Connect with us

Electric Vehicle

Velca Vortex Black Edition, Motor Listrik Spanyol Serba Hitam yang Cuma Dibuat 30 Unit

Published

on

Pasar motor listrik kembali kedatangan model eksklusif. Pabrikan asal Spanyol, Velca, memperkenalkan Vortex Black Edition sebagai versi terbatas dari motor listrik Vortex yang tampil lebih gelap, agresif, dan eksklusif.

Sesuai namanya, Velca Vortex Black Edition mengusung tampilan serba hitam. Namun daya tarik utamanya bukan hanya soal warna. Motor listrik ini diproduksi sangat terbatas, hanya 30 unit, sebagai penanda pencapaian penjualan lebih dari 180 unit Velca Vortex standar di pasar Spanyol.

Meski mendapat identitas baru, sektor performanya tetap mengandalkan basis yang sama dengan Velca Vortex versi standar. Artinya, Black Edition lebih difokuskan sebagai model eksklusif dengan sentuhan visual dan perlengkapan tambahan, bukan versi yang mendapat peningkatan tenaga.

Velca Vortex Black Edition dibekali motor listrik dengan tenaga puncak mencapai 13 kW atau sekitar 17,4 dk. Sementara tenaga nominalnya berada di angka 8 kW. Berkat konfigurasi tersebut, motor listrik ini diklaim mampu melaju hingga kecepatan maksimum 130 km/jam.

Sumber energinya berasal dari baterai lithium-ion CATL NMC berkapasitas 8,2 kWh. Paket baterai tersebut memiliki bobot sekitar 46 kg dan diklaim mampu membawa Vortex Black Edition menempuh jarak hingga 180 km dalam sekali pengisian, tergantung kondisi penggunaan.

Untuk pengisian daya, baterainya membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam menggunakan sistem pengisian 72V/25A dengan charger terintegrasi. Velca juga menyebut baterai tersebut dirancang untuk mampu melewati hingga 1.000 siklus pengisian sebelum mengalami penurunan performa yang signifikan.

Secara dimensi, Velca Vortex Black Edition memiliki panjang 2.100 mm, lebar 850 mm, dan tinggi 1.100 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 1.410 mm. Bobot motor tercatat 150 kg tanpa baterai, sedangkan ketika baterai terpasang, total bobotnya mencapai 196 kg.

Untuk sektor kaki-kaki, bagian depan menggunakan ban Kenda semi hot-melt berukuran 120/80-16. Sementara roda belakang menggunakan ukuran lebih lebar, yakni 150/80-15. Sistem pengereman mengandalkan cakram dengan dukungan ABS untuk membantu meningkatkan keamanan saat berkendara.

Sebagai edisi khusus, Velca memberikan sejumlah perlengkapan tambahan. Mulai dari standar samping, sandaran jok belakang, hingga panel penutup jok untuk memberikan konfigurasi single seater. Setiap unit juga dibekali pelat khusus bernomor sebagai identitas eksklusif dari Black Edition.

Fitur modern juga tetap menjadi bagian dari paketnya. Velca Vortex Black Edition memiliki layar TFT 5 inci, konektivitas Bluetooth dan Wi-Fi, port USB-A serta USB-C, remote start, alarm, hingga kontrol dengan lampu latar.

Dengan produksi hanya 30 unit, Velca Vortex Black Edition lebih dari sekadar motor listrik dengan warna baru. Performa 13 kW, kecepatan maksimum 130 km/jam, baterai 8,2 kWh, serta identitas edisi terbatas membuatnya menjadi salah satu motor listrik asal Spanyol yang menarik perhatian.

Di pasar Spanyol, Velca Vortex Black Edition ditawarkan dengan harga €7.290 atau sekitar Rp150 jutaan. Sebuah angka yang sepadan dengan statusnya sebagai motor listrik eksklusif yang hanya bisa dimiliki oleh segelintir orang.

Electric Vehicle

Presiden Prabowo Luncurkan MoLiNas, Dorong Kemandirian Industri Motor Listrik Nasional

Published

on

By

Indonesia kembali mengambil langkah dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Motor Listrik Nasional atau MoLiNas, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi sekaligus membangun ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.

MoLiNas tidak hanya berbicara soal menghadirkan motor listrik sebagai alat transportasi alternatif. Program ini membawa arah yang lebih luas, mulai dari pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas industri nasional, hingga kolaborasi antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, pelaku usaha, dan dunia akademis.

Melalui pengembangan ekosistem tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar bagi produk kendaraan listrik, tetapi juga memiliki kemampuan lebih besar dalam membangun dan mengembangkan teknologi kendaraan listrik secara mandiri.

Presiden Tinjau Produksi Motor Listrik

Dalam agenda peluncuran, Presiden Prabowo meninjau langsung proses produksi motor listrik sebelum mengunjungi area ekspo yang menampilkan berbagai bagian dari ekosistem kendaraan listrik.

