Moto GP
Lenovo Gunakan AI untuk Bantu Pembalap Muda Ducati Tingkatkan Performa Balap
Perkembangan teknologi di dunia balap semakin jauh dari sekadar urusan mesin dan elektronik. Lenovo kini memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pembalap muda Ducati membaca sekaligus meningkatkan performa mereka di lintasan.
Teknologi tersebut diperkenalkan melalui Lenovo V2 Future Champ Academy – Garage 51 | Ducati. Program yang dikembangkan oleh Ducati, Michele Pirro, dan Garage 51 ini dirancang untuk menemukan serta membina talenta muda yang berpotensi melanjutkan karier ke level kompetisi yang lebih tinggi.
Lenovo hadir sebagai mitra utama akademi dengan membawa teknologi analisis data yang memungkinkan pembalap mendapatkan gambaran lebih detail mengenai performa mereka sepanjang akhir pekan balap.
Data Balap Diolah Menjadi Informasi yang Lebih Mudah Dipahami
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Lenovo Race Performance Analysis. Sistem berbasis AI ini dirancang untuk mengolah data waktu resmi balapan menjadi informasi visual yang lebih mudah dipahami oleh pembalap.

Dengan bantuan workstation Lenovo ThinkStation P8 sebagai perangkat pengolahan data, pembalap dapat melihat perkembangan catatan waktu, tingkat konsistensi, hingga performa di setiap sektor lintasan.
Bagi pembalap, informasi tersebut menjadi penting karena selisih waktu tidak selalu berasal dari satu kesalahan besar. Kehilangan sepersekian detik dapat terjadi di beberapa sektor lintasan dan kemudian terakumulasi menjadi perbedaan waktu yang cukup signifikan ketika mencapai garis finis.
Melalui visualisasi data, pembalap dapat mengetahui bagian lintasan mana yang menjadi sumber keuntungan waktu dan sektor mana yang masih membutuhkan peningkatan.
Bisa Dipakai Selama Akhir Pekan Balap
Analisis performa tidak berhenti setelah balapan selesai. Lenovo Race Performance Analysis juga dapat diakses melalui laptop Lenovo ThinkBook sebelum maupun selama akhir pekan balap.
Artinya, pembalap dapat mengevaluasi hasil dari setiap sesi dan menggunakan informasi tersebut sebagai dasar untuk menentukan pendekatan pada sesi berikutnya.
Konsep seperti ini membuat proses evaluasi menjadi lebih terukur. Pembalap tidak hanya mengandalkan feeling saat berada di atas motor, tetapi juga dapat membandingkannya dengan data lap time dan performa di masing-masing sektor.
Lenovo V2 Future Champ Academy sendiri mencakup enam seri kejuaraan dan tiga sesi tes resmi untuk para pembalap. Selain kemampuan di lintasan, program ini juga memberikan pembinaan terkait komunikasi dan pengembangan profesional.

Michele Pirro: Pemahaman Data Penting Sejak Awal Karier
Michele Pirro, yang terlibat sebagai salah satu pencipta sekaligus ambassador akademi, menilai pemahaman terhadap data menjadi bagian penting dalam perkembangan pembalap sejak awal karier.
Analisis berbasis data dapat membantu pembalap muda memahami performa mereka secara lebih mendalam. Bukan hanya soal seberapa cepat sebuah lap time dibuat, tetapi juga bagaimana waktu tersebut diperoleh dan di bagian mana masih terdapat peluang peningkatan.
Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal ketika para pembalap melanjutkan karier menuju kompetisi yang lebih tinggi, termasuk MotoGP maupun World Superbike.
Salah satu pembalap yang menggunakan sistem ini adalah Devis Bergamini dari Team Bull Bikes – WRS. Bergamini disebut hanya terpaut tiga poin dari pemimpin klasemen dengan satu seri tersisa.
Bagi Bergamini, analisis data menjadi salah satu cara untuk terus mencari peningkatan performa, baik ketika berada di lintasan maupun saat melakukan evaluasi di luar lintasan.
Teknologi yang sama juga digunakan oleh pembalap muda dengan pengalaman yang masih terbatas, termasuk Andrea Mercaldo dari Garage 51 yang baru memulai karier balap profesional pada tahun ini.
Data Balap Tak Hanya untuk Pembalap
Menariknya, Lenovo Race Performance Analysis tidak hanya ditujukan untuk pembalap dan tim.
Dashboard tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh penggemar untuk melihat perkembangan lap time dan konsistensi pembalap. Penggemar bisa mendapatkan gambaran mengenai sektor lintasan tempat seorang pembalap memperoleh waktu maupun kehilangan waktu.
Pendekatan ini membuat data balap menjadi lebih mudah dipahami oleh publik. Performa pembalap tidak lagi hanya terlihat dari posisi finis, tetapi juga dari bagaimana mereka membangun kecepatan di setiap bagian sirkuit.
Ke depan, Lenovo bersama Garage 51 juga mempertimbangkan pengembangan sistem ke tahap berikutnya. Salah satu potensi pengembangannya adalah integrasi data dari sensor sepeda motor dan berbagai metrik performa pembalap.

