Connect with us

Moto GP

Veda Ega Pratama Tercepat di Practice Moto3 GP Jerman 2026, Honda Team Asia Tunjukkan Performa Menjanjikan

Published

on

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil luar biasa pada hari pertama Moto3 GP Jerman 2026. Rider Honda Team Asia tersebut sukses mencatatkan waktu tercepat di sesi Practice setelah menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan sesi Free Practice 1 (FP1).

Menghadapi akhir pekan balap di Sachsenring tanpa rekan setimnya, Zen Mitani, yang masih menjalani pemulihan cedera, Veda mampu memikul tanggung jawab sebagai ujung tombak Honda Team Asia dengan sangat baik.

Bangkit Setelah Kesulitan di FP1

Awal akhir pekan balap tidak berjalan mudah bagi Veda. Pada sesi Free Practice 1 (FP1), pembalap bernomor 9 itu masih berusaha memahami karakter teknis Sachsenring yang dikenal memiliki dominasi tikungan kiri serta perubahan elevasi yang cukup ekstrem.

Proses adaptasi tersebut membuat Veda menutup FP1 di posisi ke-23.

Namun, perubahan besar terjadi pada sesi Practice yang digelar pada sore hari.

Bersama kru Honda Team Asia, Veda melakukan sejumlah penyempurnaan setelan motor yang membuat performanya meningkat drastis.

Hasilnya sangat impresif.

Veda Ega Pratama berhasil mencatatkan waktu 1 menit 25,848 detik, sekaligus menjadi pembalap tercepat pada sesi Practice Moto3 GP Jerman 2026.

Catatan tersebut menjadi modal yang sangat positif menjelang FP2, sesi kualifikasi, dan balapan utama akhir pekan ini.

Performa Positif Berlanjut

Hasil di Sachsenring semakin mempertegas perkembangan performa Veda sepanjang musim Moto3 2026.

Dalam beberapa putaran terakhir, pembalap asal Indonesia tersebut terus menunjukkan peningkatan kecepatan dan semakin sering bersaing di kelompok depan bersama para pembalap papan atas Moto3.

Menjadi yang tercepat pada hari pertama juga memberikan suntikan motivasi besar bagi Honda Team Asia untuk menghadapi sisa akhir pekan balap.

Veda: Ini Baru Permulaan

Meski berhasil memimpin Practice, Veda memilih untuk tetap fokus.

“Saya sangat senang dengan hasil hari ini. Pagi tadi saya sedikit kesulitan menemukan feeling yang tepat dengan motor, jadi bersama tim kami bekerja keras memperbaikinya untuk sesi sore. Menjadi yang tercepat pada hari Jumat tentu memberikan perasaan yang luar biasa dan meningkatkan kepercayaan diri, tetapi ini baru hari pertama. Kami masih memiliki FP2, kualifikasi, dan balapan, jadi pekerjaan kami belum selesai,” ujar Veda.

Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh kru Honda Team Asia yang mampu menemukan setelan motor terbaik setelah FP1.

“Motor terasa jauh lebih baik pada sesi sore. Saya bisa berkendara lebih percaya diri dan mendorong motor mendekati batas maksimal. Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja luar biasa. Kami harus tetap fokus dan terus meningkatkan performa agar bisa meraih hasil terbaik di akhir pekan ini.”

Peluang Besar di Sachsenring

Dengan performa yang ditunjukkan pada hari pertama, peluang Veda Ega Pratama untuk kembali bersaing di barisan depan Moto3 GP Jerman semakin terbuka.

Apabila mampu mempertahankan konsistensi saat FP2 dan kualifikasi, pembalap binaan Astra Honda Racing Team tersebut memiliki peluang besar untuk memulai balapan dari posisi depan dan memburu hasil terbaiknya pada musim Moto3 2026.

Moto GP

Toprak Razgatlioglu Belum Bersinar di MotoGP 2026, Target Besar Menanti pada 2027

Published

on

By

Musim debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026 belum berjalan sesuai ekspektasi. Setelah tampil dominan dalam dua musim terakhir di WorldSBK, pembalap asal Turki tersebut kini harus menghadapi tantangan baru bersama Yamaha dan masih beradaptasi dengan karakter motor MotoGP.

Dari 12 balapan pertama MotoGP 2026, hasil terbaik Toprak baru berada di posisi ke-11. Catatan tersebut membuatnya sementara menempati posisi ke-21 klasemen pembalap.

Performa tersebut memang cukup kontras jika dibandingkan dengan kiprahnya di WorldSBK. Namun, Toprak tidak melihat musim debutnya sebagai ajang untuk langsung mengejar hasil maksimal. Ia justru menjadikan MotoGP 2026 sebagai periode pembelajaran untuk memahami karakter motor, ban, elektronik, serta gaya balap di kelas premier.

Toprak menilai perjalanan musim pertamanya di MotoGP masih panjang. Dengan separuh musim yang tersisa, ia ingin memanfaatkan setiap sesi latihan dan balapan untuk mempercepat proses adaptasi.

