Connect with us

Moto GP

“YAMAHA UMUMKAN GARDNER SEBAGAI PENGGANTI RINS DI MOTOGP JERMAN!”

Published

on

Tim Yamaha MotoGP telah mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasi bahwa Alex Rins akan absen di Sachsenring akhir pekan ini karena cedera. Pembalap WSBK, Remy Gardner, diminta untuk menggantikannya.

Rins menjalani operasi dua kali pada Senin pagi untuk menstabilkan patah tulang ganda di pergelangan tangan kanannya. Di sore hari, ia melepaskan salah satu pin yang dipasang di kaki kanannya tahun lalu saat ia mengalami cedera serius di Grand Prix Italia. Yamaha berharap Rins akan pulih sepenuhnya untuk Grand Prix Inggris pada akhir pekan pertama Agustus, setelah jeda musim panas kejuaraan. “Operasi berjalan dengan baik dan saya akan pulang ke rumah.

Sayangnya, saya akan melewatkan Grand Prix berikutnya, tapi saya berharap bisa segera kembali. Meskipun ada halangan ini, motivasi kami untuk terus bekerja lebih besar dari sebelumnya,” komentar Rins. Untuk balapan terakhir di paruh pertama musim ini, Yamaha tidak ingin menurunkan hanya satu pembalap.

Fabio Quartararo, meskipun mereka tidak diwajibkan oleh regulasi untuk melakukannya. Jadi, setelah menelepon salah satu pembalap WSBK mereka. Pilot GRT Yamaha mempertimbangkan undangan tersebut dan akhirnya setuju untuk kembali ke paddock MotoGP untuk mengendarai prototipe YZR M1 untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Gardner dipromosikan ke kelas utama pada 2022 bersama Tech3-KTM, berpasangan dengan Raul Fernandez.

Namun, pembalap Australia itu tidak dapat beradaptasi dengan motor Austria. Pada usia 24 tahun, ia kehilangan tempatnya dan harus pindah ke paddock produksi WSBK. Tahun ini, juara Moto2 2021 itu mencetak kemenangan pertamanya di atas Yamaha R1. “Saya sangat bersemangat dengan tantangan ini. Saya hanya ingin mengucapkan ‘terima kasih banyak’ kepada Yamaha yang telah mempercayai saya untuk akhir pekan ini. Saya akan menggunakannya sebagai pengalaman belajar yang luar biasa.”

Moto GP

Veda Ega Pratama Bidik Hasil Positif di Moto3 Malaysia 2026, Modal Pole Australia Jadi Motivasi

Published

on

By

SEPANG – Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali membidik hasil kompetitif pada putaran ke-19 Moto3 2026 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Rider Honda Team Asia tersebut datang dengan motivasi tinggi setelah gagal menjalani balapan di GP Australia, meski sebelumnya berhasil merebut pole position pertamanya di kelas Moto3.

Pembatalan balapan di Phillip Island akibat kondisi cuaca buruk membuat Veda kehilangan kesempatan mengubah posisi start terdepan menjadi hasil balapan. Keputusan tersebut diambil setelah kondisi kabut dan keterbatasan visibilitas mengganggu operasional helikopter medis, sehingga penyelenggara tidak dapat menjamin aspek keselamatan untuk menggelar balapan.

Meski kecewa, Veda memilih mengambil sisi positif dari penampilannya di Australia. Keberhasilan mengamankan pole position menjadi bukti perkembangan performanya bersama Honda Team Asia, sekaligus modal kepercayaan diri untuk menghadapi seri berikutnya.

“Saya sangat menantikan balapan di Malaysia. Tentu saja, sangat mengecewakan tidak bisa balapan di Australia, terutama setelah meraih pole position dan merasa kuat sepanjang akhir pekan. Saya benar-benar ingin bertarung dalam balapan, tetapi terkadang hal-hal seperti ini terjadi, dan kita harus menerima keputusan tersebut dan terus maju,” ujar Veda.

Veda Punya Pengalaman di Sirkuit Sepang

Menghadapi GP Malaysia, Veda memiliki modal pengalaman di Sirkuit Internasional Sepang. Karakter lintasan yang memiliki kombinasi tikungan lambat hingga cepat serta dua trek lurus panjang menjadi tantangan tersendiri bagi para pebalap Moto3.

Sepang juga dikenal memiliki beberapa titik pengereman keras yang membuka peluang untuk melakukan manuver menyalip. Namun, temperatur tinggi dan kelembapan udara menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan dalam menjaga kondisi fisik serta konsistensi performa sepanjang balapan.

