Electric Vehicle
Ofero Stareer 5 Lit Resmi Mengaspal, Sepeda Listrik Dua Baterai Siap Jelajah Hingga 130 Km
Ofero kembali menunjukkan keseriusannya di dunia mobilitas listrik Tanah Air dengan menghadirkan Stareer 5 Lit, sepeda listrik terbaru yang mengusung konsep premium, tangguh, dan relevan dengan gaya hidup modern. Produk ini menjadi bukti nyata arah inovasi Ofero dalam mengembangkan kendaraan listrik berbasis baterai lithium yang tidak hanya efisien, tetapi juga siap menunjang mobilitas jarak jauh.

Mengusung slogan “Dua Baterai, Tembus 130 KM”, Ofero Stareer 5 Lit tampil sebagai pembeda di segmennya. Berkat sistem dual lithium battery, sepeda listrik ini mampu menempuh jarak hingga 130 kilometer dalam satu kali pengisian daya, memberikan rasa tenang bagi pengguna dengan aktivitas tinggi tanpa harus sering mengisi ulang baterai.
Sales Manager Ofero, Super Wang, menjelaskan bahwa Stareer 5 Lit dirancang sebagai representasi visi Ofero dalam menetapkan standar baru sepeda listrik jarak jauh di Indonesia. Dengan kombinasi dua baterai lithium, fitur keselamatan canggih, serta performa yang mumpuni, Ofero ingin menghadirkan kebebasan berkendara tanpa kompromi, baik dari sisi kenyamanan maupun keamanan.
Dari sektor performa, Stareer 5 Lit dibekali motor bertenaga 1.200 watt yang menawarkan akselerasi responsif serta kemampuan menanjak yang stabil. Karakter ini membuatnya tetap andal digunakan di berbagai kondisi jalan, mulai dari rute perkotaan hingga medan menanjak.
Keunggulan lain hadir pada sisi keselamatan. Ofero mencatat sejarah sebagai sepeda listrik pertama di Indonesia yang dibekali Traction Control System (TCS). Teknologi ini berfungsi menjaga traksi roda tetap optimal dan meminimalkan risiko selip, terutama saat melintasi jalan licin. Sistem pengereman pun ditingkatkan dengan rem cakram ganda 220 mm di roda depan dan belakang, memberikan rasa percaya diri saat berkendara.
Aspek kenyamanan tak luput dari perhatian. Jok full memory foam sepanjang 600 mm dirancang untuk menunjang perjalanan jarak jauh, baik bagi pengendara maupun penumpang. Untuk kebutuhan ekstra, Ofero juga menyediakan sandaran belakang opsional yang dapat menambah kenyamanan saat touring.
Fungsionalitas Stareer 5 Lit semakin lengkap dengan bagasi bawah jok berkapasitas 22 liter, memungkinkan pengguna membawa barang lebih banyak tanpa mengganggu estetika desain. Tampilan yang menyerupai motor listrik membuatnya fleksibel digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja, pekerja aktif, hingga kebutuhan keluarga.
Dari sisi teknologi, sepeda listrik ini mengandalkan baterai lithium 60V 24Ah dengan garansi hingga 3 tahun dan usia pakai mencapai 4–5 tahun, dua kali lebih awet dibandingkan baterai timbal konvensional. Konsistensi Ofero dalam penggunaan baterai lithium juga diperkuat melalui kerja sama dengan Phylion, produsen baterai berstandar otomotif global.
Nuansa futuristik semakin terasa lewat penggunaan lampu depan LED berbentuk “X” dengan intensitas cahaya mencapai 50.000 cd dan jarak sorot hingga 100 meter, lengkap dengan lampu kabut untuk visibilitas maksimal. Fitur pendukung seperti tombol “P” untuk parkir, “ARS” untuk mode darurat, serta kunci stang (steerer lock) turut melengkapi pengalaman berkendara yang aman dan intuitif.
Brand Department Ofero, Auditya Gunawan, menegaskan bahwa Stareer 5 Lit bukan sekadar produk baru, melainkan langkah Ofero dalam menetapkan benchmark sepeda listrik premium di Indonesia. Komitmen terhadap teknologi lithium menjadi jaminan kualitas jangka panjang demi kenyamanan dan ketenangan konsumen.
Saat ini, Ofero Stareer 5 Lit telah resmi dipasarkan dengan harga rekomendasi wilayah Pulau Jawa mulai Rp 11.999.000 untuk varian satu baterai, menjadikannya salah satu sepeda listrik premium paling menarik di kelasnya.
Electric Vehicle
BMW Vision K18 Bikin Heboh! Motor Konsep 1800cc dengan 6 Knalpot dan Desain Ekstrem
BMW Motorrad kembali mencuri perhatian dunia otomotif lewat kemunculan BMW Vision K18, motor konsep futuristik yang disebut-sebut menjadi arah baru penerus lini touring legendaris K1600. Motor ini hadir dengan tampilan ekstrem bergaya bagger modern yang menggabungkan kemewahan khas touring BMW dengan aura performa agresif.

