Connect with us

Motor

SCOOTER PRIX SERI 2 SENTUL: BACON RACING TEAM TAMPILKAN DUET MAUT RERE DAN BOLANG!

Published

on

Setelah absen di seri pertama Scooter Prix 2024, Bacon Racing Team RK13 Omyka Hero57 Queenbeer siap tampil di Round 2 yang akan berlangsung akhir pekan ini di sirkuit Sentul Karting, Bogor pada 10-11 Agustus 2024. Pasukan yang dikomandoi oleh owner sekaligus mekanik, Ahmad Rifky, telah mempersiapkan diri dengan matang. Dua spek pacuan siap bertarung untuk menjadi yang terbaik.

“Seri pertama kita absen karena pembalap kita berhalangan. Tapi untuk seri kedua, kami siap gaspol,” ungkap Ahmad Rifky penuh semangat.

Bagaimana dengan formasinya? “Di Scooter Prix kali ini, kami akan turun di kelas Smallframe Tune Up dengan Vespa PTS. Pembalapnya adalah Reynaldi Pradana dan Damar Abi Yoga,” tambahnya. Dua nama ini tentu layak diperhitungkan dan akan menjadi ancaman serius bagi para rival. Rere dan Bolang, sapaan akrab kedua joki itu, punya kualitas yang tak perlu diragukan lagi.

Lalu, apa target mereka? “Target kami di event ini, InshaAllah, bisa memberikan hasil terbaik di seri 2. Kalau keinginan tentu juara 1 dan 2, karena Bolang dan Rere berada di kelas yang sama,” harap pasukan Bacon Racing penuh keyakinan.

Para penggemar dan pendukung Bacon Racing Team juga tak sabar menyaksikan aksi Rere dan Bolang di lintasan. Dukungan penuh dari para fans diharapkan dapat memberikan semangat ekstra bagi tim. Dengan persiapan yang matang dan strategi yang jitu, Bacon Racing Team yakin bisa meraih hasil terbaik dan membawa pulang kemenangan.

Motor

QJMotor SRK 125 R1 Meluncur, Motor Sport 125 cc Bergaya Balap dengan Winglet Ala Superbike

Published

on

By

QJMotor kembali bikin gebrakan di segmen motor sport entry-level lewat peluncuran QJMotor SRK 125 R1. Menariknya, motor sport bermesin 125 cc ini hadir dengan tampilan agresif berkat penggunaan winglet aerodinamis di bagian fairing depan—fitur yang biasanya identik dengan motor performa tinggi atau motor balap kelas premium.

Kehadiran winglet pada SRK 125 R1 langsung memancing perhatian pecinta roda dua. Secara visual, komponen ini sukses memberi aura layaknya motor supersport modern dengan tampilan lebih tajam, sporty, dan racing look yang kuat. Desain fairing depan dibuat agresif dengan lekukan aerodinamis yang mempertegas karakter motor ini sebagai sportbike pemula bergaya balap.

Meski begitu, penggunaan winglet di motor 125 cc juga memunculkan perdebatan. Pasalnya, dengan tenaga yang relatif kecil, efek aerodinamisnya dinilai belum terlalu signifikan terhadap performa. Banyak yang menilai winglet pada SRK 125 R1 lebih berfungsi sebagai elemen styling ketimbang peningkat downforce. Meski demikian, secara tampilan justru menjadi nilai jual tersendiri.

Dari sisi performa, QJMotor SRK 125 R1 dibekali mesin 125 cc yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 15 dk. Output tersebut sesuai dengan batas maksimal regulasi lisensi pengendara pemula di pasar Eropa. Tenaga ini membuat SRK 125 R1 tetap kompetitif untuk penggunaan harian maupun kebutuhan fun riding di kelas sport ringan.

Untuk bobot, motor ini memiliki berat sekitar 144 kg, menempatkannya di kelas yang sama dengan rival seperti Yamaha R125 dan KTM RC 125. Secara handling, bobot tersebut masih tergolong ideal untuk motor sport pemula yang tetap mengutamakan kelincahan.

Di sektor kaki-kaki, QJMotor juga tidak main-main. SRK 125 R1 sudah dibekali suspensi depan upside down (USD) yang memberi tampilan premium sekaligus menunjang stabilitas. Sistem pengeremannya menggunakan kaliper empat piston untuk meningkatkan kontrol pengereman saat berkendara. Sementara tinggi jok 785 mm membuatnya tetap ramah digunakan untuk postur pengendara harian.

Dengan desain sporty bergaya superbike, fitur yang cukup lengkap, serta prediksi harga yang kompetitif, QJMotor SRK 125 R1 berpotensi menjadi penantang serius di kelas motor sport 125 cc. Meski belum diumumkan resmi untuk pasar global, kehadirannya di Eropa diyakini hanya tinggal menunggu waktu.

Continue Reading

Mobil

Toyota Pamer Land Hopper, Motor Listrik Roda Tiga Bergaya Land Cruiser yang Bisa Dilipat

Published

on

By

Toyota kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan mobilitas masa depan lewat sebuah konsep kendaraan unik bernama Toyota Land Hopper. Tampil dengan format motor listrik roda tiga, Land Hopper hadir membawa karakter petualang khas Land Cruiser dalam ukuran yang jauh lebih ringkas dan futuristis.

