Event
4 Motor Jadi Favorit Pengunjung GIIAS Surabaya 2026, Triumph Borong Penghargaan
GIIAS Surabaya 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi mobil-mobil terbaru. Deretan kendaraan roda dua juga berhasil mencuri perhatian pengunjung selama pameran yang berlangsung di Grand City Convex, Surabaya, pada 26–30 Agustus 2026.
Sebanyak empat penghargaan untuk kategori sepeda motor diberikan berdasarkan survei langsung kepada pengunjung. Kategori tersebut meliputi Favorite Daily Bike, Favorite Big Bike, Favorite Electric Motorcycle, dan Most Ridden Motorcycle.
Menariknya, Triumph menjadi merek yang paling banyak membawa pulang penghargaan. Dua produknya, Speed 400 dan Bobber 1200, masing-masing berhasil menjadi favorit pengunjung di kelas yang berbeda.
Triumph Speed 400 Jadi Favorite Daily Bike
Untuk kategori Favorite Daily Bike, gelar diberikan kepada Triumph Speed 400.
Motor ini menawarkan perpaduan karakter klasik khas Triumph dengan konsep yang tetap praktis untuk penggunaan sehari-hari. Kehadirannya di GIIAS Surabaya 2026 berhasil menarik perhatian pengunjung dan membuatnya terpilih sebagai motor harian favorit.
Di sisi lain, Triumph juga berhasil mengamankan penghargaan di kategori big bike.
Bobber 1200 Menang di Kategori Big Bike
Triumph Bobber 1200 dinobatkan sebagai Favorite Big Bike.
Berbeda dengan Speed 400 yang mengedepankan fleksibilitas sebagai motor harian, Bobber 1200 membawa karakter cruiser modern dengan sentuhan desain klasik yang menjadi salah satu identitas Triumph.
Kemenangan keduanya sekaligus membuat Triumph menjadi merek dengan jumlah penghargaan terbanyak dalam kategori sepeda motor pada GIIAS Surabaya 2026.
Kuprum Nomad Jadi Motor Listrik Favorit
Perkembangan kendaraan listrik juga terlihat dari penghargaan yang diberikan pada kategori Favorite Electric Motorcycle.

Gelar tersebut diraih Kuprum Nomad.
Motor listrik ini menjadi salah satu produk roda dua yang mampu menarik perhatian pengunjung selama lima hari pameran. Kehadirannya juga menunjukkan bahwa kendaraan listrik semakin mendapatkan ruang dalam pameran otomotif regional.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa minat pengunjung terhadap kendaraan listrik tidak hanya datang dari segmen mobil, tetapi juga roda dua.
Polytron FOX 350 Paling Banyak Dicoba
Sementara itu, kategori Most Ridden Motorcycle diberikan kepada Polytron FOX 350.
Berbeda dengan penghargaan favorit yang lebih menitikberatkan pada pilihan pengunjung, kategori ini menjadi menarik karena berkaitan dengan seberapa banyak pengunjung yang mencoba langsung motor tersebut selama pameran.
Tingginya jumlah pengunjung yang menjajal FOX 350 menunjukkan ketertarikan terhadap motor listrik tersebut secara langsung, bukan sekadar melihat display di area pameran.
Empat Motor, Empat Karakter Berbeda
Jika dilihat dari para pemenangnya, keempat motor tersebut mewakili karakter yang cukup beragam.
Triumph Speed 400 merepresentasikan motor harian dengan nuansa klasik, sementara Triumph Bobber 1200 menawarkan karakter big bike yang lebih premium.
Di sisi kendaraan listrik, Kuprum Nomad menjadi favorit pengunjung, sedangkan Polytron FOX 350 mencatat daya tarik tinggi dari sisi pengalaman test ride.
Project Director GIIAS The Series, Abiyoso Wietono, menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta yang ikut menghadirkan kendaraan, inovasi, dan pengalaman menarik selama pameran.

Dengan demikian, GIIAS Surabaya 2026 bukan hanya menjadi ajang melihat teknologi dan kendaraan terbaru, tetapi juga menjadi tempat bagi pengunjung untuk menentukan sendiri produk roda dua mana yang paling menarik perhatian mereka.
