Motor
Honda Gyro: Dari Ide yang Gagal di Barat, Menjelma Ikon Kendaraan Utilitas Jepang
Di balik tampilannya yang tak lazim, Honda Gyro justru menyimpan kisah panjang tentang kegagalan yang bertransformasi menjadi kesuksesan besar. Skuter roda tiga ini dikenal lewat konfigurasi unik satu roda di depan dan dua roda di belakang, dipadukan dengan ruang kargo lega yang menjadikannya tulang punggung kendaraan niaga ringan di Jepang.

Keistimewaan utama Honda Gyro terletak pada mekanisme tilting di bagian depan. Saat berbelok, pengendara tetap bisa memiringkan badan layaknya motor konvensional, sementara poros roda belakang tetap stabil menapak. Kombinasi ini menciptakan rasa aman, lincah, dan mudah dikendalikan—karakter yang sangat dibutuhkan untuk aktivitas harian di perkotaan padat.
Honda menghadirkan Gyro dalam berbagai varian, mulai dari versi bermesin bensin seperti Gyro X dan Gyro Canopy, hingga versi listrik Gyro e:. Beberapa model bahkan dilengkapi atap, wiper, serta sistem suspensi khusus, menjadikannya kendaraan operasional yang mampu bekerja di segala cuaca. Tak heran, sejak era 1980-an, Gyro menjadi simbol kendaraan utilitas roda tiga yang tak tergantikan di Jepang.
Menariknya, teknologi roda tiga miring ini bukanlah murni ciptaan Honda. Konsep tersebut pertama kali dipatenkan oleh insinyur Inggris, George Wallis, pada 1966 dan diaplikasikan pada BSA Ariel 3 pada awal 1970-an. Sayangnya, motor tersebut gagal mencuri minat pasar Eropa. Honda kemudian membeli lisensi teknologi itu, menyempurnakannya, dan mengubah nasibnya secara drastis.
Honda Gyro resmi diperkenalkan di Jepang pada Oktober 1982. Nama “Gyro” sendiri merupakan singkatan dari Great Your Recreation Original, mencerminkan visi awalnya sebagai kendaraan rekreasi. Namun seiring waktu, stabilitas dan kepraktisannya justru membuat Gyro diadopsi luas sebagai kendaraan logistik dan pengiriman barang.

Upaya Honda membawa Gyro ke Amerika Serikat dan Kanada pada pertengahan 1980-an tak membuahkan hasil. Model ini akhirnya ditarik dari pasar Amerika Utara pada 1986. Sebaliknya, di Jepang, Gyro justru berkembang pesat dengan berbagai varian utilitas, seperti Gyro UP yang andal mengangkut barang berat, hingga Gyro Canopy dengan atap pelindung yang menjadi favorit kurir makanan.
Selama puluhan tahun, Gyro mengandalkan mesin 2-tak 50 cc yang terkenal tangguh. Namun demi memenuhi regulasi emisi, Honda melakukan perubahan besar pada 2008 dengan beralih ke mesin 4-tak berteknologi injeksi PGM-FI. Transformasi berlanjut pada 2021 lewat kehadiran Gyro e: dan Gyro Canopy e: berbasis baterai swap Honda Mobile Power Pack, sejalan dengan arah elektrifikasi global.
Di Indonesia, Honda Gyro memang bukan model arus utama. Namun kehadirannya tetap menarik perhatian, terlebih saat Gyro e: dipamerkan oleh PT Astra Honda Motor di IMOS 2022 sebagai gambaran masa depan kendaraan niaga listrik.
Menegaskan eksistensinya, Honda Motorcycle Japan kembali menghadirkan Honda Gyro Canopy 50 cc versi terbaru pada 2025, lengkap dengan desain khas ber-atap, area kargo fungsional, serta sistem suspensi yang semakin menyempurnakan stabilitas. Sebuah bukti bahwa dari ide yang sempat gagal, Honda Gyro justru tumbuh menjadi legenda utilitas roda tiga yang tak lekang oleh waktu.
Motor
BMW M1000RR Limited Edition Isle of Man TT, Tribute 115 Tahun Balap Jalanan Paling Legendaris
BMW Motorrad kembali menghadirkan superbike spesial untuk para penggemar performa tinggi dan kolektor lewat peluncuran BMW M1000RR Limited Edition Isle of Man TT. Model ini dirilis sebagai bentuk penghormatan terhadap 115 tahun Isle of Man TT—balapan jalan raya paling legendaris, paling ekstrem, dan paling berbahaya di dunia.
Diproduksi sangat terbatas, BMW M1000RR edisi spesial ini hanya tersedia 115 unit di seluruh dunia. Jumlah tersebut dibuat untuk menandai perjalanan panjang Isle of Man TT yang telah menjadi ikon motorsport roda dua global sejak lebih dari satu abad lalu.

