Connect with us

Event

Perkenalkan Livery Terbaru Kawasaki Racing Team untuk Musim WSBK 2024

Published

on

Pada Kamis, 8 Februari 2024, Kawasaki Racing Team (KRT) mengumumkan peluncuran livery baru untuk kejuaraan WorldSBK (WSBK) bersamaan dengan pengenalan susunan pembalap untuk musim ini, yaitu Alex Lowes dan Axel Bassani.

Kedua pembalap tersebut akan menunggangi Ninja ZX-10RR di ajang WSBK 2024. Motor balap ini telah mengalami peningkatan dengan tambahan putaran puncak dan beberapa upgrade internal, serta beberapa penyesuaian kecil yang meningkatkan performanya.

Saat memandang ke musim baru yang akan datang, Manajer tim KRT Guim Roda menyatakan keyakinannya bahwa WSBK 2024 akan menjadi babak baru bagi Kawasaki. Dia optimistis bahwa KRT akan meraih hasil terbaik dalam musim yang akan datang.

” Saya yakin bahwa musim ini akan menjadi yang paling kompetitif dan mengasyikkan dalam sejarah WorldSBK sejak kami memulai proyek KRT pada tahun 2012. Kami telah melakukan persiapan yang sangat baik dan berharap bahwa semua penggemar balap, terutama penggemar Ninja, akan sangat menikmati musim ini,” ujar Guim.

Tim pabrikan Kawasaki juga mengumumkan kehadiran sponsor baru dalam livery motor dan seragam balap mereka, yaitu Motul, dengan desain grafis yang agresif. Managing Director Motul Indonesia Energy, Luthfi Ilhamy, menegaskan bahwa kolaborasi antara Kawasaki dan Motul sudah terjalin lama di tingkat global dan juga di Indonesia.

“Kawasaki Genuine Oil (KGO) by Motul ditujukan bagi pengguna Kawasaki yang mencari produk oli berkualitas tinggi. Pengalaman Motul di dunia balap tercermin dalam kemitraan kami dengan Kawasaki untuk mengembangkan oli premium,” ujar Ilhamy.

“Kawasaki di Indonesia memiliki konsumen aktif dengan kebutuhan untuk menjaga performa mesin, perlindungan maksimal, dan daya tahan tangguh yang saling melengkapi, dan itu semua tersedia dalam KGO by Motul,” tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, KGO by Motul diformulasikan khusus untuk Kawasaki dengan menggunakan teknologi Ester Base, yang merupakan Base Oil dengan kualitas tertinggi yang berdampak pada peningkatan performa mesin, perlindungan maksimal, dan daya tahan tangguh dalam kondisi ekstrem.

“Kawasaki Motors Ltd. dan Motul telah bekerja sama dalam membuat oli dengan formula khusus untuk motor Kawasaki di beberapa negara, termasuk Indonesia. Kali ini kami juga sangat bangga Motul mendukung Kawasaki dalam kejuaraan WorldSBK, yang merupakan ajang paling penting bagi brand Kawasaki,” kata Jin Inoue, Presiden Direktur PT Kawasaki Motor Indonesia.

Event

KTM Kejutkan Paddock! Mesin MotoGP 850cc Akhirnya Turun ke Trek, Era Baru Dimulai Lebih Cepat dari Perkiraan!

Published

on

By

KTM kembali membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta di MotoGP, tetapi pabrikan yang berani mengambil langkah lebih cepat dari kompetitornya. Di saat pabrikan lain masih berkutat di ruang riset, KTM justru sudah menggulirkan roda revolusi dengan menjalankan tes perdana prototipe mesin 850 cc—mesin yang akan menjadi standar baru MotoGP mulai 2027.

Momentum bersejarah ini terjadi dalam uji coba privat di Sirkuit Jerez, menghadirkan aura penasaran yang langsung menggema di paddock. Era mesin 1000 cc yang telah mendominasi sejak 2012 secara perlahan mulai pamit, memberi ruang bagi generasi baru yang lebih ramah keselamatan dan menjanjikan aksi salip-menyalip lebih intens.


KTM Abaikan Keraguan, Tancap Gas!

