Connect with us

Event

Pelor Angin, Motor Kustom Asal Madura yang Sabet Piala Raja KUSTOMFEST 2026

Published

on

Keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk melahirkan karya kustom berkualitas. Hal tersebut dibuktikan Ajies, builder asal Madura, Jawa Timur, melalui motor kustom bernama Pelor Angin yang mencuri perhatian di KUSTOMFEST 2026 – HIGH OCTANE.

Berbasis Honda CB150R tahun 2013, Pelor Angin tampil dengan gaya boardtracker yang memadukan material logam, sentuhan krom, dan elemen kayu. Bukan sekadar mengubah tampilan motor produksi massal, Ajies merancang konsep serta desainnya sendiri dengan berbekal kegemaran menggambar dan melukis.

Hasilnya, Pelor Angin berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan, termasuk Champion Kustom Bike Show Nitro Head Free for All. Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Ajies, terlebih KUSTOMFEST merupakan pengalaman pertamanya mengikuti ajang kustom berskala besar.

Berangkat dari Hobi Menggambar dan Melukis

Bagi Ajies, proses membangun motor kustom dimulai dari sebuah gagasan yang dituangkan ke dalam gambar. Ia percaya desain yang dibuat di atas kertas dapat diwujudkan menjadi sebuah motor dengan karakter visual yang kuat.

“Saya suka menggambar dan melukis, jadi desainnya saya buat sendiri. Menurut saya, apa yang kita gambar bisa diwujudkan menjadi motor sungguhan,” ujar Ajies.

Pendekatan tersebut terlihat pada Pelor Angin yang menggabungkan gaya boardtracker dengan penggunaan material logam dan kayu. Perpaduan ini memberikan karakter berbeda sekaligus memperlihatkan bagaimana kreativitas personal menjadi bagian penting dalam dunia kustom kulture.

Menariknya, sebelum mengikuti KUSTOMFEST, Ajies tidak memasang target berlebihan. Ia hanya berharap Pelor Angin dapat lolos hingga tahap akhir penilaian. Namun, hasil yang diraih justru melampaui ekspektasinya.

Enam Penghargaan untuk Pelor Angin

Penampilan Pelor Angin mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak di KUSTOMFEST 2026. Motor karya Ajies tersebut meraih enam penghargaan, yaitu Chopper Journal Pick, Custom Works Zon Pick, Cheetah 4D Pick, Best of Honda, dan Champion Kustom Bike Show Nitro Head Free for All, serta satu penghargaan lain

nya yang belum disebutkan secara terperinci dalam informasi yang tersedia.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa karya builder dari daerah dengan fasilitas terbatas tetap memiliki peluang untuk bersaing di panggung kustom nasional.

Bagi Ajies, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan terhadap hasil akhir sebuah motor. Ada proses panjang, eksperimen desain, dan usaha mandiri yang menjadi bagian dari perjalanan Pelor Angin hingga tampil di ajang tersebut.

Detail Belakang Motor Dibuat dari Nol

Salah satu bagian paling menantang dalam proses pembangunan Pelor Angin adalah area belakang motor. Ajies membuat komponen dengan bentuk menyerupai gearbox motor matik, tetapi bagian tersebut dirancang dan dibuat sendiri, bukan menggunakan atau memodifikasi komponen gearbox motor matik.

Bentuknya disesuaikan dengan konsep racing atau protector yang ingin ditampilkan. Detail ini memperlihatkan pendekatan Ajies dalam menerjemahkan ide desain menjadi bentuk nyata, sekaligus menghadirkan identitas visual yang membedakan Pelor Angin dari motor kustom lainnya.

Dalam dunia kustom, pengerjaan detail seperti ini membutuhkan perencanaan bentuk, pengukuran, dan penyesuaian agar komponen tetap selaras dengan keseluruhan desain motor.

Filosofi Nama Pelor Angin

Nama Pelor Angin juga memiliki cerita yang erat dengan identitas Madura. Ajies terinspirasi dari sapi karapan bernama Pelor Angin yang dikenal karena kecepatannya, serta konsep senapan angin.