Secara basis, motor ini dibangun dari varian tertinggi BMW M1000RR M Competition. Namun BMW Motorrad memberikan sentuhan desain yang jauh lebih eksklusif dengan karakter retro-modern yang kuat.
Salah satu daya tarik utamanya hadir lewat balutan warna Matte British Racing Green yang dipadukan dengan tangki aluminium berfinishing Satin Chrome. Kombinasi tersebut membuat tampilannya terlihat klasik, elegan, sekaligus agresif khas motor balap Inggris.
Detail paling menarik justru hadir di sisi fairing kanan dan kiri. BMW menyematkan grafis peta Mountain Course Isle of Man TT yang dibuat asimetris.

Fairing sisi kanan menampilkan layout tikungan kanan, sedangkan sisi kiri memuat tikungan kiri dari lintasan legendaris tersebut. Detail ini membuat motor terasa sangat personal sekaligus menjadi penghormatan visual yang kuat terhadap sejarah Isle of Man TT.
Material premium juga hadir di berbagai sisi. Cover airbox menggunakan M Carbon dengan finishing matte yang dipadukan logo resmi TT dan layout sirkuit.
Area jok dibalut Black Alcantara seat untuk memberi nuansa lebih eksklusif, sementara bagian swingarm dan rear frame mendapat sentuhan warna gelap lengkap dengan branding “TT”.
Sebagai motor kolektor, BMW Motorrad juga menyiapkan paket eksklusif untuk setiap pembeli.
Setiap unit dibekali engraved serial number pada top bridge seperti 001/115, sertifikat keaslian resmi dari BMW Motorrad, rear paddock stand bawaan, serta paddock mat khusus dengan kombinasi logo BMW M dan Isle of Man TT.
Kehadiran motor ini bukan sekadar edisi kosmetik. BMW Motorrad memang memiliki sejarah panjang di Isle of Man TT.
Perjalanan itu dimulai sejak 1939 ketika Georg Meier memenangkan Senior TT menggunakan BMW RS 255 Kompressor.
BMW kemudian kembali menorehkan prestasi melalui R90S di era 1970-an, hingga memasuki era modern bersama S1000RR dan M1000RR.
Nama seperti Michael Dunlop hingga Peter Hickman menjadi bagian penting dari sejarah kemenangan BMW di Mountain Course.