Daftar Motor Peraih Penghargaan GIIAS Surabaya 2026
| Kategori | Pemenang |
|---|---|
| Favorite Daily Bike | Triumph Speed 400 |
| Favorite Big Bike | Triumph Bobber 1200 |
| Favorite Electric Motorcycle | Kuprum Nomad |
| Most Ridden Motorcycle | Polytron FOX 350 |
Event
Yamaha Cup Race 2026 Sambangi Boyolali, 14 Kelas Balap dan Drag Battle Siap Meriahkan Sirkuit
BOYOLALI, JAWA TENGAH – Yamaha Cup Race (YCR) 2026 kembali menyapa penggemar balap motor di Pulau Jawa. Memasuki putaran ketiga, ajang balap yang menjadi bagian dari perjalanan panjang motorsport Yamaha di Indonesia ini digelar di Sirkuit Gokart Boyolali, Jawa Tengah, pada 17–18 Oktober 2026.
Setelah sebelumnya berlangsung di Sidrap, Sulawesi Selatan, dan Padang, Sumatera Barat, seri Boyolali menjadi kesempatan bagi para pembalap dari Jawa dan berbagai daerah lainnya untuk bersaing memperebutkan kemenangan. Kehadiran Yamaha Cup Race juga membawa atmosfer kompetisi sekaligus hiburan bagi komunitas dan penggemar Yamaha di wilayah Jawa Tengah.
Boyolali bukan lokasi baru bagi Yamaha Cup Race. Sirkuit Gokart Boyolali pernah menjadi tuan rumah ajang ini pada 2019, bertepatan dengan perayaan tiga dekade Yamaha Cup Race, kemudian kembali menggelar balapan pada 2020. Daerah ini juga dikenal melahirkan pembalap potensial, salah satunya Wahyu Nugroho yang kemudian berkiprah di level internasional.

Johannes B.M.S., General Manager CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), menyampaikan bahwa Yamaha Cup Race di Boyolali menghadirkan persaingan antarpembalap dan komunitas, sekaligus beragam aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung secara langsung.
14 Kelas Balap, dari Bebek hingga MAXi Race
Pada putaran Boyolali, Yamaha menyiapkan total 14 kelas balap yang mencakup kategori motor bebek dan MAXi Race. Kelas-kelas tersebut dirancang untuk menghadirkan persaingan dari berbagai tingkat kemampuan, mulai dari kategori pemula hingga expert, serta kelas komunitas dan media.
Kategori utama YCR menghadirkan persaingan motor Yamaha MX King 150 melalui kelas tune-up expert, novice, dan rookie. Selain itu, tersedia kelas bebek 130 cc empat langkah, serta beberapa kelas bebek dua langkah dengan spesifikasi dan tingkat persaingan berbeda.
Empat kategori MAXi Race turut melengkapi agenda, yaitu:
- YCR 11: MAXi 155 cc Standard Community – YIMM Bike.
- YCR 12: MAXi 155 cc Media vs KOL – YIMM Bike.
- YCR 13: MAXi 155 cc Semi Pro Open.
- YCR 14: MAXi 250 cc Community Open.
Kehadiran kelas MAXi memperluas format kompetisi Yamaha Cup Race, tidak hanya berfokus pada balap motor bebek, tetapi juga memberi ruang bagi pengguna dan komunitas MAXi Yamaha untuk merasakan atmosfer persaingan di lintasan.
Yamalube Turbo Matic Drag Battle Hadir dengan 8 Kelas
Selain balap sirkuit, pengunjung juga dapat menyaksikan Yamalube Turbo Matic Drag Battle (YTMDB) yang menghadirkan delapan kategori. Format ini menyuguhkan persaingan akselerasi dalam berbagai kelas motor, mulai dari kategori khusus Aerox Turbo hingga kelas MAXi dengan spesifikasi berbeda.
Delapan kelas YTMDB meliputi Aerox Turbo FFA YIMM Bike, Aerox Alpha SMK Bracket 4, Matic Open Bracket 4, Bebek 2 Tak dan 4 Tak Mix Open Bracket 4, NMAX–Aerox–LEXi Open YIMM Bike FFA, Dynamic MAXi 155 cc Open FFA, Dynamic MAXi 250 cc Open FFA, serta Dynamic MAXi Class On Track untuk KOL dan media.
