Motor
Royal Enfield Hypershift Classic 650 Meluncur di Indonesia, Hanya Ada 17 Unit
Royal Enfield menghadirkan Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun untuk pasar Indonesia. Mengusung jumlah produksi yang sangat terbatas, motor edisi spesial ini dialokasikan hanya sebanyak 17 unit untuk Indonesia, dari total 125 unit yang disiapkan untuk setiap wilayah utama dunia.
Model ini menjadi bagian dari perayaan perjalanan panjang Royal Enfield sejak 1901. Melalui edisi khusus tersebut, pabrikan asal Inggris yang kini berbasis di India itu memadukan desain klasik khas keluarga Classic dengan sentuhan visual eksklusif yang terinspirasi dari sejarah awal merek.
Di Indonesia, Royal Enfield Hypershift Classic 650 ditawarkan dengan harga Rp268.000.000. Konsumen yang berminat dapat mendaftarkan minat pembelian mulai 16 Oktober 2026 pukul 15.30 WIB hingga 27 Oktober 2026 melalui situs resmi Royal Enfield Indonesia.
Finishing Hypershift Berubah Warna
Daya tarik utama Hypershift Classic 650 terletak pada lapisan finishing khusus yang diaplikasikan pada bodinya. Dengan dasar warna kuningan, lapisan Hypershift dapat menampilkan pantulan warna merah, hijau, hingga emas, bergantung pada kondisi pencahayaan dan sudut pandang.

Konsep visual ini menjadi penghormatan terhadap sejarah Royal Enfield yang dimulai pada 1901. Efek perubahan warna memberikan karakter berbeda dibandingkan Classic 650 standar, sekaligus memperkuat kesan eksklusif pada motor edisi peringatan ini.
Meski mendapat sentuhan khusus, identitas desain Classic tetap dipertahankan. Bentuk tangki bahan bakar teardrop dan rumah lampu depan bergaya nacelle tetap menjadi elemen utama yang menghadirkan nuansa motor klasik.
Royal Enfield juga menyematkan emblem emas peringatan 125 tahun, emblem khusus pada panel samping, serta pinstripe yang dikerjakan dengan tangan atau hand-painted. Detail tersebut menambah karakter kolektor pada motor yang dipasarkan dalam jumlah terbatas ini.
Tetap Mengandalkan Mesin 650 Twin
Dari sisi mekanis, Hypershift Classic 650 tetap menggunakan platform mesin Royal Enfield 650 Twin dengan konfigurasi dua silinder. Platform tersebut mempertahankan karakter berkendara yang menjadi ciri keluarga motor Royal Enfield bermesin 650 cc.
Dengan demikian, pembeda utama edisi peringatan ini terletak pada tampilan, detail eksklusif, dan jumlah unit yang terbatas, bukan pada perubahan platform mesin yang disebutkan dalam informasi peluncurannya.
Kombinasi desain retro, finishing Hypershift, dan detail peringatan 125 tahun menjadikan model ini menyasar penggemar motor klasik yang mencari produk dengan nilai eksklusivitas lebih tinggi.

Harga Rp268 Juta, Pendaftaran Minat Dibuka
Royal Enfield Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp268.000.000. Jumlahnya dibatasi hanya 17 unit, sehingga konsumen perlu memperhatikan periode pendaftaran minat pembelian yang telah ditentukan.

Pendaftaran dibuka pada 16 Oktober 2026 mulai pukul 15.30 WIB dan berlangsung hingga 27 Oktober 2026. Konsumen dapat menyampaikan minat melalui situs resmi Royal Enfield Indonesia di https://www.royalenfield.com/id/id/home/.
Dengan kuota yang terbatas, Hypershift Classic 650 menjadi salah satu model spesial Royal Enfield yang membawa identitas sejarah merek ke dalam format motor klasik modern. Perpaduan desain ikonik dan finishing yang berubah warna menjadi ciri utama edisi peringatan 125 tahun ini.
Motor
Yamaha XSR900 GP 2027 Hadir dengan Warna Legend Blue, Terinspirasi Era Kejayaan Grand Prix
Yamaha memberikan penyegaran pada jajaran motor sport heritage melalui kehadiran pilihan warna baru Legend Blue untuk Yamaha XSR900 GP model tahun 2027. Bukan sekadar perubahan tampilan, kombinasi warna ini membawa kembali nuansa motor balap Grand Prix Yamaha yang identik dengan era kejayaan balap pada dekade 1980-an.
Pembaruan tersebut memperkuat karakter XSR900 GP sebagai motor yang memadukan desain klasik dengan identitas sport modern. Sebelumnya, Yamaha juga memperkenalkan warna Neon White untuk XSR900 versi standar. Kedua pembaruan ini menjadi bagian dari penyegaran lini Sport Heritage Yamaha.
Legend Blue Terinspirasi Motor Balap Christian Sarron

