Connect with us

Electric Vehicle

Kairos EV: Kendaraan Roda Tiga Futuristis dengan Keamanan Tingkat Mobil

Published

on

Dunia kendaraan listrik kembali menghadirkan inovasi unik lewat kemunculan Kairos EV, kendaraan roda tiga futuristis yang menggabungkan sensasi berkendara motor dengan sistem keselamatan layaknya mobil modern.

Kairos EV merupakan prototipe trike listrik hasil rancangan dua desainer asal Prancis, Mathieu L’Hopitault dan Philippe Girardi. Konsep kendaraan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman tanpa menghilangkan karakter lincah sepeda motor.

Secara desain, Kairos tampil sangat futuristis dengan bodi aerodinamis dan konfigurasi tiga roda. Menariknya, kendaraan ini mampu miring saat menikung seperti motor sport, sehingga tetap memberikan sensasi riding yang natural dan agresif.

Namun yang paling revolusioner bukan hanya desainnya, melainkan sistem keselamatannya. Kairos EV dibekali teknologi keselamatan pasif yang terinspirasi dari dunia otomotif roda empat, termasuk konsep crumple zone seperti pada mobil modern.

Teknologi pertama bernama Programmed Restraint Device (PRD), yaitu struktur tubular di bagian depan kendaraan yang dirancang untuk menyerap energi benturan frontal ringan. Sistem ini bekerja mirip crumple zone dan seatbelt pretensioner pada mobil, menjaga pengendara tetap aman saat terjadi tabrakan.

Jika benturan terjadi dalam kecepatan lebih tinggi, sistem PRD akan melepaskan pengendara secara terkontrol untuk meminimalkan risiko cedera serius. Konsep ini menjadi salah satu inovasi keselamatan paling unik di segmen kendaraan roda tiga listrik.

Selain itu, Kairos juga menggunakan teknologi Mobile Lateral Elements (MLE). Komponen berbentuk baji di sisi roda depan ini berfungsi membantu keseimbangan saat kendaraan miring, sekaligus menjadi penyerap energi tambahan ketika terjadi benturan samping.

Untuk sektor performa, Kairos EV dikabarkan menggunakan baterai solid-state berkapasitas 30 kWh yang dirancang untuk menghadirkan jarak tempuh setara motor bensin konvensional. Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga hingga 70 kW atau setara 93,8 hp, dengan kecepatan maksimum mencapai 150 km/jam.

Saat ini Kairos EV masih berada dalam tahap validasi dan sertifikasi, dengan target pengembangan menuju produksi sekitar tahun 2029 hingga 2030. Meski spesifikasi final belum diumumkan sepenuhnya, konsep ini menunjukkan bagaimana masa depan kendaraan roda dua dan roda tiga akan semakin mengutamakan keselamatan tanpa mengorbankan sensasi berkendara.

Electric Vehicle

Ofero Stareer 5 Lit Raih Penghargaan, Sepeda Listrik Urban dengan Jarak Tempuh 130 Km

Published

on

By

Ofero Stareer 5 Lit kembali mencuri perhatian di tengah perkembangan pasar kendaraan listrik Indonesia. Sepeda listrik ini berhasil meraih penghargaan Inspiring Urban Electric Bike dalam ajang Indonesia Automotive Awards 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam malam penganugerahan yang digelar oleh iNews Media Group di MNC Conference Hall, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Agustus 2026. Pencapaian ini menjadi salah satu langkah penting bagi PT Ofero Technology Indonesia dalam memperkuat eksistensinya di segmen kendaraan listrik, khususnya untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.

Ofero Stareer 5 Lit dinilai menawarkan kombinasi desain, teknologi, fitur, serta kemampuan jelajah yang sesuai dengan karakter pengguna urban. Di tengah kebutuhan mobilitas harian yang semakin dinamis, sepeda listrik kini tidak hanya dituntut praktis, tetapi juga harus mampu memberikan efisiensi dan kenyamanan saat digunakan.

Salah satu nilai jual utama Stareer 5 Lit berada pada sektor jarak tempuh. Dengan konfigurasi dua baterai, sepeda listrik ini diklaim mampu menempuh perjalanan hingga 130 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Untuk menunjang performanya, Ofero Stareer 5 Lit dibekali motor listrik berdaya 1.200W. Selain tenaga penggerak, Ofero juga melengkapi model ini dengan sejumlah fitur yang cukup menarik di kelasnya, mulai dari Traction Control System (TCS), LED Fog Lamp, hingga Cruise Control.

Kombinasi fitur tersebut membuat Stareer 5 Lit tidak hanya diposisikan sebagai kendaraan untuk perjalanan jarak pendek, tetapi juga sebagai solusi mobilitas listrik yang lebih nyaman untuk aktivitas sehari-hari di kawasan perkotaan. Saat ini, Ofero Stareer 5 Lit dipasarkan dengan harga Rp11.999.000.

