Motor
Bangkit dari Sejarah, Phelon & Moore Capetown 7 Siap Guncang Kelas Touring 2026!
Phelon & Moore menandai kebangkitan besarnya lewat kehadiran Capetown 7, sebuah motor touring enduro yang menjadi simbol kembalinya nama legendaris tersebut ke panggung industri roda dua dunia. Diperkenalkan di EICMA 2025, Capetown 7 dijadwalkan mulai mengaspal pada 2026, membawa warisan panjang pabrikan asal Inggris yang pernah berjaya sejak 1904 hingga 1967.

Kini beroperasi dengan basis produksi di Polandia dan Italia, Phelon & Moore hadir dengan pendekatan modern yang realistis. Meski teknologi pengembangannya disinyalir kuat berasal dari Tiongkok, karakter desain dan filosofi touring tetap dikemas dengan identitas Eropa yang kental. Capetown 7 pun diposisikan sebagai model kunci yang mencerminkan semangat “reborn” sebuah merek klasik.
Dari sisi teknis, Capetown 7 mengandalkan mesin dua silinder paralel berkapasitas 693 cc yang terpasang pada rangka baja. Konfigurasinya mengingatkan pada karakter mesin kelas menengah Jepang, dengan klaim tenaga mencapai 74 hp pada 8.500 rpm dan torsi puncak 68 Nm di 6.500 rpm. Spesifikasi ini dirancang untuk memberi keseimbangan antara performa perjalanan jauh dan kenyamanan berkendara harian.

Keunikan visual Capetown 7 langsung terlihat dari penggunaan single-sided swingarm berbahan aluminium, sebuah fitur yang jarang ditemui di segmen ini. Phelon & Moore menawarkan motor ini dalam tiga varian, dimulai dari Capetown 7 S sebagai versi standar. Varian ini menggunakan velg cast wheel 19 inci di depan dan 17 inci di belakang, dikombinasikan suspensi depan USD 43 mm dan monoshock belakang yang keduanya sudah fully adjustable.
Soal fitur, Capetown 7 S tampil ambisius. Motor ini dibekali ABS, traction control, layar TFT 7 inci dengan konektivitas, TPMS, heated grip, sistem pencahayaan full LED, windshield adjustable, hingga sistem kamera. Dengan tinggi jok 810 mm dan bobot 240 kg, Capetown 7 memang lebih berat dari beberapa rivalnya, namun menjanjikan kestabilan khas motor touring sejati.
Di atasnya, hadir Capetown 7 X yang lebih siap melahap jalur petualangan berkat velg jari-jari kawat serta pilihan warna eksklusif. Sementara varian paling prestisius, Capetown 7 X Pininfarina Edition, diproduksi terbatas hanya 595 unit. Sentuhan desain dari Pininfarina, balutan cat putih spesial, serta velg putih menjadikannya edisi kolektor dengan aura premium yang kuat.
Nama Capetown sendiri bukan sekadar gimmick, melainkan penghormatan pada perjalanan bersejarah Teresa Wallach dan Florence Blenkiron yang menaklukkan rute London–Cape Town pada 1935. Sebuah cerita lama yang kini dihidupkan kembali lewat teknologi modern.
Meski harga resmi dan jaringan dealer belum diumumkan, Capetown 7 diprediksi akan diposisikan di bawah Kawasaki Versys 650 yang saat ini berada di kisaran €9.070. Jika strategi tersebut terealisasi, Capetown 7 berpotensi menjadi opsi menarik bagi pecinta touring yang mendambakan cerita, karakter, dan nilai emosional dalam satu paket motor petualang.
Motor
Oscar Gutierrez Antar NitiRacing Menang Dramatis di Race 2 Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 Amerika
Pembalap Oscar Gutierrez sukses membawa tim NitiRacing meraih kemenangan dramatis pada Race 2 ajang Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 yang digelar di sirkuit legendaris Circuit of the Americas.
Gutierrez menunjukkan performa impresif sepanjang balapan. Meski tidak langsung memimpin sejak start, ia mampu menjaga ritme balap yang stabil dan konsisten, sambil perlahan mendekati dua rival utamanya, Archie McDonald dan Eric Granado, yang sempat mendominasi posisi terdepan pada fase awal lomba.
Strategi sabar dan penguasaan racing line yang presisi menjadi kunci utama Gutierrez untuk membalikkan keadaan di tengah balapan.
Lap Tercepat Jadi Titik Balik Kemenangan
Momentum kemenangan Gutierrez datang pada pertengahan lomba. Dengan mencatatkan lap tercepat, ia berhasil menyalip Eric Granado, lalu langsung memburu Archie McDonald yang berada di posisi terdepan.
Aksi agresif namun terukur tersebut membuahkan hasil saat Gutierrez sukses mengambil alih pimpinan lomba pada lap kelima, menandai titik balik jalannya balapan.
Keunggulan Gutierrez semakin terlihat saat ia mampu menjaga konsistensi kecepatan pada lap-lap akhir, meskipun tekanan dari McDonald terus datang dari belakang.
Bahkan dalam kondisi ban yang mulai mengalami penurunan grip, Gutierrez tetap tenang dan fokus mempertahankan racing line terbaiknya, sebuah karakter penting dalam balapan kelas bagger yang memiliki bobot motor besar.
Drama Penalti di Lap Terakhir Tentukan Hasil Balapan
Drama terjadi pada lap terakhir saat Archie McDonald yang sempat menempel ketat di belakang Gutierrez harus menerima penalti karena pelanggaran track limit.
Keputusan tersebut membuat peluang McDonald untuk merebut kemenangan semakin kecil, sekaligus membuka jalan bagi Gutierrez untuk mengunci kemenangan.
Gutierrez akhirnya finis di posisi pertama dengan selisih sangat tipis, hanya 0,03 detik, sebuah margin yang menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kelas Bagger World Cup musim 2026.
Hasil ini sekaligus menegaskan kapasitas Oscar Gutierrez sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara musim ini.