Dua inspirasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa desain melalui perpaduan material logam dan kayu. Hasilnya bukan hanya motor dengan bentuk yang berbeda, tetapi juga karya yang membawa cerita dan interpretasi personal dari sang builder.

Sebelum membangun Pelor Angin, Ajies telah mengerjakan sejumlah motor pelanggan. Namun, sebagian besar proyek sebelumnya berupa modifikasi, bukan pembuatan motor kustom dari awal dengan konsep khusus. Ia menyebut Gagak Rimang dan Pelor Angin sebagai dua karya yang dibangun dengan pendekatan tersebut.

Keterbatasan Bengkel Tidak Menghentikan Kreativitas

Di balik pencapaian Pelor Angin, perjalanan pengerjaannya tidak selalu berjalan mulus. Proyek ini sempat tertunda akibat pandemi COVID-19. Setelah mendapat dukungan dari Bebek Sinjai, pengerjaan kembali dilakukan secara intensif selama sekitar dua bulan hingga motor siap tampil.

Tantangan lainnya datang dari fasilitas bengkel F.Art 32 yang masih sangat terbatas. Ajies mengaku peralatan yang tersedia bahkan hanya gerinda tangan. Untuk proses pengelasan, ia harus pergi ke tempat lain dan mengerjakannya sendiri karena belum memiliki mesin las.

Keterbatasan alat dan biaya menjadi tantangan tersendiri, terutama karena perkembangan ekosistem motor kustom di daerah asalnya belum sebesar di sejumlah kota lain. Meski begitu, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berkarya.

Ke depan, Ajies ingin terus mempertahankan karakter desainnya sekaligus mencoba membangun motor dengan kapasitas mesin yang lebih besar. Baginya, kemauan untuk terus belajar dan berkarya menjadi modal penting untuk mengembangkan kemampuan di dunia kustom.

Kisah Pelor Angin menunjukkan bahwa karya kustom tidak selalu lahir dari bengkel dengan fasilitas lengkap. Kreativitas, ketekunan, dan keberanian mewujudkan ide dapat menjadi bekal untuk membawa karya dari daerah menuju panggung yang lebih luas.

Event

Von Dutch x RWB Debut di IMX 2026, Hadirkan Koleksi Apparel Kolaborasi Eksklusif

Published

on

By

Indonesia Modification Expo (IMX) 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi kendaraan modifikasi dan karya para builder, tetapi juga ruang bagi brand yang tumbuh dari budaya otomotif untuk memperkenalkan produk terbarunya. Salah satunya adalah Von Dutch Indonesia, yang untuk pertama kalinya berpartisipasi di IMX dengan membawa koleksi kolaborasi eksklusif bersama Rauh-Welt Begriff (RWB), rumah modifikasi asal Jepang yang dikenal lewat karakter modifikasi Porsche.

Kolaborasi Von Dutch x RWB mempertemukan dua identitas yang memiliki keterkaitan kuat dengan dunia otomotif dan kustom kulture. Von Dutch dikenal melalui gaya apparel yang lekat dengan kultur otomotif, sementara RWB mendapat perhatian di kancah internasional berkat pendekatan modifikasi Porsche dengan karakter visual yang khas. Pertemuan keduanya kemudian diterjemahkan ke dalam koleksi merchandise yang menggabungkan unsur dari masing-masing brand.

Trucker Hat hingga Workshirt Jadi Bagian Koleksi

Koleksi Von Dutch x RWB mencakup sejumlah produk apparel, mulai dari trucker hat, T-shirt, windbreaker, hingga workshirt. Workshirt sendiri menjadi salah satu item yang identik dengan gaya Von Dutch.

Elemen visual dari kedua brand diterapkan ke dalam rangkaian produk tersebut. Hasilnya adalah koleksi yang membawa identitas Von Dutch dan RWB dalam satu konsep, sekaligus memperluas kolaborasi mereka dari ranah otomotif ke fashion dan gaya hidup.

Kehadiran koleksi ini juga memperlihatkan bagaimana budaya modifikasi kendaraan dapat berkembang melampaui bengkel dan area pameran. Identitas visual sebuah rumah modifikasi seperti RWB dapat diterjemahkan menjadi apparel yang merepresentasikan minat terhadap mobil kustom dan kultur otomotif.