Sales Manager Ofero, Super Wang, menyebut penghargaan tersebut menjadi tambahan motivasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan produk dan memperkuat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi melalui fasilitas perakitan baru di Semarang juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar.

Dengan kapasitas produksi yang semakin kuat, Ofero menargetkan perluasan titik distribusi agar konsumen di berbagai daerah dapat memperoleh akses lebih mudah terhadap kendaraan listrik untuk kebutuhan mobilitas harian.

Tak hanya mengandalkan Stareer 5 Lit, Ofero juga memiliki beberapa model lain dalam lini produknya, seperti Stareer 3 Lit, Ofero Magical 3 Lit, dan Magical 3 Pro. Kehadiran berbagai pilihan tersebut menjadi bagian dari strategi Ofero untuk menjangkau kebutuhan konsumen di segmen kendaraan listrik yang berbeda.

Selain memperluas jaringan distribusi, Ofero juga mulai membangun ekosistem melalui pengembangan komunitas pengguna dan berbagai aktivitas kolaboratif. Strategi ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik kini mulai diposisikan bukan hanya sebagai alat transportasi alternatif, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat urban.

Menurut Brand Experience & PR Manager Ofero, Auditya Gunawan, perusahaan ingin membangun citra kendaraan listrik yang lebih dekat dengan gaya hidup modern. Kolaborasi kreatif dan kegiatan komunitas menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan antara brand dan penggunanya.

Penghargaan Indonesia Automotive Awards 2026 menjadi dorongan tambahan bagi Ofero untuk terus berinovasi. Dengan Stareer 5 Lit sebagai salah satu produk andalannya, Ofero kini semakin serius memperkuat posisinya dalam persaingan kendaraan listrik roda dua di Indonesia.

Dengan motor 1.200W, fitur TCS, Cruise Control, konfigurasi dua baterai dengan klaim jarak tempuh hingga 130 km, serta harga Rp11 jutaan, Ofero Stareer 5 Lit menawarkan paket mobilitas listrik yang semakin relevan untuk kebutuhan perjalanan di kawasan perkotaan.

Continue Reading

Electric Vehicle

Velca Vortex Black Edition, Motor Listrik Spanyol Serba Hitam yang Cuma Dibuat 30 Unit

Published

on

By

Pasar motor listrik kembali kedatangan model eksklusif. Pabrikan asal Spanyol, Velca, memperkenalkan Vortex Black Edition sebagai versi terbatas dari motor listrik Vortex yang tampil lebih gelap, agresif, dan eksklusif.

Sesuai namanya, Velca Vortex Black Edition mengusung tampilan serba hitam. Namun daya tarik utamanya bukan hanya soal warna. Motor listrik ini diproduksi sangat terbatas, hanya 30 unit, sebagai penanda pencapaian penjualan lebih dari 180 unit Velca Vortex standar di pasar Spanyol.

Meski mendapat identitas baru, sektor performanya tetap mengandalkan basis yang sama dengan Velca Vortex versi standar. Artinya, Black Edition lebih difokuskan sebagai model eksklusif dengan sentuhan visual dan perlengkapan tambahan, bukan versi yang mendapat peningkatan tenaga.

Velca Vortex Black Edition dibekali motor listrik dengan tenaga puncak mencapai 13 kW atau sekitar 17,4 dk. Sementara tenaga nominalnya berada di angka 8 kW. Berkat konfigurasi tersebut, motor listrik ini diklaim mampu melaju hingga kecepatan maksimum 130 km/jam.

Sumber energinya berasal dari baterai lithium-ion CATL NMC berkapasitas 8,2 kWh. Paket baterai tersebut memiliki bobot sekitar 46 kg dan diklaim mampu membawa Vortex Black Edition menempuh jarak hingga 180 km dalam sekali pengisian, tergantung kondisi penggunaan.

Untuk pengisian daya, baterainya membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam menggunakan sistem pengisian 72V/25A dengan charger terintegrasi. Velca juga menyebut baterai tersebut dirancang untuk mampu melewati hingga 1.000 siklus pengisian sebelum mengalami penurunan performa yang signifikan.

Secara dimensi, Velca Vortex Black Edition memiliki panjang 2.100 mm, lebar 850 mm, dan tinggi 1.100 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 1.410 mm. Bobot motor tercatat 150 kg tanpa baterai, sedangkan ketika baterai terpasang, total bobotnya mencapai 196 kg.

Untuk sektor kaki-kaki, bagian depan menggunakan ban Kenda semi hot-melt berukuran 120/80-16. Sementara roda belakang menggunakan ukuran lebih lebar, yakni 150/80-15. Sistem pengereman mengandalkan cakram dengan dukungan ABS untuk membantu meningkatkan keamanan saat berkendara.

