adventure, Himalayan 750 menggunakan suspensi depan upside-down Showa berdiameter 43 mm yang dapat disetel. Sementara bagian belakang mengandalkan monoshock dengan pengaturan preload dan rebound, memberikan keleluasaan dalam menyesuaikan karakter suspensi terhadap kondisi jalan maupun beban perjalanan.
Konfigurasi kaki-kaki tersebut dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan stabilitas ketika menghadapi permukaan jalan yang tidak selalu mulus. Royal Enfield juga menyediakan dua pilihan konfigurasi roda, yakni velg alloy atau cast wheel serta velg jari-jari atau spoked wheel, keduanya menggunakan kombinasi diameter 19 inci di depan dan 17 inci di belakang dengan ban tubeless.
Kombinasi roda tersebut menjadi salah satu karakter penting Himalayan 750 sebagai motor adventure. Diameter roda depan yang lebih besar mendukung kemampuan melintasi permukaan jalan bervariasi, sedangkan roda belakang berukuran 17 inci mempertahankan keseimbangan pengendalian dan karakter berkendara.
IMU 6-Axis, Cornering ABS, dan Lima Riding Mode
Himalayan 750 membawa peningkatan signifikan dari sisi teknologi elektronik. Untuk pertama kalinya pada lini Himalayan, Royal Enfield menyematkan Inertial Measurement Unit (IMU) enam sumbu yang menjadi dasar pengoperasian sejumlah fitur bantuan berkendara berbasis kondisi motor saat bermanuver.

Perangkat tersebut mendukung Cornering ABS dan Lean-Sensitive Traction Control. Kedua sistem dirancang membantu menjaga stabilitas ketika pengendara melakukan pengereman maupun mengatur traksi dalam posisi motor miring. Kehadiran fitur ini memperlihatkan peningkatan pendekatan keselamatan pada Himalayan generasi terbaru.
Pengendara juga mendapatkan lima pilihan riding mode, meliputi Road, Road Sport, Rain, Trail, dan Custom. Variasi mode tersebut memungkinkan karakter respons motor disesuaikan dengan kondisi jalan, kebutuhan berkendara, serta preferensi pengendara.
Di sektor instrumentasi, Himalayan 750 menggunakan layar TFT berbentuk bulat berukuran 4 inci. Panel tersebut mendukung navigasi mirroring dan konektivitas smartphone, memberikan akses informasi perjalanan serta fitur digital dalam satu tampilan.
Antarctic Silver, Paket Touring Adventure dengan Hard Case GIVI
Royal Enfield turut menghadirkan Himalayan 750 Antarctic Silver sebagai varian tertinggi yang dirancang dengan pendekatan touring adventure. Varian ini mendapatkan paket perlengkapan perjalanan berupa hard case samping dan top box yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan GIVI, produsen perlengkapan touring asal Italia.
Kehadiran paket tersebut memperkuat karakter Himalayan 750 sebagai motor yang tidak hanya ditujukan untuk perjalanan harian, tetapi juga perjalanan jarak jauh dengan kebutuhan membawa barang lebih banyak. Kapasitas payload hingga 195 kg menjadi salah satu aspek pendukung untuk kebutuhan tersebut.
Melalui Himalayan 750, Royal Enfield memperluas karakter lini adventure dengan kombinasi mesin parallel twin, torsi kuat pada putaran bawah, suspensi yang dapat disetel, serta teknologi keselamatan berbasis IMU. Model ini menjadi langkah penting bagi Royal Enfield dalam mengembangkan segmen adventure yang semakin kompetitif

Event
CFMoto V4SR-RR 2027, Superbike V4 997 cc dengan Tenaga 213,5 hp dan Kecepatan 315 km/jam
CFMoto semakin serius memasuki persaingan segmen superbike berperforma tinggi melalui pengembangan V4SR-RR model 2027. Motor sport bermesin V4 ini menjadi salah satu proyek penting pabrikan asal China tersebut setelah pertama kali memperkenalkan mesin V4 pada EICMA 2024, kemudian menampilkan prototipe V4SR-RR di EICMA 2025.
Kini, pengembangan model tersebut semakin menarik perhatian berkat kombinasi mesin berkapasitas besar, konstruksi ringan, serta teknologi aerodinamika aktif. CFMoto mengklaim V4SR-RR mampu menghasilkan tenaga lebih dari 210 hp dengan bobot kering sekitar 180 kg. Angka tersebut menempatkannya sebagai calon pesaing di kelas superbike berperforma tinggi.
Mesin V4 997 cc, Tenaga Mencapai 213,5 hp
Jantung pacu CFMoto V4SR-RR menggunakan mesin V4 bersudut 90 derajat dengan kapasitas 997 cc. Salah satu teknologi yang diterapkan adalah poros engkol berputar berlawanan arah atau counter-rotating crankshaft. Konfigurasi ini dirancang untuk membantu mengelola efek giroskopis roda, sehingga mendukung kelincahan dan stabilitas motor ketika melakukan perubahan arah.

