Event
Peugeot Metropolis SW R 2027 Meluncur, Skuter 3 Roda 400 cc dengan Bagasi 76 Liter
PRANCIS – Peugeot memperkenalkan Metropolis SW R 2027, skuter roda tiga bermesin 400 cc yang menggabungkan desain sporty, performa mesin berkapasitas besar, dan kepraktisan untuk menunjang mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Salah satu daya tarik utama Peugeot Metropolis SW R 2027 adalah konfigurasi dua roda di bagian depan dan satu roda di belakang. Tata letak ini menjadi ciri khas skuter tiga roda Peugeot sekaligus menawarkan karakter berkendara yang berbeda dibandingkan skuter matik konvensional.
Dari sisi kepraktisan, model ini dibekali ruang penyimpanan berkapasitas 76 liter. Kapasitas tersebut menjadi nilai jual penting bagi pengendara yang membutuhkan ruang untuk membawa perlengkapan berkendara, barang bawaan, maupun kebutuhan perjalanan.
Tampil Sporty dengan Kombinasi Warna Kontras

Peugeot Metropolis SW R 2027 mengusung kombinasi warna Satin Snow White dan aksen Ultimate Red. Identitas sporty semakin kuat melalui logo R, sejumlah komponen berwarna hitam, serta jahitan merah pada jok.
Karakter desainnya juga diperkuat dengan setang terbuka dan windshield berukuran pendek. Perpaduan elemen tersebut memberikan tampilan yang tegas, dengan pendekatan desain yang menggabungkan kesan premium dan karakter skuter berperforma besar.
Selain tampilan, konfigurasi roda depan ganda menjadi bagian penting dari identitas Metropolis. Sistem ini dirancang untuk mendukung karakter berkendara khas skuter roda tiga, meskipun pengendara tetap perlu menyesuaikan diri dengan dimensi dan bobot kendaraan.
Mesin PowerMotion 400 cc, Tenaga 35,6 HP
Sektor dapur pacu mengandalkan mesin PowerMotion berkapasitas 400 cc yang menggunakan sistem pendingin cairan, empat katup, dan injeksi bahan bakar elektronik.
Berdasarkan spesifikasi yang diberikan, mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 35,6 hp pada 7.250 rpm, dengan torsi puncak 38,1 Nm. Karakter tenaga dan torsi ini menjadi modal untuk mendukung kebutuhan berkendara dengan kapasitas mesin besar.

Penyaluran tenaga menggunakan transmisi otomatis CVT. Sistem tersebut memungkinkan pengendara berakselerasi tanpa harus mengoperasikan tuas kopling atau memindahkan gigi secara manual, sebagaimana pada sepeda motor bertransmisi manual.
Kombinasi mesin 400 cc dan CVT menempatkan Metropolis SW R sebagai skuter yang menawarkan kemudahan pengoperasian sekaligus kapasitas performa lebih besar dibandingkan skuter perkotaan pada umumnya.
Bagasi 76 Liter dan Jarak Tempuh Sekitar 300 Km
Tidak hanya mengandalkan kapasitas mesin, Peugeot Metropolis SW R 2027 juga menawarkan kepraktisan melalui ruang penyimpanan sebesar 76 liter. Bagasi berkapasitas besar ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengendara yang sering membawa perlengkapan tambahan saat bepergian.
Untuk mendukung mobilitas, skuter ini dilengkapi tangki bahan bakar berkapasitas 13 liter. Jarak tempuh teoritisnya diklaim mencapai sekitar 300 kilometer, meskipun jarak aktual akan bergantung pada kondisi jalan, gaya berkendara, beban kendaraan, dan konsumsi bahan bakar.
Kombinasi bagasi lega dan kapasitas tangki tersebut membuat Metropolis SW R menarik bagi pengguna yang mengutamakan fungsi praktis dalam kendaraan bermesin besar.
Bobot 280 Kg, Perlu Pertimbangan untuk Mobilitas Perkotaan
Di balik keunggulan mesin dan ruang penyimpanannya, Peugeot Metropolis SW R 2027 memiliki bobot mencapai 280 kg. Angka tersebut perlu menjadi pertimbangan, terutama ketika kendaraan digunakan di jalan perkotaan yang padat, area parkir terbatas, atau kondisi yang mengharuskan pengendara sering bermanuver pada kecepatan rendah.
Karakter kendaraan roda tiga juga membutuhkan adaptasi, khususnya bagi pengendara yang sebelumnya terbiasa menggunakan skuter konvensional. Karena itu, kenyamanan dan kemudahan pengoperasian tetap perlu dinilai melalui pengalaman berkendara langsung.
Dengan mesin 400 cc, bagasi 76 liter, serta desain sporty, Peugeot Metropolis SW R 2027 menawarkan kombinasi performa dan kepraktisan dalam segmen skuter roda tiga. Model ini menarik bagi pengendara yang mencari kendaraan dengan kapasitas mesin besar dan ruang penyimpanan luas, dengan tetap mempertimbangkan dimensi serta bobotnya untuk penggunaan sehari-hari.
Event
Cuaca Ekstrem Batalkan Balapan MotoGP Australia 2026, Pole Position Veda Ega di Moto3 Tak Berlanjut ke Race
PHILLIP ISLAND – Balapan utama MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island resmi dibatalkan akibat kondisi cuaca buruk yang membahayakan keselamatan pembalap dan mengganggu operasional helikopter medis. Keputusan tersebut juga berdampak pada kelas Moto2 dan Moto3 yang sebelumnya telah lebih dahulu dibatalkan dari jadwal balapan Minggu.
Hujan deras, angin kencang, suhu dingin, serta jarak pandang terbatas menjadi faktor utama yang membuat penyelenggara tidak dapat melanjutkan rangkaian balapan. Keterbatasan jarak pandang turut memengaruhi kesiapan operasional helikopter medis, salah satu aspek penting dalam prosedur keselamatan pada ajang balap internasional.

