Motor
Wahyu Nugroho Menang Lagi di ARRC 2026, Yamaha Racing Indonesia Back-to-Back Juara
SELANGOR, MALAYSIA – Yamaha Racing Indonesia kembali menunjukkan taringnya di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Pada Race 2 Round 5 kelas SuperSports 600 (SS600) di Sepang International Circuit, Malaysia, Wahyu Nugroho sukses merebut kemenangan sekaligus mencatatkan kemenangan beruntun dalam dua seri terakhir.
Hasil di Sepang menjadi lanjutan dari performa apik Wahyu pada Round 4 di Pertamina Mandalika International Circuit. Di seri sebelumnya, pembalap asal Boyolali, Jawa Tengah, tersebut juga berhasil mengamankan kemenangan pada Race 2 SS600.

Artinya, dalam dua putaran terakhir ARRC 2026, Wahyu berhasil membawa Yamaha Racing Indonesia meraih dua kemenangan secara beruntun di kelas SS600. Konsistensi tersebut menjadi modal penting bagi Wahyu untuk terus menekan persaingan papan atas klasemen.
Bukan hanya Race 2, Wahyu juga tampil solid pada Race 1 SS600 Sepang. Ia berhasil mengamankan posisi ketiga untuk menambah koleksi poinnya. Hingga Round 5, Wahyu berada di posisi keempat klasemen sementara SS600 dengan 137 poin.

Performa Internasional Wahyu Terus Menanjak
Rentetan hasil positif Wahyu tidak hanya terjadi di ARRC. Sepanjang musim 2026, rider Yamaha Racing Indonesia tersebut juga menunjukkan performa kompetitif di sejumlah ajang balap internasional dan nasional.
Di Jepang, Wahyu berhasil finis keenam pada seri ketiga ST600 All Japan Road Race Championship (JRR) 2026 di Motegi. Sementara di Indonesia, ia juga sukses meraih kemenangan seri ketiga kelas National Sport 600 cc pada Kejurnas Mandalika Racing Series.
Kombinasi hasil tersebut menunjukkan kemampuan Wahyu beradaptasi dengan karakter lintasan dan level persaingan yang berbeda. Kini, fokusnya tertuju pada satu target: menutup musim ARRC 2026 dengan kemenangan ketiga secara beruntun.
M Faerozi Bangkit di Race 2 SS600
Kinerja Yamaha Racing Indonesia di SS600 juga diperkuat oleh M Faerozi. Setelah hanya mampu finis di posisi ke-11 pada Race 1, Faerozi memberikan respons positif pada Race 2 dengan mengakhiri balapan di posisi keempat.
Faerozi bahkan sempat terlibat dalam perebutan posisi depan. Ia beberapa kali berada di posisi kedua dan juga sempat memimpin jalannya balapan sebelum persaingan ketat pada lap-lap terakhir membuatnya harus kehilangan peluang podium.
Meski gagal naik podium, hasil tersebut tetap memberikan tambahan poin penting. Faerozi kini berada di posisi kedelapan klasemen sementara SS600 dengan koleksi 72 poin, naik satu posisi dibanding sebelumnya.
Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, menilai kemenangan beruntun tersebut menjadi bukti kemampuan kompetitif para pembalap Yamaha Racing Indonesia dalam menghadapi persaingan ketat di kelas SS600.