Tersedia Terbatas Selama IMX 2026

Seluruh koleksi Von Dutch x RWB akan tersedia secara terbatas dan dapat dibeli langsung selama penyelenggaraan IMX 2026. Dengan skema tersebut, pengunjung memiliki kesempatan untuk mendapatkan merchandise kolaborasi ini langsung di lokasi acara.

Tidak hanya berbelanja, pembeli produk kolaborasi juga berkesempatan mengikuti signing session bersama RWB. Sesi tanda tangan dijadwalkan berlangsung setiap hari selama IMX 2026, dengan jadwal yang akan diumumkan selama acara berlangsung.

Program ini menambah daya tarik koleksi Von Dutch x RWB, terutama bagi pengunjung yang mengikuti perkembangan dunia modifikasi Porsche dan kustom kulture internasional.

Memperluas Pertemuan Otomotif dan Fashion

Dalam keterangan tertulisnya, Von Dutch menyebut kehadirannya di IMX 2026 sebagai titik awal untuk terhubung dengan ekosistem modifikasi otomotif yang lebih luas. Melalui kerja sama dengan RWB, brand ini membawa bagian dari sejarahnya di dunia otomotif ke dalam bentuk apparel yang dapat digunakan dalam keseharian.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ekosistem modifikasi tidak hanya bergerak melalui pembangunan kendaraan, pemilihan komponen, atau perubahan tampilan mobil. Apparel dan merchandise juga menjadi bagian dari budaya yang berkembang di sekitar komunitas otomotif.

Dengan debut Von Dutch Indonesia di IMX 2026, koleksi Von Dutch x RWB menjadi salah satu kolaborasi yang mempertemukan dunia modifikasi mobil dan fashion dalam satu panggung. Ketersediaannya yang terbatas selama acara turut menjadikannya koleksi yang patut diperhatikan oleh penggemar kedua brand.

Continue Reading

Event

KUSTOMFEST 2026 “High Octane”, Ratusan Motor dan Mobil Kustom Siap Unjuk Karya

Published

on

By

Ajang kustom kulture terbesar yang menjadi salah satu agenda penting bagi pelaku industri kreatif otomotif Indonesia, KUSTOMFEST 2026, kembali digelar pada 10–11 Oktober 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Memasuki tahun ke-15, perhelatan kali ini mengusung tema “High Octane”, sebuah gambaran tentang energi, kreativitas, dan semangat untuk terus mengakselerasi perkembangan industri kustom Tanah Air.

Tema tersebut juga menjadi respons terhadap tantangan yang dihadapi para pelaku industri kustom, mulai dari kondisi ekonomi hingga perubahan tren dan persaingan produk komponen buatan massal. Direktur KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi, menilai industri kustom Indonesia membutuhkan dorongan baru berupa gagasan, perspektif, serta strategi agar para builder dan pelaku usaha tetap mampu menghasilkan karya dan menjaga keberlangsungan bisnisnya.

Menurut Lulut, KUSTOMFEST tidak hanya berfungsi sebagai ajang memamerkan hasil modifikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan mencari peluang baru. Produk buatan industri rumahan serta UMKM Indonesia, termasuk komponen, suku cadang, dan apparel, telah menjangkau pasar kustom di berbagai negara. Melalui KUSTOMFEST, potensi tersebut diharapkan terus berkembang dan mendapat akses yang lebih luas ke pasar internasional.

Kustom Bike Show dan Hot Rod & Kustom Car Show Jadi Program Utama

Dua program utama yang kembali menjadi sorotan adalah Kustom Bike Show dan Hot Rod & Kustom Car Show. Ratusan sepeda motor dan mobil dari berbagai daerah akan mengikuti proses kurasi dan scrutineering sebelum ditampilkan kepada pengunjung dan dinilai oleh juri. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menampilkan karya dengan karakter, detail pengerjaan, serta konsep modifikasi yang menonjol.

