Connect with us

Mobil

Sebelum Kendaraan Jadi Seonggok Besi Akibat Nunggak Pajak 5+2, Inilah Langkah yang Harus Dilakukan

Published

on

Sebelum kendaraan menjadi seonggok besi karena nunggak pajak selama 5+2 tahun, akan diberikan peringatan sebanyak tiga kali. Kendaraan yang mengabaikan pembayaran pajak selama dua tahun berturut-turut setelah masa STNK-nya habis akan mengalami penghapusan data. Penghapusan data ini menyebabkan kendaraan tidak lagi sah digunakan di jalan dan hanya dapat menjadi pajangan di rumah. Meskipun demikian, sebelum data kendaraan dihapus, pihak kepolisian akan memberikan peringatan sebanyak tiga kali, sesuai dengan ketentuan dalam pasal 85 Peraturan Polri No. 7 tahun 2021.

“Sebelum penghapusan dari daftar Regident Ranmor berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (3), Unit Pelaksana Regident Ranmor menyampaikan:
a. Peringatan pertama, 3 (tiga) bulan sebelum melakukan penghapusan data Regident Ranmor
b. Peringatan kedua untuk jangka waktu 1 bulan sejak peringatan pertama, apabila pemilik ran,or tidak memberikan jawaban/tanggapan, dan
c. Peringatan ketiga untuk jangka waktu 1 bulan sejak peringatan kedua, apabila pemilik ranmor tidak memberikan jawaban/tanggapan,” demikian bunyi aturannya.

Jika peringatan ketiga tidak diindahkan setelah satu bulan, data kendaraan akan dihapus secara langsung. Untuk mencegah hal tersebut, penting untuk patuh membayar pajak. Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi memberikan peringatan kepada masyarakat agar membayar pajak kendaraan guna menghindari status ilegal dan agar kendaraan tetap dapat digunakan di jalan.

“Amanat UU Lalu lintas pasal 74 ini, artinya saya hanya ingin mengingatkan pada kita semua untuk tercapainya tertib data kepemilikan lengkapnya itu 5 plus 2, lima kali tidak bayar pajak STNK itu berarti jadi kosong plus 2 nya ini sudah tidak bisa lagi dicatat dimana,”terang Firman dilansir laman Divisi Humas Polri.

Penting untuk diketahui bahwa ketentuan penghapusan data kendaraan, seperti yang dijelaskan oleh Firman, telah diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 74 Ayat 2. Pasal tersebut menyebutkan bahwa penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dapat dilakukan, antara lain, jika pemilik kendaraan bermotor tidak melakukan registrasi ulang setidaknya dua tahun setelah masa berlaku STNK habis.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

GIIAS Surabaya 2026 Makin Besar, Hadirkan 37 Merek dan Tiket Mulai Rp15 Ribu

Published

on

By

Pameran otomotif GIIAS Surabaya 2026 siap kembali menyapa masyarakat Jawa Timur dengan skala penyelenggaraan yang lebih besar. Tahun ini, pameran menghadirkan area yang lebih luas sekaligus mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan GIIAS Surabaya.

Sebanyak 37 merek kendaraan dari berbagai segmen akan ambil bagian dalam pameran. Pesertanya mencakup merek mobil penumpang, kendaraan komersial, hingga sepeda motor. Penambahan satu hall baru juga membuat area pameran GIIAS Surabaya 2026 semakin luas dan memberikan ruang lebih besar bagi peserta untuk menampilkan produk serta teknologi terbaru mereka.

Dari sektor kendaraan penumpang, tercatat ada 26 merek yang berpartisipasi, yakni BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, JEEP, JETOUR, KIA, Leap Motor, Lepas, Mazda, Mitsubishi Motors, Polytron, Suzuki, Toyota, VinFast, Wuling, dan X-PENG.

Sementara dari kendaraan komersial, Foton menjadi merek yang ikut ambil bagian. Adapun segmen roda dua akan diramaikan oleh Aprilia, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa.

Tidak hanya menampilkan jajaran kendaraan yang sudah dipasarkan, GIIAS Surabaya 2026 juga akan membawa sejumlah model terbaru yang sebelumnya diperkenalkan dalam GIIAS 2026 di BSD. Pengunjung berkesempatan melihat langsung berbagai model baru sekaligus mengeksplorasi teknologi kendaraan yang ditawarkan masing-masing merek.

Kehadiran sejumlah merek kendaraan listrik juga menjadi salah satu daya tarik pameran. Perkembangan elektrifikasi di Indonesia akan menjadi bagian dari ekosistem yang ditampilkan, sehingga pengunjung dapat melihat lebih dekat perkembangan teknologi mobilitas listrik dari berbagai produsen.

Harga Tiket GIIAS Surabaya 2026

Buat pengunjung yang ingin datang, tiket GIIAS Surabaya 2026 dapat dibeli melalui aplikasi Auto360.

Pada periode Presale 2 yang berlangsung 19–21 Agustus 2026, tiket dibanderol Rp15.000 untuk kunjungan weekdays dan Rp20.000 untuk weekend.