Mesin tersebut juga menggunakan connecting rod berbahan titanium dari Pankl untuk mendukung konstruksi yang lebih ringan dan kuat pada putaran mesin tinggi.
Berdasarkan informasi pengembangan yang beredar, tenaga maksimum V4SR-RR ditargetkan mencapai 213,5 hp atau sekitar 157 kW pada putaran hingga 15.000 rpm. CFMoto juga mengembangkan mesin ini agar memenuhi standar emisi Euro 5+ dan mendapatkan homologasi untuk penggunaan di jalan raya.
Catatan Kecepatan Tembus 315,82 km/jam
Salah satu pencapaian yang membuat V4SR-RR semakin menarik adalah catatan kecepatan tertingginya. Motor ini disebut berhasil mencapai 315,82 km/jam pada 15 Juni 2026 dalam ajang China Motorcycle Top Speed Record Challenge yang berlangsung di lintasan uji CCCC Automotive, Shangrao, China.
Catatan tersebut menjadi gambaran potensi performa mesin V4 yang sedang dikembangkan CFMoto. Namun, kecepatan tersebut merupakan hasil pengujian dalam kondisi khusus dan tidak dapat langsung disamakan dengan kecepatan operasional di jalan raya.
Dengan target bobot kering sekitar 180 kg, V4SR-RR memiliki rasio tenaga terhadap bobot yang kompetitif. Kombinasi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan akselerasi dan kemampuan berlari yang sesuai dengan karakter sebuah superbike.
Komponen Premium dari Öhlins hingga Brembo
Untuk menunjang performa mesin, CFMoto disebut menggunakan sejumlah komponen dari pemasok ternama. Sektor suspensi mengandalkan Öhlins, sistem pengereman menggunakan Brembo, sementara knalpot dipercayakan kepada Akrapovic. Pada bagian ban, motor ini menggunakan produk Pirelli.
Kombinasi komponen tersebut memperlihatkan keseriusan CFMoto dalam mengembangkan motor berperforma tinggi yang tidak hanya mengandalkan tenaga mesin. Sistem suspensi, pengereman, dan ban memiliki peran penting dalam menjaga kontrol kendaraan ketika menghadapi akselerasi tinggi maupun pengereman keras.

Winglet Variabel dengan Teknologi Elektronik
Salah satu teknologi paling menarik pada V4SR-RR adalah penggunaan winglet variabel yang dikendalikan secara elektronik. Sistem aerodinamika ini dikembangkan melalui pengujian di terowongan angin Pininfarina.
Berbeda dari winglet konvensional yang memiliki posisi tetap, perangkat variabel memungkinkan pengaturan elemen aerodinamika sesuai kebutuhan berkendara. Setiap winglet disebut dapat bekerja secara individual untuk mengoptimalkan aliran udara dan menghasilkan downforce pada roda depan.
Downforce tersebut berperan membantu menjaga stabilitas bagian depan motor, terutama ketika melaju pada kecepatan tinggi. Pengaturan aerodinamika juga ditujukan untuk mendukung karakter pengendalian ketika motor melakukan manuver dan menikung.
CFMoto Bidik Persaingan Superbike Global
Pengembangan V4SR-RR menjadi bagian dari langkah CFMoto untuk memperkuat posisinya di industri sepeda motor berperforma tinggi. Pabrikan ini juga terus meningkatkan keterlibatannya dalam dunia balap, termasuk melalui rencana pengembangan aktivitas di ajang WorldSBK dan MotoGP.
Meski sejumlah spesifikasi performa telah mencuri perhatian, CFMoto belum mengumumkan detail teknis final maupun harga resmi V4SR-RR. Jadwal peluncuran dan negara tujuan pemasaran secara lengkap juga masih perlu menunggu pengumuman pabrikan.
Jika seluruh target pengembangan dapat diwujudkan pada versi produksi, CFMoto V4SR-RR berpotensi menjadi salah satu penantang baru di kelas superbike bermesin V4. Motor ini sekaligus memperlihatkan ambisi pabrikan China untuk bersaing melalui teknologi mesin, aerodinamika, dan komponen berstandar tinggi.