Dimas Ekky Finis P7, Tetap Konsisten Bawa Nama Indonesia
Selain kemenangan Gutierrez, sorotan juga tertuju pada pembalap Indonesia Dimas Ekky Pratama yang turut membela tim NitiRacing.
Meski menghadapi persaingan ketat dan karakter motor bagger yang menuntut adaptasi tinggi, Dimas Ekky berhasil menyelesaikan balapan dengan finis di posisi P7.
Hasil ini menunjukkan konsistensi performa serta pengalaman balap internasional yang terus berkembang, sekaligus menjadi representasi penting bagi Indonesia di ajang balap motor global.

Hasil Race 2 Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 – COTA
- Oscar Gutierrez (NitiRacing) — 15:30.573
- Eric Granado (Joe Rascal Racing) — +3.020 detik
- Archie McDonald (Joe Rascal Racing) — +3.030 detik
- Jake Lewis (Saddlemen Race Development) — +12.183 detik
- Filippo Rovelli (ParkingGO) — +15.739 detik
- Cory West (Saddlemen Race Development) — +23.710 detik
- Dimas Ekky Pratama (NitiRacing) — +37.938 detik
DNF:
- Travis Wyman — +1 lap
- Cody Wyman — Tidak start
Motor
Suzuki Smash 115 Plus ABS Resmi Meluncur di Thailand, Motor Bebek Kini Lebih Aman dan Modern
Pabrikan Jepang Suzuki resmi memperkenalkan motor bebek terbaru Suzuki Smash 115 Plus ABS dalam ajang Bangkok International Motor Show 2026. Model ini menjadi varian tertinggi dari keluarga Smash di pasar Thailand, dengan pembaruan pada desain, fitur keselamatan, serta teknologi instrumen yang lebih modern.
Kehadiran Smash 115 Plus ABS menegaskan komitmen Suzuki dalam menghadirkan motor komuter yang praktis, efisien, dan aman untuk penggunaan harian. Pembaruan paling menonjol terletak pada sektor keselamatan, di mana motor bebek ini kini dilengkapi teknologi pengereman yang lebih canggih dibandingkan generasi sebelumnya.

Desain Tetap Ramping, Sentuhan Modern Lebih Segar
Secara tampilan, Suzuki Smash 115 Plus ABS masih mempertahankan karakter khas motor underbone yang ramping, ringan, dan lincah. Desain ini membuatnya tetap relevan sebagai kendaraan komuter yang mudah dikendalikan di jalanan perkotaan dengan lalu lintas padat.

Penyegaran visual terlihat dari penggunaan grafis baru bertuliskan “Smash Fi” yang memberikan kesan modern tanpa mengubah bentuk dasar motor secara signifikan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Suzuki fokus mempertahankan identitas model yang sudah dikenal luas, sekaligus memberikan sentuhan segar pada tampilannya.
Selain itu, dimensi motor ini dirancang ergonomis untuk pengendara Asia, dengan panjang sekitar 1.910 mm, tinggi jok 760 mm, dan bobot hanya 97 kg. Kombinasi tersebut membuat motor ini tetap praktis, mudah dikendalikan, dan cocok untuk mobilitas harian.
Fitur Keselamatan Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu keunggulan utama dari Suzuki Smash 115 Plus ABS adalah kehadiran fitur keselamatan yang tergolong jarang ditemukan di kelas motor bebek entry-level. Suzuki menyematkan rem cakram di roda depan dan belakang, serta teknologi Anti-lock Braking System (ABS) yang berfungsi mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak.
Fitur ini sangat penting, terutama saat berkendara di kondisi jalan licin atau saat melakukan pengereman mendadak di lalu lintas padat. Dengan adanya ABS, stabilitas kendaraan dapat terjaga sehingga risiko tergelincir dapat diminimalkan.

