Connect with us

Uncategorized

WM Siapkan Supercar 1.000 Hp, Harga Cuma Setengah Ferrari SF90!

Published

on

Dunia supercar bakal diguncang oleh gebrakan baru dari Great Wall Motor (GWM). Pabrikan asal Tiongkok yang selama ini dikenal dengan SUV dan pickup, kini berani menantang raksasa Eropa lewat supercar pertama mereka yang dijadwalkan meluncur akhir 2026.

Bukan main, mobil ini diproyeksikan menghasilkan tenaga buas 1.000 hp, setara hypercar papan atas, namun dibanderol hanya Rp 4,4 miliar – alias separuh harga Ferrari SF90! Sebuah langkah berani yang jelas bikin jantung pecinta otomotif berdetak lebih kencang.

Ketua GWM, Wei Jianjun, menyebut mobil ini sebagai “supercar sejati pertama dari Tiongkok”. Proyek yang sudah digarap selama 5 tahun ini berada di bawah divisi baru, Ultra Luxury Vehicle Business Group, dengan dukungan desainer dan insinyur kelas dunia.

Meski wujud resminya masih misterius, siluet mobil dengan spatbor lebar dan postur rendah yang sempat ditampilkan pada perayaan ulang tahun GWM ke-35 langsung memicu spekulasi. GWM menjanjikan kombinasi desain global, teknologi aerodinamika modern, material ringan, dan sentuhan budaya Tiongkok.

Di balik kap, bocoran awal menyebut penggunaan mesin V8 4.0L twin-turbo plug-in hybrid, dipadukan motor listrik yang sanggup melesatkan mobil dari 0–100 km/jam di bawah 3 detik, dengan top speed tembus 350 km/jam.

CTO GWM, Wu Huixiao, bahkan terang-terangan menyebut Ferrari SF90 sebagai benchmark utama. Dengan spesifikasi seperti ini, GWM jelas tak main-main: mereka siap unjuk gigi di panggung global untuk membuktikan bahwa supercar Tiongkok bisa menantang Eropa.

Lebih dari sekadar proyek ambisius, supercar GWM ini adalah simbol kemajuan teknologi otomotif Tiongkok. Sebuah pesan lantang bahwa era dominasi Eropa di segmen supercar bisa segera mendapat rival baru dari Asia.

Uncategorized

Honda Navi 2026, Motor Matic Mini dengan Aura Grom yang Bikin Penasaran

Published

on

By

Honda kembali menghadirkan warna baru di segmen motor mini lewat Honda Navi 2026, sebuah kendaraan unik yang berada di antara skuter dan motor mini bergaya sporty. Model ini tidak sepenuhnya matic konvensional, namun juga bukan motor manual, sehingga oleh Honda disebut sebagai Hybrid MiniMoto.

Konsep tersebut memadukan kepraktisan skuter dengan tampilan motor mini yang agresif dan playful. Sekilas, siluetnya mengingatkan pada Honda Grom, namun dengan pendekatan berkendara yang jauh lebih santai dan ramah untuk semua kalangan.

Di sektor dapur pacu, Honda Navi mengandalkan mesin 109 cc yang dirancang untuk efisiensi dan kehalusan. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis V-Matic, membuat pengendara cukup memutar gas tanpa perlu repot mengoper gigi. Sensasinya mirip skuter, tetapi dibalut karakter motor mini yang lebih fun.

Dimensi yang ringkas dan bobot ringan menjadi salah satu daya tarik utama Navi. Karakter ini membuatnya sangat mudah dikendalikan, baik oleh pemula, pengendara baru, maupun mereka yang membutuhkan motor praktis untuk mobilitas harian di kawasan perkotaan.

Respons mesin di putaran bawah hingga menengah terasa lincah, cocok untuk stop-and-go di lalu lintas padat. Ditambah radius putar yang kecil, Honda Navi mampu bermanuver dengan mudah di jalan sempit—sebuah keunggulan penting untuk penggunaan urban.

Sebagai nilai tambah, Honda membekali Navi dengan kompartemen penyimpanan depan yang bisa dikunci. Fitur ini praktis untuk menyimpan barang kecil tanpa harus menambahkan boks atau aksesori tambahan.

Untuk model tahun 2026, Honda Navi hadir dengan pilihan warna segar seperti Putih, Arctic Silver Metallic, Pearl Red, dan Blue Metallic. Soal harga, motor matic mini ini dipasarkan di angka US$2.199, atau setara sekitar Rp36 jutaan, menjadikannya opsi menarik bagi pencari motor unik, praktis, dan bergaya.

Continue Reading

Motor

Fitur HSTC New Honda ADV160, Teman Setia Berkendara Aman Saat Libur Lebaran

Published

on

By

Menjelang momen libur Lebaran, keselamatan berkendara menjadi prioritas utama, terutama bagi pemotor yang harus melintasi jalur mudik panjang hingga kawasan wisata dengan kondisi jalan yang tak selalu ideal. Hujan, permukaan licin, hingga kontur jalan yang beragam kerap menjadi tantangan tersendiri di perjalanan.

Di sinilah New Honda ADV160 hadir sebagai partner perjalanan yang lebih menenangkan. Skutik petualang ini dibekali fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC), sebuah sistem kontrol traksi pintar yang dirancang untuk menjaga stabilitas motor saat menghadapi berbagai kondisi jalan.