Motor
Yamaha RW 350 Debut di EICMA 2026, Skuter Adventure dengan DNA Ténéré dan XMAX
Yamaha menghadirkan konsep skuter dengan karakter berbeda melalui RW 350 di ajang EICMA 2026. Model ini menggabungkan kepraktisan skuter perkotaan dengan elemen desain dan kemampuan jelajah yang terinspirasi dari motor adventure Yamaha Ténéré. Kehadirannya juga memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan pengembangan skuter adventure berbasis keluarga XMAX pada masa mendatang.
Mengutip Motorradonline.de, Yamaha RW 350 dirancang untuk penggunaan harian di perkotaan sekaligus menghadapi jalur non-aspal ringan. Konsep tersebut memperlihatkan pendekatan baru Yamaha dalam mengembangkan skuter yang tidak hanya mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan, tetapi juga menawarkan fleksibilitas berkendara di berbagai kondisi jalan.
Rangka Underbone dan Suspensi Adventure
Salah satu bagian menarik RW 350 terdapat pada konstruksi rangkanya. Yamaha menggunakan rangka tabung tengah model underbone berbahan baja berkekuatan tinggi. Konfigurasi tersebut dirancang untuk memberikan fleksibilitas posisi berkendara sekaligus mempertahankan kepraktisan khas skuter.

Pada bagian depan, RW 350 menggunakan suspensi upside-down berdiameter 37 mm dengan travel 140 mm. Sementara bagian belakang mengandalkan dua peredam kejut yang dilengkapi pengaturan preload hingga tujuh tingkat.
Meski membawa karakter adventure, travel suspensi belakang RW 350 tercatat 105 mm. Angka tersebut lebih pendek dibandingkan Honda ADV 350 yang memiliki travel suspensi belakang 130 mm. Perbedaan ini menunjukkan bahwa RW 350 tetap mengutamakan karakter skuter perkotaan dengan kemampuan menghadapi jalan tidak rata dalam batas tertentu.
Mesin 327 cc dengan Tenaga 29,2 hp

Sektor dapur pacu Yamaha RW 350 mengandalkan mesin satu silinder OHC empat katup berkapasitas 327 cc. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 29,2 hp pada 7.000 rpm dan torsi puncak 31,5 Nm pada 5.750 rpm.
Menariknya, Yamaha menerapkan konstruksi penggerak yang berbeda dari skuter konvensional. Mesin dipasang secara tetap pada rangka, sementara modul CVT dan kopling sentrifugal menjadi bagian dari sistem lengan ayun.
Konfigurasi ini diklaim mampu mengurangi massa yang tidak ditopang suspensi atau unsprung mass. Dengan demikian, respons suspensi belakang berpotensi lebih optimal ketika roda menghadapi permukaan jalan yang tidak rata.

Mode Berkendara untuk Aspal dan Jalur Non-Aspal
Yamaha RW 350 menggunakan sistem ride-by-wire yang menghadirkan tiga pilihan mode berkendara. Mode Street ditujukan untuk penggunaan sehari-hari dan perjalanan di jalan raya, sementara mode Explore menawarkan pengaturan kontrol traksi lebih longgar untuk mendukung kebutuhan berkendara di luar jalan beraspal.
Mode Eco menjadi pilihan tambahan dengan karakter keluaran tenaga lebih rendah. Pengaturan ini ditujukan untuk membantu pengendara menghadapi kondisi jalan licin atau ketika membutuhkan respons tenaga yang lebih terkontrol.
Sektor kaki-kaki menggunakan pelek aluminium berukuran 16 inci di depan dan 14 inci di belakang. Yamaha memasangkan ban Dunlop D615 berukuran 120/70-16 pada roda depan serta 150/70-14 pada roda belakang.
Fitur Modern dan Kepraktisan Skuter
Untuk menunjang kebutuhan berkendara modern, RW 350 dilengkapi panel instrumen TFT 5 inci dengan tiga pilihan tampilan. Sistem pencahayaan sudah menggunakan LED penuh, sedangkan sektor keselamatan mendapat dukungan ABS dan kontrol traksi.
Fitur lainnya meliputi cruise control, soket pengisian USB-C, serta kompartemen bawah jok yang diklaim mampu menampung helm full-face. Kombinasi tersebut mempertahankan karakter praktis skuter, meski tampil dengan pendekatan desain yang lebih berorientasi adventure.