“Kemenangan beruntun di kelas SS600 dalam dua seri terakhir memperlihatkan kapabilitas kompetitif para rider menghadapi rival-rival mereka. Di Sepang, Wahyu Nugroho konsisten bertarung di barisan depan sehingga mendukungnya juara,” ujar Wahyu Rusmayadi.
Yamaha Racing Indonesia Juga Kompetitif di AP250
Konsistensi Yamaha Racing Indonesia tidak hanya terlihat di kelas SS600. Pada kategori Asia Production 250 (AP250), Yamaha juga terus menjaga tradisi podium sepanjang lima seri yang telah berlangsung.
Di Sepang, Fadhil Musyavi menjadi salah satu penyumbang hasil terbaik Yamaha dengan mengamankan posisi kedua pada Race 1 dan Race 2. Hasil tersebut menjadi podium ketiganya sepanjang musim 2026 setelah sebelumnya meraih podium ketiga di Mandalika.
Tambahan poin dari Sepang membuat Fadhil berada di posisi keenam klasemen sementara AP250 dengan 86 poin.
Sementara itu, Candra Hermawan juga memperlihatkan peningkatan performa. Setelah finis di posisi ke-10 pada Race 1, Candra mampu bangkit dan mengakhiri Race 2 di posisi kelima.
Candra saat ini mengoleksi 86 poin dan menempati posisi keempat klasemen sementara AP250. Dengan demikian, Yamaha Racing Indonesia tetap memiliki dua pembalap yang berada di papan atas klasemen AP250.
Bidik Kemenangan Ketiga di Buriram
Bagi Wahyu Nugroho, dua kemenangan beruntun di Mandalika dan Sepang menjadi pencapaian penting dalam perjalanan bersama Yamaha Racing Indonesia.
“Dua kemenangan berturut-turut pada seri 4 dan 5 adalah berkah luar biasa. Terima kasih kepada tim yang telah bekerja sama dengan optimal, bersama-sama kami mencapai hasil maksimal yang diinginkan. Selanjutnya, saya bertekad menang lagi pada seri penutup nanti untuk mengakhiri musim ini dengan memorable,” kata Wahyu.
Dengan dua kemenangan beruntun di kantong, tantangan berikutnya sudah menanti. Putaran terakhir ARRC 2026 akan berlangsung di Buriram, Thailand, pada awal Desember.
Jika kembali mampu meraih kemenangan, Wahyu Nugroho berpeluang menutup musim dengan tiga kemenangan beruntun sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu rider yang paling kompetitif di kelas SS600 ARRC 2026.
Persaingan final musim pun dipastikan menarik. Setelah menaklukkan Mandalika dan Sepang, mampukah Wahyu kembali menguasai Buriram?
Motor
FUBORU Racing Part Luncurkan Gasket Metal Foam di Final Superprix 2026 Sirkuit Mijen Semarang
SEMARANG – FUBORU Racing Part akan merilis produk terbaru dari lini Racing Series, yaitu gasket berbahan metal foam, pada ajang Final Superprix 2026. Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada 23 dan 24 [bulan] 2026 di Sirkuit Mijen, Semarang.
Pemilihan Final Superprix 2026 sebagai panggung rilis dinilai tepat. Ajang ini mempertemukan para pembalap dan tuner dengan kebutuhan komponen yang andal, sehingga produk Racing Series bisa langsung diperkenalkan kepada target pasarnya.
Gasket Metal Foam untuk Kebutuhan Racing
Gasket Racing Series ini menggunakan material metal foam, yaitu logam berstruktur seluler berpori yang dikenal ringan namun kuat. Karakter material tersebut membuatnya mampu menahan panas tinggi serta meredam tekanan dan getaran, kondisi yang lazim dihadapi komponen penyegel pada mesin yang dipacu di sirkuit.

Dengan material ini, FUBORU memposisikan produknya sebagai alternatif dari gasket konvensional bagi pengguna yang menginginkan ketahanan lebih dalam pemakaian intensif.
Keunggulan yang Ditawarkan
- Tahan panas tinggi, sesuai kebutuhan mesin balap dan modifikasi.
- Daya redam yang baik terhadap getaran dan tekanan.
- Bobot ringan, sejalan dengan kebutuhan komponen racing.
- Struktur kuat untuk membantu menjaga kerapatan sambungan.
Hadir Langsung di Sirkuit
Selama dua hari penyelenggaraan Final Superprix 2026, pengunjung, pembalap, dan para tuner berkesempatan melihat langsung produk ini di [lokasi booth/area FUBORU]. Tim FUBORU juga akan memberikan penjelasan mengenai spesifikasi dan penggunaan gasket Racing Series.
“Kami memilih Final Superprix 2026 karena di sinilah produk racing diuji dan dinilai langsung oleh para pelakunya. Gasket metal foam ini kami hadirkan sebagai bagian dari komitmen FUBORU di dunia balap.”
— [TERRENCE,FUBORU Racing Part]
Electric Vehicle
Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Andalkan Baterai 72V 80Ah
Yadea GT80 menjadi salah satu motor listrik yang menawarkan kemampuan jarak tempuh panjang. Model ini diklaim mampu melaju hingga 190 kilometer dalam sekali pengisian daya, dengan dukungan kombinasi baterai berkapasitas total 72V 80Ah dan motor listrik yang menghasilkan daya puncak 5.000 watt.
Selain mengunggulkan daya jelajah, Yadea GT80 juga dibekali kecepatan maksimum yang diklaim mencapai 90 km/jam. Kombinasi tersebut dirancang untuk menunjang kebutuhan mobilitas dengan jarak perjalanan lebih jauh, tanpa harus terlalu sering melakukan pengisian ulang baterai.
Meski demikian, klaim jarak tempuh maksimal perlu dilihat berdasarkan metode pengujiannya. Yadea GT80 memiliki konfigurasi baterai standar dan opsi baterai tambahan yang menghasilkan kapasitas berbeda, sehingga jarak tempuhnya juga tidak sama.
Baterai 72V 80Ah, Jarak Tempuh Diklaim 190 Km
Yadea GT80 menggunakan baterai standar berkapasitas 72V 50Ah yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 120 kilometer. Bagi pengguna yang membutuhkan daya jelajah lebih jauh, tersedia opsi baterai tambahan berkapasitas 30Ah.
Ketika baterai tambahan tersebut digunakan, kapasitas total meningkat menjadi 72V 80Ah. Dalam konfigurasi ini, jarak tempuh Yadea GT80 diklaim mencapai 190 kilometer berdasarkan pengujian World Motorcycle Test Cycle (WMTC).
WMTC merupakan metode pengujian terstandar untuk mengevaluasi konsumsi energi dan karakteristik kendaraan dalam kondisi pengujian tertentu. Karena itu, hasil pengujian tidak selalu sama dengan jarak yang bisa dicapai ketika motor digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Kondisi jalan, kecepatan berkendara, bobot pengendara, cuaca, tekanan ban, serta pola akselerasi dan pengereman dapat memengaruhi konsumsi energi. Dengan demikian, angka 190 kilometer sebaiknya dipahami sebagai klaim berdasarkan pengujian terstandar, bukan jaminan jarak tempuh dalam semua kondisi.
Motor Listrik 5.000 Watt, Kecepatan Maksimal 90 Km/Jam
Untuk sektor penggerak, Yadea GT80 mengandalkan motor listrik dengan daya puncak 5.000 watt atau setara 5 kW. Tenaga tersebut mendukung kemampuan motor mencapai kecepatan maksimum yang diklaim hingga 90 km/jam.