Padahal, beberapa pabrikan sebelumnya sempat ragu mengembangkan mesin 850 cc karena biaya riset yang membengkak. Bahkan seorang insinyur Aprilia pernah menyebut proses ini sebagai “jalan bunuh diri yang mahal.”
Namun KTM memilih jalannya sendiri.

Di tengah isu finansial yang sempat menghantam pabrikan Austria ini musim dingin lalu, keputusan untuk tetap maju justru menunjukkan satu hal:

KTM tidak datang untuk bertahan. KTM datang untuk menyerang.


Pol Espargaró Jadi yang Pertama Menjinakkan 850cc

Dalam video pendek yang dirilis secara terbatas, terlihat Pol Espargaró memacu prototipe 850 cc KTM. Suara mesin yang lebih padat dan galak seakan menjadi sinyal awal era baru MotoGP.

Espargaró bahkan menuliskan kalimat yang bikin merinding:

“Dengar itu. Masa depan baru saja dimulai. Motor 850cc kami akhirnya menyentuh aspal.”

Walau detail seperti jumlah lap atau spesifikasi teknis belum dibuka KTM, satu hal sudah jelas: ini bukan sekadar uji coba biasa—ini pernyataan perang.


Belum Sempurna, Tapi Sudah Selangkah Lebih Maju

Belum ada sasis final untuk regulasi 2027, karena KTM baru menutup pengembangan ban Pirelli yang juga akan digunakan di era baru nanti. Perangkat ride-height dipastikan sudah dimatikan sepenuhnya, mengikuti aturan baru.

Regulasi sebelumnya bahkan melarang pabrikan menguji mesin 850 cc sebelum 17 November 2025, dan begitu “jendela” regulasi dibuka, KTM langsung menjadi pabrikan pertama yang turun ke aspal.


MotoGP Menuju Fase Baru—dan KTM Memulai Lead Lap

Tes privat ini menandai awal transisi terbesar MotoGP dalam satu dekade terakhir. Mesin lebih kecil, aero dipangkas, perangkat elektronik dibatasi—semua diarahkan agar skill pembalap kembali menjadi pusat perhatian.

Dan dengan langkah agresif ini, KTM kini punya keunggulan satu hal:

Pengalaman pertama merasakan karakter asli mesin 850 cc di trek nyata.

Sebuah modal besar yang bisa menentukan peta persaingan musim 2027.

Continue Reading

Event

F1 Abu Dhabi 2025: Duel Terakhir Verstappen vs Norris, Gelar Dunia di Ujung Pisau

Published

on

By

Musim Formula 1 2025 akhirnya tiba di tikungan terakhir. Sirkuit Yas Marina bersiap menjadi panggung penentuan takdir antara tiga gladiator: Lando Norris, Max Verstappen, dan Oscar Piastri. Satu putaran lagi, satu trofi lagi, dan satu nama yang akan tercatat sebagai juara dunia. Tegangan jelang final terasa seperti udara panas gurun yang menekan, tak memberi ruang bernapas.

Bursa juara sementara dipimpin Norris dengan 408 poin, disusul Verstappen di 396 poin, dan Piastri 392 poin. Secara matematis semua masih hidup—secara emosional, semua terasa mungkin.

Norris: Peluang Terbesar, Beban Terberat

Norris memasuki Abu Dhabi dengan keunggulan 12 poin. Secara hitungan, tugasnya cukup jelas:
Finish di depan Verstappen & Piastri → Juara dunia.
• Bahkan jika hanya finish P3, ia tetap mengunci gelar, asalkan dua rival utamanya tak merebut lebih banyak poin.

Namun justru di sinilah tekanannya. Gelar pertama selalu yang paling berat. Satu kesalahan kecil di Yas Marina bisa menghapus kerja keras satu musim.

Piastri: Harapan Tipis tapi Tajam

Piastri datang sebagai penantang paling rapuh secara angka—minus 16 poin dari Norris. Ia wajib menang, lalu berharap Norris tidak lebih dari P6. Peluangnya kecil, tetapi Piastri dikenal sebagai pembalap yang tak pernah takut pada skenario mustahil. Jika ada yang bisa membuat kejutan di putaran terakhir, ia salah satunya.