HSTC bekerja dengan memantau perbedaan putaran roda dan secara otomatis mengatur torsi mesin ketika roda belakang terdeteksi kehilangan traksi. Hasilnya, akselerasi tetap terasa halus dan ban belakang tidak mudah selip, terutama saat melewati jalan basah, berpasir, atau permukaan yang tidak rata.

Manfaatnya sangat terasa di musim hujan. Dalam situasi tertentu, membuka gas di jalan licin sering membuat roda belakang terasa “ngesot” atau seperti ingin mendahului roda depan. Dengan HSTC, distribusi tenaga dijaga tetap seimbang, sehingga motor lebih patuh mengikuti arah kemudi dan pengendara bisa tetap percaya diri.

Tak hanya canggih, fitur ini juga mudah digunakan. Status HSTC dapat dipantau langsung melalui panel meter, sementara pengaktifan atau penonaktifan cukup dilakukan lewat tombol di setang kiri. Pengendara pun bebas menyesuaikan fitur ini sesuai kebutuhan dan kondisi jalan yang dihadapi.

Memasuki libur Lebaran, kesiapan motor bukan hanya soal mesin prima dan ban tebal, tetapi juga dukungan teknologi keselamatan. Kehadiran HSTC pada New Honda ADV160 menjadi nilai tambah penting yang menghadirkan rasa aman, kenyamanan, dan ketenangan sepanjang perjalanan—baik saat mudik maupun berwisata bersama keluarga.

Dengan teknologi ini, Honda kembali menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi yang benar-benar terasa manfaatnya di kondisi berkendara sehari-hari.

Continue Reading

Motor

Alpinestars Hadirkan Airbag Paling Canggih untuk Pemotor, Ringan dan Siap Selamatkan Nyawa

Published

on

By

Keselamatan berkendara kini memasuki level baru. Alpinestars kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain utama apparel pemotor dunia dengan meluncurkan rompi airbag pintar teranyar yang diklaim paling ringan, paling nyaman, sekaligus paling canggih yang pernah mereka buat.

Produk anyar bernama Tech-Air 5 Plasma ini merupakan hasil lebih dari dua dekade riset dan pengembangan. Alpinestars menyebutnya sebagai lompatan besar menuju standar keselamatan “next level” bagi pengendara motor, baik di jalan raya maupun lintasan.

Dibanderol £699.99 atau setara Rp16 jutaan, Tech-Air 5 Plasma hadir dalam ukuran XS hingga 4XL dan resmi menggantikan generasi Tech-Air 5 sebelumnya. Sejumlah pembaruan signifikan dilakukan, mulai dari hardware sensor, penyempurnaan software, hingga pengurangan bobot hingga 0,4 kg, menjadikannya airbag Alpinestars paling ringan sejauh ini.

Inti kecanggihannya terletak pada enam sensor presisi tinggi yang terdiri dari akselerometer dan giroskop triaksial. Seluruh data gerakan tubuh pengendara dianalisis oleh algoritma berbasis AI, yang dibangun dari basis data kecelakaan sejak 2004—saat Alpinestars mulai mengumpulkan data dari para pembalap MotoGP.

Jutaan kilometer pengujian dan ribuan data kecelakaan nyata menjadi fondasi sistem ini. Hasilnya, Tech-Air 5 Plasma mampu menyesuaikan respons melalui beberapa mode berkendara: Street, Race, dan Off-Road, masing-masing dengan sensitivitas aktivasi berbeda.

Ketika kecelakaan terdeteksi, rompi airbag ini dapat mengembang hanya dalam 20 milidetik—waktu yang sangat krusial untuk melindungi tubuh pengendara dari cedera serius. Pengoperasiannya pun dibuat sederhana: cukup tutup ritsleting dan pengunci magnet di bagian depan, lalu sistem akan aktif secara otomatis. Indikator LED dan getaran sensorik memberi konfirmasi bahwa airbag siap bekerja.

Tak hanya itu, Tech-Air 5 Plasma juga terhubung ke aplikasi pendamping yang memungkinkan pengguna memantau status sistem, daya baterai, hingga pembaruan firmware. Fitur “MyRide” turut disematkan untuk merekam perjalanan dan memetakan rute, menjadikan rompi ini bukan sekadar alat keselamatan, tetapi juga partner berkendara modern.

Sumber dayanya berasal dari baterai lithium-ion terintegrasi dengan daya tahan hingga 30 jam, serta pengisian cepat melalui port USB-C. Dengan bobot hanya 1.530 gram, rompi ini 25 persen lebih ringan dibanding generasi sebelumnya, sekaligus lebih ramping dan fleksibel untuk digunakan di balik jaket riding.

Dari sisi perlindungan, Tech-Air 5 Plasma dibekali pelindung punggung Level 1 dan kantung udara bersertifikasi EN1621-4:2013 Level 1. Sistem ini juga dirancang praktis, karena tabung gas dapat diganti sendiri di rumah jika airbag mengembang, tanpa perlu ke pusat servis.

Alpinestars merekomendasikan perawatan berkala setiap dua tahun atau 500 jam pemakaian, dengan usia pakai sistem hingga 10 tahun. Sebuah bukti bahwa teknologi keselamatan kini bukan lagi opsi, melainkan investasi penting bagi setiap pemotor.

Dengan Tech-Air 5 Plasma, Alpinestars menegaskan satu pesan kuat: keselamatan bukan hanya soal perlindungan, tapi juga tentang kepercayaan diri untuk menikmati setiap kilometer perjalanan.

Continue Reading

Trending