Jika pengembangan tersebut terealisasi, analisis dapat menjadi semakin detail dengan memperlihatkan hubungan antara input pembalap, respons motor, perilaku sepeda motor, hingga catatan waktu.
Di era balap modern, data memang sudah menjadi bagian penting dari proses mencari performa. Kehadiran AI seperti Lenovo Race Performance Analysis menunjukkan bagaimana teknologi digital mulai dimanfaatkan sejak jenjang pembinaan pembalap, bukan hanya di level kompetisi profesional.
Moto GP
Klasemen MotoGP 2026: Marc Marquez Geser Jorge Martin, Poin Sama di Puncak
Persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 semakin panas setelah seri Misano. Marc Marquez berhasil merebut posisi puncak klasemen dari Jorge Martin setelah meraih kemenangan di MotoGP Misano.
Menariknya, kedua pembalap kini memiliki jumlah poin yang sama, yakni 274 angka. Namun, Marc Marquez berhak menempati posisi pertama karena memiliki jumlah kemenangan Grand Prix lebih banyak sepanjang musim.
Marquez sudah mengoleksi lima kemenangan Grand Prix pada MotoGP 2026, sedangkan Jorge Martin baru mencatat satu kemenangan. Regulasi klasemen menggunakan jumlah kemenangan sebagai penentu ketika pembalap memiliki jumlah poin yang sama.
Marc Marquez Bangkit dari Defisit 102 Poin

Posisi teratas menjadi pencapaian penting bagi Marc Marquez musim ini. Pasalnya, pembalap Ducati Lenovo tersebut sempat tertinggal hingga 102 poin dari pemimpin klasemen pada awal musim.
Perlahan tetapi konsisten, Marquez memangkas defisit tersebut melalui rangkaian hasil positif. Kemenangan di Misano akhirnya membuat perolehan poinnya menyamai Jorge Martin sekaligus mengubah posisi teratas klasemen.
Momentum ini tentu menjadi modal penting bagi Marquez. Dengan delapan seri masih tersisa, perebutan gelar MotoGP 2026 masih sangat terbuka dan setiap kesalahan dapat berdampak besar terhadap klasemen.
Jorge Martin Turun ke Posisi Kedua
Jorge Martin harus menyerahkan posisi puncak yang sebelumnya sudah ditempatinya sejak seri Assen.
Pembalap Aprilia Racing tersebut finis kelima di MotoGP Misano. Hasil tersebut membuat Martin gagal mempertahankan keunggulan poinnya setelah Marquez berhasil memenangkan balapan.
Dengan 274 poin, Martin sebenarnya masih berada dalam posisi yang sangat kuat. Namun, karena jumlah kemenangan Grand Prix-nya lebih sedikit dibandingkan Marquez, ia harus berada di posisi kedua.

