KTM kembali menunjukkan ambisinya untuk berdiri di atas kaki sendiri. Di balik nama besar Bajaj Mobility—yang dulu dikenal sebagai Pierer Mobility—lahir sebuah langkah strategis yang cukup mengejutkan dunia otomotif. WP, brand yang selama ini identik dengan suspensi kelas dunia, kini resmi membuka babak baru lewat kehadiran WP Braking Systems.
Ini bukan sekadar ekspansi produk. Ini adalah sinyal kuat bahwa KTM ingin menguasai jantung performa motornya secara penuh. Dari suspensi hingga pengereman, semuanya ingin diracik dari dalam rumah sendiri.
Dari Spesialis Suspensi Menuju Ekosistem Sasis Lengkap
Dengan dukungan fasilitas produksi modern seluas 6.000 meter persegi dan tenaga ahli yang telah malang melintang lebih dari dua dekade di dunia pengereman, WP datang dengan target yang tidak main-main. Produksi ratusan ribu sistem rem dan jutaan selang rem per tahun menjadi bukti keseriusan mereka.
Langkah ini membuka peluang besar bagi motor-motor KTM, Husqvarna, GASGAS, hingga Bajaj untuk mulai meninggalkan pemasok eksternal dan beralih ke sistem pengereman internal buatan WP. Sebuah transisi menuju konsep total cycle parts yang selama ini hanya bisa dilakukan oleh segelintir pabrikan besar dunia.
Ringan, Kaku, dan Presisi: Senjata Utama WP
Sorotan utama dari WP Braking Systems tertuju pada kaliper radial empat piston mereka. Dengan bobot hanya 740 gram, komponen ini diklaim sebagai salah satu yang paling ringan di kelasnya—sebuah angka yang langsung memikat penggemar performa.
Desain bridge central dirancang untuk menjaga kekakuan struktur saat menerima tekanan ekstrem, memastikan pengereman tetap stabil dan konsisten. Bentuknya yang ramping juga membuka kompatibilitas dengan velg jari-jari, solusi ideal bagi motor supermoto dan trail performa tinggi.
Di sektor belakang, WP menerapkan konsep open bridge floating caliper yang membantu pembuangan panas lebih efektif, menjaga performa tetap optimal meski motor dipaksa bekerja keras di lintasan.
Detail Kecil yang Membuat Perbedaan Besar
WP tidak berhenti pada desain. Material menjadi fokus utama demi ketahanan dan presisi jangka panjang. Piston aluminium dengan lapisan hard anodized, seal berbahan EPDM, hingga selang rem PTFE braided steel memastikan tekanan hidrolis tetap stabil tanpa efek mengembang.
Menariknya, WP juga memperhatikan aspek yang sering luput: drag reduction. Dengan meminimalkan gesekan sisa antara kampas dan cakram saat rem tidak digunakan, motor menjadi lebih ringan berputar, lebih lincah, dan komponen lebih awet.
Menuju MotoGP dan Masa Depan KTM
Melihat keseriusan ini, bukan hal mustahil jika dalam waktu dekat logo WP Braking Systems akan muncul di motor KTM RC16 MotoGP. Jika itu terjadi, KTM berpotensi menjadi pabrikan paling mandiri di grid—mengembangkan suspensi dan pengereman sendiri, tanpa bergantung pada raksasa seperti Öhlins atau Brembo.
Dari sisi bisnis, langkah ini bukan hanya efisiensi biaya, tapi juga peningkatan identitas. Bagi konsumen, artinya satu hal: motor dengan karakter KTM yang semakin utuh, dari rangka hingga titik pengereman terakhir.
WP Braking Systems bukan sekadar produk baru—ini adalah pernyataan sikap. KTM serius ingin mengendalikan masa depannya sendiri, dan mereka melakukannya dengan penuh percaya diri.
Niti Racing Team resmi memulai lembaran perjalanan menuju panggung dunia Bagger World Cup 2026. Persiapan awal tim dilakukan di Pertamina Mandalika International Circuit, Kamis (12/2), sebagai langkah krusial sebelum menghadapi kerasnya kompetisi internasional.
Dua pembalap andalan, Dimas Ekky Pratama dan Oscar Gutierrez, mulai menjinakkan motor Harley-Davidson Bagger dalam sesi adaptasi awal. Mandalika dipilih sebagai arena pemanasan sebelum seri pembuka FIM Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 yang akan digelar di Circuit of The Americas, Amerika Serikat.
Kejuaraan ini menjadi musim perdana balap bagger berskala dunia, dengan kalender ambisius yang mencakup enam sirkuit legendaris: Mugello Circuit, TT Circuit Assen, Silverstone Circuit, MotorLand Aragon, dan Red Bull Ring. Total 12 balapan siap menguji konsistensi dan mental para pembalap sepanjang musim.
Bagi Dimas Ekky, mantan rider Moto2, ajang ini menghadirkan tantangan yang benar-benar baru. Selain karakter motor yang berbeda ekstrem, spesifikasi Bagger World Cup belum tersedia di Indonesia, membuat proses adaptasi harus dimulai dari nol.
“Alhamdulillah saya dipercaya Niti Racing Team untuk tampil di Bagger World Cup 2026. Tantangannya besar karena motor spek World Cup belum ada di Indonesia, jadi adaptasi harus dipercepat,” ungkap Dimas.
Meski motor yang digunakan di Mandalika masih mendekati versi touring, pembalap asal Sentul ini tetap memaksimalkan sesi latihan untuk membaca karakter mesin, ergonomi, serta respons motor.
“Cornering belum bisa maksimal karena belum simulasi balap penuh. Tapi ada banyak catatan positif yang bisa jadi bekal,” tambahnya.
