Connect with us

Motor

Kawasaki Ninja 300 MY2027 Resmi Kembali, Sportbike Legendaris untuk Rider Pemula Hadir Lebih Modern

Published

on

Kawasaki kembali membuat kejutan di segmen motor sport entry-level dengan menghadirkan kembali Ninja 300 model year 2027. Setelah hampir satu dekade menghilang dari pasar utama akibat hadirnya Ninja 400 dan Ninja 500, motor sport fairing legendaris ini akhirnya mendapatkan kesempatan kedua untuk mengisi kebutuhan pengendara pemula yang menginginkan sportbike ringan, mudah dikendalikan, dan tetap menyenangkan digunakan sehari-hari.

Langkah Kawasaki ini dinilai cukup menarik di tengah tren industri sepeda motor yang semakin dipenuhi teknologi elektronik kompleks, layar TFT berukuran besar, serta fitur berkendara canggih yang terkadang justru membuat harga motor semakin tinggi. Ninja 300 MY2027 hadir dengan pendekatan berbeda, menawarkan sensasi berkendara yang lebih sederhana namun tetap relevan dengan kebutuhan pengendara masa kini.

Kembalinya Ninja 300 juga menjadi strategi Kawasaki untuk mengisi celah pasar yang mulai terbentuk setelah kehadiran Ninja 400 dan Ninja 500. Meski kedua model tersebut menawarkan performa lebih tinggi, sebagian calon pengguna pemula menganggap kapasitas mesin dan dimensi keduanya sudah terlalu besar untuk tahap awal belajar mengendarai motor sport.

Mesin Parallel-Twin 296cc yang Sudah Teruji

Di sektor performa, Kawasaki tetap mempertahankan mesin yang selama ini menjadi identitas Ninja 300. Motor ini mengandalkan mesin dua silinder segaris (parallel-twin) berkapasitas 296cc berpendingin cairan yang dikenal memiliki karakter halus namun tetap bertenaga.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 38,9 hp dengan torsi maksimum 26,1 Nm pada putaran tinggi. Karakter tenaga yang linear membuat motor ini sangat bersahabat bagi rider pemula sekaligus tetap mampu memberikan sensasi sporty saat dipacu di jalan terbuka.

Untuk menunjang kenyamanan berkendara, Kawasaki juga menyematkan Assist & Slipper Clutch. Teknologi ini membuat tarikan tuas kopling terasa lebih ringan serta membantu mengurangi gejala roda belakang mengunci saat melakukan downshift agresif.

Tetap Mengandalkan Sasis Ringan dan Mudah Dikendalikan

Salah satu alasan Ninja 300 begitu populer pada generasi sebelumnya adalah karakter handling yang ringan dan mudah dipahami. Hal tersebut tetap dipertahankan pada model terbaru ini.

Kawasaki menggunakan rangka steel-tube diamond frame yang terkenal kuat dan memberikan feedback berkendara yang baik. Suspensi depan masih menggunakan teleskopik 37 mm, sementara bagian belakang dibekali sistem Uni-Trak dengan pengaturan preload yang dapat disesuaikan.

Kombinasi tersebut menghasilkan karakter motor yang lincah saat digunakan di area perkotaan sekaligus tetap stabil ketika diajak melaju pada kecepatan tinggi.

Dengan wheelbase 1.404 mm, tinggi jok hanya 784,8 mm serta bobot isi sekitar 176 kilogram, Ninja 300 menjadi salah satu sportbike fairing yang sangat ramah untuk pengendara dengan postur tubuh beragam.

Kini Hadir dengan Sentuhan Modern

Meski tetap mempertahankan DNA klasiknya, Kawasaki memberikan sejumlah pembaruan agar Ninja 300 tetap kompetitif di era modern.

Perubahan paling mencolok terlihat pada sistem pencahayaan yang kini sudah menggunakan teknologi full LED lengkap dengan dual projector headlamp. Selain meningkatkan visibilitas saat malam hari, desain lampu baru ini juga membuat tampilan depan semakin agresif.

Windshield juga mengalami revisi dengan ukuran lebih besar serta model floating yang memberikan perlindungan angin lebih baik saat touring maupun berkendara harian.

Sementara pada area kokpit, Kawasaki masih mempertahankan kombinasi panel instrumen analog dan LCD digital. Pendekatan ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar motor sport konvensional yang lebih menyukai tampilan sederhana namun informatif.