Artinya, persaingan kedua pembalap saat ini benar-benar dimulai dari nol secara matematis. Keduanya memiliki poin yang sama, tetapi Marquez unggul dalam tie-break melalui jumlah kemenangan.
Bezzecchi Masih Jadi Ancaman
Marco Bezzecchi tetap berada di posisi ketiga dengan koleksi 241 poin.
Pembalap Aprilia tersebut sebenarnya mengawali akhir pekan Misano dengan performa impresif. Bezzecchi berhasil merebut pole position dan kemudian memenangkan Sprint.
Namun, peluang mengamankan poin besar di Grand Prix justru berakhir lebih cepat. Bezzecchi mengalami kecelakaan pada lap pertama ketika sedang memimpin balapan.
Akibatnya, Bezzecchi kini tertinggal 33 poin dari Marquez dan Martin. Selisih tersebut memang cukup besar, tetapi dengan delapan seri yang masih tersedia, peluangnya untuk kembali masuk ke dalam pertarungan gelar belum tertutup.
Fabio Di Giannantonio dan Pedro Acosta Membuntuti
Di belakang tiga besar, Fabio Di Giannantonio mempertahankan posisi keempat dengan 223 poin.
Pedro Acosta naik ke posisi kelima dengan 209 poin, menggeser Ai Ogura yang kini berada di posisi keenam dengan 203 poin.
Raul Fernandez berada di posisi ketujuh dengan 199 poin, disusul Alex Marquez di posisi kedelapan dengan 153 poin.
Francesco Bagnaia masih berada di posisi kesembilan dengan 143 poin, sementara Fermin Aldeguer melengkapi 10 besar dengan 105 poin.
Klasemen MotoGP 2026 Usai Misano
Berikut klasemen sementara MotoGP 2026 setelah 14 dari 22 seri:
| Pos | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Marc Marquez | Ducati Lenovo | 274 |
| 2 | Jorge Martin | Aprilia Racing | 274 |
| 3 | Marco Bezzecchi | Aprilia Racing | 241 |
| 4 | Fabio Di Giannantonio | Pertamina VR46 Ducati | 223 |
| 5 | Pedro Acosta | Red Bull KTM | 209 |
| 6 | Ai Ogura | Trackhouse Aprilia | 203 |
| 7 | Raul Fernandez | Trackhouse Aprilia | 199 |
| 8 | Alex Marquez | BK8 Gresini Ducati | 153 |
| 9 | Francesco Bagnaia | Ducati Lenovo | 143 |
| 10 | Fermin Aldeguer | BK8 Gresini Ducati | 105 |
| 11 | Luca Marini | Honda HRC Castrol | 96 |
| 12 | Enea Bastianini | Red Bull KTM Tech3 | 92 |
| 13 | Brad Binder | Red Bull KTM | 83 |
| 14 | Diogo Moreira | Pro Honda LCR | 64 |
| 15 | Fabio Quartararo | Monster Yamaha | 61 |
| 16 | Franco Morbidelli | Pertamina VR46 Ducati | 56 |
| 17 | Johann Zarco | Castrol Honda LCR | 36 |
| 18 | Joan Mir | Honda HRC Castrol | 33 |
| 19 | Jack Miller | Pramac Yamaha | 28 |
| 20 | Alex Rins | Monster Yamaha | 24 |
| 21 | Toprak Razgatlioglu | Pramac Yamaha | 18 |
| 22 | Maverick Viñales | Red Bull KTM Tech3 | 10 |
| 23 | Iker Lecuona | BK8 Gresini Ducati | 9 |
| 24 | Augusto Fernandez | Yamaha Factory Racing | 6 |
| 25 | Pol Espargaro | Red Bull KTM Tech3 | 5 |
Delapan Seri Tersisa, Perebutan Gelar Makin Ketat
Setelah 14 dari 22 seri MotoGP 2026 selesai, masih ada delapan Grand Prix yang dapat mengubah peta persaingan.
Marc Marquez kini berada di posisi teratas, tetapi keunggulannya atas Jorge Martin secara poin sebenarnya belum ada. Keduanya sama-sama mengoleksi 274 angka.
Sementara itu, Marco Bezzecchi hanya berjarak 33 poin dari duo teratas. Artinya, satu kemenangan dan hasil buruk dari dua pembalap di depannya bisa langsung mengubah persaingan.
Dengan kondisi tersebut, delapan seri terakhir MotoGP 2026 dipastikan menjadi pertarungan yang sangat ketat. Marquez memiliki momentum, Martin masih memiliki peluang besar untuk merebut kembali posisi pertama, sedangkan Bezzecchi harus memanfaatkan setiap kesempatan untuk memangkas jarak.
Pertanyaannya sekarang: siapa yang akan keluar sebagai pemimpin klasemen ketika musim MotoGP 2026 memasuki fase penentuan?
Moto GP
Gresini Racing Pakai Livery Marco Simoncelli di MotoGP Misano 2026
Gresini Racing menghadirkan momen penuh emosional di MotoGP Misano 2026. Dalam rangka memperingati 30 musim kiprahnya di kejuaraan dunia balap motor melalui kampanye #Gresini30Seasons, tim asal Italia tersebut menghadirkan livery khusus yang terinspirasi dari Marco Simoncelli.
Livery tersebut akan digunakan pada balapan utama MotoGP Misano 2026 oleh Alex Marquez dan Fermin Aldeguer. Kedua pembalap Gresini Racing akan menggeber Ducati Desmosedici GP dengan balutan grafis yang mengambil inspirasi dari Honda RC213V yang pernah digunakan Simoncelli ketika membela Gresini pada musim 2010–2011.