Selanjutnya, tiket reguler tersedia mulai 22–30 Agustus 2026 melalui aplikasi Auto360. Harganya Rp25.000 untuk weekdays dan Rp40.000 untuk weekend.

Pengunjung yang memilih membeli tiket langsung di lokasi juga dapat menggunakan opsi on-the-spot. Harga tiketnya dipatok Rp35.000 untuk weekdays dan Rp50.000 untuk weekend.

Dengan pilihan harga tersebut, pengunjung memiliki beberapa opsi untuk menyesuaikan waktu dan metode pembelian tiket sebelum datang ke area pameran.

Bukan Sekadar Pameran Kendaraan

GIIAS Surabaya 2026 tidak hanya menghadirkan kendaraan baru. Pameran ini juga menjadi salah satu ruang bagi industri otomotif untuk memperkenalkan teknologi, inovasi, serta perkembangan ekosistem kendaraan listrik kepada masyarakat.

Penyelenggaraan tahun ini turut didukung Astra Credit Companies dan Toyota Astra Finance sebagai Platinum Financial Partner. Selain itu, terdapat EV Ecosystem Powered by PLN Mobile serta sejumlah sponsor dan partner lainnya.

Dengan jumlah merek yang mencapai 37 peserta dan area pameran yang diperluas, GIIAS Surabaya 2026 diprediksi menjadi salah satu agenda otomotif yang menarik perhatian para penggemar kendaraan di Jawa Timur.

Bagi pecinta otomotif, ini menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat mobil dan motor terbaru, membandingkan teknologi antar-merek, sekaligus mengikuti perkembangan industri otomotif yang semakin bergerak menuju elektrifikasi.

Jadi, sebelum berangkat ke lokasi, pastikan sudah menentukan tanggal kunjungan dan memilih kategori tiket yang sesuai. GIIAS Surabaya 2026 siap membawa lebih banyak kendaraan, teknologi, dan pengalaman otomotif dalam satu area pameran.

Continue Reading

Mobil

Honda Zoomer e: 2027 Meluncur, Skuter Listrik Mungil Kini Dibekali TCS

Published

on

By

Honda kembali menghadirkan model unik di segmen kendaraan listrik melalui Zoomer e: 2027. Skuter listrik ini diperkenalkan oleh Wuyang-Honda di China dengan tetap mempertahankan DNA desain khas keluarga Zoomer yang dikenal nyentrik, minimalis, dan memiliki tampilan mekanis.

Meski dimensinya ringkas, Honda Zoomer e: 2027 justru membawa sejumlah fitur yang cukup menarik. Salah satunya adalah Traction Control System atau TCS, fitur yang membantu menjaga traksi roda belakang saat pengendara membuka akselerasi, terutama ketika melintasi permukaan jalan dengan tingkat grip yang rendah.

Dengan bobot hanya 54,5 kg, tinggi jok 728 mm, serta pilihan jarak tempuh hingga 105 km, Zoomer e: 2027 dirancang sebagai kendaraan listrik perkotaan yang ringan dan mudah dikendalikan. Desainnya yang ikonik dipadukan dengan teknologi modern membuat motor listrik ini tampil berbeda dari kebanyakan skuter listrik kompak.

Desain Khas Zoomer dengan Rangka Terbuka

Secara tampilan, Honda Zoomer e: 2027 masih membawa karakter khas keluarga Zoomer. Bagian depan mengusung desain kotak dengan dua lampu utama berbentuk bulat yang langsung memberikan identitas unik.

Salah satu daya tarik utamanya terletak pada penggunaan rangka baja tubular yang dibuat terbuka. Selain memberikan kesan mekanis dan kokoh, desain tersebut juga membuka peluang bagi pemilik untuk melakukan personalisasi menggunakan berbagai aksesori.

Karakter urban adventure semakin terasa melalui penggunaan ban lebar dengan pola tapak yang agresif. Honda juga menggunakan setang terpisah dan panel instrumen LCD berbentuk bulat yang menyatu dengan konsep desain lampu depan.

Skuter Listrik Kecil dengan Fitur TCS

Salah satu hal yang membuat Honda Zoomer e: 2027 menarik adalah kehadiran Traction Control System. Fitur ini membantu menjaga roda belakang tetap mendapatkan traksi ketika motor berakselerasi.

Selain TCS, sistem pengereman sudah menggunakan cakram pada roda depan dan belakang. Honda juga menyematkan sensor standar samping untuk membantu mencegah motor bergerak ketika standar belum dilipat.

Sektor kenyamanan turut mendapat perhatian melalui suspensi belakang yang dapat diatur hingga lima tingkat. Pengendara dapat menyesuaikan karakter suspensi sesuai kondisi jalan maupun beban yang dibawa.

Bobot Ringan, Jarak Tempuh Hingga 105 Km

Honda Zoomer e: 2027 menggunakan motor listrik dengan daya maksimum 400W dan kecepatan tertinggi 25 km/jam. Angka tersebut disesuaikan dengan regulasi kendaraan listrik yang berlaku di pasar China.