Meski secara bentuk jauh dari sosok SUV gagah seperti Toyota Land Cruiser, DNA adventure khas Toyota tetap terasa kuat pada kendaraan konsep ini. Land Hopper dirancang sebagai kendaraan listrik untuk mobilitas jarak pendek atau last mile mobility, cocok digunakan di kawasan perkotaan, area wisata, hingga jalur sempit yang sulit diakses kendaraan berukuran besar.

Secara desain, Land Hopper tampil seperti perpaduan skuter listrik, trike modern, dan kendaraan urban masa depan. Toyota membekalinya dengan dua roda depan yang menggunakan sistem leaning mechanism, memungkinkan bagian depan bergerak mengikuti arah tikungan dan kontur jalan. Teknologi ini diklaim memberi stabilitas lebih baik dibanding motor roda dua konvensional, sekaligus menghadirkan sensasi berkendara yang lebih natural dan menyenangkan.

Yang paling menarik, Land Hopper punya konsep bodi lipat. Saat tidak digunakan, kendaraan ini bisa dilipat menjadi lebih ringkas dan cukup masuk ke bagasi mobil. Dengan konsep tersebut, pengguna bisa membawa Land Hopper saat bepergian, lalu menurunkannya untuk menjelajah area sekitar dengan lebih praktis.

Toyota menyebut Land Hopper juga dirancang sebagai solusi mobilitas inklusif untuk berbagai kalangan, termasuk pengguna lanjut usia atau mereka yang sudah tidak aktif mengemudi mobil. Di Jepang, kendaraan seperti ini bahkan berpotensi masuk kategori kendaraan listrik ringan yang bisa digunakan tanpa SIM mobil konvensional oleh pengguna usia tertentu.

Dari sisi dimensi, Land Hopper punya ukuran yang sangat kompak dengan panjang 1.355 mm, lebar 600 mm, dan tinggi 930 mm. Ukurannya lebih kecil dibanding sepeda motor pada umumnya, dengan jok rendah yang memudahkan akses saat naik maupun berhenti.

Meski masih berstatus kendaraan konsep, kehadiran Land Hopper menjadi sinyal kuat bahwa Toyota tidak hanya fokus pada mobil listrik berukuran besar, tetapi juga mulai serius bermain di segmen kendaraan listrik mikro. Jika benar diproduksi massal, Land Hopper bisa menjadi solusi mobilitas urban masa depan yang praktis, fleksibel, dan tetap punya sentuhan adventure khas Toyota

Continue Reading

WSBK

Aldi Satya Mahendra Bangkit di WorldSSP Ceko 2026, Finis Ke-4 Setelah Terjatuh di Race 1

Published

on

By

Aldi Satya Mahendra menunjukkan mental bertarung luar biasa pada putaran World Supersport 2026 di Republik Ceko. Pebalap muda Indonesia yang membela tim BrCorse bersama dukungan Yamaha Racing Indonesia sukses bangkit dan finis di posisi ke-4 pada Race 2, setelah sebelumnya mengalami insiden crash di Race 1.

Pada balapan pertama, Aldi harus menerima hasil pahit usai terjatuh dan hanya tercatat finis di posisi ke-31. Namun rider yang dijuluki “El Dablek” itu membalasnya dengan performa impresif sehari kemudian. Tampil lebih agresif dan konsisten sepanjang race, Aldi berhasil menembus barisan depan dan mengamankan posisi keempat saat garis finis.

Hasil ini sekaligus menjadi pencapaian terbaik Aldi di sirkuit Autodrom Most sepanjang kariernya di WorldSSP. Catatan tersebut melampaui hasil musim 2025 ketika dirinya finis di posisi ke-5 di trek yang sama. Performa ini memperlihatkan perkembangan signifikan Aldi di musim keduanya tampil penuh di ajang World Supersport.

Dengan tambahan poin penting dari seri Ceko, Aldi kini menempati posisi ke-12 klasemen sementara WorldSSP 2026 dengan total 54 poin. Tren positif ini menjadi modal penting untuk menghadapi seri-seri berikutnya di kalender Kejuaraan Dunia Supersport.

Salah satu faktor yang ikut mendukung peningkatan performanya adalah keputusan Aldi untuk tetap tinggal di Eropa selama musim berlangsung. Strategi tersebut diambil demi menjaga kondisi fisik, mempermudah adaptasi dengan karakter lintasan, serta mempercepat recovery antarseri. Langkah itu terbukti efektif dalam menjaga ritme balap sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya di atas motor Yamaha R9.

Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, turut memberikan apresiasi atas perkembangan Aldi sepanjang musim ini. Menurutnya, Aldi berhasil menunjukkan karakter pebalap pekerja keras yang mampu bangkit dari tekanan dan kembali tampil kompetitif di level dunia.

“Perkembangan Aldi Satya Mahendra terlihat sangat positif. Dia mampu kembali ke performa terbaiknya seperti saat meraih podium bersejarah di Phillip Island. Meski sempat mengalami kesulitan, Aldi bisa bangkit, menembus 10 besar bahkan kembali masuk top 5. Kami berharap tren ini terus berlanjut agar dia semakin konsisten meraih poin dan memperbaiki posisi klasemen,” ujar Wahyu Rusmayadi.

Hasil di Ceko menjadi sinyal kuat bahwa Aldi Satya Mahendra mulai kembali menemukan ritme terbaiknya di WorldSSP 2026. Jika konsistensi ini terus terjaga, peluang Aldi untuk rutin bersaing di lima besar musim ini terbuka lebar.

Continue Reading

Trending