Salah satu unsur menariknya adalah keterlibatan siswa SMK binaan Yamaha melalui kategori yang dirancang untuk memberikan pengalaman di dunia balap. Aktivitas tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal kompetisi secara langsung sekaligus mendekatkan dunia pendidikan vokasi dengan industri otomotif.
Bukan Hanya Balapan, Ada Aktivitas Komunitas dan Hiburan
Yamaha Cup Race Boyolali juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung di luar lintasan. Pengunjung dapat mengikuti atau menyaksikan aktivitas seperti sunmori, hiburan, kompetisi antarsekolah SMA/SMK, kontes modifikasi MX King yang melibatkan SMK binaan Yamaha, bazar UMKM, zumba, hingga kompetisi dance.
Area pameran juga menyediakan booth yang menampilkan produk-produk unggulan Yamaha. Beragam aktivitas ini menjadikan Yamaha Cup Race sebagai agenda yang menggabungkan kompetisi motorsport, kegiatan komunitas, edukasi, dan hiburan bagi pengunjung.
Penyelenggaraan seri Boyolali didukung sejumlah sponsor, antara lain ENEOS, Yamalube, KYB, Yuasa, GS Astra, Aspira Premio, Ulti-X, IRC Tire, NGK, YES24, Alam Teknik, Cargloss, Mega Cools & Service, serta SKY atau Service Kunjung Yamaha.
Balapan Bisa Disaksikan melalui YouTube Yamaha Racing Indonesia
Bagi penggemar yang tidak dapat hadir langsung ke Sirkuit Gokart Boyolali, jalannya seri ketiga Yamaha Cup Race 2026 dapat disaksikan melalui siaran langsung di kanal YouTube Yamaha Racing Indonesia, @yamaharacingidn.

Dengan kombinasi 14 kelas balap, delapan kategori drag battle, serta aktivitas komunitas dan hiburan, seri Boyolali menjadi salah satu agenda penting Yamaha Cup Race tahun ini. Ajang ini sekaligus memberikan ruang bagi pembalap, komunitas, dan penggemar untuk menikmati atmosfer motorsport Yamaha di Jawa Tengah.
Event
Pelor Angin, Motor Kustom Asal Madura yang Sabet Piala Raja KUSTOMFEST 2026
Keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk melahirkan karya kustom berkualitas. Hal tersebut dibuktikan Ajies, builder asal Madura, Jawa Timur, melalui motor kustom bernama Pelor Angin yang mencuri perhatian di KUSTOMFEST 2026 – HIGH OCTANE.
Berbasis Honda CB150R tahun 2013, Pelor Angin tampil dengan gaya boardtracker yang memadukan material logam, sentuhan krom, dan elemen kayu. Bukan sekadar mengubah tampilan motor produksi massal, Ajies merancang konsep serta desainnya sendiri dengan berbekal kegemaran menggambar dan melukis.

Hasilnya, Pelor Angin berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan, termasuk Champion Kustom Bike Show Nitro Head Free for All. Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Ajies, terlebih KUSTOMFEST merupakan pengalaman pertamanya mengikuti ajang kustom berskala besar.
Berangkat dari Hobi Menggambar dan Melukis
Bagi Ajies, proses membangun motor kustom dimulai dari sebuah gagasan yang dituangkan ke dalam gambar. Ia percaya desain yang dibuat di atas kertas dapat diwujudkan menjadi sebuah motor dengan karakter visual yang kuat.
“Saya suka menggambar dan melukis, jadi desainnya saya buat sendiri. Menurut saya, apa yang kita gambar bisa diwujudkan menjadi motor sungguhan,” ujar Ajies.
Pendekatan tersebut terlihat pada Pelor Angin yang menggabungkan gaya boardtracker dengan penggunaan material logam dan kayu. Perpaduan ini memberikan karakter berbeda sekaligus memperlihatkan bagaimana kreativitas personal menjadi bagian penting dalam dunia kustom kulture.