Sebagai edisi khusus, Velca memberikan sejumlah perlengkapan tambahan. Mulai dari standar samping, sandaran jok belakang, hingga panel penutup jok untuk memberikan konfigurasi single seater. Setiap unit juga dibekali pelat khusus bernomor sebagai identitas eksklusif dari Black Edition.

Fitur modern juga tetap menjadi bagian dari paketnya. Velca Vortex Black Edition memiliki layar TFT 5 inci, konektivitas Bluetooth dan Wi-Fi, port USB-A serta USB-C, remote start, alarm, hingga kontrol dengan lampu latar.

Dengan produksi hanya 30 unit, Velca Vortex Black Edition lebih dari sekadar motor listrik dengan warna baru. Performa 13 kW, kecepatan maksimum 130 km/jam, baterai 8,2 kWh, serta identitas edisi terbatas membuatnya menjadi salah satu motor listrik asal Spanyol yang menarik perhatian.

Di pasar Spanyol, Velca Vortex Black Edition ditawarkan dengan harga €7.290 atau sekitar Rp150 jutaan. Sebuah angka yang sepadan dengan statusnya sebagai motor listrik eksklusif yang hanya bisa dimiliki oleh segelintir orang.

Continue Reading

Electric Vehicle

Presiden Prabowo Luncurkan MoLiNas, Dorong Kemandirian Industri Motor Listrik Nasional

Published

on

By

Indonesia kembali mengambil langkah dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Motor Listrik Nasional atau MoLiNas, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi sekaligus membangun ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.

MoLiNas tidak hanya berbicara soal menghadirkan motor listrik sebagai alat transportasi alternatif. Program ini membawa arah yang lebih luas, mulai dari pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas industri nasional, hingga kolaborasi antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, pelaku usaha, dan dunia akademis.

Melalui pengembangan ekosistem tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar bagi produk kendaraan listrik, tetapi juga memiliki kemampuan lebih besar dalam membangun dan mengembangkan teknologi kendaraan listrik secara mandiri.

Presiden Tinjau Produksi Motor Listrik

Dalam agenda peluncuran, Presiden Prabowo meninjau langsung proses produksi motor listrik sebelum mengunjungi area ekspo yang menampilkan berbagai bagian dari ekosistem kendaraan listrik.

Salah satu momen yang turut menjadi perhatian adalah penandatanganan plakat produksi 20 ribu unit motor listrik ALVA. Hal tersebut menjadi gambaran perkembangan industri roda dua listrik yang mulai membangun kapasitas produksi di Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyebut peluncuran MoLiNas sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Menurutnya, pengembangan motor listrik nasional membutuhkan sinergi dari berbagai sektor agar Indonesia mampu meningkatkan peran industri dalam negeri dalam rantai pengembangan kendaraan listrik.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan MoLiNas

Pengembangan MoLiNas melibatkan kerja sama antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, pengusaha nasional, hingga kalangan akademisi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan Indonesia, khususnya dalam pengembangan teknologi dan riset.

Presiden Prabowo menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun daya saing sebuah negara di era modern.

Konsep tersebut juga sejalan dengan gagasan Indonesia Incorporated, di mana berbagai elemen bangsa bergerak bersama untuk membangun kekuatan industri nasional.

Dalam industri otomotif, kolaborasi menjadi faktor penting karena pengembangan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada produksi kendaraan. Ada berbagai sektor pendukung yang harus berkembang secara bersamaan, mulai dari teknologi baterai, komponen, sistem penggerak, infrastruktur, hingga sumber daya manusia.

Bukan Hanya Jual Motor Listrik

Kehadiran MoLiNas menjadi bagian dari arah transformasi industri kendaraan listrik Indonesia. Pemerintah ingin mendorong industri nasional agar tidak hanya menjadi konsumen atau pasar kendaraan listrik dari luar negeri.

Target jangka panjangnya adalah meningkatkan kemampuan industri dalam negeri untuk memiliki peran yang lebih besar dalam pengembangan teknologi serta ekosistem kendaraan listrik.

Jika ekosistem tersebut terus berkembang, industri motor listrik nasional berpotensi memberikan nilai tambah yang lebih besar, memperkuat ketahanan energi, sekaligus membuka peluang baru bagi industri komponen dan teknologi otomotif Indonesia.

MoLiNas pun menjadi langkah penting dalam perjalanan industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi. Tantangan berikutnya adalah bagaimana program tersebut dapat berkembang menjadi ekosistem yang kuat, kompetitif, dan mampu menghadirkan produk berkualitas yang semakin mudah dijangkau masyarakat.

Continue Reading

Trending