Mobil
Huawei Adakan Gebrakan di Pasar Mobil Listrik Mewah dengan Meluncurkan Aito M9: Ini Spesifikasinya
Huawei, perusahaan teknologi asal Tiongkok, baru-baru ini mengenalkan sport utility vehicle (SUV) listrik terbarunya, Aito M9. SUV bertenaga listrik ini bukan hanya sekadar penyegar di industri mobil listrik (electrical vehicle/EV) Tiongkok, melainkan juga bertujuan bersaing dengan merek-merek besar seperti Mercedes-Benz dan Land Rover.
Merek Aito merupakan hasil kolaborasi antara Huawei dan Seres, produsen mobil listrik di bawah naungan Sokon Grup, yang memiliki anak perusahaan Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia). Dalam kemitraan ini, Seres bertanggung jawab sebagai produsen, sementara Huawei, sebagai raksasa teknologi, menyumbangkan teknologi listrik, chip, dan sensor.

Aito M9 hadir dalam dua varian. Varian Battery Electrical Vehicle (BEV) dilengkapi dengan dua motor listrik yang menghasilkan tenaga sebesar 530 tenaga kuda (hp). Di sisi lain, versi Extended Range Electrical Vehicle (EREV) menghasilkan tenaga sebesar 496 hp dan dilengkapi mesin pembakaran internal 1,5 liter yang berfungsi sebagai generator.
SUV Aito M9, yang dapat menampung enam penumpang, memiliki dimensi panjang 5.230 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, dan wheelbase 3.110 mm. Spesifikasi ini mengungguli beberapa pesaingnya, termasuk SUV Mercedes-Benz EQE dan BMW iX.

Produksi Aito M9 dilakukan di pabrik Seres yang berlokasi di Chongqing, Tiongkok, dengan target produksi mencapai 700.000 kendaraan setiap tahunnya, suatu ambisi yang dinilai sangat tinggi.
Merek Aito sebelumnya telah meluncurkan dua model mobil, yaitu SUV M5 dan M7. SUV M9 dijadwalkan akan tiba pada bulan Desember 2023.
Aito M9 dijual di pasar Tiongkok dengan harga berkisar antara RMB 500.000 hingga RMB 600.000, setara dengan Rp 1,02 miliar hingga Rp 1,2 miliar, tergantung pada modelnya.
Mobil
Honda Zoomer e: 2027 Meluncur, Skuter Listrik Mungil Kini Dibekali TCS
Honda kembali menghadirkan model unik di segmen kendaraan listrik melalui Zoomer e: 2027. Skuter listrik ini diperkenalkan oleh Wuyang-Honda di China dengan tetap mempertahankan DNA desain khas keluarga Zoomer yang dikenal nyentrik, minimalis, dan memiliki tampilan mekanis.
Meski dimensinya ringkas, Honda Zoomer e: 2027 justru membawa sejumlah fitur yang cukup menarik. Salah satunya adalah Traction Control System atau TCS, fitur yang membantu menjaga traksi roda belakang saat pengendara membuka akselerasi, terutama ketika melintasi permukaan jalan dengan tingkat grip yang rendah.

Dengan bobot hanya 54,5 kg, tinggi jok 728 mm, serta pilihan jarak tempuh hingga 105 km, Zoomer e: 2027 dirancang sebagai kendaraan listrik perkotaan yang ringan dan mudah dikendalikan. Desainnya yang ikonik dipadukan dengan teknologi modern membuat motor listrik ini tampil berbeda dari kebanyakan skuter listrik kompak.
Desain Khas Zoomer dengan Rangka Terbuka
Secara tampilan, Honda Zoomer e: 2027 masih membawa karakter khas keluarga Zoomer. Bagian depan mengusung desain kotak dengan dua lampu utama berbentuk bulat yang langsung memberikan identitas unik.
Salah satu daya tarik utamanya terletak pada penggunaan rangka baja tubular yang dibuat terbuka. Selain memberikan kesan mekanis dan kokoh, desain tersebut juga membuka peluang bagi pemilik untuk melakukan personalisasi menggunakan berbagai aksesori.
Karakter urban adventure semakin terasa melalui penggunaan ban lebar dengan pola tapak yang agresif. Honda juga menggunakan setang terpisah dan panel instrumen LCD berbentuk bulat yang menyatu dengan konsep desain lampu depan.
Skuter Listrik Kecil dengan Fitur TCS
Salah satu hal yang membuat Honda Zoomer e: 2027 menarik adalah kehadiran Traction Control System. Fitur ini membantu menjaga roda belakang tetap mendapatkan traksi ketika motor berakselerasi.
Selain TCS, sistem pengereman sudah menggunakan cakram pada roda depan dan belakang. Honda juga menyematkan sensor standar samping untuk membantu mencegah motor bergerak ketika standar belum dilipat.
Sektor kenyamanan turut mendapat perhatian melalui suspensi belakang yang dapat diatur hingga lima tingkat. Pengendara dapat menyesuaikan karakter suspensi sesuai kondisi jalan maupun beban yang dibawa.
Bobot Ringan, Jarak Tempuh Hingga 105 Km
Honda Zoomer e: 2027 menggunakan motor listrik dengan daya maksimum 400W dan kecepatan tertinggi 25 km/jam. Angka tersebut disesuaikan dengan regulasi kendaraan listrik yang berlaku di pasar China.