Salah satu momen yang turut menjadi perhatian adalah penandatanganan plakat produksi 20 ribu unit motor listrik ALVA. Hal tersebut menjadi gambaran perkembangan industri roda dua listrik yang mulai membangun kapasitas produksi di Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyebut peluncuran MoLiNas sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Menurutnya, pengembangan motor listrik nasional membutuhkan sinergi dari berbagai sektor agar Indonesia mampu meningkatkan peran industri dalam negeri dalam rantai pengembangan kendaraan listrik.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan MoLiNas

Pengembangan MoLiNas melibatkan kerja sama antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, pengusaha nasional, hingga kalangan akademisi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan Indonesia, khususnya dalam pengembangan teknologi dan riset.

Presiden Prabowo menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun daya saing sebuah negara di era modern.

Konsep tersebut juga sejalan dengan gagasan Indonesia Incorporated, di mana berbagai elemen bangsa bergerak bersama untuk membangun kekuatan industri nasional.

Dalam industri otomotif, kolaborasi menjadi faktor penting karena pengembangan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada produksi kendaraan. Ada berbagai sektor pendukung yang harus berkembang secara bersamaan, mulai dari teknologi baterai, komponen, sistem penggerak, infrastruktur, hingga sumber daya manusia.

Bukan Hanya Jual Motor Listrik

Kehadiran MoLiNas menjadi bagian dari arah transformasi industri kendaraan listrik Indonesia. Pemerintah ingin mendorong industri nasional agar tidak hanya menjadi konsumen atau pasar kendaraan listrik dari luar negeri.

Target jangka panjangnya adalah meningkatkan kemampuan industri dalam negeri untuk memiliki peran yang lebih besar dalam pengembangan teknologi serta ekosistem kendaraan listrik.

Jika ekosistem tersebut terus berkembang, industri motor listrik nasional berpotensi memberikan nilai tambah yang lebih besar, memperkuat ketahanan energi, sekaligus membuka peluang baru bagi industri komponen dan teknologi otomotif Indonesia.

MoLiNas pun menjadi langkah penting dalam perjalanan industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi. Tantangan berikutnya adalah bagaimana program tersebut dapat berkembang menjadi ekosistem yang kuat, kompetitif, dan mampu menghadirkan produk berkualitas yang semakin mudah dijangkau masyarakat.

Continue Reading

Electric Vehicle

VinFast Rasad Dipatenkan di India, Maxi-Scooter Listrik Baru Siap Tantang NMAX

Published

on

By

JAKARTA – Persaingan di segmen skutik listrik mulai semakin ramai. Produsen otomotif asal Vietnam, VinFast, terindikasi tengah menyiapkan produk baru bernama Rasad, sebuah maxi-scooter listrik yang diproyeksikan menyasar pasar kendaraan roda dua elektrifikasi di kawasan Asia.

Indikasi tersebut muncul setelah desain VinFast Rasad terdeteksi dalam dokumen paten desain di India. Sebelumnya, model ini telah diperkenalkan secara global pada awal 2026 bersamaan dengan penyegaran portofolio kendaraan roda dua VinFast.

Kehadiran Rasad menarik perhatian karena desainnya membawa karakter maxi-scooter dengan bodi besar dan agresif. Secara proporsi, bentuknya sekilas mengingatkan pada skutik populer seperti Yamaha NMAX, meski VinFast mengembangkan bahasa desainnya sendiri.

Desain Gambot dengan Karakter Sporty

Berdasarkan gambar paten yang beredar, VinFast Rasad mengusung desain dengan garis bodi tajam dan berotot. Bagian depan terlihat memiliki profil cukup besar dengan windscreen tinggi yang mendukung karakter touring.

Sektor kaki-kaki juga dibuat untuk menunjang karakter maxi-scooter. Rasad menggunakan rem cakram di roda depan dan belakang, suspensi depan teleskopik, serta suspensi belakang model twin shock absorber.

Posisi berkendara didukung jok model bertingkat dengan area duduk yang terlihat cukup lapang. Kombinasi tersebut membuat Rasad tidak hanya mengedepankan tampilan, tetapi juga mengarah pada kebutuhan mobilitas jarak menengah hingga perjalanan yang lebih jauh.

Motor Listrik Mid-Mounted 7,1 kW

Menariknya, VinFast Rasad disebut akan menggunakan sistem penggerak listrik dengan motor mid-mounted, atau ditempatkan di area tengah kendaraan.

Berdasarkan laporan media Vietnam, motor listrik tersebut diklaim mampu menghasilkan tenaga puncak hingga 7,1 kW. Kecepatan maksimumnya diperkirakan mencapai 100 km/jam.

Angka tersebut membuat Rasad memiliki karakter performa yang cukup menarik untuk sebuah maxi-scooter listrik. Namun, VinFast hingga saat ini belum mengungkap secara lengkap kapasitas baterai, jarak tempuh, sistem pengisian daya, maupun spesifikasi torsi motor listriknya.

Bidik Peluncuran Global Akhir 2026

Pendaftaran desain di India menjadi sinyal bahwa VinFast mulai mempersiapkan ekspansi Rasad ke pasar yang lebih luas.

VinFast sendiri disebut menargetkan peluncuran global Rasad pada kuartal keempat 2026. Jika terealisasi, Rasad akan menjadi salah satu produk penting dalam ekspansi VinFast di segmen roda dua listrik.