Bagi Gresini Racing, penghormatan tersebut memiliki makna khusus. Apalagi balapan berlangsung di Misano World Circuit Marco Simoncelli, sirkuit yang menggunakan nama mendiang pembalap Italia tersebut.
Membawa Kembali Warna Ikonik SuperSic
Secara visual, livery khusus ini menghidupkan kembali karakter motor yang identik dengan Simoncelli. Warna dasar putih dipadukan dengan aksen merah yang menjadi salah satu ciri khas tampilan SuperSic, sapaan yang melekat pada Marco Simoncelli.
Meski kini terpasang pada Ducati Desmosedici GP, grafis tersebut tetap mempertahankan nuansa historis dari motor yang digunakan Simoncelli ketika menjadi bagian dari Gresini Racing di kelas MotoGP.
Bagi para penggemar balap motor, kombinasi warna tersebut bukan sekadar desain. Livery ini menjadi pengingat terhadap salah satu periode penting dalam perjalanan Simoncelli bersama Gresini Racing.
Diperkenalkan di Paddock Misano
Livery bersejarah tersebut diperkenalkan secara resmi di paddock Misano dan disaksikan langsung oleh sejumlah sosok penting.
Paolo Simoncelli hadir dalam momen tersebut bersama Carmelo dan Carlos Ezpeleta, desainer Aldo Drudi, serta jajaran Gresini Racing yang dipimpin Nadia Padovani.

Kehadiran keluarga Simoncelli dalam peluncuran livery semakin memperkuat makna penghormatan tersebut. Gresini Racing tidak hanya merayakan perjalanan 30 musimnya di kejuaraan dunia, tetapi juga kembali mengenang salah satu pembalap yang memiliki hubungan kuat dengan tim.
Alex Marquez dan Fermin Aldeguer Bawa Livery Khusus
Pada balapan utama MotoGP Misano 2026, Alex Marquez dan rookie Fermin Aldeguer akan menjadi pembalap yang membawa penghormatan tersebut ke lintasan.
Keduanya akan memacu Ducati Desmosedici GP dengan livery khusus sepanjang balapan utama hari Minggu.
Bagi Alex Marquez, penggunaan livery tersebut juga menghadirkan momen spesial karena ia memiliki hubungan keluarga dengan dunia MotoGP dan menjadi bagian dari generasi pembalap yang melanjutkan cerita di kelas premier.
Sementara bagi Fermin Aldeguer, yang sedang menjalani musim rookie di MotoGP, balapan dengan livery bersejarah ini menjadi bagian dari salah satu momen penting dalam perjalanan awal kariernya di kelas utama.
30 Musim Gresini, Warisan Simoncelli Tetap Hidup
Penggunaan livery Marco Simoncelli di Misano menjadi bagian dari perayaan #Gresini30Seasons. Selama tiga dekade, Gresini Racing telah melewati berbagai era, kelas, pembalap, serta generasi motor balap.
Namun, nama Marco Simoncelli tetap memiliki tempat khusus dalam sejarah tim.
Livery ini menjadi cara Gresini Racing untuk membawa kembali semangat dan karakter Simoncelli ke lintasan. Terlebih lagi, semuanya berlangsung di sirkuit yang kini menggunakan namanya.
Ducati Desmosedici GP Alex Marquez dan Fermin Aldeguer pun tidak hanya akan menjadi bagian dari persaingan MotoGP Misano 2026. Kedua motor tersebut juga membawa sebuah cerita dan penghormatan kepada sosok SuperSic yang tetap dikenang oleh keluarga Gresini dan penggemar MotoGP.
Di Misano, warna putih dan merah itu kembali hadir. Bukan untuk mengulang masa lalu, tetapi untuk memastikan warisan Marco Simoncelli tetap hidup di tengah generasi baru MotoGP.
Event
MGPA Buka 2.200 Posisi Volunteer MotoGP Mandalika 2026, Yuk Ikutan!
LOMBOK – Ingin merasakan langsung atmosfer penyelenggaraan balap motor kelas dunia dari balik layar? Kesempatan tersebut kini terbuka melalui program Volunteer MotoGP Mandalika 2026 yang digelar Mandalika Grand Prix Association (MGPA).
MGPA membuka rekrutmen volunteer untuk mendukung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 2.200 volunteer akan direkrut untuk membantu berbagai kebutuhan operasional selama rangkaian MotoGP Mandalika berlangsung.