Sementara itu, Oscar Gutierrez yang telah berpengalaman di MotoE sejak 2023 mengaku terkesan dengan karakter Sirkuit Mandalika. Menurutnya, lintasan ini menawarkan kombinasi unik antara kecepatan dan teknikal, sekaligus menjadi tempat ideal untuk membangun rasa percaya diri sebelum menatap kompetisi dunia.
Dengan langkah awal yang matang di Mandalika, Niti Racing Team menunjukkan keseriusannya untuk bersaing dan membawa nama Indonesia bersinar di era baru balap Harley-Davidson Bagger World Cup 2026.
Ajang Indonesia International Motor Show 2026 menjadi panggung penting bagi KTM untuk menunjukkan taringnya di segmen motor petualang kelas premium. Salah satu sorotan utama datang dari kehadiran KTM 1390 Super Adventure S EVO, model terbaru yang disiapkan sebagai penantang serius BMW R1300 GS.
Secara karakter, motor ini memancarkan aura petualang modern yang siap diajak menembus berbagai kondisi jalan. Dengan tinggi jok yang dapat diatur di kisaran 847 hingga 867 mm, KTM 1390 Super Adventure S EVO dirancang agar tetap ramah bagi pengendara tanpa mengorbankan kontrol dan kenyamanan. Bobotnya berada di angka 227 kg, dipadukan dengan kapasitas tangki besar 23 liter yang mendukung perjalanan jarak jauh tanpa rasa khawatir.
Di balik tampilannya yang agresif, motor ini menggendong mesin buas berkapasitas 1.350 cc, konfigurasi dua silinder V dengan sudut 75 derajat. Mesin tersebut mampu memuntahkan torsi hingga 145 Nm, menjanjikan dorongan tenaga instan yang terasa sejak putaran bawah. Seluruh tenaga disalurkan melalui transmisi enam percepatan yang dirancang untuk memberikan perpindahan gigi presisi, baik saat melibas jalan aspal maupun menjajal rute petualangan.
Tak hanya soal produk, kehadiran KTM di IIMS 2026 juga menegaskan keseriusan PT Premier Auto Asia sebagai distributor resmi KTM, Husqvarna, dan GasGas di Indonesia. PAA menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem roda dua premium, baik untuk kebutuhan on-road maupun off-road.
Direktur Utama PAA, Abdul Gofur Amancik, menegaskan bahwa dukungan kepada konsumen tidak hanya berhenti pada penjualan unit. Sinergi dengan berbagai pihak akan diwujudkan melalui aktivitas fun race, touring, hingga program edukasi keselamatan berkendara, demi mewadahi hobi dan passion para pecinta track serta adventure di Tanah Air.
Dengan kombinasi performa buas, fitur modern, dan dukungan jaringan yang kian solid, KTM 1390 Super Adventure S EVO hadir bukan sekadar motor baru, melainkan simbol ambisi KTM untuk menguasai peta persaingan motor adventure premium di Indonesia.
Honda kembali memancing rasa penasaran pecinta motor adventure di Asia Tenggara lewat kemunculan Honda NX500 E-Clutch 2026. Model ini langsung menjadi bahan perbincangan hangat, terutama karena membawa teknologi baru yang menjanjikan pengalaman berkendara lebih praktis tanpa mengorbankan karakter petualang.
NX500 E-Clutch diposisikan sebagai langkah strategis Honda untuk memperkuat lini big bike adventure kelas menengah. Motor ini dirancang bagi rider yang gemar menjelajah berbagai kondisi jalan, namun tetap menginginkan kemudahan saat berkendara, baik di lalu lintas padat maupun saat touring jarak jauh. Perpaduan antara performa, kenyamanan, dan teknologi modern menjadi daya tarik utama yang membuatnya ramai dibahas di berbagai komunitas motor.
Sorotan terbesar tentu tertuju pada teknologi E-Clutch. Sistem kopling elektronik ini memungkinkan perpindahan gigi berlangsung lebih halus tanpa perlu menarik tuas kopling secara terus-menerus. Hasilnya, pengendaraan terasa lebih ringan dan minim lelah, bahkan bagi pengendara yang baru naik ke kelas 500 cc. Teknologi ini membuat NX500 E-Clutch terasa lebih ramah, tanpa menghilangkan sensasi berkendara motor adventure sesungguhnya.
Tak hanya soal teknologi, Honda juga menyempurnakan sisi ergonomi dan desain bodi. Pengendalian terasa lebih stabil dan percaya diri sejak awal berkendara, mendukung karakter motor yang siap diajak menjelajah berbagai medan. Dari sisi visual, NX500 E-Clutch tampil dengan nuansa adventure modern melalui tiga pilihan warna: Graphite Black, Matte Gray dengan decal White–Blue–Pink, serta Pearl White dengan decal senada, yang memperkuat kesan gagah sekaligus stylish.
Di pasar Thailand, Honda NX500 E-Clutch dipasarkan dengan harga rekomendasi 240.900 baht atau sekitar Rp130 jutaan. Dengan bekal teknologi E-Clutch dan konsep adventure serbaguna, motor ini digadang-gadang mampu menetapkan standar baru di segmen 500 cc.
Kemunculannya di Asia Tenggara pun membuka spekulasi besar: akankah Honda NX500 E-Clutch segera mengaspal di Indonesia? Jika benar hadir, bukan tidak mungkin motor ini akan menjadi pilihan menarik bagi para petualang yang menginginkan big bike adventure dengan rasa berkendara yang lebih praktis. Kita tunggu saja kejutan berikutnya dari Honda.