ABS Standar dan Fokus pada Pengalaman Berkendara

Di sektor keselamatan, Kawasaki kini menjadikan ABS sebagai fitur standar. Sistem pengereman terdiri dari cakram depan berdiameter 290 mm dan cakram belakang 220 mm yang siap memberikan performa pengereman optimal dalam berbagai kondisi jalan.

Menariknya, Kawasaki tidak menambahkan terlalu banyak fitur elektronik seperti riding mode, traction control, ataupun berbagai sistem bantuan berkendara lainnya.

Filosofi tersebut sengaja dipertahankan untuk menjaga pengalaman berkendara yang lebih natural sekaligus membuat harga jual tetap kompetitif dibanding rival-rival modern yang semakin kompleks.

Bagi banyak rider pemula, pendekatan ini justru menjadi nilai lebih karena mereka dapat fokus mempelajari teknik berkendara tanpa terlalu bergantung pada bantuan elektronik.

Motor

Motor Balap Suzuki GS1000R Legendaris Isle of Man TT Dilelang, Nilainya Capai Rp1,2 Miliar

Published

on

By

Salah satu motor balap paling ikonik milik Suzuki dari era 1980-an akan segera berpindah tangan. Suzuki GS1000R yang pernah digunakan legenda balap Inggris, Mick Grant, di ajang Isle of Man TT 1984 dijadwalkan dilelang dengan estimasi harga mencapai 45.000–55.000 poundsterling atau sekitar Rp1 miliar hingga Rp1,2 miliar.

Motor bersejarah tersebut akan dilepas melalui H&H Classic Auctions dalam acara yang digelar di National Motorcycle Museum, Solihull, Inggris. Kehadirannya menjadi salah satu lot paling menarik karena menyimpan sejarah panjang dalam dunia balap motor internasional.

Suzuki Pertama Bermesin 1.000 cc

Suzuki memperkenalkan GS1000 pada tahun 1978 sebagai motor produksi pertama mereka yang menggunakan mesin empat silinder segaris berpendingin udara berkapasitas 997 cc.

Motor ini dikembangkan dari Suzuki GS750 dan kemudian berevolusi menjadi GS1000R, varian balap yang sukses mengukir prestasi di berbagai kejuaraan internasional, termasuk Formula One TT dan Isle of Man TT.

Pada awal dekade 1980-an, GS1000R dikenal sebagai salah satu motor balap paling kompetitif berkat kombinasi performa mesin, kestabilan sasis, dan daya tahan yang mumpuni untuk balapan jarak jauh.

Pernah Dikendarai Legenda Isle of Man TT

Nilai historis motor ini semakin tinggi karena pernah digunakan oleh Mick Grant, salah satu legenda balap Inggris.

Grant mencatatkan tujuh kemenangan Isle of Man TT serta tiga kemenangan Grand Prix sepanjang kariernya. Kemenangan pertamanya di Isle of Man TT diraih pada tahun 1974, sedangkan kemenangan terakhir datang pada musim 1985.

Motor Suzuki GS1000R ini menjadi bagian dari perjalanan karier Grant saat tampil pada musim balap 1984 di berbagai ajang Formula One TT dan Isle of Man TT.

Masih Siap Turun Balap

Menariknya, motor ini bukan sekadar pajangan museum.

Dalam beberapa tahun terakhir, Suzuki GS1000R tersebut dirawat langsung oleh Paul Boulton, mantan mekanik tim Heron Suzuki yang telah bergabung sejak 1982.

Menurut pihak rumah lelang, kondisi motor masih sangat baik dan tetap siap digunakan di lintasan.

Paket penjualannya juga mencakup berbagai komponen penting, termasuk tangki bahan bakar berkapasitas besar yang digunakan saat berlaga di Isle of Man TT maupun balapan ketahanan (endurance race).

Bersertifikat FIM Historic

Nilai koleksi motor ini semakin meningkat karena telah mengantongi sertifikasi FIM Historic.

Sertifikasi tersebut membuat Suzuki GS1000R masih memenuhi syarat untuk mengikuti berbagai ajang balap motor klasik internasional.

Tak hanya itu, motor ini juga beberapa kali tampil dalam event bergengsi seperti Goodwood Festival of Speed dan sejumlah kejuaraan Grand Prix klasik.

Bonus Mesin Balap GSX1100

Salah satu daya tarik terbesar dari proses lelang ini adalah bonus sebuah mesin Suzuki GSX1100 yang telah mendapatkan penyetelan khusus untuk kebutuhan balap.