Selain sektor pengereman, panel instrumen juga mengalami pembaruan signifikan. Motor ini kini menggunakan layar digital penuh yang menampilkan berbagai informasi penting seperti posisi gigi, indikator bahan bakar, waktu, hingga odometer, menggantikan model analog konvensional.
Performa Mesin Efisien untuk Kebutuhan Harian
Dari sisi performa, Suzuki Smash 115 Plus ABS dibekali mesin berkapasitas 112,8 cc, silinder tunggal SOHC berpendingin udara. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 9,25 hp pada 7.000 rpm dan torsi maksimum 9,10 Nm pada 6.500 rpm.
Karakter mesin ini dikenal efisien dalam konsumsi bahan bakar sekaligus cukup responsif untuk kebutuhan mobilitas harian, baik di perkotaan maupun perjalanan jarak menengah.
Di pasar Thailand, motor bebek ini dipasarkan dengan harga sekitar 59.900 baht, atau setara kisaran Rp30 jutaan, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan motor komuter praktis dengan fitur keselamatan lebih lengkap.
Motor
Suzuki Recall Burgman 125 EX, Pemilik Diminta Cek Kabel Rem Belakang Gratis di Bengkel Resmi
Pabrikan roda dua Suzuki melalui PT Suzuki Indomobil Motor resmi mengumumkan program pemeriksaan atau recall untuk skuter matik premium Suzuki Burgman 125 EX. Program ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga kualitas produk sekaligus memastikan keamanan berkendara konsumen di Indonesia.
Fokus utama dalam kampanye ini adalah pemeriksaan komponen rear brake cable atau kabel rem belakang, khususnya pada jalur pemasangan komponen tersebut. Suzuki mengimbau pemilik Burgman 125 EX dengan kriteria unit tertentu untuk segera melakukan pengecekan di bengkel resmi. Seluruh proses pemeriksaan hingga penggantian komponen dilakukan tanpa biaya sebagai bentuk tanggung jawab pabrikan kepada pelanggan.

Sasar Ribuan Unit Produksi 2025–2026
Program recall ini menyasar sekitar 2.595 unit Burgman 125 EX yang diproduksi di pabrik Tambun I milik PT Suzuki Indomobil Motor, dengan periode produksi mulai 12 Juni 2025 hingga 23 Februari 2026. Pemeriksaan difokuskan pada kesesuaian jalur pemasangan kabel rem belakang agar tetap sesuai standar teknis dan tidak menimbulkan risiko pada sistem pengereman.
Menurut perwakilan manajemen aftersales Suzuki, langkah ini merupakan tindakan proaktif untuk memastikan performa kendaraan tetap optimal serta memberikan rasa aman bagi pengguna skuter premium tersebut.
Potensi Risiko dan Solusi yang Disiapkan Suzuki
Suzuki menjelaskan bahwa potensi masalah dapat muncul jika posisi kabel rem belakang tidak sesuai standar. Jalur kabel yang kurang optimal berisiko terjepit, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan pelindung kabel mengalami kerusakan, memicu korosi, hingga mengganggu performa pengereman.
Namun kondisi tersebut masih dapat diantisipasi melalui pemeriksaan menyeluruh, penyesuaian jalur kabel, hingga penggantian komponen bila diperlukan. Seluruh proses dilakukan secara gratis dan ditangani langsung oleh teknisi profesional di jaringan bengkel resmi Suzuki.
Durasi pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar 90 menit, sehingga pemilik kendaraan dapat menyesuaikan jadwal servis dengan lebih efisien.

Cara Mengecek Apakah Motor Termasuk Recall
Untuk memastikan apakah unit termasuk dalam program pemeriksaan, pemilik Suzuki Burgman 125 EX dapat melakukan langkah berikut:
- Cek nomor rangka (VIN) melalui situs resmi Suzuki Indonesia
- Lakukan booking service sebelum datang ke bengkel resmi
- Hubungi layanan pelanggan Suzuki untuk informasi lebih lanjut
Langkah ini penting dilakukan agar kendaraan tetap dalam kondisi aman dan performa sistem pengereman tetap optimal.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor8 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