Bahkan pada 2023, Peter Hickman mencetak rekor lap tercepat sepanjang masa di Isle of Man TT dengan waktu 16 menit 36,115 detik, dengan rata-rata kecepatan mencapai 219,4 km/jam di jalan raya umum.
Untuk saat ini BMW Motorrad masih belum membuka detail resmi terkait harga maupun apakah ada peningkatan performa dibanding M1000RR M Competition standar.
Namun melihat statusnya yang hanya diproduksi 115 unit, BMW M1000RR Limited Edition Isle of Man TT dipastikan akan menjadi salah satu superbike kolektor paling diburu tahun ini.
Bukan hanya langka, tapi juga menjadi simbol sejarah panjang BMW Motorrad di salah satu ajang balap paling ikonik di dunia.
BMW Motorrad kembali menghadirkan superbike spesial untuk para penggemar performa tinggi dan kolektor lewat peluncuran BMW M1000RR Limited Edition Isle of Man TT. Model ini dirilis sebagai bentuk penghormatan terhadap 115 tahun Isle of Man TT—balapan jalan raya paling legendaris, paling ekstrem, dan paling berbahaya di dunia.
Diproduksi sangat terbatas, BMW M1000RR edisi spesial ini hanya tersedia 115 unit di seluruh dunia. Jumlah tersebut dibuat untuk menandai perjalanan panjang Isle of Man TT yang telah menjadi ikon motorsport roda dua global sejak lebih dari satu abad lalu.
Secara basis, motor ini dibangun dari varian tertinggi BMW M1000RR M Competition. Namun BMW Motorrad memberikan sentuhan desain yang jauh lebih eksklusif dengan karakter retro-modern yang kuat.
Salah satu daya tarik utamanya hadir lewat balutan warna Matte British Racing Green yang dipadukan dengan tangki aluminium berfinishing Satin Chrome. Kombinasi tersebut membuat tampilannya terlihat klasik, elegan, sekaligus agresif khas motor balap Inggris.
Detail paling menarik justru hadir di sisi fairing kanan dan kiri. BMW menyematkan grafis peta Mountain Course Isle of Man TT yang dibuat asimetris.
Fairing sisi kanan menampilkan layout tikungan kanan, sedangkan sisi kiri memuat tikungan kiri dari lintasan legendaris tersebut. Detail ini membuat motor terasa sangat personal sekaligus menjadi penghormatan visual yang kuat terhadap sejarah Isle of Man TT.
Material premium juga hadir di berbagai sisi. Cover airbox menggunakan M Carbon dengan finishing matte yang dipadukan logo resmi TT dan layout sirkuit.
Area jok dibalut Black Alcantara seat untuk memberi nuansa lebih eksklusif, sementara bagian swingarm dan rear frame mendapat sentuhan warna gelap lengkap dengan branding “TT”.
Sebagai motor kolektor, BMW Motorrad juga menyiapkan paket eksklusif untuk setiap pembeli.
Setiap unit dibekali engraved serial number pada top bridge seperti 001/115, sertifikat keaslian resmi dari BMW Motorrad, rear paddock stand bawaan, serta paddock mat khusus dengan kombinasi logo BMW M dan Isle of Man TT.
Kehadiran motor ini bukan sekadar edisi kosmetik. BMW Motorrad memang memiliki sejarah panjang di Isle of Man TT.
Perjalanan itu dimulai sejak 1939 ketika Georg Meier memenangkan Senior TT menggunakan BMW RS 255 Kompressor.
BMW kemudian kembali menorehkan prestasi melalui R90S di era 1970-an, hingga memasuki era modern bersama S1000RR dan M1000RR.
Nama seperti Michael Dunlop hingga Peter Hickman menjadi bagian penting dari sejarah kemenangan BMW di Mountain Course.
Bahkan pada 2023, Peter Hickman mencetak rekor lap tercepat sepanjang masa di Isle of Man TT dengan waktu 16 menit 36,115 detik, dengan rata-rata kecepatan mencapai 219,4 km/jam di jalan raya umum.
Untuk saat ini BMW Motorrad masih belum membuka detail resmi terkait harga maupun apakah ada peningkatan performa dibanding M1000RR M Competition standar.
Namun melihat statusnya yang hanya diproduksi 115 unit, BMW M1000RR Limited Edition Isle of Man TT dipastikan akan menjadi salah satu superbike kolektor paling diburu tahun ini.
Bukan hanya langka, tapi juga menjadi simbol sejarah panjang BMW Motorrad di salah satu ajang balap paling ikonik di dunia.
Motor
Aprilia SX 125 2026 Tampil Fresh, Motor Supermoto 125cc dengan Aura Big Bike
Aprilia kembali memperkuat lini supermoto entry-level lewat kehadiran Aprilia SX 125 model 2026. Motor ini hadir membawa warna baru yang mencuri perhatian, yaitu Tarantula Blue, dengan dominasi biru cyan cerah yang dipadukan grafis kontras khas racing.
Tampilan tersebut membuat Aprilia SX 125 2026 terlihat lebih agresif, sporty, sekaligus memberi kesan layaknya motor bermesin lebih besar dari kapasitas aslinya. Warna berani ini juga menjadi pembeda di tengah pasar motor supermoto yang biasanya hadir dengan warna lebih gelap atau minimalis.

