Connect with us

Mobil

Skyrider X6: Motor Terbang Rp1,1 M yang Siap Mengubah Cara Kita Melaju!

Published

on

Langit bukan lagi batas. Dari negeri dengan ambisi teknologi tanpa henti, China kembali membuat gebrakan futuristik. Melalui kolaborasi Kuickwheel dan Rictor, mereka resmi meluncurkan Skyrider X6, motor terbang pertama yang dipasarkan secara massal. Harganya? Tembus Rp1,1 miliar, namun kemampuannya terbang membuat kendaraan konvensional terlihat kuno.

Bayangkan ini: Perjalanan darat 90 menit di kota padat seperti Shanghai, bisa dipangkas hanya 15 menit di udara. Inilah mimpi para pengendara yang jenuh dengan kemacetan—terwujud dalam bentuk nyata.

Secara teknis, Skyrider X6 mengusung desain reverse trike dengan dua roda di depan dan satu di belakang. Saat di darat, ia melaju hingga 70 km/jam sejauh 200 km. Tapi yang paling mengguncang adalah mode terbangnya: enam rotor, enam sumbu, dan kecepatan maksimum 72 km/jam, dengan durasi terbang sekitar 20 menit.

Kecanggihan bukan cuma soal performa, tapi juga keamanan. Setiap rotor dikendalikan secara independen. Jika satu gagal, sistem akan otomatis membackup. Tak hanya itu, disematkan juga parasut balistik otomatis, fitur yang sebelumnya hanya dimiliki drone militer.

Namun, tantangan bukan datang dari mesin, tapi dari regulasi. Skyrider X6 belum bisa digunakan bebas karena wilayah udara rendah di China belum terbuka untuk kendaraan sipil. Pengendara pun harus memiliki lisensi light sport aircraft, yang biaya pelatihannya mencapai Rp100 jutaan.

Meskipun demikian, peluncuran Skyrider X6 membuka harapan baru. Masa depan mobilitas benar-benar hadir lebih cepat dari yang kita bayangkan—dan kini, bahkan motor pun bisa terbang.

Electric Vehicle

Gaming Masuk Kabin! Sony Honda Afeela 1 Resmi Jadi Mobil Paling Futuristik 2025

Published

on

By

Sony Honda Afeela 1 kembali menorehkan sejarah di dunia otomotif. Mobil listrik hasil kolaborasi raksasa teknologi Sony dan pabrikan otomotif Honda ini resmi menjadi mobil pertama di dunia yang dibekali fitur PlayStation Remote Play, mengaburkan batas antara hiburan digital dan mobilitas modern.

Melalui fitur tersebut, penumpang Afeela 1 dapat melakukan streaming game dari konsol PS5 maupun PS4 langsung di dalam kabin, menjadikan perjalanan bukan sekadar berpindah tempat, tetapi juga pengalaman hiburan imersif. Dengan kebutuhan koneksi internet minimal 5 Mbps dan performa optimal di atas 15 Mbps, Sony Honda Mobility memastikan pengalaman bermain tetap mulus dan responsif.

Diperkenalkan dalam wujud hampir siap produksi di CES 2025, Afeela 1 tampil sebagai liftback listrik kelas menengah yang sarat teknologi futuristik. Model ini akan hadir dalam dua varian, Afeela 1 Origin dan Afeela 1 Signature, keduanya dilengkapi asisten pribadi berbasis AI serta sistem bantuan berkendara semi-otomatis yang canggih.

Dari sisi desain, Afeela 1 memiliki panjang 4.915 mm dengan jarak sumbu roda yang panjang, menghadirkan kabin lega dan modern. Interiornya didominasi layar panorama membentang di dasbor, dipadukan setir bergaya yoke yang memberikan pandangan luas ke depan. Material ramah lingkungan serta teknologi audio Sony 360 Spatial Sound semakin menegaskan nuansa premium dan futuristis di dalam kabin.

Masuk ke sektor performa, Afeela 1 mengusung sistem penggerak empat roda dengan dua motor listrik, masing-masing menghasilkan 241 hp, menawarkan akselerasi responsif khas mobil listrik. Daya jelajahnya pun impresif, berkat baterai lithium-ion 91 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 483 km dalam sekali pengisian.

Tak hanya itu, mobil ini juga mendukung pengisian cepat DC hingga 150 kW, serta dibekali Afeela Intelligent Drive yang mengandalkan 40 kamera dan sensor untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya. Teknologi Vision Transformer berbasis deep learning turut digunakan untuk pengenalan visual dan perencanaan rute, lengkap dengan sistem cadangan demi menjamin keamanan maksimal.

Dengan Afeela 1, Sony dan Honda bukan sekadar memperkenalkan mobil listrik baru, melainkan mendefinisikan ulang cara manusia menikmati teknologi, hiburan, dan mobilitas dalam satu kesatuan emosional.