Dengan desain maxi-scooter, motor listrik mid-mounted, tenaga hingga 7,1 kW, serta top speed sekitar 100 km/jam, VinFast Rasad berpotensi menjadi pemain baru di kelas skutik listrik bergaya sporty.

Namun, masih ada sejumlah informasi penting yang belum terungkap, terutama kapasitas baterai, jarak tempuh, harga, serta negara mana saja yang akan menjadi pasar pertama.

Continue Reading

Electric Vehicle

Indomobil eMotor Tyranno X Resmi Meluncur, Tawarkan Performa Lebih Tangguh dan Jarak Tempuh Hingga 160 Km

Published

on

By

PT Indomobil eMotor Internasional resmi memperkenalkan Tyranno X dalam ajang Jakarta Fair 2026. Mengusung tema “The Story Continues”, motor listrik terbaru ini hadir sebagai evolusi dari lini Tyranno dengan membawa peningkatan pada sektor performa, kenyamanan berkendara, hingga kemampuan melibas berbagai kondisi jalan.

Peluncuran Tyranno X dilakukan di booth Indomobil eMotor yang berada di Open Space 2 No. 33, JIExpo Kemayoran. Kehadiran model terbaru ini sekaligus mempertegas langkah Indomobil eMotor dalam memperluas jajaran kendaraan listrik roda dua di pasar Indonesia yang terus berkembang.

Lebih Siap untuk Mobilitas Harian dan Petualangan Ringan

Berbeda dari pendahulunya yang lebih berorientasi pada penggunaan perkotaan, Tyranno X dikembangkan sebagai motor listrik serbaguna yang mampu mendukung mobilitas harian sekaligus aktivitas luar ruang ringan.

Motor ini memiliki dimensi 1.940 x 785 x 1.283 mm dengan wheelbase 1.375 mm, menghasilkan karakter berkendara yang stabil tanpa mengorbankan kelincahan saat bermanuver di jalanan padat.

Dengan bobot 125,6 kg, Tyranno X masih tergolong ringan di kelasnya sehingga tetap nyaman digunakan sebagai kendaraan komuter maupun untuk perjalanan jarak menengah.

Salah satu peningkatan paling signifikan terdapat pada ground clearance 170 mm. Jarak ke tanah yang lebih tinggi membuat motor ini lebih percaya diri saat melintasi polisi tidur, jalan berlubang, hingga jalur semi off-road ringan.

Torsi Instan 180 Nm dan Jarak Tempuh 160 Km

Di sektor penggerak, Tyranno X dibekali motor listrik berkekuatan 3 kW dengan torsi maksimum mencapai 180 Nm.

Karakter motor listrik yang mampu menghasilkan torsi secara instan membuat akselerasi terasa responsif sejak putaran awal, terutama saat digunakan di lalu lintas stop-and-go khas perkotaan.

Sumber energinya berasal dari baterai lithium berkapasitas 3,456 kWh (72V 48Ah) yang dipadukan dengan charger 15A. Dalam mode Eco Riding, Tyranno X diklaim mampu menempuh jarak hingga 160 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Ban All Terrain dan Suspensi Lebih Nyaman

Untuk mendukung karakter adventure ringan, Tyranno X menggunakan ban all terrain berukuran 110/70-13 di depan dan 120/70-12 di belakang.

Sistem kaki-kaki juga mendapat perhatian melalui penggunaan telescopic fork di depan serta dual adjustable gas shock absorber di belakang. Kombinasi tersebut diklaim mampu meningkatkan kenyamanan saat melewati jalan bergelombang maupun ketika membawa beban tambahan.

Posisi berkendara juga dibuat lebih ergonomis dengan distribusi bobot yang seimbang sehingga pengendalian terasa lebih stabil di berbagai kondisi jalan.

Pilihan Warna dan Harga

Indomobil eMotor menawarkan Tyranno X dalam enam pilihan warna, yaitu:

  • Charcoal Black
  • Mineral Blue
  • Lava Red
  • Desert Yellow
  • Ash Grey
  • Moss Green

Motor listrik ini dipasarkan dengan harga Rp32.800.000 OTR Jakarta.

Menurut CEO PT Indomobil eMotor Internasional, Pius Wirawan, Tyranno X dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang menginginkan kendaraan listrik dengan daya jelajah lebih jauh, kenyamanan lebih baik, serta fleksibilitas penggunaan yang lebih luas.

Sementara itu, Marketing Head PT Indomobil eMotor Internasional, Carla Karina, menjelaskan bahwa peluncuran Tyranno X di Jakarta Fair juga dibarengi berbagai promo menarik, mulai dari potongan harga, program trade-in, lucky dip, hingga berbagai penawaran dari mitra pembiayaan.

Dengan kombinasi desain yang lebih tangguh, torsi instan, ground clearance tinggi, serta jarak tempuh hingga 160 kilometer, Tyranno X hadir sebagai salah satu pilihan baru di segmen motor listrik menengah yang semakin kompetitif.

Continue Reading

Trending