Perpaduan daya motor dan kapasitas baterai menjadi bagian penting dalam menentukan karakter berkendara serta kebutuhan energi. Namun, daya puncak tidak secara langsung menunjukkan konsumsi energi aktual, karena pemakaian listrik juga dipengaruhi kecepatan, beban, dan kondisi perjalanan.
Pada sektor pengereman, GT80 menggunakan rem cakram di roda depan dan belakang. Sistem tersebut dipadukan dengan Combi Brake System (CBS), yang membantu mendistribusikan pengereman antara roda sesuai mekanisme sistemnya.
Untuk mendukung stabilitas dan kenyamanan berkendara, motor ini juga dilengkapi suspensi hidraulis di bagian depan maupun belakang.
Dimensi Bodi dan Ukuran Ban
Yadea GT80 memiliki dimensi panjang 1.966 mm, lebar 713 mm, dan tinggi 1.333 mm. Ukuran tersebut memberikan gambaran mengenai proporsi bodi motor untuk kebutuhan mobilitas harian.
Pada bagian kaki-kaki, GT80 menggunakan ban depan berukuran 100/90-12 dan ban belakang 120/80-12. Kombinasi ukuran ban tersebut menjadi bagian dari konfigurasi roda yang mendukung karakter berkendara motor listrik ini.
Berikut rangkuman spesifikasi Yadea GT80 berdasarkan informasi yang tersedia:
- Baterai standar: 72V 50Ah
- Baterai tambahan: 30Ah
- Kapasitas total dengan baterai tambahan: 72V 80Ah
- Klaim jarak tempuh baterai standar: hingga 120 km
- Klaim jarak tempuh maksimal: hingga 190 km berdasarkan WMTC
- Daya puncak motor listrik: 5.000 watt
- Kecepatan maksimum: hingga 90 km/jam
- Rem depan dan belakang: cakram
- Sistem pengereman: Combi Brake System (CBS)
- Suspensi depan dan belakang: hidraulis
- Ban depan: 100/90-12
- Ban belakang: 120/80-12
- Dimensi panjang × lebar × tinggi: 1.966 × 713 × 1.333 mm
Siap Menghadapi Tantangan Jarak Tempuh 180 Km Lebih
Yadea GT80 juga disiapkan untuk mengikuti tantangan bertajuk “Yadea Go Beyond Limits 180+ Km on One Charge”. Program ini akan menguji kemampuan motor dalam menempuh perjalanan nyata dengan satu kali pengisian daya.