Sebelum keputusan pembatalan diumumkan, sesi Warm Up MotoGP serta balapan Moto3 dan Moto2 juga tidak dapat digelar. Dengan kondisi lintasan dan cuaca yang terus memburuk, penyelenggara akhirnya memprioritaskan keselamatan seluruh pihak dibandingkan memaksakan perlombaan sesuai jadwal.
Hujan dan Angin Kencang Paksa Penyelenggara Ambil Keputusan
Cuaca di Phillip Island sebenarnya sempat mendukung rangkaian Grand Prix pada Jumat ketika kondisi lintasan relatif kering. Namun, hujan turun pada Sabtu pagi sebelum mereda menjelang Sprint Race MotoGP yang digelar pada sore hari.
Marc Marquez berhasil memenangi Sprint Race tersebut. Hasil itu membuat persaingan klasemen kejuaraan semakin menarik menjelang balapan utama hari Minggu.
Situasi berbeda terjadi pada hari perlombaan. Hujan deras dengan perkiraan curah hujan mencapai 15–35 milimeter, disertai angin kencang dan suhu rendah, meningkatkan tantangan bagi para pembalap maupun petugas di sirkuit.

Dalam kondisi seperti ini, genangan air dapat mengurangi daya cengkeram ban, meningkatkan risiko aquaplaning, dan membuat visibilitas pembalap semakin terbatas. Sementara itu, angin kencang dan jarak pandang yang buruk turut memengaruhi kesiapan layanan medis darurat.
Kesempatan Veda Ega Pratama Terhenti Sebelum Balapan
Pembatalan ini juga menjadi kabar kurang menggembirakan bagi pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. Sebelumnya, Veda berhasil mencatatkan pencapaian bersejarah dengan merebut pole position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island.
Pembalap muda Indonesia tersebut membukukan waktu tercepat 1 menit 35,299 detik pada sesi kualifikasi. Hasil itu menempatkannya di posisi start terdepan dan menjadi momentum penting bagi kiprah pembalap Tanah Air di kejuaraan dunia Moto3.
Namun, karena balapan Moto3 dibatalkan, Veda tidak memperoleh kesempatan untuk menerjemahkan posisi start tersebut menjadi hasil perlombaan. Pole position merupakan hasil kualifikasi, sedangkan posisi finis dan poin balapan hanya dapat ditentukan apabila perlombaan benar-benar berlangsung.
Meski demikian, pencapaian Veda di sesi kualifikasi tetap menjadi sorotan positif bagi motorsport Indonesia, sekaligus memperlihatkan potensinya bersaing di panggung Grand Prix.
Persaingan Kejuaraan Berlangsung di Tengah Ketidakpastian
Pembatalan balapan di Phillip Island terjadi ketika persaingan kejuaraan musim 2026 masih menjadi perhatian. Sebelum balapan utama, Marc Marquez disebut unggul 10 poin atas Jorge Martin dalam klasemen MotoGP, sementara Martin dipastikan absen setelah mengalami patah tulang lengan kanan dalam kecelakaan Sprint Race pada Sabtu.
Di kelas Moto3, Maximo Quiles juga telah memastikan gelar juara musim tersebut berdasarkan informasi yang tersedia. Sementara itu, persaingan di kelas Moto2 masih berlangsung ketat.
Tidak digelarnya balapan utama membuat akhir pekan Grand Prix Australia 2026 berakhir tanpa perlombaan MotoGP pada hari Minggu. Sebagai penutup, para pembalap MotoGP dijadwalkan menjalani farewell lap di belakang safety car sebagai bentuk perpisahan dengan Phillip Island.
Keputusan pembatalan ini menegaskan bahwa dalam motorsport, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Sebesar apa pun kepentingan perebutan poin dan gelar juara, kondisi lintasan serta kesiapan layanan medis menjadi pertimbangan yang tidak dapat dikompromikan.
Event
Yamaha Cup Race 2026 Sambangi Boyolali, 14 Kelas Balap dan Drag Battle Siap Meriahkan Sirkuit
BOYOLALI, JAWA TENGAH – Yamaha Cup Race (YCR) 2026 kembali menyapa penggemar balap motor di Pulau Jawa. Memasuki putaran ketiga, ajang balap yang menjadi bagian dari perjalanan panjang motorsport Yamaha di Indonesia ini digelar di Sirkuit Gokart Boyolali, Jawa Tengah, pada 17–18 Oktober 2026.
Setelah sebelumnya berlangsung di Sidrap, Sulawesi Selatan, dan Padang, Sumatera Barat, seri Boyolali menjadi kesempatan bagi para pembalap dari Jawa dan berbagai daerah lainnya untuk bersaing memperebutkan kemenangan. Kehadiran Yamaha Cup Race juga membawa atmosfer kompetisi sekaligus hiburan bagi komunitas dan penggemar Yamaha di wilayah Jawa Tengah.
Boyolali bukan lokasi baru bagi Yamaha Cup Race. Sirkuit Gokart Boyolali pernah menjadi tuan rumah ajang ini pada 2019, bertepatan dengan perayaan tiga dekade Yamaha Cup Race, kemudian kembali menggelar balapan pada 2020. Daerah ini juga dikenal melahirkan pembalap potensial, salah satunya Wahyu Nugroho yang kemudian berkiprah di level internasional.