Secara desain, Aprilia tetap mempertahankan karakter supermoto khas Eropa yang sudah melekat pada SX Series. Bagian depan tampil tajam dengan garis bodi agresif, posisi riding tegak, serta penggunaan setang taperbar bergaya sport yang memperkuat aura motard.
Aprilia SX 125 2026 juga masih menggunakan rangka baja double cradle yang menjadi basis utamanya. Kombinasi tersebut memberikan handling yang stabil sekaligus tetap terasa ringan saat diajak bermanuver.
Di sektor suspensi, Aprilia membekali SX 125 dengan upside down fork berdiameter 41 mm dengan travel panjang yang dirancang untuk menunjang karakter berkendara khas supermoto—lincah, aktif, dan responsif.
Sektor kaki-kaki menggunakan pelek jari-jari 17 inci dengan ban road sport berprofil besar. Kombinasi ini membuat proporsi motor terlihat lebih padat sekaligus memberi grip yang baik saat digunakan di jalan aspal.
Meski bermesin kecil, Aprilia SX 125 tetap menawarkan sensasi berkendara yang fun. Dimensi ringkas, bobot ringan, dan posisi duduk tinggi membuat motor ini cocok digunakan untuk mobilitas perkotaan maupun riding santai di akhir pekan.
Fitur keselamatan juga jadi perhatian penting. Aprilia menyematkan ABS Bosch pada roda depan yang sudah dilengkapi sistem anti-roll-over. Teknologi ini membantu mengurangi risiko roda belakang terangkat saat pengereman mendadak.
Sistem pengereman mengandalkan cakram depan 300 mm dengan kaliper dua piston, sementara roda belakang menggunakan cakram 220 mm yang memberikan karakter pengereman responsif khas motor supermoto.
Untuk urusan performa, Aprilia SX 125 2026 dibekali mesin 125 cc satu silinder berpendingin cairan, 4-katup, yang sudah memenuhi standar emisi Euro 5+.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 15 dk pada 10.500 rpm dengan torsi puncak 11,4 Nm. Karakter tenaganya ringan dan responsif, cocok untuk penggunaan aktif di dalam kota maupun jalur berkelok.
Aprilia juga menyematkan panel instrumen digital full color yang menampilkan berbagai informasi berkendara seperti rpm, posisi gigi, kecepatan rata-rata, konsumsi bahan bakar, hingga trip meter. Seluruh sistem pencahayaan juga sudah full LED untuk mempertegas tampilannya yang modern.
Di pasar Jepang, Aprilia SX 125 2026 resmi dipasarkan dengan harga 517.000 Yen atau setara sekitar Rp57 jutaan.
Dengan hadirnya warna Tarantula Blue dan desain khas supermoto Eropa yang agresif, Aprilia SX 125 2026 tampil sebagai motor 125cc yang bukan cuma lincah, tapi juga punya karakter kuat dan berani tampil beda di jalan.
Motor
Suzuki GN 160 Siap Ramaikan Kelas Retro Bike, Nyaman Dipakai Harian dan Touring
Suzuki kembali menarik perhatian pecinta roda dua lewat kehadiran Suzuki GN 160, motor roadster bergaya retro yang membawa DNA klasik keluarga GN Series ke era yang lebih modern. Model terbaru ini tetap mempertahankan identitas legendaris GN yang sudah dikenal puluhan tahun, namun kini hadir dengan sentuhan desain dan teknologi yang lebih segar.
Secara tampilan, Suzuki GN 160 masih mempertahankan ciri khas motor retro yang menjadi daya tarik utamanya. Bentuk tangki membulat, jok memanjang, setang tinggi, serta posisi duduk tegak tetap dipertahankan untuk menghadirkan karakter berkendara santai dan nyaman khas motor klasik.
Motor ini memang tidak dibangun sebagai motor bergaya sporty agresif. Suzuki justru memfokuskan GN 160 sebagai motor yang mengutamakan kenyamanan, ketahanan, serta kepraktisan untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Kenyamanan menjadi salah satu nilai jual utamanya. Suzuki menghadirkan jok tebal dengan ruang duduk lega, dipadukan posisi setang ergonomis yang dirancang untuk mengurangi rasa lelah saat perjalanan jauh. Karakter seperti inilah yang membuat GN Series punya banyak penggemar.

Meski tampil klasik, Suzuki tetap menyematkan sejumlah pembaruan modern. GN 160 kini menggunakan pelek palang model bintang yang membuat tampilannya terlihat lebih segar sekaligus kokoh.
Di sektor pengereman, Suzuki juga memberi peningkatan lewat cakram depan berukuran besar yang sudah didukung sistem ABS, memberikan rasa aman lebih saat berkendara.
Sementara untuk menjaga identitas klasiknya, beberapa detail tetap dipertahankan seperti penggunaan knalpot finishing krom dan dual shock belakang bergaya tradisional yang menjadi ciri khas keluarga Suzuki GN.

Masuk ke bagian fitur, Suzuki GN 160 kini sudah dibekali lampu LED, port charger USB, serta panel instrumen kombinasi yang memadukan speedometer analog dengan Multi Information Display untuk menampilkan informasi berkendara secara lebih lengkap.
Untuk dapur pacu, Suzuki GN 160 menggunakan mesin 1-silinder 162 cc yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 14,1 dk di 8.000 rpm dan torsi maksimum 14,5 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual 5-percepatan ke roda belakang.
Jika nantinya masuk pasar Indonesia, Suzuki GN 160 berpotensi menjadi pesaing menarik di kelas retro bike dan akan langsung berhadapan dengan Kawasaki W175 serta Yamaha XSR155.
Dengan kombinasi desain klasik, fitur modern, serta karakter mesin yang nyaman untuk harian, GN 160 bisa menjadi pilihan baru yang menarik untuk pecinta motor retro di Tanah Air.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor9 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