Veda berharap pengalaman sebelumnya di sirkuit tersebut dapat membantunya beradaptasi lebih cepat sejak sesi latihan pertama. Fokus utamanya adalah mendapatkan setelan motor yang sesuai, menjaga konsistensi catatan waktu, dan membangun kecepatan untuk bersaing di barisan depan.

“Hal positifnya adalah kami telah menunjukkan potensi kami, dan saya senang dengan kemajuan yang telah kami raih selama tur Asia. Sekarang kami memiliki kesempatan lain di Sepang, sirkuit yang saya kenal dari pengalaman sebelumnya. Saya ingin terus membangun kepercayaan diri, bekerja keras bersama tim sejak sesi pertama, dan berjuang untuk hasil yang bagus,” lanjutnya.

Zen Mitani Juga Incar Perbaikan Performa

Selain Veda, rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani, juga menargetkan hasil lebih baik di GP Malaysia. Pebalap rookie asal Jepang tersebut turut kehilangan kesempatan balapan di Australia akibat pembatalan lomba.

Mitani ingin memanfaatkan pengalamannya di Sepang untuk meningkatkan performa sepanjang akhir pekan. Ia diharapkan mampu menemukan ritme berkendara yang kompetitif dan menjaga konsistensi saat menghadapi persaingan ketat di kelas Moto3.

Bagi Honda Team Asia, GP Malaysia menjadi kesempatan bagi kedua pebalapnya untuk kembali menunjukkan potensi setelah akhir pekan yang tidak berjalan sesuai harapan di Australia.

Veda Langsung Tembus Tiga Besar Sesi Practice

Veda mengawali rangkaian GP Malaysia dengan hasil positif. Pada sesi Practice Jumat (30 Oktober), pebalap bernomor 9 tersebut berhasil menempati posisi ketiga dalam catatan waktu gabungan dengan torehan 2 menit 11,519 detik.

Hasil tersebut membuat Veda berhak melaju langsung ke sesi Qualifying 2 (Q2), sehingga tidak perlu melewati Q1. Posisi ini menjadi modal penting untuk memperebutkan posisi start terbaik pada balapan utama.

Moto3 Malaysia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November. Sesi kualifikasi digelar Sabtu (31 Oktober), sedangkan balapan utama sepanjang 15 lap dijadwalkan berlangsung Minggu (1 November).

Dengan modal pole position di Australia, pengalaman di Sepang, serta hasil positif pada sesi Practice, Veda memiliki peluang untuk kembali menunjukkan perkembangan performanya di panggung balap dunia. Kini, tantangannya adalah menjaga konsistensi dan menerjemahkan kecepatan tersebut menjadi hasil maksimal saat balapan berlangsung.

Continue Reading

Moto GP

Marc Marquez Tegaskan Tak Akan Gunakan Media untuk Menyerang Rival, Bayang-Bayang Konflik Rossi Kembali Mencuat

Published

on

By

Marc Marquez kembali menyinggung batasan dalam persaingan di MotoGP. Pebalap Ducati Lenovo tersebut mengakui bahwa media bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, tetapi ia menegaskan tidak ingin menggunakan pengaruhnya untuk menyerang atau menjatuhkan pebalap lain.

Pernyataan ini menarik perhatian karena Marquez pernah terlibat perseteruan panas dengan Valentino Rossi pada musim MotoGP 2015. Konflik yang berawal dari tuduhan Rossi menjelang perebutan gelar juara dunia itu menjadi salah satu rivalitas paling kontroversial dalam sejarah MotoGP modern.

Marquez menegaskan bahwa pengaruh media dapat digunakan untuk menjaga ketenangan dan mendukung kepentingannya sendiri, tetapi bukan untuk menyerang pihak lain. Sikap tersebut kembali membuka pembahasan tentang rivalitas, tekanan psikologis, dan peran media dalam persaingan antarpembalap kelas premier.

Continue Reading

Event

Aprilia RS 660 Phillip Island Tribute, Edisi Spesial yang Rayakan Sejarah Balap

Published

on

By

Aprilia menghadirkan penghormatan khusus untuk salah satu sirkuit paling ikonik dalam sejarah balap motor melalui RS 660 Phillip Island Tribute. Motor sport kelas menengah ini tampil dengan livery eksklusif yang terinspirasi dari karakter sirkuit Phillip Island, Australia, sekaligus membawa cerita panjang kesuksesan pabrikan asal Italia tersebut di arena balap dunia.

Aprilia RS 660 Phillip Island Tribute dijadwalkan tampil di pameran otomotif EICMA 2026 yang berlangsung di Milan, Italia, pada 5–8 November 2026. Motor edisi spesial ini akan dipamerkan di booth Aprilia, Hall 9, sebagai perpaduan antara desain eksklusif, teknologi modern, dan warisan kompetisi Aprilia.