Johannes B.M.S., General Manager CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), menyampaikan bahwa Yamaha Cup Race di Boyolali menghadirkan persaingan antarpembalap dan komunitas, sekaligus beragam aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung secara langsung.
14 Kelas Balap, dari Bebek hingga MAXi Race
Pada putaran Boyolali, Yamaha menyiapkan total 14 kelas balap yang mencakup kategori motor bebek dan MAXi Race. Kelas-kelas tersebut dirancang untuk menghadirkan persaingan dari berbagai tingkat kemampuan, mulai dari kategori pemula hingga expert, serta kelas komunitas dan media.
Kategori utama YCR menghadirkan persaingan motor Yamaha MX King 150 melalui kelas tune-up expert, novice, dan rookie. Selain itu, tersedia kelas bebek 130 cc empat langkah, serta beberapa kelas bebek dua langkah dengan spesifikasi dan tingkat persaingan berbeda.
Empat kategori MAXi Race turut melengkapi agenda, yaitu:
- YCR 11: MAXi 155 cc Standard Community – YIMM Bike.
- YCR 12: MAXi 155 cc Media vs KOL – YIMM Bike.
- YCR 13: MAXi 155 cc Semi Pro Open.
- YCR 14: MAXi 250 cc Community Open.
Kehadiran kelas MAXi memperluas format kompetisi Yamaha Cup Race, tidak hanya berfokus pada balap motor bebek, tetapi juga memberi ruang bagi pengguna dan komunitas MAXi Yamaha untuk merasakan atmosfer persaingan di lintasan.
Yamalube Turbo Matic Drag Battle Hadir dengan 8 Kelas
Selain balap sirkuit, pengunjung juga dapat menyaksikan Yamalube Turbo Matic Drag Battle (YTMDB) yang menghadirkan delapan kategori. Format ini menyuguhkan persaingan akselerasi dalam berbagai kelas motor, mulai dari kategori khusus Aerox Turbo hingga kelas MAXi dengan spesifikasi berbeda.
Delapan kelas YTMDB meliputi Aerox Turbo FFA YIMM Bike, Aerox Alpha SMK Bracket 4, Matic Open Bracket 4, Bebek 2 Tak dan 4 Tak Mix Open Bracket 4, NMAX–Aerox–LEXi Open YIMM Bike FFA, Dynamic MAXi 155 cc Open FFA, Dynamic MAXi 250 cc Open FFA, serta Dynamic MAXi Class On Track untuk KOL dan media.
Salah satu unsur menariknya adalah keterlibatan siswa SMK binaan Yamaha melalui kategori yang dirancang untuk memberikan pengalaman di dunia balap. Aktivitas tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal kompetisi secara langsung sekaligus mendekatkan dunia pendidikan vokasi dengan industri otomotif.
Bukan Hanya Balapan, Ada Aktivitas Komunitas dan Hiburan
Yamaha Cup Race Boyolali juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung di luar lintasan. Pengunjung dapat mengikuti atau menyaksikan aktivitas seperti sunmori, hiburan, kompetisi antarsekolah SMA/SMK, kontes modifikasi MX King yang melibatkan SMK binaan Yamaha, bazar UMKM, zumba, hingga kompetisi dance.
Area pameran juga menyediakan booth yang menampilkan produk-produk unggulan Yamaha. Beragam aktivitas ini menjadikan Yamaha Cup Race sebagai agenda yang menggabungkan kompetisi motorsport, kegiatan komunitas, edukasi, dan hiburan bagi pengunjung.