Verstappen: Sang Juara Bertahan di Persimpangan Nasib

Verstappen berada di tengah pusaran tekanan. Kemenangan saja tidak cukup—ia harus menang dan berharap bantuan dari luar.
Red Bull tak bisa mengandalkan Tsunoda untuk memotong laju Norris, sehingga harapan Max bergantung pada pembalap lain seperti:
George Russell & Andrea Kimi Antonelli (Mercedes)
Carlos Sainz (Williams)
Charles Leclerc (Ferrari)
atau siapa pun yang tiba-tiba menemukan performa podium.

Jika Verstappen hanya finish P4, skenarionya makin kompleks. Ia bisa tetap juara jika:
• Piastri gagal finis P1/P2, dan
• Norris tidak meraih poin sama sekali.

Dalam kondisi ini, Verstappen dan Norris akan seri poin 408–408, namun gelar jatuh ke tangan Verstappen karena memiliki jumlah finis P2 lebih banyak (8 banding 5).

Pertarungan Terakhir yang Tak Bisa Ditebak

Abu Dhabi bukan hanya balapan penutup—tapi babak final paling terbuka dalam satu dekade terakhir. Tiga pembalap dengan mental juara, tiga mobil yang sama-sama kompetitif, dan satu sirkuit yang sering melahirkan drama tak terduga.

Jika keberuntungan kembali memeluk Verstappen seperti di Vegas dan Qatar, sejarah bisa terulang.
Jika Norris menjaga ketenangan di tengah badai, gelar dunia pertamanya tinggal sejengkal.
Jika Piastri menemukan keajaiban, musim 2025 akan tercatat sebagai salah satu penutup paling gila dalam sejarah F1.

Apa pun hasilnya, Yas Marina siap meledak.

Continue Reading

Event

Grid World Sportbike 2026 Resmi Dirilis: Era Baru Balap Motor Siap Meledak

Published

on

By

Musim perdana World Sportbike 2026 akhirnya menyingkap seluruh lini pembalap dan tim yang akan bertarung. Deru mesin kelas menengah ini bukan sekadar memulai kejuaraan baru—ia membuka babak sejarah yang diyakini menjadi salah satu musim paling ketat dalam lintasan balap produksi massal.

FIM telah menetapkan aturan baru yang membuat kompetisi semakin padat. Jumlah pembalap permanen kini bertambah menjadi 33 rider, plus 1 wildcard. Semua kursi terisi penuh bahkan sebelum musim dimulai, bukti antusiasme luar biasa dari pabrikan dan tim terhadap kategori baru ini.

Dari delapan pabrikan yang mengajukan homologasi, enam di antaranya langsung meluncurkan amunisi sejak musim perdana. Komposisinya memperlihatkan betapa sengitnya peta kekuatan:

  • 12 Yamaha
  • 8 Kawasaki
  • 4 Aprilia
  • 4 Triumph
  • 3 Suzuki
  • 2 Kove

Ini bukan sekadar angka—ini adalah deklarasi perang teknologi dan strategi di lintasan.

Menariknya, performa pabrikan di level nasional seperti BSB dan CIV memberikan gambaran awal betapa dinamisnya musim ini. Suzuki dan Triumph tampil kuat di kejuaraan domestik, namun mayoritas pabrikan lain juga datang dengan rekam jejak yang tak bisa disepelekan.

Hal inilah yang membuat prediksi juara terasa seperti menebak badai di kejauhan: tanda-tandanya ada, tapi hasil akhirnya hanya bisa ditentukan oleh kombinasi kesempurnaan motor, kekuatan tim, dan keteguhan pembalap sepanjang musim.

Dari komposisi rider, hanya satu pembalap berbahasa Jerman yang tampil, yaitu Phillip Tonn dari Kove—sebuah kontras menarik mengingat dominasi pembalap Spanyol dan Italia yang kembali menjadi kekuatan utama grid, seperti tradisi panjang di kelas menengah Eropa.

Untuk para penggemar Indonesia, hadirnya duo rider Tanah Air Felix Mulya dan Arai Agaska bersama Yamaha YZF-R7 membawa nuansa emosional tersendiri. Musim 2026 bukan hanya soal memulai era baru, tetapi juga tentang mimpi rider muda Indonesia yang melangkah ke pentas dunia.

Continue Reading

Trending