Program ini terbuka bagi masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Nusa Tenggara Barat yang ingin mendapatkan pengalaman terlibat langsung dalam penyelenggaraan event olahraga internasional.
Rekrutmen Volunteer Dilakukan Secara Walk-in
Bagi calon peserta yang tertarik, MGPA menyediakan proses seleksi melalui walk-in interview.
Pendaftaran dan wawancara berlangsung pada 24–31 Agustus 2026, mulai pukul 08.00–15.00 WITA. Lokasi seleksi berada di Dining Hall Pertamina Mandalika International Circuit.
Yang menarik, proses rekrutmen ini tidak dipungut biaya.
MGPA juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di 23 desa sekitar kawasan sirkuit. Langkah tersebut dilakukan agar kesempatan terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika dapat diakses lebih luas oleh masyarakat lokal.
Artinya, pengalaman MotoGP tidak hanya bisa dirasakan dari tribun penonton. Peserta terpilih juga berkesempatan menjadi bagian dari tim yang memastikan event berjalan lancar dari balik layar.
9 Bidang Volunteer yang Dibutuhkan
MGPA membuka kebutuhan volunteer untuk sejumlah bidang dengan tugas dan tanggung jawab berbeda.

Setidaknya terdapat sembilan bidang yang dapat dipilih, yaitu:
- Marshal
- Crowd Control
- Security/Steward
- Waste Management
- Cleaning Service
- Media Center
- Ticketing
- Hospitality
- Administration
Marshal akan berkaitan dengan dukungan keselamatan dan kelancaran aktivitas di area sirkuit. Sementara Crowd Control bertugas membantu mengatur pergerakan serta kenyamanan penonton.
Security/Steward berfokus pada keamanan dan ketertiban area event. Di sisi lain, Media Center mendukung kebutuhan operasional media yang meliput MotoGP Mandalika.
Bidang Ticketing dan Hospitality akan banyak berhubungan dengan penonton maupun tamu, sedangkan Administration mendukung kebutuhan administratif dan operasional penyelenggara.
Penempatan volunteer dapat berada di area sirkuit, penonton, hospitality, media center, ticketing hingga area operasional lainnya.
Tidak Wajib Punya Pengalaman MotoGP
Kabar baiknya, calon volunteer tidak diwajibkan memiliki pengalaman sebelumnya dalam penyelenggaraan MotoGP maupun event internasional.
Pengalaman memang dapat menjadi nilai tambah, tetapi peserta yang baru pertama kali terlibat dalam event berskala internasional tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti proses seleksi.
Secara umum, calon volunteer harus berusia 18–40 tahun, berpenampilan rapi dan bersih, menggunakan pakaian sesuai ketentuan, serta mengenakan sepatu tertutup.
Kemampuan berbahasa Inggris aktif juga menjadi nilai tambah, terutama untuk posisi yang berinteraksi dengan penonton atau tamu internasional.
Untuk bidang tertentu terdapat persyaratan tambahan. Misalnya, posisi Administration membutuhkan laptop pribadi serta kemampuan menggunakan Microsoft Office, Microsoft Excel, dan Google Spreadsheet.
Setelah dinyatakan lolos, volunteer akan mendapatkan pembekalan sesuai bidang masing-masing. Materi pembekalan mencakup pelayanan, komunikasi, keselamatan, keamanan, prosedur operasional hingga penanganan situasi selama event.
Bukan Sekadar Pengalaman, Ada Honor dan Sertifikat
Menjadi volunteer MotoGP Mandalika 2026 bukan hanya tentang mendapatkan pengalaman berada di tengah event balap kelas dunia.
Volunteer terpilih juga akan mendapatkan sejumlah fasilitas dari MGPA, termasuk honor perbantuan harian, konsumsi makanan dan minuman, serta sertifikat setelah menyelesaikan tugas.
Selain itu, volunteer mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama masa penugasan.
Pengalaman tersebut tentunya dapat menjadi tambahan portofolio, khususnya bagi mereka yang tertarik dengan dunia event management, hospitality, pelayanan pengunjung, pengelolaan venue, media maupun pariwisata.
Jadi, buat yang selama ini hanya menikmati MotoGP dari layar atau tribun, ini bisa menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah balapan kelas dunia dijalankan dari balik layar.
MotoGP Mandalika 2026 bukan cuma soal siapa yang tercepat di lintasan. Di balik gemuruh mesin dan aksi para pembalap, ada ribuan orang yang bekerja memastikan seluruh event berjalan aman, tertib, dan profesional.
Dan mungkin, salah satunya adalah kamu.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