Penyelenggaraan seri Boyolali didukung sejumlah sponsor, antara lain ENEOS, Yamalube, KYB, Yuasa, GS Astra, Aspira Premio, Ulti-X, IRC Tire, NGK, YES24, Alam Teknik, Cargloss, Mega Cools & Service, serta SKY atau Service Kunjung Yamaha.
Balapan Bisa Disaksikan melalui YouTube Yamaha Racing Indonesia
Bagi penggemar yang tidak dapat hadir langsung ke Sirkuit Gokart Boyolali, jalannya seri ketiga Yamaha Cup Race 2026 dapat disaksikan melalui siaran langsung di kanal YouTube Yamaha Racing Indonesia, @yamaharacingidn.

Dengan kombinasi 14 kelas balap, delapan kategori drag battle, serta aktivitas komunitas dan hiburan, seri Boyolali menjadi salah satu agenda penting Yamaha Cup Race tahun ini. Ajang ini sekaligus memberikan ruang bagi pembalap, komunitas, dan penggemar untuk menikmati atmosfer motorsport Yamaha di Jawa Tengah.
Event
Pelor Angin, Motor Kustom Asal Madura yang Sabet Piala Raja KUSTOMFEST 2026
Keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk melahirkan karya kustom berkualitas. Hal tersebut dibuktikan Ajies, builder asal Madura, Jawa Timur, melalui motor kustom bernama Pelor Angin yang mencuri perhatian di KUSTOMFEST 2026 – HIGH OCTANE.
Berbasis Honda CB150R tahun 2013, Pelor Angin tampil dengan gaya boardtracker yang memadukan material logam, sentuhan krom, dan elemen kayu. Bukan sekadar mengubah tampilan motor produksi massal, Ajies merancang konsep serta desainnya sendiri dengan berbekal kegemaran menggambar dan melukis.

Hasilnya, Pelor Angin berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan, termasuk Champion Kustom Bike Show Nitro Head Free for All. Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Ajies, terlebih KUSTOMFEST merupakan pengalaman pertamanya mengikuti ajang kustom berskala besar.
Berangkat dari Hobi Menggambar dan Melukis
Bagi Ajies, proses membangun motor kustom dimulai dari sebuah gagasan yang dituangkan ke dalam gambar. Ia percaya desain yang dibuat di atas kertas dapat diwujudkan menjadi sebuah motor dengan karakter visual yang kuat.
“Saya suka menggambar dan melukis, jadi desainnya saya buat sendiri. Menurut saya, apa yang kita gambar bisa diwujudkan menjadi motor sungguhan,” ujar Ajies.
Pendekatan tersebut terlihat pada Pelor Angin yang menggabungkan gaya boardtracker dengan penggunaan material logam dan kayu. Perpaduan ini memberikan karakter berbeda sekaligus memperlihatkan bagaimana kreativitas personal menjadi bagian penting dalam dunia kustom kulture.
Menariknya, sebelum mengikuti KUSTOMFEST, Ajies tidak memasang target berlebihan. Ia hanya berharap Pelor Angin dapat lolos hingga tahap akhir penilaian. Namun, hasil yang diraih justru melampaui ekspektasinya.
Enam Penghargaan untuk Pelor Angin
Penampilan Pelor Angin mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak di KUSTOMFEST 2026. Motor karya Ajies tersebut meraih enam penghargaan, yaitu Chopper Journal Pick, Custom Works Zon Pick, Cheetah 4D Pick, Best of Honda, dan Champion Kustom Bike Show Nitro Head Free for All, serta satu penghargaan lain