Warna Legend Blue pada Yamaha XSR900 GP 2027 mengambil inspirasi dari motor balap Sonauto Yamaha yang pernah digunakan Christian Sarron, pembalap asal Prancis yang memiliki catatan penting dalam sejarah Grand Prix.
Sarron tercatat menjalani 148 start di kejuaraan Grand Prix dan berkompetisi di tiga kelas berbeda, yakni 250cc, 350cc, serta 500cc. Salah satu pencapaian terbesarnya datang pada musim 1984, ketika ia berhasil meraih gelar juara dunia kelas 250cc.
Karier balap Sarron berlanjut hingga 1990, sebelum akhirnya ia mengakhiri kiprahnya sebagai pembalap Grand Prix setelah musim terakhir di kelas 500cc. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari sejarah balap Yamaha yang kini kembali diangkat melalui desain XSR900 GP terbaru.
Perpaduan Identitas Klasik dan Sport Heritage
Penerapan warna Legend Blue menjadi daya tarik utama pada Yamaha XSR900 GP model tahun 2027. Nuansa biru yang terinspirasi dari motor balap era 1980-an memberikan karakter visual yang kuat sekaligus mempertahankan identitas retro racing yang menjadi ciri khas model GP.
Melalui pendekatan desain tersebut, Yamaha menghubungkan warisan balap masa lalu dengan produk Sport Heritage masa kini. Inspirasi dari motor kompetisi legendaris tidak hanya menjadi elemen nostalgia, tetapi juga mempertegas karakter XSR900 GP sebagai motor yang mengangkat sejarah balap dalam kemasan modern.
Kehadiran warna baru ini menunjukkan bagaimana Yamaha terus memanfaatkan identitas motorsport sebagai bagian dari karakter produknya. Bagi penggemar motor bergaya klasik dan sejarah Grand Prix, Legend Blue menghadirkan penghormatan visual terhadap era balap yang membentuk reputasi Yamaha di lintasan dunia.

Motor
Honda ADV160 Trico Edition Meluncur di Malaysia, Harga Tembus Rp 62 Juta
Boon Siew Honda menghadirkan Honda ADV160 Trico Edition untuk pasar Malaysia. Skuter bergaya petualang ini tampil dengan kombinasi warna merah, putih, dan biru yang terinspirasi dari identitas balap Honda Racing Corporation (HRC). Dengan balutan warna tricolor tersebut, ADV160 mendapatkan tampilan yang lebih sporty dan berbeda dari varian reguler.

Mengutip Arenamotosikal, livery khusus ini menjadi pembeda utama ADV160 Trico Edition dari varian ADV160 RoadSync reguler yang sebelumnya tersedia dalam pilihan warna Matte Grey dan Brown. Kehadiran edisi ini juga menambah pilihan bagi konsumen Malaysia yang menginginkan skuter berkarakter adventure dengan sentuhan visual khas motorsport.
Menariknya, pasar Malaysia juga mendapatkan pilihan edisi khusus Spider-Man serta varian ADV160 ABS dengan kombinasi warna putih dan abu-abu.
Livery Tricolor Terinspirasi Balap Honda
Daya tarik utama Honda ADV160 Trico Edition terletak pada kombinasi warna merah, putih, dan biru yang mengingatkan pada identitas balap Honda. Sentuhan tricolor memberikan karakter lebih agresif pada skuter bergaya adventure tersebut, tanpa mengubah konsep dasar ADV160 sebagai kendaraan untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Penggunaan livery bernuansa balap juga memperkuat kesan sporty pada desain bodi ADV160. Karakter tersebut dipadukan dengan postur skuter yang tinggi dan desain yang terinspirasi dari motor petualang.
Meski tampil dengan warna khusus, ADV160 Trico Edition tetap mempertahankan fitur dan spesifikasi utama yang ditawarkan pada model ADV160 RoadSync.
Panel TFT 5 Inci dan Fitur Konektivitas
Dari sisi teknologi, Honda ADV160 Trico Edition dilengkapi Honda RoadSync yang terintegrasi dengan panel instrumen TFT berukuran 5 inci. Sistem ini mendukung konektivitas dengan ponsel pintar sehingga pengendara dapat memanfaatkan fitur yang tersedia melalui perangkat tersebut.
Fitur lainnya mencakup Honda Selectable Torque Control (HSTC) untuk membantu mengendalikan traksi roda belakang, Anti-lock Braking System (ABS) untuk membantu mencegah roda mengunci saat pengereman, serta Honda Smart Key yang memudahkan pengoperasian kendaraan tanpa anak kunci konvensional.