Tersedia dua pilihan baterai. Varian pertama menggunakan baterai 48V 24Ah dengan jarak tempuh sekitar 80 km. Sementara varian tertinggi dibekali baterai 48V 30Ah yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 105 km dalam sekali pengisian.

Fitur lainnya juga cukup lengkap untuk kendaraan listrik kompak, mulai dari sistem kunci pintar Wi-Fi LINK, konektivitas aplikasi dan Bluetooth, cruise control, fitur bantuan dorong, hingga port USB untuk mengisi daya perangkat.

Di China, Honda Zoomer e: 2027 dipasarkan mulai 5.999 RMB atau sekitar Rp15 jutaan untuk varian baterai 48V 24Ah. Sementara versi 48V 30Ah dibanderol sekitar 6.699 RMB atau setara Rp16 jutaan.

Dengan desain khas, bobot super ringan, fitur TCS, hingga jarak tempuh lebih dari 100 km, Honda Zoomer e: 2027 menjadi salah satu skuter listrik unik yang menarik perhatian. Jika suatu saat masuk ke Indonesia, menurut kalian apakah Zoomer e: bisa menjadi pilihan menarik untuk mobilitas perkotaan?

Continue Reading

Event

Bosch Tampilkan Teknologi Keselamatan Pintar di GIIAS 2026, Begini Cara Kerja Sistem Sense, Think, dan Act

Published

on

By

Keselamatan berkendara menjadi salah satu fokus utama dalam perkembangan industri otomotif modern. Melalui GIIAS 2026, Bosch Indonesia memperkenalkan teknologi keselamatan terbaru yang dirancang untuk membantu pengemudi mendeteksi potensi bahaya, mengambil keputusan lebih cepat, hingga mengurangi risiko kecelakaan melalui sistem cerdas berbasis sensor.

Tiga Tahap Kerja Teknologi Keselamatan Bosch

Di Booth Safety & Advanced Technology, Bosch mendemonstrasikan konsep Sense, Think, dan Act, sebuah sistem yang menjadi fondasi berbagai teknologi keselamatan aktif (Active Safety) pada kendaraan modern.

Tahap pertama adalah Sense, di mana kendaraan memanfaatkan kombinasi Multi-Purpose Camera, Radar Sensor, dan Ultrasonic Sensor untuk memantau lingkungan sekitar secara real-time. Kamera berfungsi mengenali marka jalan, kendaraan, pejalan kaki, maupun objek lain di depan mobil. Radar menghitung jarak dan kecepatan kendaraan di sekitar, sedangkan sensor ultrasonik mendeteksi objek pada area dekat kendaraan, terutama saat parkir atau bermanuver.

Seluruh data tersebut kemudian diteruskan ke tahap Think. Pada proses ini, sistem komputasi kendaraan mengolah seluruh informasi dalam hitungan milidetik untuk menganalisis kondisi lalu lintas, memprediksi potensi tabrakan, serta menentukan tindakan paling tepat sebelum pengemudi sempat bereaksi.

Jika sistem mendeteksi risiko benturan yang tinggi, maka tahap Act akan bekerja melalui teknologi Integrated Power Brake. Sistem ini membantu memberikan tekanan pengereman secara otomatis sebagai bentuk asistensi kepada pengemudi. Teknologi tersebut tidak mengambil alih kendali kendaraan, melainkan membantu mengurangi kecepatan sehingga dampak kecelakaan dapat diminimalkan.

Keselamatan Aktif Menjadi Standar Kendaraan Masa Depan

Director of Mobility Solution Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi otomotif kini tidak lagi hanya berfokus pada penambahan fitur, tetapi bagaimana sistem tersebut mampu memberikan bantuan yang tepat pada waktu yang tepat.

Menurutnya, meningkatnya kompleksitas lalu lintas membuat teknologi keselamatan aktif menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara.

Konsep ini juga sejalan dengan target Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendorong peningkatan standar keselamatan kendaraan secara global pada tahun 2030. Di Indonesia, upaya tersebut turut diperkuat melalui Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang menempatkan keselamatan kendaraan sebagai salah satu pilar utama transportasi nasional.

Edukasi Keselamatan dan Program Sosial Bosch

Selain memperagakan teknologi keselamatan modern, Bosch juga mengedukasi pengunjung mengenai pentingnya melakukan perawatan kendaraan secara berkala agar seluruh sistem keselamatan tetap bekerja secara optimal.

Bosch turut menghadirkan berbagai produk aftermarket seperti wiper, busi, filter, lampu, klakson, hingga komponen otomotif lainnya yang berperan mendukung keselamatan berkendara sehari-hari.

Tak hanya itu, Bosch juga menggelar program sosial selama GIIAS 2026. Setiap pembelian satu pasang Bosch Advantage maupun Clear Advantage Wiper akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung peremajaan 100 unit ambulans di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan layanan keselamatan masyarakat.

Continue Reading

Trending