Tersedia dua pilihan baterai. Varian pertama menggunakan baterai 48V 24Ah dengan jarak tempuh sekitar 80 km. Sementara varian tertinggi dibekali baterai 48V 30Ah yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 105 km dalam sekali pengisian.
Fitur lainnya juga cukup lengkap untuk kendaraan listrik kompak, mulai dari sistem kunci pintar Wi-Fi LINK, konektivitas aplikasi dan Bluetooth, cruise control, fitur bantuan dorong, hingga port USB untuk mengisi daya perangkat.
Di China, Honda Zoomer e: 2027 dipasarkan mulai 5.999 RMB atau sekitar Rp15 jutaan untuk varian baterai 48V 24Ah. Sementara versi 48V 30Ah dibanderol sekitar 6.699 RMB atau setara Rp16 jutaan.
Dengan desain khas, bobot super ringan, fitur TCS, hingga jarak tempuh lebih dari 100 km, Honda Zoomer e: 2027 menjadi salah satu skuter listrik unik yang menarik perhatian. Jika suatu saat masuk ke Indonesia, menurut kalian apakah Zoomer e: bisa menjadi pilihan menarik untuk mobilitas perkotaan?

Event
Bosch Tampilkan Teknologi Keselamatan Pintar di GIIAS 2026, Begini Cara Kerja Sistem Sense, Think, dan Act
Keselamatan berkendara menjadi salah satu fokus utama dalam perkembangan industri otomotif modern. Melalui GIIAS 2026, Bosch Indonesia memperkenalkan teknologi keselamatan terbaru yang dirancang untuk membantu pengemudi mendeteksi potensi bahaya, mengambil keputusan lebih cepat, hingga mengurangi risiko kecelakaan melalui sistem cerdas berbasis sensor.
Tiga Tahap Kerja Teknologi Keselamatan Bosch
Di Booth Safety & Advanced Technology, Bosch mendemonstrasikan konsep Sense, Think, dan Act, sebuah sistem yang menjadi fondasi berbagai teknologi keselamatan aktif (Active Safety) pada kendaraan modern.
Tahap pertama adalah Sense, di mana kendaraan memanfaatkan kombinasi Multi-Purpose Camera, Radar Sensor, dan Ultrasonic Sensor untuk memantau lingkungan sekitar secara real-time. Kamera berfungsi mengenali marka jalan, kendaraan, pejalan kaki, maupun objek lain di depan mobil. Radar menghitung jarak dan kecepatan kendaraan di sekitar, sedangkan sensor ultrasonik mendeteksi objek pada area dekat kendaraan, terutama saat parkir atau bermanuver.
Seluruh data tersebut kemudian diteruskan ke tahap Think. Pada proses ini, sistem komputasi kendaraan mengolah seluruh informasi dalam hitungan milidetik untuk menganalisis kondisi lalu lintas, memprediksi potensi tabrakan, serta menentukan tindakan paling tepat sebelum pengemudi sempat bereaksi.
Jika sistem mendeteksi risiko benturan yang tinggi, maka tahap Act akan bekerja melalui teknologi Integrated Power Brake. Sistem ini membantu memberikan tekanan pengereman secara otomatis sebagai bentuk asistensi kepada pengemudi. Teknologi tersebut tidak mengambil alih kendali kendaraan, melainkan membantu mengurangi kecepatan sehingga dampak kecelakaan dapat diminimalkan.
Keselamatan Aktif Menjadi Standar Kendaraan Masa Depan