Target terdekatnya pun cukup jelas, yakni berusaha menembus posisi 10 besar sebelum musim MotoGP 2026 berakhir. Namun hingga memasuki paruh musim, target tersebut belum berhasil direalisasikan.

Yamaha V4 Jadi Tantangan Besar

Tantangan Toprak tidak hanya datang dari proses adaptasi sebagai rookie. Yamaha juga sedang berada dalam fase penting pengembangan motor MotoGP dengan mesin V4.

Situasi tersebut membuat Toprak harus beradaptasi dengan motor yang juga masih berada dalam proses pengembangan. Jack Miller, rekan setimnya di Pramac, sebelumnya menilai perpindahan Toprak ke MotoGP datang pada periode yang cukup sulit karena sang pembalap harus belajar kelas baru sekaligus terlibat dalam proses pengembangan motor.

Toprak sendiri memahami kondisi Yamaha saat ini. Menurutnya, pabrikan asal Jepang tersebut masih terus mempelajari karakter mesin V4 dan mencari performa terbaik untuk kembali bersaing di barisan depan.

Bagi Toprak, situasi tersebut memang tidak mudah. Setelah dua tahun mampu tampil kompetitif di WorldSBK, kini ia harus menghadapi hasil yang jauh dari ekspektasi.

Namun, pembalap Turki tersebut memilih untuk tetap percaya terhadap proyek Yamaha. Ia menilai pengalaman yang dikumpulkan sepanjang MotoGP 2026 akan menjadi modal penting untuk menghadapi musim berikutnya.

Fokus Adaptasi Menuju MotoGP 2027

Toprak menyadari bahwa gaya balap yang dibutuhkan di MotoGP berbeda dengan WorldSBK. Karakter motor, sistem elektronik, ban, hingga tuntutan pengereman membuatnya harus terus melakukan penyesuaian.

Di saat yang sama, Yamaha juga melakukan pengembangan motor secara berkelanjutan. Proses tersebut membuat Toprak dan Yamaha memiliki pekerjaan rumah yang berjalan secara bersamaan.

Karena itu, target Toprak untuk MotoGP 2027 bukan sekadar memperbaiki posisi klasemen. Ia ingin memasuki musim kedua dengan pemahaman motor yang lebih matang serta paket Yamaha yang sudah mengalami perkembangan lebih jauh.

Dengan separuh musim MotoGP 2026 yang masih tersisa, peluang Toprak untuk meningkatkan performa tetap terbuka. Setiap peningkatan posisi, konsistensi balapan, dan pengalaman yang didapat akan menjadi bagian dari proses menuju target yang lebih besar.

MotoGP 2026 mungkin menjadi musim penuh pembelajaran bagi Toprak Razgatlioglu. Namun jika Yamaha mampu meningkatkan performa motor V4 dan Toprak semakin menemukan karakter balapnya, MotoGP 2027 bisa menjadi titik penting untuk melihat seberapa besar potensi pembalap Turki tersebut di kelas premier.

Continue Reading

Moto GP

Klasemen MotoGP 2026 Usai Silverstone: Jorge Martin Kokoh di Puncak, Bezzecchi Geser Ogura

Published

on

By

Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah balapan di Sirkuit Silverstone. Jorge Martin masih kokoh di puncak klasemen setelah finis kedua pada Grand Prix Inggris, sekaligus mengantongi tambahan poin yang membuat keunggulannya melebar menjadi 31 poin atas Marco Bezzecchi.

Martin kini mengoleksi 240 poin, sementara Bezzecchi naik ke posisi kedua dengan 209 poin. Pembalap Aprilia tersebut memanfaatkan kegagalan rekan satu pabrikan sekaligus rivalnya, Ai Ogura, yang terjatuh dan gagal menyelesaikan balapan. Ogura pun turun ke posisi ketiga dengan 203 poin.

Di sisi lain, Marc Marquez masih menghadapi tekanan. Juara dunia bertahan tersebut hanya finis ketujuh di Silverstone dan kini mengoleksi 200 poin. Marquez tertinggal 40 poin dari Martin dan hanya unggul satu poin atas Fabio Di Giannantonio yang berada di posisi kelima dengan 199 poin.

Raul Fernandez Ikut Masuk Perburuan

Kemenangan di Silverstone membuat Raul Fernandez semakin dekat dengan papan atas. Pembalap Trackhouse Aprilia tersebut mengemas kemenangan Grand Prix pertamanya musim ini dan kini berada di posisi keenam klasemen dengan 184 poin.

Fernandez hanya tertinggal 56 poin dari Martin. Dengan masih banyak balapan tersisa, peluangnya untuk ikut meramaikan persaingan papan atas masih terbuka.

Hasil di Silverstone juga semakin memperlihatkan kekuatan Aprilia di MotoGP 2026. Tiga pembalap Aprilia menempati posisi teratas klasemen, dengan Martin memimpin, Bezzecchi di posisi kedua, dan Ogura di posisi ketiga. Fernandez pun menjadi ancaman berikutnya dari kubu Aprilia.

