Moto GP
Veda Ega Pratama Hadapi Hari Sulit di Practice Moto3 Catalunya 2026, Fokus Bangkit di Q1
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menghadapi tantangan berat pada hari pertama Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Kondisi cuaca dingin dan angin kencang membuat grip lintasan sulit diprediksi sepanjang sesi practice berlangsung.
Situasi tersebut membuat para pembalap kesulitan menemukan ritme terbaik, termasuk duo Honda Team Asia, Veda Ega Pratama dan Zen Mitani. Pada sesi Free Practice 1 (FP1), keduanya masih berusaha beradaptasi dengan kondisi trek yang terus berubah.

Zen Mitani sempat mengalami crash dan menutup FP1 di posisi ke-24. Sementara Veda Ega berada di urutan ke-23 sambil terus mencari setting motor yang tepat untuk meningkatkan rasa percaya diri di atas motor Honda NSF250RW miliknya.
Memasuki sesi Practice sore hari, Veda dan tim mencoba melakukan sejumlah perubahan demi memperbaiki performa sekaligus mengejar tiket otomatis menuju Q2. Namun persaingan Moto3 yang sangat rapat membuat upaya tersebut belum berhasil membuahkan hasil maksimal.
Veda akhirnya menutup sesi di posisi ke-19 dengan catatan waktu 1 menit 48,136 detik. Sedangkan Zen Mitani kembali mengalami crash dan harus puas finis di posisi ke-23.
Hasil ini membuat kedua rider Honda Team Asia harus memulai perjuangan dari sesi Q1 pada kualifikasi Sabtu. Meski begitu, Veda tetap menunjukkan optimisme tinggi untuk bangkit.
Pembalap asal Indonesia tersebut mengaku kondisi lintasan sangat sulit sejak pagi hari karena suhu rendah membuat grip motor terasa minim. Namun secara perlahan dirinya mulai menemukan feeling yang lebih baik pada sesi sore.
Sayangnya, kesempatan memperbaiki waktu pada time attack terakhir terganggu oleh traffic di lintasan sehingga Veda gagal mencatatkan lap maksimal. Meski demikian, ia yakin masih memiliki potensi besar untuk tampil lebih kompetitif di sesi berikutnya.
Kini fokus utama Veda adalah tampil maksimal di Q1 demi merebut tiket menuju Q2 sekaligus mempersiapkan diri menghadapi balapan Moto3 Catalunya 2026.
Moto GP
Pedro Acosta Pimpin Practice MotoGP Catalunya 2026, KTM Tampil Menggila
Pedro Acosta sukses mencuri perhatian pada sesi Practice MotoGP Catalunya 2026 setelah tampil sebagai pembalap tercepat di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Rider muda Red Bull KTM itu menunjukkan performa impresif dengan mencatatkan waktu 1 menit 38,710 detik sekaligus menegaskan perkembangan besar motor KTM RC16 musim ini.
Persaingan berlangsung sangat ketat sejak awal sesi. Acosta hanya unggul 0,018 detik dari Alex Marquez yang membawa Ducati Gresini ke posisi kedua. Sementara rekan setim Acosta, Brad Binder, ikut memperkuat dominasi KTM dengan finis di posisi ketiga.

Menariknya, lima pembalap teratas hanya terpaut kurang dari sepersepuluh detik. Bahkan selisih waktu dari posisi pertama hingga posisi kesepuluh cuma 0,269 detik, menandakan persaingan MotoGP 2026 semakin brutal dan kompetitif.
Aprilia juga menunjukkan peningkatan performa lewat Raul Fernandez yang finis keempat. Sedangkan Johann Zarco berhasil menjadi pembalap Honda terbaik di posisi kelima setelah tampil konsisten sepanjang sesi.
Di kubu Yamaha, Jack Miller dan Fabio Quartararo berhasil mengamankan tiket otomatis ke Q2. Keduanya tampil cukup solid meski masih kesulitan mengejar kecepatan KTM dan Ducati di trek lurus Catalunya.
Sementara itu, hari buruk kembali dialami Jorge Martin. Juara GP Le Mans tersebut mengalami dua kali crash sepanjang hari dan dipastikan harus memulai perjuangan dari Q1. Nasib serupa juga dialami Francesco Bagnaia yang gagal masuk 10 besar setelah hanya finis di posisi ke-12.
Pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi, sukses menyelamatkan Aprilia dengan finis ketujuh dan langsung lolos ke Q2. Hasil ini membuat persaingan menuju pole position dipastikan bakal semakin panas.