Mesin tersebut merupakan spesifikasi yang pernah digunakan pada ajang Super One British Superbike Championship (BSB).

Kombinasi sejarah balap, kondisi yang masih prima, sertifikasi resmi, serta paket mesin balap tambahan menjadikan Suzuki GS1000R ini sebagai salah satu motor klasik paling menarik yang dilelang tahun ini, baik bagi kolektor maupun pecinta sejarah balap dunia.

Continue Reading

Electric Vehicle

Indomobil eMotor Tyranno X Resmi Meluncur, Tawarkan Performa Lebih Tangguh dan Jarak Tempuh Hingga 160 Km

Published

on

By

PT Indomobil eMotor Internasional resmi memperkenalkan Tyranno X dalam ajang Jakarta Fair 2026. Mengusung tema “The Story Continues”, motor listrik terbaru ini hadir sebagai evolusi dari lini Tyranno dengan membawa peningkatan pada sektor performa, kenyamanan berkendara, hingga kemampuan melibas berbagai kondisi jalan.

Peluncuran Tyranno X dilakukan di booth Indomobil eMotor yang berada di Open Space 2 No. 33, JIExpo Kemayoran. Kehadiran model terbaru ini sekaligus mempertegas langkah Indomobil eMotor dalam memperluas jajaran kendaraan listrik roda dua di pasar Indonesia yang terus berkembang.

Lebih Siap untuk Mobilitas Harian dan Petualangan Ringan

Berbeda dari pendahulunya yang lebih berorientasi pada penggunaan perkotaan, Tyranno X dikembangkan sebagai motor listrik serbaguna yang mampu mendukung mobilitas harian sekaligus aktivitas luar ruang ringan.

Motor ini memiliki dimensi 1.940 x 785 x 1.283 mm dengan wheelbase 1.375 mm, menghasilkan karakter berkendara yang stabil tanpa mengorbankan kelincahan saat bermanuver di jalanan padat.

Dengan bobot 125,6 kg, Tyranno X masih tergolong ringan di kelasnya sehingga tetap nyaman digunakan sebagai kendaraan komuter maupun untuk perjalanan jarak menengah.

Salah satu peningkatan paling signifikan terdapat pada ground clearance 170 mm. Jarak ke tanah yang lebih tinggi membuat motor ini lebih percaya diri saat melintasi polisi tidur, jalan berlubang, hingga jalur semi off-road ringan.

Torsi Instan 180 Nm dan Jarak Tempuh 160 Km

Di sektor penggerak, Tyranno X dibekali motor listrik berkekuatan 3 kW dengan torsi maksimum mencapai 180 Nm.

Karakter motor listrik yang mampu menghasilkan torsi secara instan membuat akselerasi terasa responsif sejak putaran awal, terutama saat digunakan di lalu lintas stop-and-go khas perkotaan.

Sumber energinya berasal dari baterai lithium berkapasitas 3,456 kWh (72V 48Ah) yang dipadukan dengan charger 15A. Dalam mode Eco Riding, Tyranno X diklaim mampu menempuh jarak hingga 160 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Ban All Terrain dan Suspensi Lebih Nyaman

Untuk mendukung karakter adventure ringan, Tyranno X menggunakan ban all terrain berukuran 110/70-13 di depan dan 120/70-12 di belakang.

Sistem kaki-kaki juga mendapat perhatian melalui penggunaan telescopic fork di depan serta dual adjustable gas shock absorber di belakang. Kombinasi tersebut diklaim mampu meningkatkan kenyamanan saat melewati jalan bergelombang maupun ketika membawa beban tambahan.

Posisi berkendara juga dibuat lebih ergonomis dengan distribusi bobot yang seimbang sehingga pengendalian terasa lebih stabil di berbagai kondisi jalan.

Pilihan Warna dan Harga

Indomobil eMotor menawarkan Tyranno X dalam enam pilihan warna, yaitu:

  • Charcoal Black
  • Mineral Blue
  • Lava Red
  • Desert Yellow
  • Ash Grey
  • Moss Green

Motor listrik ini dipasarkan dengan harga Rp32.800.000 OTR Jakarta.

Menurut CEO PT Indomobil eMotor Internasional, Pius Wirawan, Tyranno X dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang menginginkan kendaraan listrik dengan daya jelajah lebih jauh, kenyamanan lebih baik, serta fleksibilitas penggunaan yang lebih luas.