BMW Vision K18 dibangun menggunakan mesin enam silinder segaris berkapasitas 1.800 cc, mempertahankan identitas khas BMW Motorrad yang selama ini dikenal lewat karakter mesin halus, bertenaga, dan penuh torsi. Namun berbeda dari seri K1600 GTL yang identik dengan kenyamanan touring, Vision K18 justru tampil jauh lebih emosional dan dramatis.
Secara desain, BMW menghadirkan siluet memanjang yang terinspirasi dari pesawat supersonik Concorde. Detail unik langsung terlihat lewat penggunaan enam lampu depan LED, enam saluran udara, hingga enam knalpot yang menjadi simbol konfigurasi mesin inline-six milik BMW.
Karakter premium motor konsep ini juga diperkuat dengan penggunaan material eksklusif seperti panel aluminium handmade, forged carbon, dan finishing metalik spesial yang terinspirasi dari knalpot mobil Formula 1. BMW bahkan menyematkan sistem suspensi hidrolik adaptif yang mampu menurunkan tinggi motor secara otomatis untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas.

BMW menyebut Vision K18 bukan sekadar motor konsep pajangan. Pabrikan asal Jerman tersebut mengisyaratkan bahwa desain dan teknologi pada motor ini akan menjadi inspirasi untuk model produksi di masa depan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa BMW tengah menyiapkan generasi baru motor touring enam silinder dengan pendekatan yang lebih modern, sporty, dan futuristik.
CEO BMW Motorrad, Markus Flasch, juga menegaskan bahwa mesin enam silinder tetap menjadi bagian penting identitas BMW Motorrad. Menurutnya, mesin tersebut bukan hanya sekadar sumber tenaga, tetapi juga simbol karakter dan warisan BMW di dunia roda dua premium.
Dengan usia platform K1600 yang sudah lebih dari satu dekade, kehadiran BMW Vision K18 menjadi sinyal kuat bahwa BMW siap memasuki era baru motor touring premium dengan desain lebih agresif, teknologi modern, dan performa yang semakin emosional.
Electric Vehicle
Kairos EV: Kendaraan Roda Tiga Futuristis dengan Keamanan Tingkat Mobil
Dunia kendaraan listrik kembali menghadirkan inovasi unik lewat kemunculan Kairos EV, kendaraan roda tiga futuristis yang menggabungkan sensasi berkendara motor dengan sistem keselamatan layaknya mobil modern.
Kairos EV merupakan prototipe trike listrik hasil rancangan dua desainer asal Prancis, Mathieu L’Hopitault dan Philippe Girardi. Konsep kendaraan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman tanpa menghilangkan karakter lincah sepeda motor.
Secara desain, Kairos tampil sangat futuristis dengan bodi aerodinamis dan konfigurasi tiga roda. Menariknya, kendaraan ini mampu miring saat menikung seperti motor sport, sehingga tetap memberikan sensasi riding yang natural dan agresif.
Namun yang paling revolusioner bukan hanya desainnya, melainkan sistem keselamatannya. Kairos EV dibekali teknologi keselamatan pasif yang terinspirasi dari dunia otomotif roda empat, termasuk konsep crumple zone seperti pada mobil modern.
Teknologi pertama bernama Programmed Restraint Device (PRD), yaitu struktur tubular di bagian depan kendaraan yang dirancang untuk menyerap energi benturan frontal ringan. Sistem ini bekerja mirip crumple zone dan seatbelt pretensioner pada mobil, menjaga pengendara tetap aman saat terjadi tabrakan.
Jika benturan terjadi dalam kecepatan lebih tinggi, sistem PRD akan melepaskan pengendara secara terkontrol untuk meminimalkan risiko cedera serius. Konsep ini menjadi salah satu inovasi keselamatan paling unik di segmen kendaraan roda tiga listrik.
Selain itu, Kairos juga menggunakan teknologi Mobile Lateral Elements (MLE). Komponen berbentuk baji di sisi roda depan ini berfungsi membantu keseimbangan saat kendaraan miring, sekaligus menjadi penyerap energi tambahan ketika terjadi benturan samping.
Untuk sektor performa, Kairos EV dikabarkan menggunakan baterai solid-state berkapasitas 30 kWh yang dirancang untuk menghadirkan jarak tempuh setara motor bensin konvensional. Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga hingga 70 kW atau setara 93,8 hp, dengan kecepatan maksimum mencapai 150 km/jam.