Selain dua program tersebut, KUSTOMFEST 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang mencerminkan luasnya ekosistem kustom kulture. Pengunjung dapat menjumpai Flat Track, Art Island, Body Art Show, Kustom Diecast, Kustom Paint Battle, Helmet Kustom Paint, Kustom Journey by Rollie Monkie, Kustom Bicycle, Miss Kustomfest Pin-Up Kontest, Krospit Kontest, Booth Tenants, Junkyard Festival, FXR Paradise, SR Panic, dan All 3 Wheeler.

Sejumlah program baru turut memperkaya agenda tahun ini. FXR Paradise menjadi ruang berkumpul bagi pemilik Harley-Davidson FXR untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Sementara itu, SR Panic, yang dibawa 2Persenter dari Jepang, mempertemukan para pemilik Yamaha SR. Program All 3 Wheeler juga menghadirkan beragam kreasi kendaraan roda tiga, sedangkan Northy dan KUSTOMFEST menghadirkan COMMON GROUND Collective sebagai ruang kolaborasi komunitas, seniman, dan brand.

Flat Track Race Hadir dengan Coaching Clinic Internasional

Area outdoor JEC kembali menjadi arena penyelenggaraan Flat Track Race. Tahun ini, KUSTOMFEST menghadirkan Toshiyuki Osawa dari Cheetah Custom Cycles dan Mr. Masa Komazaki dari Have Fun Flat Track Japan untuk mengisi coaching clinic. Materi yang diberikan mencakup persiapan motor hingga teknik berkendara di lintasan flat track.

Kelas yang dipertandingkan meliputi Horizontal Engine Cub di bawah 150 cc, Vertical Engine di bawah 150 cc dan kelas 151–250 cc, kelas FFA dua-tak dan empat-tak, serta Star Racer. Kehadiran program ini memberikan ruang bagi penggemar balap untuk melihat sisi lain dunia kustom, ketika pengembangan motor dan kemampuan pengendara bertemu di lintasan.

Selain balap, program OVERLAND RIDE mengajak peserta menjelajahi rute Yogyakarta melalui kombinasi jalan raya dan medan off-road. Aktivitas tersebut menambah pilihan bagi pengunjung dan komunitas yang ingin menikmati pengalaman berkendara di luar area pameran.

KUSTOMFEST-INDONESIAN ATTACK Bawa Karya Lokal ke Jepang

Upaya memperkenalkan karya builder Indonesia ke dunia internasional kembali dilakukan melalui program KUSTOMFEST-INDONESIAN ATTACK. Sejumlah karya terbaik peserta KUSTOMFEST 2026 berkesempatan tampil di 34th Yokohama Hot Rod Custom Show 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Desember 2026 di Yokohama, Jepang.

KUSTOMFEST juga dijadwalkan menghadirkan sejumlah tamu dan juri internasional, di antaranya Yuichi Yoshizawa dari Custom Works Zon, Makoto Watanabe dari Chopper Journal, The Nash dari Burnout Mag, Takashi “Gussan” Yamaguchi dari 2Persenter, Toshiyuki Osawa dari Cheetah Custom Cycles, Masa Komazaki dari Have Fun Flat Track Japan, serta Matt Talajowski dari Sugarbaby Cycles, pemenang Best of Show Born Free Show 2026.

Beberapa builder internasional yang dijadwalkan hadir untuk pertama kalinya di KUSTOMFEST antara lain Suraphorn Phongsawat dari EasyRider Revival Pornstersomc, Risei K dari Shonan Style 12QROSSOVER (TQ), Takuya Okobu dari Vida Motorcycle Japan, dan Minoru Watanabe dari Fatech Power. Kehadiran mereka membuka kesempatan bagi pelaku kustom lokal untuk bertukar wawasan dengan builder dari negara lain.

Kustom Kulture, Kepedulian Sosial, dan Hiburan

KUSTOMFEST 2026 juga membawa misi sosial melalui kolaborasi dengan Baznas dan Dompet Dhuafa untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk dampak kebakaran hutan terhadap kehidupan masyarakat. Dalam rangka HUT ke-270 Kota Yogyakarta, KUSTOMFEST bersama Pemerintah Kota Yogyakarta turut menggelar Ride For YK, sebuah program untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui renovasi rumah tinggal.