Menariknya, sebelum mengikuti KUSTOMFEST, Ajies tidak memasang target berlebihan. Ia hanya berharap Pelor Angin dapat lolos hingga tahap akhir penilaian. Namun, hasil yang diraih justru melampaui ekspektasinya.
Enam Penghargaan untuk Pelor Angin
Penampilan Pelor Angin mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak di KUSTOMFEST 2026. Motor karya Ajies tersebut meraih enam penghargaan, yaitu Chopper Journal Pick, Custom Works Zon Pick, Cheetah 4D Pick, Best of Honda, dan Champion Kustom Bike Show Nitro Head Free for All, serta satu penghargaan lain

nya yang belum disebutkan secara terperinci dalam informasi yang tersedia.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa karya builder dari daerah dengan fasilitas terbatas tetap memiliki peluang untuk bersaing di panggung kustom nasional.
Bagi Ajies, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan terhadap hasil akhir sebuah motor. Ada proses panjang, eksperimen desain, dan usaha mandiri yang menjadi bagian dari perjalanan Pelor Angin hingga tampil di ajang tersebut.
Detail Belakang Motor Dibuat dari Nol
Salah satu bagian paling menantang dalam proses pembangunan Pelor Angin adalah area belakang motor. Ajies membuat komponen dengan bentuk menyerupai gearbox motor matik, tetapi bagian tersebut dirancang dan dibuat sendiri, bukan menggunakan atau memodifikasi komponen gearbox motor matik.
Bentuknya disesuaikan dengan konsep racing atau protector yang ingin ditampilkan. Detail ini memperlihatkan pendekatan Ajies dalam menerjemahkan ide desain menjadi bentuk nyata, sekaligus menghadirkan identitas visual yang membedakan Pelor Angin dari motor kustom lainnya.
Dalam dunia kustom, pengerjaan detail seperti ini membutuhkan perencanaan bentuk, pengukuran, dan penyesuaian agar komponen tetap selaras dengan keseluruhan desain motor.
Filosofi Nama Pelor Angin
Nama Pelor Angin juga memiliki cerita yang erat dengan identitas Madura. Ajies terinspirasi dari sapi karapan bernama Pelor Angin yang dikenal karena kecepatannya, serta konsep senapan angin.
Dua inspirasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa desain melalui perpaduan material logam dan kayu. Hasilnya bukan hanya motor dengan bentuk yang berbeda, tetapi juga karya yang membawa cerita dan interpretasi personal dari sang builder.
Sebelum membangun Pelor Angin, Ajies telah mengerjakan sejumlah motor pelanggan. Namun, sebagian besar proyek sebelumnya berupa modifikasi, bukan pembuatan motor kustom dari awal dengan konsep khusus. Ia menyebut Gagak Rimang dan Pelor Angin sebagai dua karya yang dibangun dengan pendekatan tersebut.
Keterbatasan Bengkel Tidak Menghentikan Kreativitas

Di balik pencapaian Pelor Angin, perjalanan pengerjaannya tidak selalu berjalan mulus. Proyek ini sempat tertunda akibat pandemi COVID-19. Setelah mendapat dukungan dari Bebek Sinjai, pengerjaan kembali dilakukan secara intensif selama sekitar dua bulan hingga motor siap tampil.
Tantangan lainnya datang dari fasilitas bengkel F.Art 32 yang masih sangat terbatas. Ajies mengaku peralatan yang tersedia bahkan hanya gerinda tangan. Untuk proses pengelasan, ia harus pergi ke tempat lain dan mengerjakannya sendiri karena belum memiliki mesin las.
Keterbatasan alat dan biaya menjadi tantangan tersendiri, terutama karena perkembangan ekosistem motor kustom di daerah asalnya belum sebesar di sejumlah kota lain. Meski begitu, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berkarya.
Ke depan, Ajies ingin terus mempertahankan karakter desainnya sekaligus mencoba membangun motor dengan kapasitas mesin yang lebih besar. Baginya, kemauan untuk terus belajar dan berkarya menjadi modal penting untuk mengembangkan kemampuan di dunia kustom.