Saat ini Kairos EV masih berada dalam tahap validasi dan sertifikasi, dengan target pengembangan menuju produksi sekitar tahun 2029 hingga 2030. Meski spesifikasi final belum diumumkan sepenuhnya, konsep ini menunjukkan bagaimana masa depan kendaraan roda dua dan roda tiga akan semakin mengutamakan keselamatan tanpa mengorbankan sensasi berkendara.
Electric Vehicle
Chery e-Vo REEV Debut di Beijing, Motor Hybrid Futuristik dengan Teknologi Range Extender
Chery resmi membuat kejutan di ajang Beijing Auto Show 2026 dengan memperkenalkan motor konsep futuristik bernama e-Vo REEV. Ini menjadi langkah perdana pabrikan otomotif asal China tersebut untuk masuk ke pasar roda dua, sekaligus membawa pendekatan berbeda di era elektrifikasi.
Berbeda dari motor listrik konvensional, Chery e-Vo REEV mengusung teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV). Sistem ini membuat roda belakang sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin bensin berkapasitas kecil hanya berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai.

Konsep ini mirip seperti extender pada mobil listrik modern, di mana mesin pembakaran internal tidak terhubung langsung ke roda, melainkan menjaga suplai energi agar baterai tetap terisi selama perjalanan.
Desain Cyber-Cruiser Futuristik
Secara desain, e-Vo REEV tampil agresif dengan gaya Cyber-Cruiser. Siluet bodinya dibuat tajam dan muscular dengan sentuhan industrial yang cukup kuat.
Bagian depan dibekali lampu LED minimalis bergaya horizontal, sementara pelek alloy multi-spoke memberikan kesan modern dan ringan. Posisi riding dibuat lebih santai dengan footstep agak maju, memberikan ergonomi khas cruiser modern.
Motor konsep ini juga sudah dibekali:

- ABS dual-channel
- Suspensi modern
- Rem cakram depan-belakang
- Layar TFT full digital resolusi tinggi
Solusi Range Anxiety Motor Listrik?
Hal paling menarik tentu ada di teknologi REEV yang dibawa Chery.
Saat daya baterai mulai menipis, mesin bensin internal otomatis bekerja sebagai generator untuk mengisi ulang energi baterai. Dengan konsep ini, pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada charging station karena tetap bisa mengisi bensin di SPBU.
Pendekatan ini menjadi solusi menarik untuk masalah klasik motor listrik: range anxiety atau kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan.
Jika teknologi ini benar-benar masuk tahap produksi, e-Vo REEV bisa membuka kategori baru di industri roda dua: motor hybrid listrik dengan generator bensin.
Fitur ADAS di Motor
Tak hanya bicara elektrifikasi, Chery juga menyematkan fitur teknologi tinggi pada e-Vo REEV.
Motor ini dibekali sistem ADAS level menengah, termasuk:
- Blind spot warning dengan getaran pada setang
- Monitoring aliran energi real-time
- Interface digital modern
Langkah ini menunjukkan bahwa Chery tidak hanya ingin membuat motor listrik biasa, tetapi juga membawa pendekatan kendaraan roda dua yang lebih connected dan intelligent.
Meski masih berstatus konsep, kehadiran Chery e-Vo REEV menunjukkan keseriusan Chery dalam merambah segmen roda dua dengan inovasi yang cukup berbeda dari kompetitor.
Jika diproduksi massal, motor ini bisa menjadi salah satu konsep paling menarik di era elektrifikasi roda dua.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor9 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