Marc Marquez Mulai Tertekan

Bagi Marc Marquez, hasil Silverstone menjadi momentum yang kurang ideal. Setelah hanya mampu finis ketujuh, jaraknya dengan Martin semakin melebar. Bahkan, posisi Marquez di empat besar kini mulai mendapat tekanan serius dari Di Giannantonio.

Dengan selisih hanya satu poin, perebutan posisi keempat klasemen bisa berubah pada seri berikutnya. Sementara itu, Bezzecchi dan Ogura juga masih berada dalam jarak yang memungkinkan mereka mengejar Martin.

Persaingan MotoGP 2026 pun semakin menarik. Martin memang masih menjadi pemimpin klasemen, tetapi Bezzecchi, Ogura, Marquez, Di Giannantonio, hingga Raul Fernandez masih memiliki peluang untuk mengubah peta persaingan menuju gelar juara dunia.

Continue Reading

Moto GP

Mandalika Mulai Panaskan Mesin Jelang MotoGP 2026, Marshal dan Tim Medis Jadi Garda Terdepan

Published

on

By

LOMBOK – Persiapan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika mulai memasuki tahap serius. Selain memastikan kesiapan fasilitas sirkuit, aspek keselamatan dan respons darurat juga menjadi perhatian utama menjelang rangkaian balap internasional.

MGPA memanfaatkan gelaran LFN FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 putaran keempat pada 7–9 Agustus sebagai salah satu simulasi operasional menuju MotoGP Indonesia yang dijadwalkan berlangsung 9–11 Oktober 2026. Salah satu agenda yang dilakukan adalah penyegaran kompetensi marshal dengan mengacu pada regulasi serta prosedur keselamatan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

Langkah ini penting karena MotoGP memiliki tingkat kompleksitas operasional yang lebih tinggi. Setiap sektor lintasan membutuhkan personel yang memahami prosedur evakuasi, komunikasi, penanganan insiden, hingga koordinasi dengan Race Control.

200 Marshal Disiapkan di Berbagai Titik Lintasan

Salah satu komponen penting dalam sistem keselamatan balap adalah marshal. Mereka menjadi personel yang berada paling dekat dengan lintasan ketika terjadi insiden.

Dalam persiapan ARRC di Mandalika, sebanyak 200 marshal ditempatkan di berbagai titik pengawasan. Sementara itu, 35 Chief Marshal lebih dahulu mengikuti sesi penyegaran kompetensi.

Pelatihan menggunakan pendekatan Training the Trainers. Chief Marshal mendapatkan pembekalan terlebih dahulu sebelum meneruskan materi kepada para marshal yang bertugas di masing-masing pos.

Sistem berjenjang ini bertujuan memastikan seluruh personel memahami prosedur kerja secara seragam. Chief Marshal juga berperan sebagai koordinator lapangan sekaligus penghubung antara Race Control dengan marshal di setiap sektor.

Dengan begitu, ketika terjadi insiden, informasi dan tindakan di lintasan dapat dikoordinasikan secara cepat dan sesuai prosedur.

Tim Medis Ikut Diperkuat

Tidak hanya marshal, aspek medis juga mendapatkan perhatian khusus melalui program Motorsport Emergency Academy.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kondisi darurat yang terjadi di arena balap. Karakter penanganannya berbeda dengan situasi medis di rumah sakit karena kecelakaan di lintasan membutuhkan respons cepat, pengambilan keputusan tepat, serta koordinasi langsung dengan marshal dan Race Control.

Pada 2026, Motorsport Emergency Academy memasuki penyelenggaraan keempat dan diikuti 67 tenaga medis. Menariknya, 22 peserta berasal dari luar Nusa Tenggara Barat, menunjukkan bahwa program ini mulai berkembang menjadi bagian dari peningkatan kompetensi medis motorsport secara lebih luas.

Pelatihan tersebut juga menjadi salah satu kualifikasi bagi tenaga medis yang ingin bertugas pada berbagai ajang balap nasional maupun internasional di Sirkuit Mandalika, termasuk MotoGP Indonesia.

ARRC Jadi Simulasi Menuju MotoGP

Gelaran ARRC pekan ini bukan sekadar perebutan poin dan kemenangan. Dari sisi penyelenggara, event tersebut menjadi kesempatan untuk menguji kesiapan operasional sebelum Mandalika kembali menghadapi atmosfer MotoGP.

Mulai dari koordinasi marshal, komunikasi Race Control, kesiapan tenaga medis hingga respons terhadap insiden di lintasan dapat dievaluasi dalam kondisi balapan sebenarnya.

Dengan penguatan personel dan sistem keselamatan tersebut, Mandalika terus mematangkan diri menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Karena di balik aksi overtaking, pengereman keras, dan kecepatan tinggi para pembalap, ada ratusan personel yang bekerja di belakang layar untuk memastikan balapan berlangsung aman, cepat, dan terkendali.

Continue Reading

Trending