Kisah Pelor Angin menunjukkan bahwa karya kustom tidak selalu lahir dari bengkel dengan fasilitas lengkap. Kreativitas, ketekunan, dan keberanian mewujudkan ide dapat menjadi bekal untuk membawa karya dari daerah menuju panggung yang lebih luas.
Event
Von Dutch x RWB Debut di IMX 2026, Hadirkan Koleksi Apparel Kolaborasi Eksklusif
Indonesia Modification Expo (IMX) 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi kendaraan modifikasi dan karya para builder, tetapi juga ruang bagi brand yang tumbuh dari budaya otomotif untuk memperkenalkan produk terbarunya. Salah satunya adalah Von Dutch Indonesia, yang untuk pertama kalinya berpartisipasi di IMX dengan membawa koleksi kolaborasi eksklusif bersama Rauh-Welt Begriff (RWB), rumah modifikasi asal Jepang yang dikenal lewat karakter modifikasi Porsche.

Kolaborasi Von Dutch x RWB mempertemukan dua identitas yang memiliki keterkaitan kuat dengan dunia otomotif dan kustom kulture. Von Dutch dikenal melalui gaya apparel yang lekat dengan kultur otomotif, sementara RWB mendapat perhatian di kancah internasional berkat pendekatan modifikasi Porsche dengan karakter visual yang khas. Pertemuan keduanya kemudian diterjemahkan ke dalam koleksi merchandise yang menggabungkan unsur dari masing-masing brand.
Trucker Hat hingga Workshirt Jadi Bagian Koleksi
Koleksi Von Dutch x RWB mencakup sejumlah produk apparel, mulai dari trucker hat, T-shirt, windbreaker, hingga workshirt. Workshirt sendiri menjadi salah satu item yang identik dengan gaya Von Dutch.
Elemen visual dari kedua brand diterapkan ke dalam rangkaian produk tersebut. Hasilnya adalah koleksi yang membawa identitas Von Dutch dan RWB dalam satu konsep, sekaligus memperluas kolaborasi mereka dari ranah otomotif ke fashion dan gaya hidup.
Kehadiran koleksi ini juga memperlihatkan bagaimana budaya modifikasi kendaraan dapat berkembang melampaui bengkel dan area pameran. Identitas visual sebuah rumah modifikasi seperti RWB dapat diterjemahkan menjadi apparel yang merepresentasikan minat terhadap mobil kustom dan kultur otomotif.
Tersedia Terbatas Selama IMX 2026
Seluruh koleksi Von Dutch x RWB akan tersedia secara terbatas dan dapat dibeli langsung selama penyelenggaraan IMX 2026. Dengan skema tersebut, pengunjung memiliki kesempatan untuk mendapatkan merchandise kolaborasi ini langsung di lokasi acara.
Tidak hanya berbelanja, pembeli produk kolaborasi juga berkesempatan mengikuti signing session bersama RWB. Sesi tanda tangan dijadwalkan berlangsung setiap hari selama IMX 2026, dengan jadwal yang akan diumumkan selama acara berlangsung.
Program ini menambah daya tarik koleksi Von Dutch x RWB, terutama bagi pengunjung yang mengikuti perkembangan dunia modifikasi Porsche dan kustom kulture internasional.
Memperluas Pertemuan Otomotif dan Fashion
Dalam keterangan tertulisnya, Von Dutch menyebut kehadirannya di IMX 2026 sebagai titik awal untuk terhubung dengan ekosistem modifikasi otomotif yang lebih luas. Melalui kerja sama dengan RWB, brand ini membawa bagian dari sejarahnya di dunia otomotif ke dalam bentuk apparel yang dapat digunakan dalam keseharian.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ekosistem modifikasi tidak hanya bergerak melalui pembangunan kendaraan, pemilihan komponen, atau perubahan tampilan mobil. Apparel dan merchandise juga menjadi bagian dari budaya yang berkembang di sekitar komunitas otomotif.
Dengan debut Von Dutch Indonesia di IMX 2026, koleksi Von Dutch x RWB menjadi salah satu kolaborasi yang mempertemukan dunia modifikasi mobil dan fashion dalam satu panggung. Ketersediaannya yang terbatas selama acara turut menjadikannya koleksi yang patut diperhatikan oleh penggemar kedua brand.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