Dengan performa KTM yang semakin konsisten, MotoGP Catalunya 2026 kini menjadi sinyal bahaya bagi Ducati dan rival lainnya. Pedro Acosta terlihat semakin nyaman menaklukkan RC16 dan mulai menunjukkan potensi sebagai kandidat kuat perebut kemenangan akhir pekan ini.
Moto GP
Hasil Tes MotoGP Jerez 2026: Aprilia Dominan, Ducati Fokus Perbaiki Front Feeling
Sesi tes resmi pasca balapan MotoGP Jerez Test 2026 menghadirkan banyak insight penting terkait arah pengembangan motor di musim ini. Tes yang berlangsung di Circuito de Jerez ini dimanfaatkan maksimal oleh seluruh pabrikan untuk mengevaluasi performa sekaligus menguji komponen baru.
Sorotan utama datang dari dominasi Aprilia Racing yang menguasai posisi teratas. Duet Ai Ogura dan Raul Fernandez dari tim satelit Trackhouse tampil impresif, bahkan menjadi satu-satunya pembalap yang mampu mencatatkan waktu di bawah 1 menit 36 detik.
Hasil ini mempertegas bahwa Aprilia saat ini sedang berada dalam momentum performa yang sangat kompetitif.
Aprilia Uji Aero dan Ergonomi Baru

Di sesi tes ini, Aprilia Racing fokus pada pengembangan:
- Fairing depan baru (aerodinamika)
- Penyempurnaan ergonomi motor
- Setup khusus untuk Jorge Martin
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Aprilia tidak hanya cepat secara mesin, tetapi juga terus mengoptimalkan kenyamanan dan kontrol pembalap—faktor penting dalam menjaga konsistensi race pace.
Ducati Cari Solusi Front-End dan Sasis
Sementara itu, kubu Ducati Lenovo Team memanfaatkan tes ini untuk mengejar gap performa dari Aprilia.
Fokus utama Ducati:
- Pengembangan sasis baru
- Peningkatan “front feeling”
- Uji fairing depan dan samping
- Evaluasi swingarm terbaru
Pembalap utama Marc Marquez terlihat fokus mencari setup terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri pada bagian depan motor—area yang sebelumnya menjadi titik lemah saat balapan.
KTM Fokus Aero, Pedrosa Turun Gunung
Dari kubu Red Bull KTM Factory Racing, pengembangan difokuskan pada paket aerodinamika baru.
- Pedro Acosta jadi pembalap tercepat KTM (P5)
- Dani Pedrosa ikut turun sebagai test rider
- Fokus pada efisiensi aero dan stabilitas high-speed
Kehadiran Pedrosa menjadi indikasi bahwa KTM serius mempercepat proses development dengan pengalaman teknis yang matang.
Hasil Lengkap Tes MotoGP Jerez 2026 (Top 10)
- Ai Ogura – 1:35.944
- Raul Fernandez – 1:35.949
- Marco Bezzecchi – 1:36.272
- Marc Marquez – 1:36.277
- Pedro Acosta – 1:36.299
- Alex Marquez – 1:36.394
- Fabio Quartararo – 1:36.439
- Fabio Di Giannantonio – 1:36.477
- Johann Zarco – 1:36.658
- Francesco Bagnaia – 1:36.671
Moto GP
Marc Marquez Pasang Badan untuk Ducati: “Kesalahan Ada di Saya, Bukan Motornya”
Pembalap Marc Márquez menunjukkan sikap profesional setelah insiden yang membuatnya gagal finis pada seri Spanish Grand Prix 2026 di Circuito de Jerez-Ángel Nieto.
Alih-alih menyalahkan faktor teknis atau performa motor, rider dari tim Ducati Lenovo Team itu justru secara terbuka mengakui bahwa kecelakaan yang dialaminya murni akibat kesalahan pribadi saat mengendalikan motor di awal balapan.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis spekulasi yang sempat beredar mengenai kemungkinan gangguan elektronik pada motor Ducati Desmosedici GP26 yang sebelumnya juga dikaitkan dengan kegagalan finis rekan setimnya.