Director of Mobility Solution Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi otomotif kini tidak lagi hanya berfokus pada penambahan fitur, tetapi bagaimana sistem tersebut mampu memberikan bantuan yang tepat pada waktu yang tepat.
Menurutnya, meningkatnya kompleksitas lalu lintas membuat teknologi keselamatan aktif menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara.
Konsep ini juga sejalan dengan target Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendorong peningkatan standar keselamatan kendaraan secara global pada tahun 2030. Di Indonesia, upaya tersebut turut diperkuat melalui Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang menempatkan keselamatan kendaraan sebagai salah satu pilar utama transportasi nasional.
Edukasi Keselamatan dan Program Sosial Bosch
Selain memperagakan teknologi keselamatan modern, Bosch juga mengedukasi pengunjung mengenai pentingnya melakukan perawatan kendaraan secara berkala agar seluruh sistem keselamatan tetap bekerja secara optimal.
Bosch turut menghadirkan berbagai produk aftermarket seperti wiper, busi, filter, lampu, klakson, hingga komponen otomotif lainnya yang berperan mendukung keselamatan berkendara sehari-hari.
Tak hanya itu, Bosch juga menggelar program sosial selama GIIAS 2026. Setiap pembelian satu pasang Bosch Advantage maupun Clear Advantage Wiper akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung peremajaan 100 unit ambulans di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan layanan keselamatan masyarakat.
Mobil
Prototipe Dodge Charger SRT Tertangkap Kamera, Bawa Mesin Twin-Turbo 550 HP
Dodge Charger varian performa tinggi terbaru mulai menunjukkan tanda-tanda kehadirannya. Dua unit prototipe yang diduga sebagai Charger versi paling bertenaga tertangkap kamera ketika menjalani pengujian di jalan raya.
Kemunculan prototipe tersebut langsung memicu spekulasi bahwa Dodge sedang mempersiapkan Charger SRT generasi terbaru. Meski kedua unit masih menggunakan kamuflase, sejumlah detail pada bodinya mengindikasikan bahwa mobil ini bukan Charger biasa.
Dikutip dari Carscoops, kedua prototipe memperlihatkan sejumlah perangkat yang berorientasi pada peningkatan performa, mulai dari bodi widebody, kap mesin dengan air scoop besar, hingga spoiler belakang berukuran agresif.
Widebody dan Aero Agresif Jadi Petunjuk
Perubahan pada sektor eksterior tidak hanya bertujuan memperkuat tampilan muscle car. Konfigurasi widebody memberikan ruang lebih besar untuk penggunaan roda dan ban berperforma tinggi, sekaligus berpotensi meningkatkan stabilitas kendaraan ketika digeber pada kecepatan tinggi.

Prototipe tersebut juga terlihat menggunakan pelek berdiameter besar yang dipadukan dengan sistem pengereman berperforma tinggi. Kombinasi ini mengindikasikan bahwa Dodge tidak hanya mengejar angka tenaga, tetapi juga meningkatkan kemampuan handling dan pengereman.
Menariknya, salah satu unit terlihat membawa Racepak data logger. Perangkat tersebut digunakan untuk merekam berbagai parameter kendaraan selama proses pengujian.
Kehadiran alat tersebut memperkuat dugaan bahwa prototipe Charger ini sedang menjalani pengembangan serius, termasuk pengujian performa dan kemungkinan pengujian di lintasan.
Mesin Hurricane Twin-Turbo Jadi Senjata
Dodge memang belum mengungkap spesifikasi resmi mobil tersebut. Namun, sejumlah laporan menyebutkan bahwa varian performa tinggi ini berpotensi menggunakan mesin 3.0 liter Hurricane twin-turbo inline-six.
Mesin enam silinder segaris tersebut diperkirakan mampu menghasilkan tenaga lebih dari 550 hp.
Jika angka tersebut terealisasi, model ini berpotensi menjadi salah satu Charger bermesin bensin paling bertenaga di jajaran terbaru Dodge, sekaligus menawarkan karakter berbeda dari Charger Daytona yang mengandalkan tenaga listrik.
Perkiraan harganya disebut berada di bawah US$60.000, atau sekitar Rp1,07 miliar berdasarkan kurs yang digunakan dalam laporan tersebut.
Charger Kembali Perkuat DNA Muscle Car
Kehadiran prototipe ini semakin menarik karena generasi terbaru Dodge Charger saat ini sudah hadir dengan dua pendekatan powertrain, yakni versi listrik Daytona dan versi bensin Sixpack.
Jika varian SRT bermesin Hurricane twin-turbo benar-benar meluncur, Dodge akan memiliki senjata baru untuk konsumen yang masih menginginkan sensasi muscle car dengan mesin pembakaran internal.
Dodge juga sebelumnya memberikan sinyal akan memperkenalkan sejumlah produk baru pada ajang Roadkill Nights pada Agustus. Karena itu, kemunculan prototipe Charger berperforma tinggi ini semakin memperkuat dugaan bahwa debut resminya mungkin tidak akan berlangsung terlalu lama.
Untuk saat ini, Dodge masih belum mengonfirmasi nama varian, spesifikasi final maupun harga resminya.
Namun, kombinasi widebody, aero agresif, perangkat pengujian performa, dan mesin Hurricane twin-turbo lebih dari 550 hp sudah cukup menjadi sinyal bahwa Charger baru ini sedang dipersiapkan sebagai muscle car yang jauh lebih serius.

-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