“Kita tidak sekadar merayakan Lebaran Kustom dan mengajak untuk berakselerasi tinggi untuk para pelaku di industri kustom, namun juga melihat lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia termasuk tetangga terdekat, warga Yogyakarta membutuhkan kepedulian kita,” ujar Lulut Wahyudi.

Suasana acara juga akan diramaikan penampilan musik dari Kelompok Penerbang Roket, MCPR, Black Horses, Soloensis, Serigala Malam, D.P.M.B, Rebellion Rose, Morfem, dan Seringai. Berbagai program tersebut membuat KUSTOMFEST bukan hanya menjadi tempat melihat kendaraan kustom, tetapi juga ruang pertemuan bagi musik, seni, komunitas, dan industri kreatif.

Penyelenggaraan tahun ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kota Yogyakarta, serta sejumlah brand dan pelaku industri otomotif.

Tiket KUSTOMFEST 2026 Dibanderol Rp130 Ribu per Hari

Bagi pengunjung yang ingin hadir, tiket KUSTOMFEST 2026 tersedia secara online maupun langsung di lokasi atau on the spot. Harga tiket dewasa ditetapkan sebesar Rp130.000 per hari, sedangkan tiket anak-anak dibanderol Rp70.000.

Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan undian untuk mengikuti perjalanan ke Jepang dan menyaksikan 34th Yokohama Hot Rod Custom Show pada 6 Desember 2026. Informasi lebih lanjut mengenai ketentuan tiket dan undian dapat dipastikan melalui kanal resmi penyelenggara.

Memasuki usia ke-15, KUSTOMFEST kembali membawa pesan bahwa perkembangan kustom kulture tidak hanya bertumpu pada karya kendaraan, tetapi juga pada kreativitas, kolaborasi, keberlanjutan usaha, dan kepedulian sosial. Lewat tema “High Octane”, ajang ini mengajak pelaku industri kustom Indonesia untuk terus menjaga semangat berkarya sekaligus memperluas jangkauan ke panggung global.

Continue Reading

Event

Superchallenge Superprix 2026 Masuk Seri Final, Sirkuit Mijen Jadi Penentu Sang Raja

Published

on

By

Setelah melewati empat seri balapan, Superchallenge Superprix 2026 akhirnya memasuki babak penentuan. Seri kelima sekaligus seri final akan digelar di Sirkuit Mijen, Semarang, pada 23-24 Oktober 2026.

Empat seri sebelumnya telah menjadi panggung bagi para rider untuk menunjukkan konsistensi, kecepatan, dan kemampuan mereka dalam menghadapi persaingan sepanjang musim. Kini, seluruh hasil tersebut akan bermuara pada satu pertanyaan besar: siapa yang akan keluar sebagai pemegang tahta “Raja” Superchallenge Superprix 2026?

Seri final tentu memiliki tekanan yang berbeda. Setiap poin menjadi sangat berharga karena hasil balapan di Mijen dapat menentukan posisi akhir para pembalap dalam klasemen musim 2026.

Sirkuit Mijen pun dipastikan menjadi arena pertarungan terakhir bagi para rider untuk mengunci gelar. Kondisi lintasan, strategi balap, konsistensi performa, hingga kemampuan menjaga ritme sepanjang race akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir.

Buat Bradsis yang tidak bisa datang langsung ke Sirkuit Mijen, keseruan final Superchallenge Superprix 2026 tetap bisa disaksikan melalui live streaming di YouTube channel Superchallenge.

Tak hanya menghadirkan persaingan di lintasan, seri final juga akan diramaikan dengan special performance pada 24 Oktober 2026. Ndarboy Genk dan The Cloves and The Tobacco dijadwalkan tampil untuk melengkapi atmosfer penutupan musim.

Dengan status sebagai seri terakhir, gelaran di Mijen bukan sekadar balapan biasa. Inilah panggung terakhir bagi para rider untuk membuktikan performa mereka sekaligus menentukan siapa yang berhak menyandang gelar “Raja” Superchallenge Superprix 2026.

Jadi, jangan lewatkan 23-24 Oktober 2026 di Sirkuit Mijen, Semarang. Siapkan diri untuk menyaksikan duel pamungkas para rider sekaligus penentuan juara Superchallenge Superprix 2026.

Continue Reading

Trending