Ducati kembali bikin gebrakan dengan lahirnya Multistrada V4 RS 2026, sport-touring edisi spesial yang membawa DNA Panigale langsung ke jalan raya. Ini adalah Multistrada pertama yang dipersenjatai mesin Desmosedici Stradale 1.103 cc milik Panigale V4, lengkap dengan sistem desmodromic, kopling kering, dan knalpot Akrapovic yang bikin bulu kuduk merinding saat digeber.
Tenaganya buas — 177 hp dengan redline 13.500 rpm, siap meledak kapan saja. Gear final drive lebih pendek, plus dukungan Ducati Quick Shift (DQS) 2.0, bikin perpindahan gigi secepat kilatan. Bahkan, bank silinder belakang bisa otomatis nonaktif untuk meredam panas saat riding santai.
Dari sisi kaki-kaki, Ducati membekali velg tempa Marchesini + ban Pirelli Diablo Rosso IV Corsa, suspensi semi-aktif Öhlins Smart EC 2.0, serta sistem pengereman brutal dengan Brembo Stylema dan ABS Cornering Bosch. Hasilnya? Handling presisi, stabilitas maksimal, dan rasa percaya diri ekstra di setiap tikungan.
Lebih ringan 3 kg dari versi Pikes Peak, motor ini memakai subframe titanium, bodi karbon, dan baterai compact. Elektroniknya makin canggih dengan radar Adaptive Cruise Control, Blind Spot Detection, hingga fitur futuristis Ducati Vehicle Observer (DVO) yang bisa membaca gaya motor secara real-time.
Desain pun makin agresif dengan ekor ramping, handguard karbon, livery RS eksklusif, dan ergonomi sporty: stang lebih rendah, footpeg lebih tinggi, dan grip lembut. Semua detailnya seakan berteriak: “Ini bukan sekadar Multistrada, ini touring dengan jiwa superbike!”
Diproduksi terbatas dengan plakat bernomor, Ducati Multistrada V4 RS akan mulai dikirim ke Eropa pada November 2025, lalu ke Amerika, Jepang, dan Australia pada awal 2026. Seperti keluarga Multistrada lainnya, motor ini dilindungi garansi “4Ever Multistrada” dengan jarak tempuh tak terbatas.
Niti Racing Team resmi memulai lembaran perjalanan menuju panggung dunia Bagger World Cup 2026. Persiapan awal tim dilakukan di Pertamina Mandalika International Circuit, Kamis (12/2), sebagai langkah krusial sebelum menghadapi kerasnya kompetisi internasional.
Dua pembalap andalan, Dimas Ekky Pratama dan Oscar Gutierrez, mulai menjinakkan motor Harley-Davidson Bagger dalam sesi adaptasi awal. Mandalika dipilih sebagai arena pemanasan sebelum seri pembuka FIM Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 yang akan digelar di Circuit of The Americas, Amerika Serikat.
Kejuaraan ini menjadi musim perdana balap bagger berskala dunia, dengan kalender ambisius yang mencakup enam sirkuit legendaris: Mugello Circuit, TT Circuit Assen, Silverstone Circuit, MotorLand Aragon, dan Red Bull Ring. Total 12 balapan siap menguji konsistensi dan mental para pembalap sepanjang musim.
Bagi Dimas Ekky, mantan rider Moto2, ajang ini menghadirkan tantangan yang benar-benar baru. Selain karakter motor yang berbeda ekstrem, spesifikasi Bagger World Cup belum tersedia di Indonesia, membuat proses adaptasi harus dimulai dari nol.
“Alhamdulillah saya dipercaya Niti Racing Team untuk tampil di Bagger World Cup 2026. Tantangannya besar karena motor spek World Cup belum ada di Indonesia, jadi adaptasi harus dipercepat,” ungkap Dimas.
Meski motor yang digunakan di Mandalika masih mendekati versi touring, pembalap asal Sentul ini tetap memaksimalkan sesi latihan untuk membaca karakter mesin, ergonomi, serta respons motor.
“Cornering belum bisa maksimal karena belum simulasi balap penuh. Tapi ada banyak catatan positif yang bisa jadi bekal,” tambahnya.
Sementara itu, Oscar Gutierrez yang telah berpengalaman di MotoE sejak 2023 mengaku terkesan dengan karakter Sirkuit Mandalika. Menurutnya, lintasan ini menawarkan kombinasi unik antara kecepatan dan teknikal, sekaligus menjadi tempat ideal untuk membangun rasa percaya diri sebelum menatap kompetisi dunia.
Dengan langkah awal yang matang di Mandalika, Niti Racing Team menunjukkan keseriusannya untuk bersaing dan membawa nama Indonesia bersinar di era baru balap Harley-Davidson Bagger World Cup 2026.