Awal Balapan Kuat, Hentikan Rekor Bezzecchi
Sebelum insiden terjadi, Marc Márquez sebenarnya tampil sangat kompetitif. Ia memulai balapan dari pole position dan langsung memimpin sejak lap pertama.
Catatan menarik muncul ketika Marc berhasil menghentikan rekor dominasi milik Marco Bezzecchi dari tim Aprilia Racing, yang sebelumnya mencatat 121 lap berturut-turut memimpin balapan.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa secara pace awal dan performa motor, Marc masih memiliki kecepatan yang sangat kompetitif di level tertinggi.
Namun memasuki lap kedua, situasi berubah cepat ketika ia kehilangan grip ban depan dan mengalami low-side saat melaju dengan kecepatan tinggi.

Pengakuan Terbuka: Kesalahan Murni dari Rider
Dalam pernyataannya kepada media, Marc Márquez secara jujur mengakui bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh kesalahan dalam gaya berkendara dan pengendalian motor.
Ia menegaskan bahwa motor tetap kompetitif dan mampu bersaing di barisan depan.
Sikap ini menunjukkan mentalitas pembalap berpengalaman yang memahami bahwa performa di lintasan tidak hanya ditentukan oleh mesin, tetapi juga oleh adaptasi dan feeling terhadap motor.
Marc bahkan menyebut target realistisnya pada balapan tersebut sebenarnya berada di posisi tiga atau empat, mengingat performa sang adik, Álex Márquez, yang tampil sangat kuat sepanjang akhir pekan.
Tantangan Utama: Ergonomi dan Front-End Feeling

Meski kondisi fisiknya dikabarkan sudah membaik setelah cedera bahu pada musim sebelumnya, Marc Márquez mengakui masih ada pekerjaan rumah dari sisi teknis.
Fokus utama saat ini adalah:
Adaptasi Ergonomi
Posisi duduk di motor GP26 belum terasa se-natural musim sebelumnya.
Front-End Feeling
Marc masih mencari keseimbangan antara kecepatan dan rasa percaya diri terhadap grip ban depan.
Konsistensi Tanpa Risiko Berlebih
Tujuannya adalah mempertahankan performa tinggi tanpa meningkatkan risiko crash.
Hal ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukan pada tenaga mesin, tetapi pada distribusi bobot dan ergonomi motor yang mempengaruhi kepercayaan diri rider saat memasuki tikungan cepat.
Periode Sulit Ducati, Tapi Potensi Tetap Besar
Tim Ducati Lenovo Team saat ini memang sedang menghadapi fase yang cukup menantang setelah beberapa seri tanpa podium, termasuk kegagalan finis yang dialami Francesco Bagnaia akibat masalah teknis.
Meski demikian, kemenangan pembalap lain dari keluarga Ducati membuktikan bahwa performa motor tetap kompetitif di grid MotoGP.
Marc sendiri menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menemukan kembali kenyamanan berkendara, terutama pada sesi tes berikutnya yang akan menjadi momen penting untuk memperbaiki setup motor.
Jika adaptasi tersebut berhasil, konsistensi performa Marc diperkirakan akan kembali menjadi ancaman serius bagi rival-rivalnya.

-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor9 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