Pengujian tersebut menarik karena dapat memberikan gambaran mengenai performa jarak tempuh di luar kondisi laboratorium atau pengujian terstandar. Hasilnya juga dapat menjadi bahan perbandingan antara klaim jarak tempuh berdasarkan WMTC dan kemampuan motor ketika digunakan di jalan.
Pada akhirnya, daya jelajah aktual Yadea GT80 baru dapat dinilai secara lebih menyeluruh setelah hasil pengujian perjalanan nyata tersedia. Dengan baterai hingga 80Ah, daya puncak 5.000 watt, dan kecepatan maksimum yang diklaim 90 km/jam, GT80 menawarkan kombinasi spesifikasi yang berfokus pada mobilitas jarak jauh.
Motor
Royal Enfield Hypershift Classic 650 Meluncur di Indonesia, Hanya Ada 17 Unit
Royal Enfield menghadirkan Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun untuk pasar Indonesia. Mengusung jumlah produksi yang sangat terbatas, motor edisi spesial ini dialokasikan hanya sebanyak 17 unit untuk Indonesia, dari total 125 unit yang disiapkan untuk setiap wilayah utama dunia.
Model ini menjadi bagian dari perayaan perjalanan panjang Royal Enfield sejak 1901. Melalui edisi khusus tersebut, pabrikan asal Inggris yang kini berbasis di India itu memadukan desain klasik khas keluarga Classic dengan sentuhan visual eksklusif yang terinspirasi dari sejarah awal merek.
Di Indonesia, Royal Enfield Hypershift Classic 650 ditawarkan dengan harga Rp268.000.000. Konsumen yang berminat dapat mendaftarkan minat pembelian mulai 16 Oktober 2026 pukul 15.30 WIB hingga 27 Oktober 2026 melalui situs resmi Royal Enfield Indonesia.
Finishing Hypershift Berubah Warna
Daya tarik utama Hypershift Classic 650 terletak pada lapisan finishing khusus yang diaplikasikan pada bodinya. Dengan dasar warna kuningan, lapisan Hypershift dapat menampilkan pantulan warna merah, hijau, hingga emas, bergantung pada kondisi pencahayaan dan sudut pandang.

Konsep visual ini menjadi penghormatan terhadap sejarah Royal Enfield yang dimulai pada 1901. Efek perubahan warna memberikan karakter berbeda dibandingkan Classic 650 standar, sekaligus memperkuat kesan eksklusif pada motor edisi peringatan ini.
Meski mendapat sentuhan khusus, identitas desain Classic tetap dipertahankan. Bentuk tangki bahan bakar teardrop dan rumah lampu depan bergaya nacelle tetap menjadi elemen utama yang menghadirkan nuansa motor klasik.
Royal Enfield juga menyematkan emblem emas peringatan 125 tahun, emblem khusus pada panel samping, serta pinstripe yang dikerjakan dengan tangan atau hand-painted. Detail tersebut menambah karakter kolektor pada motor yang dipasarkan dalam jumlah terbatas ini.
Tetap Mengandalkan Mesin 650 Twin
Dari sisi mekanis, Hypershift Classic 650 tetap menggunakan platform mesin Royal Enfield 650 Twin dengan konfigurasi dua silinder. Platform tersebut mempertahankan karakter berkendara yang menjadi ciri keluarga motor Royal Enfield bermesin 650 cc.
Dengan demikian, pembeda utama edisi peringatan ini terletak pada tampilan, detail eksklusif, dan jumlah unit yang terbatas, bukan pada perubahan platform mesin yang disebutkan dalam informasi peluncurannya.
Kombinasi desain retro, finishing Hypershift, dan detail peringatan 125 tahun menjadikan model ini menyasar penggemar motor klasik yang mencari produk dengan nilai eksklusivitas lebih tinggi.

Harga Rp268 Juta, Pendaftaran Minat Dibuka
Royal Enfield Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp268.000.000. Jumlahnya dibatasi hanya 17 unit, sehingga konsumen perlu memperhatikan periode pendaftaran minat pembelian yang telah ditentukan.

Pendaftaran dibuka pada 16 Oktober 2026 mulai pukul 15.30 WIB dan berlangsung hingga 27 Oktober 2026. Konsumen dapat menyampaikan minat melalui situs resmi Royal Enfield Indonesia di https://www.royalenfield.com/id/id/home/.
Dengan kuota yang terbatas, Hypershift Classic 650 menjadi salah satu model spesial Royal Enfield yang membawa identitas sejarah merek ke dalam format motor klasik modern. Perpaduan desain ikonik dan finishing yang berubah warna menjadi ciri utama edisi peringatan 125 tahun ini.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