Dengan seluruh aksesori terpasang dan tangki bahan bakar penuh, bobot Yamaha RW 350 mencapai 192 kg. Yamaha sendiri belum mengumumkan harga maupun kepastian produksi massal model tersebut dalam gelaran EICMA 2026.
Apakah Menjadi Basis XMAX 250 Adventure?
Kehadiran RW 350 menarik perhatian karena menawarkan perpaduan karakter skuter sport dan motor adventure. Desain, suspensi, serta pengaturan berkendara yang dimilikinya membuka kemungkinan pengembangan segmen skuter dengan kemampuan jelajah lebih luas.
Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi bahwa RW 350 akan menjadi basis Yamaha XMAX 250 Adventure. Untuk saat ini, model tersebut lebih tepat dipandang sebagai konsep eksplorasi Yamaha terhadap skuter adventure yang menggabungkan kepraktisan perkotaan dengan kemampuan menghadapi jalur non-aspal ringan.
Jika nantinya dikembangkan menjadi produk produksi, RW 350 berpotensi menjadi salah satu pendekatan menarik Yamaha dalam memperluas karakter keluarga skuter MAXI ke arah adventure.
Event
Norton 450 Urban Debut di EICMA 2026, Naked Bike 454 cc untuk Harian dan Touring
Norton kembali memperluas lini produknya melalui kehadiran Norton 450 Urban di ajang EICMA 2026. Motor bergaya naked ini menjadi model baru yang menyasar segmen kelas menengah, dengan kombinasi karakter berkendara perkotaan, performa mesin 454 cc, serta kemampuan untuk menunjang perjalanan jarak jauh.
Norton 450 Urban dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara kelincahan dalam mobilitas harian dan kenyamanan ketika digunakan keluar kota. Model ini sekaligus menjadi bagian dari strategi Norton dalam memperluas pilihan motor bagi pengendara yang menginginkan karakter sporty dengan fleksibilitas penggunaan lebih luas.
Dua Varian, Road dan Robust
Norton 450 Urban tersedia dalam dua konfigurasi, yakni Road dan Robust. Varian Road mengusung karakter lebih berorientasi jalan raya dengan penggunaan roda berukuran 17 inci yang mendukung pengendalian serta kelincahan di berbagai kondisi aspal.
Sementara varian Robust tampil lebih siap menghadapi kondisi perjalanan yang beragam. Konfigurasi ini dilengkapi handguards atau pelindung tangan, fork guards untuk melindungi bagian garpu depan, nose fairing sebagai pelindung angin tambahan, serta spakbor berukuran lebih besar.
Perbedaan tersebut memberikan pilihan karakter bagi pengendara, mulai dari kebutuhan mobilitas harian hingga perjalanan luar kota yang membutuhkan perlindungan komponen dan kenyamanan tambahan.

Mesin 454 cc dengan Tenaga 47 hp
Sektor dapur pacu Norton 450 Urban mengandalkan mesin satu silinder berkapasitas 454 cc. Konfigurasi tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 47 hp pada 8.000 rpm dan torsi puncak 45 Nm pada 6.000 rpm.
Karakter tenaga dan torsi tersebut menjadi modal untuk menghadirkan respons mesin yang mendukung penggunaan sehari-hari, sekaligus memberikan performa memadai ketika menghadapi perjalanan dengan jarak lebih panjang.
Norton juga mengembangkan sasis berbahan aluminium untuk menunjang karakter berkendara yang lincah dan presisi. Penggunaan material tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan konstruksi motor, terutama untuk mendukung pengendalian serta karakter dinamis di berbagai kondisi jalan.
Suspensi KYB dan Cornering ABS

Pada sektor kaki-kaki, Norton 450 Urban menggunakan garpu depan KYB dengan pengaturan fully adjustable. Pengaturan suspensi ini memungkinkan karakter peredaman disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pengendara.
Salah satu perangkat keselamatan yang turut disematkan adalah Cornering ABS. Sistem pengereman tersebut dirancang untuk membantu menjaga kontrol pengereman ketika motor berada dalam posisi menikung, dengan mempertimbangkan kondisi kendaraan saat melakukan manuver.
Kombinasi sasis aluminium, suspensi yang dapat disesuaikan, serta dukungan sistem pengereman modern menjadi bagian dari pendekatan Norton dalam menghadirkan motor yang tidak hanya mengutamakan performa, tetapi juga kendali berkendara.
Norton Perluas Portofolio Motor
Kehadiran Norton 450 Urban melengkapi portofolio terbaru merek asal Inggris tersebut. Di segmen sport, Norton menghadirkan Manx R dan Manx, sedangkan kategori adventure-touring diperkuat Atlas dan Atlas GT yang menggunakan mesin parallel-twin 585 cc.
Dengan hadirnya 450 Urban, Norton menawarkan pilihan motor yang lebih fleksibel bagi pengendara yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan luar kota. Model ini menjadi representasi pendekatan Norton dalam membawa karakter desain dan rekayasa khas Inggris ke segmen naked bike kelas menengah.

-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