Untuk mendukung kebutuhan berkendara sehari-hari, Honda juga membekali skuter ini dengan soket pengisian daya USB Type-C dan bagasi di bawah jok berkapasitas 30 liter. Kombinasi fitur tersebut membuat ADV160 tidak hanya mengandalkan tampilan, tetapi juga menawarkan kepraktisan untuk penggunaan harian.
Mesin 156,9 cc, Tenaga 16 PS
Sektor dapur pacu Honda ADV160 Trico Edition mengandalkan mesin satu silinder eSP+ berkapasitas 156,9 cc. Mesin SOHC empat katup tersebut menggunakan sistem pendingin cairan untuk membantu menjaga temperatur kerja mesin.
Berdasarkan spesifikasi yang dipasarkan, mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 16 PS pada 8.500 rpm dan torsi puncak 14,7 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi otomatis CVT dengan penggerak V-belt.
Konfigurasi tersebut dirancang untuk memberikan karakter berkendara yang praktis khas skuter otomatis, dengan respons mesin yang mendukung mobilitas perkotaan maupun perjalanan di berbagai kondisi jalan.
Dimensi dan Suspensi untuk Gaya Adventure
Honda ADV160 Trico Edition memiliki tinggi jok 780 mm dan bobot 133 kg. Jarak sumbu rodanya mencapai 1.324 mm, sementara kapasitas tangki bahan bakar tercatat sebesar 8,1 liter.
Pada sektor kaki-kaki, motor ini menggunakan garpu teleskopik di bagian depan dan dua peredam kejut di belakang. Konfigurasi tersebut mendukung karakter skuter adventure yang mengutamakan kenyamanan serta stabilitas saat digunakan berkendara.
Dengan dimensi dan posisi berkendara khas ADV160, model ini menyasar konsumen yang menginginkan skuter otomatis dengan desain tangguh sekaligus fitur modern.
Harga Rp 62 Jutaan, Ada Bonus Aksesori
Di Malaysia, Honda ADV160 Trico Edition dipasarkan dengan harga RM14.149 atau setara sekitar Rp62,2 juta berdasarkan informasi yang diberikan. Setiap pembelian juga disertai garansi pabrik selama dua tahun atau 20.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.
Untuk jumlah pembelian terbatas, konsumen turut memperoleh bonus earphone JBL dan balaclava Motowolf. Penawaran ini menjadi nilai tambah bagi konsumen yang tertarik dengan edisi khusus tersebut.
Kehadiran Honda ADV160 Trico Edition memperlihatkan bagaimana penyegaran warna dan identitas visual dapat memberikan karakter berbeda pada sebuah skuter tanpa harus mengubah keseluruhan spesifikasi teknisnya.
Dengan livery terinspirasi HRC, panel TFT 5 inci, konektivitas RoadSync, serta mesin 156,9 cc, ADV160 Trico Edition menawarkan kombinasi tampilan sporty dan fitur praktis. Namun, model ini diperkenalkan untuk pasar Malaysia, sehingga informasi mengenai ketersediaannya di Indonesia perlu menunggu pengumuman resmi dari pihak Honda terkait.
Motor
Diva Ismayana Pimpin Klasemen Kejurnas Motocross 2026, Ducati MX Team Indonesia Tampil Kompetitif
Ducati MX Team Indonesia mengawali rangkaian Grand Final Kejurnas Motocross Indonesia 2026 dengan hasil menjanjikan. Dua pembalap andalannya, Diva Ismayana dan Hilman Maksum, berhasil finis di posisi kedua dan ketiga pada sesi Qualifying Race di Sirkuit Panca Arga Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026).
Hasil tersebut menjadi modal penting bagi keduanya untuk menghadapi balapan utama. Sorotan tertuju kepada Diva Ismayana yang masih memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 36 poin dalam perebutan gelar juara nasional. Sementara itu, Hilman Maksum yang menempati peringkat ketiga klasemen juga berpeluang menutup musim dengan hasil positif.
Performa kedua rider Ducati MX Team Indonesia memperlihatkan persiapan yang kompetitif menjelang penentuan akhir musim. Meski begitu, mereka tetap harus menghadapi tantangan lintasan dan tekanan dari para rival pada race utama.