Phillip Island memiliki posisi penting dalam perjalanan Aprilia di dunia balap. Pabrikan ini telah mengoleksi sedikitnya 10 kemenangan di berbagai kelas Kejuaraan Dunia MotoGP di sirkuit Australia tersebut, belum termasuk pencapaiannya di World Superbike bersama Aprilia RSV4.

Salah satu momen penting terjadi pada MotoGP Australia 2025 ketika Raúl Fernández meraih kemenangan bersama motor Aprilia RS-GP. Hasil tersebut menjadi bagian dari pencapaian Aprilia yang menembus 300 kemenangan di Kejuaraan Dunia Balap Motor, sekaligus memperkuat rekam jejaknya sebagai salah satu pabrikan Eropa tersukses di kompetisi tersebut.

Kehadiran RS 660 Phillip Island Tribute juga menjadi bentuk penghormatan terhadap sirkuit yang telah lama menjadi bagian dari kalender MotoGP. Phillip Island dijadwalkan tidak lagi menjadi tuan rumah MotoGP mulai musim 2027, mengakhiri kiprahnya di kalender kejuaraan setelah hampir tiga dekade.

Livery Eksklusif dengan Identitas Phillip Island

Dari sisi visual, Aprilia RS 660 Phillip Island Tribute mengusung kombinasi warna putih, hijau, dan merah yang terinspirasi dari identitas sirkuit. Aksen hijau menghiasi bagian samping dan buritan, sedangkan pelek merah memberikan kontras yang memperkuat karakter sporty motor ini.

Panel sampingnya menampilkan grafis berbentuk lintasan Phillip Island, lengkap dengan tulisan “Phillip Island Circuit” dan motif bendera kotak-kotak yang identik dengan garis finis balap. Detail tersebut membuat edisi ini tampil berbeda dari RS 660 standar.

Aprilia turut menyematkan emblem khusus pada tangki bahan bakar yang menunjukkan jumlah kemenangan pabrikan di sirkuit tersebut. Sementara itu, nomor seri masing-masing unit dicantumkan pada pelat di area kepala kemudi, mempertegas identitasnya sebagai model edisi khusus.

Mesin 660 cc dan Elektronik Berorientasi Performa

Untuk sektor teknis, RS 660 Phillip Island Tribute tetap mengandalkan platform Aprilia RS 660 dengan mesin dua silinder berkapasitas 660 cc dan konfigurasi empat katup. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 105 HP pada 10.400 rpm serta torsi puncak 70 Nm pada 8.400 rpm.

Aprilia juga menyediakan pilihan dengan tenaga yang dibatasi hingga 35 kW untuk kebutuhan pengendara yang sesuai dengan persyaratan lisensi di pasar tertentu. Ketersediaan varian ini dapat berbeda menurut negara dan regulasi yang berlaku.

Karakter sport modernnya didukung sistem elektronik Aprilia Performance Ride Control (aPRC) generasi terbaru. Paket tersebut mencakup traction control, wheelie control, engine braking control, cornering ABS, serta pengaturan pemetaan mesin melalui sistem throttle elektronik Ride-by-Wire.

Pengendara juga mendapatkan fitur launch control, sistem perpindahan gigi elektronik dua arah, cruise control, dan sensor inersia enam sumbu yang membantu sistem elektronik membaca dinamika pergerakan motor. Berbagai pengaturan tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan berkendara di jalan raya maupun penggunaan di lintasan balap.

Konstruksi Ringkas untuk Karakter Sport

Aprilia RS 660 menggunakan mesin sebagai bagian struktural yang turut menopang konstruksi motor. Rangkanya mengandalkan dua balok samping yang terhubung melalui sambungan baut pada area kepala kemudi dan bagian belakang.

Konsep ini menjadi bagian dari pendekatan desain RS 660 yang mengutamakan konstruksi ringkas sekaligus mendukung karakter handling motor sport. Perpaduan mesin bertenaga, rangka yang dirancang untuk performa, serta dukungan elektronik menjadikan RS 660 salah satu model penting dalam lini sport menengah Aprilia.

Melalui RS 660 Phillip Island Tribute, Aprilia tidak sekadar menawarkan perbedaan tampilan. Edisi ini membawa narasi sejarah kemenangan, identitas sirkuit legendaris, dan teknologi motor sport modern dalam satu paket. Detail harga, jumlah unit produksi, serta ketersediaan di tiap pasar perlu menunggu informasi resmi lebih lanjut dari Aprilia.

Continue Reading

Trending