Sementara itu, Marketing Head PT Indomobil eMotor Internasional, Carla Karina, menjelaskan bahwa peluncuran Tyranno X di Jakarta Fair juga dibarengi berbagai promo menarik, mulai dari potongan harga, program trade-in, lucky dip, hingga berbagai penawaran dari mitra pembiayaan.

Dengan kombinasi desain yang lebih tangguh, torsi instan, ground clearance tinggi, serta jarak tempuh hingga 160 kilometer, Tyranno X hadir sebagai salah satu pilihan baru di segmen motor listrik menengah yang semakin kompetitif.

Continue Reading

Electric Vehicle

Yamaha JOG E Resmi Meluncur di Jepang, Gunakan Baterai Swap Honda Mobile Power Pack e

Published

on

By

Yamaha Motor resmi memperkenalkan JOG E, skuter listrik terbaru yang akan mulai dipasarkan di Jepang pada 17 Juli 2026. Kehadiran model ini menarik perhatian karena menjadi motor listrik pertama Yamaha yang dipasarkan secara nasional di segmen skuter listrik Jepang.

Yang paling mencuri perhatian bukan hanya desainnya, melainkan penggunaan Honda Mobile Power Pack e, sistem baterai swap milik Honda yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik pabrikan tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan semakin terbukanya kerja sama antarpabrikan dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik.

Sebelumnya, Yamaha JOG E telah dipasarkan secara terbatas di wilayah Tokyo dan Osaka sejak Desember 2025. Kini, Yamaha memperluas pemasarannya ke seluruh Jepang sebagai bagian dari strategi elektrifikasi perusahaan.

Gunakan Sistem Baterai Tukar Honda

Yamaha JOG E mengadopsi Honda Mobile Power Pack e, baterai lithium-ion yang dapat dilepas dan ditukar (swap battery). Sistem ini memungkinkan pengguna memilih dua skema pembelian, yakni membeli motor lengkap dengan baterai dan charger, atau membeli unit motor tanpa baterai dan memanfaatkan layanan penukaran baterai Gachaco yang telah tersedia di Jepang.

Penggunaan baterai yang sama membuat banyak pihak menilai Yamaha JOG E memiliki kedekatan teknologi dengan Honda EM1 e: yang telah lebih dahulu dipasarkan di Indonesia sejak 2023.

Honda EM1 e: sendiri dibekali motor listrik in-wheel brushless dengan tenaga maksimum 1,7 kW (2,2 dk) dan torsi 90 Nm, serta baterai lithium-ion berkapasitas 50,26 V 29,4 Ah. Meski Yamaha belum merilis spesifikasi lengkap JOG E, konfigurasi kendaraan dan penggunaan baterai yang identik mengindikasikan adanya platform teknologi yang serupa.

Dirancang untuk Mobilitas Perkotaan

Yamaha mengembangkan JOG E sebagai skuter listrik yang ringan, ringkas, dan mudah dikendarai untuk aktivitas harian di kawasan perkotaan. Karakter tersebut dipadukan dengan desain modern khas kendaraan listrik tanpa meninggalkan identitas keluarga JOG yang dikenal praktis dan sporty.

Motor ini dirancang untuk menghadapi kondisi lalu lintas stop-and-go, menawarkan biaya operasional yang lebih rendah, serta kemudahan penggunaan bagi pengguna pemula maupun komuter harian.

Harga dan Peluang Masuk Indonesia

Di pasar Jepang, Yamaha JOG E dipasarkan dengan harga 323.400 yen atau sekitar Rp35 jutaan untuk paket lengkap yang mencakup baterai dan pengisi daya.

Sementara itu, konsumen yang telah berlangganan layanan baterai swap Gachaco dapat membeli unit tanpa baterai dengan harga 159.500 yen atau sekitar Rp17 jutaan.

Hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai kemungkinan Yamaha JOG E dipasarkan di Indonesia. Namun, melihat karakter produknya yang mirip dengan Honda EM1 e:, skuter listrik ini berpotensi menjadi alternatif menarik apabila Yamaha memutuskan membawanya ke pasar Tanah Air.

Peluncuran JOG E juga menjadi bagian dari komitmen Yamaha dalam mewujudkan target netral karbon pada 2050, melalui pengembangan kendaraan listrik dan kolaborasi teknologi bersama berbagai mitra industri.

Continue Reading

Trending