Diva Ismayana Tunjukkan Kecepatan Sejak Time Practice
Diva Ismayana sudah memperlihatkan potensi sejak sesi Time Practice. Ia mencatatkan waktu terbaik 1 menit 32,927 detik dan menempati posisi kedua, hanya terpaut 0,123 detik dari Lewis Stewart, pembalap asal Australia yang menjadi tercepat.
Catatan waktu tersebut menjadi indikasi bahwa Diva memiliki kecepatan yang kompetitif untuk bersaing di barisan depan. Modal ini semakin penting mengingat dirinya datang ke Grand Final dengan posisi kuat dalam perebutan gelar juara nasional.
Rekan setimnya, Hilman Maksum, juga menunjukkan performa menjanjikan. Ia mengakhiri sesi Time Practice di posisi keempat dengan waktu terbaik 1 menit 36,043 detik, sekaligus menjaga peluang untuk bersaing di kelompok terdepan.
Kondisi Lintasan Berdebu Jadi Tantangan di Qualifying Race
Performa apik Ducati MX Team Indonesia berlanjut saat Qualifying Race. Diva langsung berada dalam persaingan di barisan depan dan sempat memberikan tekanan kepada Lewis Stewart pada beberapa lap awal.
Di belakangnya, Hilman Maksum mampu menjaga posisi ketiga meski mendapat tekanan dari sejumlah rival, termasuk Delvintor Alfarizi. Kedua pembalap Ducati MX Team Indonesia akhirnya menyelesaikan sesi tersebut di posisi kedua dan ketiga.
Namun, kondisi lintasan yang dipenuhi debu menjadi tantangan tersendiri. Jarak pandang yang terbatas membuat pembalap harus lebih cermat dalam menjaga ritme, membaca kondisi lintasan, dan menentukan waktu yang tepat untuk melakukan serangan.
Diva memilih menjaga konsistensi setelah mencoba memberikan perlawanan pada awal balapan. Keputusan tersebut membantunya mengamankan posisi kedua sekaligus mempertahankan modal penting untuk menghadapi race utama.
“Secara keseluruhan, hasil hari ini cukup baik. Di Time Practice, saya merasa kecepatan motor sudah kompetitif dan selisih waktu dengan pembalap tercepat juga sangat tipis,” ujar Diva Ismayana.
Ia menjelaskan bahwa kondisi lintasan yang berdebu membuatnya harus lebih berhati-hati saat Qualifying Race. Setelah mencoba bersaing pada lap-lap awal, Diva memilih menjaga ritme dan mengamankan posisi kedua.
Dengan keunggulan poin di klasemen sementara, Diva menegaskan bahwa fokusnya tetap pada persiapan menghadapi balapan utama. Ia tidak ingin terlalu memikirkan posisi klasemen dan memilih berkonsentrasi untuk memberikan hasil terbaik bagi tim.
Hilman Maksum Jaga Posisi Tiga Besar
Hilman Maksum juga melewati Qualifying Race dengan persaingan yang tidak mudah. Setelah mendapatkan start yang baik, ia mampu menempatkan diri di posisi ketiga di belakang Diva Ismayana dan Lewis Stewart.
Tekanan dari para rival membuat Hilman harus menjaga konsentrasi sepanjang balapan. Kondisi lintasan yang berdebu juga menuntutnya untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama ketika menentukan momentum untuk menyerang atau mempertahankan posisi.
Hilman akhirnya berhasil finis ketiga. Hasil tersebut memberikan modal positif bagi pembalap Ducati MX Team Indonesia itu untuk menghadapi race utama, sekaligus menjaga peluangnya menutup musim dengan hasil maksimal.
“Time Practice berjalan cukup baik bagi saya, dan saat Qualifying Race saya bisa mendapatkan start yang bagus hingga berada di posisi ketiga di belakang Diva,” kata Hilman.
Ia mengakui persaingan berlangsung ketat, terutama ketika sejumlah pembalap mulai memberikan tekanan untuk merebut posisinya. Karena itu, Hilman memilih tetap fokus, menjaga posisi, dan menghindari risiko yang tidak diperlukan.
Menurutnya, hasil tersebut menjadi bekal untuk melakukan evaluasi sebelum kembali bertarung pada balapan utama.
Diva Ismayana Hadapi Penentuan Gelar Juara Nasional

Keunggulan 36 poin membuat Diva Ismayana berada dalam posisi kuat menjelang penentuan gelar juara nasional Kejurnas Motocross Indonesia 2026. Namun, hasil Qualifying Race belum menentukan gelar secara otomatis karena balapan utama masih menjadi tantangan berikutnya.
Konsistensi, pengelolaan risiko, serta kemampuan membaca kondisi lintasan akan menjadi faktor penting bagi Diva dalam mempertahankan keunggulannya. Di sisi lain, para rival masih memiliki kesempatan untuk memberikan tekanan hingga rangkaian balapan berakhir.
Bagi Ducati MX Team Indonesia, keberhasilan menempatkan Diva dan Hilman di posisi kedua serta ketiga Qualifying Race menjadi sinyal positif menjelang race utama. Kini, perhatian tertuju pada kemampuan kedua rider mempertahankan performa dan menyelesaikan Grand Final dengan hasil terbaik.
Diva memburu gelar juara nasional, sementara Hilman berupaya memperbaiki hasil untuk menutup musim secara maksimal. Balapan utama pun menjadi momen penentuan bagi perjuangan keduanya di Kejurnas Motocross Indonesia 2026.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