Continue Reading

Event

Lando Norris Resmi Jadi Raja Baru F1 2025! Drama Poin Tipis Akhirnya Tentukan Juara Dunia

Published

on

By

Lando Norris akhirnya menuliskan namanya dalam sejarah Formula 1 sebagai juara dunia baru musim 2025, menutup perjalanan panjang yang penuh kerja keras, tekanan, dan pembuktian. Pembalap McLaren berusia 26 tahun itu mengunci gelar setelah finish di posisi ketiga pada seri penutup di Yas Marina, Abu Dhabi—hasil yang cukup untuk menyingkirkan rival terberatnya, Max Verstappen, hanya dengan selisih dua poin.

Momen ini menjadi puncak emosi luar biasa, bukan hanya bagi Norris, tetapi juga bagi McLaren dan para penggemarnya di seluruh dunia. Setelah bertahun-tahun menunggu, tawa khas Norris yang selama ini jadi ciri dirinya akhirnya berubah menjadi ekspresi lega dan bangga. Ia telah sampai di puncak, setelah debut penuh di F1 sejak 2019.

Simbol Kebangkitan McLaren & Dominasi Inggris di F1

Dengan gelar ini, Norris menambah daftar panjang pembalap Inggris yang pernah menjadi juara dunia. Ia kini berdiri sejajar dengan legenda-legenda besar seperti Lewis Hamilton, Jackie Stewart, Jim Clark, Graham Hill, hingga Nigel Mansell.

Tak hanya itu, Norris juga menjadi pembalap kedelapan yang berhasil menjadi juara dunia menggunakan sasis McLaren, melanjutkan warisan para ikon seperti Ayrton Senna, Alain Prost, Mika Hakkinen, hingga Hamilton.

Musim Paling Ketat dalam Satu Dekade

Musim 2025 disebut sebagai salah satu musim paling menegangkan dalam era modern F1. Pertarungan Norris vs Verstappen berlangsung hingga lap terakhir musim ini. Verstappen tampil garang sepanjang tahun, tetapi Norris menunjukkan konsistensi dan ketenangan yang akhirnya membawanya ke puncak klasemen.

Dengan total 423 poin, Norris menutup musim penuh drama — sebuah penantian panjang yang akhirnya terbayar lunas.

Continue Reading

Mobil

Nissan Recall 42 Ribu Mobil: Masalah Kaca Depan Bikin Pengemudi Waswas!

Published

on

By

Nissan kembali menjadi sorotan di Amerika Serikat setelah mengumumkan penarikan hampir 42 ribu unit Nissan Sentra akibat masalah serius pada kaca depan yang berpotensi bergelembung. Bukan sekadar cacat kecil—masalah ini dapat mengganggu pandangan pengemudi dan mengancam keselamatan di jalan raya.

Kasus ini mulai ramai ketika cuaca dingin melanda sejumlah negara bagian. Pemilik Sentra yang tengah membersihkan embun beku di kaca depan mendapati sesuatu yang mengkhawatirkan: gelembung-gelembung besar yang muncul di balik lapisan laminasi kaca, seolah kaca “mengembang” dari dalam.

Laporan CarandDriver mengungkap bahwa data dari NHTSA mencatat total 41.797 unit Sentra yang berpotensi terdampak. Meski hanya sekitar 2,2 persen atau 919 unit yang diperkirakan benar-benar mengalami cacat, risiko yang ditimbulkan tetap dianggap kritis—terutama karena visibilitas adalah salah satu faktor keselamatan paling penting.

Masalah ini dinilai melanggar aturan federal terkait material kaca kendaraan. Regulasi menegaskan bahwa gelembung tidak boleh muncul dalam radius lebih dari 13 mm dari tepi kaca, karena masuk kategori mengurangi kejernihan pandangan.

🔍 Mengapa Bisa Terjadi?

Investigasi internal menunjukkan penyebabnya berasal dari pin lokasi yang tidak rata saat proses produksi. Ketidaktepatan posisi ini memberi tekanan yang tidak merata pada cetakan, memicu kantong udara terjebak di antara lapisan kaca laminasi.

Alhasil, kaca depan bisa menampilkan gelembung mengganggu yang membesar seiring perubahan suhu—sebuah kondisi yang sangat meresahkan ketika pengemudi sedang melaju di cuaca ekstrem.

🚗 Apa Langkah Nissan?

Nissan bergerak cepat:

  • Dealer telah menerima instruksi sejak 21 November 2025
  • Pemeriksaan dan penggantian kaca depan dilakukan gratis
  • Pemilik kendaraan akan mendapat pemberitahuan resmi mulai 15 Januari 2026

Dengan langkah ini, Nissan berharap pengguna Sentra tetap merasa aman dan tetap percaya pada standar kualitas yang mereka banggakan.

Continue Reading

Trending