Ajang Indonesia International Motor Show 2026 menjadi panggung penting bagi KTM untuk menunjukkan taringnya di segmen motor petualang kelas premium. Salah satu sorotan utama datang dari kehadiran KTM 1390 Super Adventure S EVO, model terbaru yang disiapkan sebagai penantang serius BMW R1300 GS.
Secara karakter, motor ini memancarkan aura petualang modern yang siap diajak menembus berbagai kondisi jalan. Dengan tinggi jok yang dapat diatur di kisaran 847 hingga 867 mm, KTM 1390 Super Adventure S EVO dirancang agar tetap ramah bagi pengendara tanpa mengorbankan kontrol dan kenyamanan. Bobotnya berada di angka 227 kg, dipadukan dengan kapasitas tangki besar 23 liter yang mendukung perjalanan jarak jauh tanpa rasa khawatir.
Di balik tampilannya yang agresif, motor ini menggendong mesin buas berkapasitas 1.350 cc, konfigurasi dua silinder V dengan sudut 75 derajat. Mesin tersebut mampu memuntahkan torsi hingga 145 Nm, menjanjikan dorongan tenaga instan yang terasa sejak putaran bawah. Seluruh tenaga disalurkan melalui transmisi enam percepatan yang dirancang untuk memberikan perpindahan gigi presisi, baik saat melibas jalan aspal maupun menjajal rute petualangan.
Tak hanya soal produk, kehadiran KTM di IIMS 2026 juga menegaskan keseriusan PT Premier Auto Asia sebagai distributor resmi KTM, Husqvarna, dan GasGas di Indonesia. PAA menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem roda dua premium, baik untuk kebutuhan on-road maupun off-road.
Direktur Utama PAA, Abdul Gofur Amancik, menegaskan bahwa dukungan kepada konsumen tidak hanya berhenti pada penjualan unit. Sinergi dengan berbagai pihak akan diwujudkan melalui aktivitas fun race, touring, hingga program edukasi keselamatan berkendara, demi mewadahi hobi dan passion para pecinta track serta adventure di Tanah Air.
Dengan kombinasi performa buas, fitur modern, dan dukungan jaringan yang kian solid, KTM 1390 Super Adventure S EVO hadir bukan sekadar motor baru, melainkan simbol ambisi KTM untuk menguasai peta persaingan motor adventure premium di Indonesia.
Honda kembali memancing rasa penasaran pecinta motor adventure di Asia Tenggara lewat kemunculan Honda NX500 E-Clutch 2026. Model ini langsung menjadi bahan perbincangan hangat, terutama karena membawa teknologi baru yang menjanjikan pengalaman berkendara lebih praktis tanpa mengorbankan karakter petualang.
NX500 E-Clutch diposisikan sebagai langkah strategis Honda untuk memperkuat lini big bike adventure kelas menengah. Motor ini dirancang bagi rider yang gemar menjelajah berbagai kondisi jalan, namun tetap menginginkan kemudahan saat berkendara, baik di lalu lintas padat maupun saat touring jarak jauh. Perpaduan antara performa, kenyamanan, dan teknologi modern menjadi daya tarik utama yang membuatnya ramai dibahas di berbagai komunitas motor.
Sorotan terbesar tentu tertuju pada teknologi E-Clutch. Sistem kopling elektronik ini memungkinkan perpindahan gigi berlangsung lebih halus tanpa perlu menarik tuas kopling secara terus-menerus. Hasilnya, pengendaraan terasa lebih ringan dan minim lelah, bahkan bagi pengendara yang baru naik ke kelas 500 cc. Teknologi ini membuat NX500 E-Clutch terasa lebih ramah, tanpa menghilangkan sensasi berkendara motor adventure sesungguhnya.
Tak hanya soal teknologi, Honda juga menyempurnakan sisi ergonomi dan desain bodi. Pengendalian terasa lebih stabil dan percaya diri sejak awal berkendara, mendukung karakter motor yang siap diajak menjelajah berbagai medan. Dari sisi visual, NX500 E-Clutch tampil dengan nuansa adventure modern melalui tiga pilihan warna: Graphite Black, Matte Gray dengan decal White–Blue–Pink, serta Pearl White dengan decal senada, yang memperkuat kesan gagah sekaligus stylish.
Di pasar Thailand, Honda NX500 E-Clutch dipasarkan dengan harga rekomendasi 240.900 baht atau sekitar Rp130 jutaan. Dengan bekal teknologi E-Clutch dan konsep adventure serbaguna, motor ini digadang-gadang mampu menetapkan standar baru di segmen 500 cc.
Kemunculannya di Asia Tenggara pun membuka spekulasi besar: akankah Honda NX500 E-Clutch segera mengaspal di Indonesia? Jika benar hadir, bukan tidak mungkin motor ini akan menjadi pilihan menarik bagi para petualang yang menginginkan big bike adventure dengan rasa berkendara yang lebih praktis. Kita tunggu saja kejutan berikutnya dari Honda.