nya yang belum disebutkan secara terperinci dalam informasi yang tersedia.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa karya builder dari daerah dengan fasilitas terbatas tetap memiliki peluang untuk bersaing di panggung kustom nasional.
Bagi Ajies, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan terhadap hasil akhir sebuah motor. Ada proses panjang, eksperimen desain, dan usaha mandiri yang menjadi bagian dari perjalanan Pelor Angin hingga tampil di ajang tersebut.
Detail Belakang Motor Dibuat dari Nol
Salah satu bagian paling menantang dalam proses pembangunan Pelor Angin adalah area belakang motor. Ajies membuat komponen dengan bentuk menyerupai gearbox motor matik, tetapi bagian tersebut dirancang dan dibuat sendiri, bukan menggunakan atau memodifikasi komponen gearbox motor matik.
Bentuknya disesuaikan dengan konsep racing atau protector yang ingin ditampilkan. Detail ini memperlihatkan pendekatan Ajies dalam menerjemahkan ide desain menjadi bentuk nyata, sekaligus menghadirkan identitas visual yang membedakan Pelor Angin dari motor kustom lainnya.
Dalam dunia kustom, pengerjaan detail seperti ini membutuhkan perencanaan bentuk, pengukuran, dan penyesuaian agar komponen tetap selaras dengan keseluruhan desain motor.
Filosofi Nama Pelor Angin
Nama Pelor Angin juga memiliki cerita yang erat dengan identitas Madura. Ajies terinspirasi dari sapi karapan bernama Pelor Angin yang dikenal karena kecepatannya, serta konsep senapan angin.
Dua inspirasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa desain melalui perpaduan material logam dan kayu. Hasilnya bukan hanya motor dengan bentuk yang berbeda, tetapi juga karya yang membawa cerita dan interpretasi personal dari sang builder.
Sebelum membangun Pelor Angin, Ajies telah mengerjakan sejumlah motor pelanggan. Namun, sebagian besar proyek sebelumnya berupa modifikasi, bukan pembuatan motor kustom dari awal dengan konsep khusus. Ia menyebut Gagak Rimang dan Pelor Angin sebagai dua karya yang dibangun dengan pendekatan tersebut.
Keterbatasan Bengkel Tidak Menghentikan Kreativitas

Di balik pencapaian Pelor Angin, perjalanan pengerjaannya tidak selalu berjalan mulus. Proyek ini sempat tertunda akibat pandemi COVID-19. Setelah mendapat dukungan dari Bebek Sinjai, pengerjaan kembali dilakukan secara intensif selama sekitar dua bulan hingga motor siap tampil.
Tantangan lainnya datang dari fasilitas bengkel F.Art 32 yang masih sangat terbatas. Ajies mengaku peralatan yang tersedia bahkan hanya gerinda tangan. Untuk proses pengelasan, ia harus pergi ke tempat lain dan mengerjakannya sendiri karena belum memiliki mesin las.
Keterbatasan alat dan biaya menjadi tantangan tersendiri, terutama karena perkembangan ekosistem motor kustom di daerah asalnya belum sebesar di sejumlah kota lain. Meski begitu, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berkarya.
Ke depan, Ajies ingin terus mempertahankan karakter desainnya sekaligus mencoba membangun motor dengan kapasitas mesin yang lebih besar. Baginya, kemauan untuk terus belajar dan berkarya menjadi modal penting untuk mengembangkan kemampuan di dunia kustom.
Kisah Pelor Angin menunjukkan bahwa karya kustom tidak selalu lahir dari bengkel dengan fasilitas lengkap. Kreativitas, ketekunan, dan keberanian mewujudkan ide dapat menjadi bekal untuk membawa karya dari daerah menuju panggung yang lebih luas.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
