Motor
Yamaha Zuma: Matic Adventure yang Lebih Gahar dari X-Ride, Tapi Sayangnya Tidak Masuk Indonesia!
Bagi pecinta motor matic bergaya adventure, Yamaha X-Ride selama ini menjadi pilihan utama di Indonesia. Namun, ternyata ada model lain yang lebih tangguh dan agresif, yaitu Yamaha Zuma 125. Motor ini mengusung konsep adventure matic dengan desain lebih kekar dan spesifikasi yang lebih unggul dibandingkan X-Ride.

Dari segi tampilan, Zuma hadir dengan dua headlamp bundar yang unik, salah satunya menggunakan lensa proyektor untuk penerangan lebih optimal. Bagian depan juga terlihat gagah dengan sepatbor besar dan cover suspensi yang menegaskan kesiapannya untuk menghadapi medan off-road. Sementara itu, penggunaan ban dual-purpose berukuran 120/70 dengan pelek 12 inci membuat tampilannya semakin padat dan kokoh.
Beralih ke bagian belakang, Yamaha Zuma dibekali suspensi ganda, berbeda dengan X-Ride yang hanya menggunakan satu sokbreker. Selain itu, sistem pengeremannya sudah lebih modern dengan rem cakram di kedua roda dan fitur ABS untuk keamanan maksimal.
Di sektor performa, meski sama-sama bermesin 125 cc, Zuma memiliki rasio kompresi 10:1, sedikit lebih tinggi dibandingkan X-Ride yang hanya 9,5:1. Hasilnya, tenaga Zuma mencapai 9,65 dk dengan torsi 9,9 Nm, lebih unggul dibandingkan X-Ride yang hanya memiliki tenaga 9,38 dk dan torsi 9,6 Nm.
Sayangnya, Yamaha Zuma tidak dijual di Indonesia dan hanya tersedia di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Taiwan. Di pasar Amerika, motor ini dibanderol sekitar $3.799 atau setara Rp 61,9 jutaan. Jika Yamaha menghadirkan Zuma ke Indonesia, apakah kamu tertarik untuk memboyongnya?
Motor
Kawasaki W175 TR 2026, Motor Scrambler Retro 177 cc yang Siap Menjelajah
Kawasaki W175 TR 2026 hadir sebagai pilihan menarik bagi pecinta motor bergaya klasik yang menginginkan karakter berbeda dari motor retro pada umumnya. Mengusung konsep scrambler, motor ini menggabungkan desain klasik khas keluarga W Series dengan ergonomi yang lebih nyaman dan kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan.
Di Indonesia, Kawasaki W175 TR dipasarkan dengan harga mulai Rp35,3 juta OTR Jakarta, menjadikannya salah satu motor retro 175 cc yang menawarkan perpaduan gaya, kenyamanan, dan kemudahan modifikasi.
Desain Scrambler Klasik yang Tak Lekang Waktu
Sebagai bagian dari keluarga W Series, Kawasaki W175 TR tetap mempertahankan DNA desain klasik yang telah menjadi ciri khas lini W.

Tangki bahan bakar berbentuk membulat, lampu depan bulat, spion klasik, velg jari-jari, hingga jok bergaya retro membuat motor ini tampil sederhana namun tetap elegan.
Berbeda dengan W175 standar, versi TR mengusung konsep scrambler yang lebih siap diajak bertualang. Setang dibuat lebih tinggi sehingga posisi berkendara menjadi lebih tegak dan nyaman, sementara penggunaan ban dual purpose membuatnya lebih percaya diri saat melintasi jalan aspal maupun jalur semi off-road.
Mesin 177 cc Andal untuk Berkendara Santai

Karakter mesin ini lebih mengutamakan torsi pada putaran bawah hingga menengah dibandingkan tenaga puncak. Hasilnya, akselerasi terasa halus dan responsif untuk penggunaan harian, touring, maupun perjalanan santai di akhir pekan.
Kawasaki juga menyematkan balancer shaft untuk mengurangi getaran mesin sehingga kenyamanan berkendara tetap terjaga, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh.
Suara khas knalpot model peashooter turut memperkuat nuansa motor klasik Inggris sekaligus memberikan karakter tersendiri tanpa terdengar berlebihan.
Sasis Kokoh, Suspensi Nyaman dan Mudah Dimodifikasi
Kawasaki W175 TR menggunakan rangka semi-double cradle yang dikenal kuat, stabil, dan mudah dikendalikan.
Pada sektor kaki-kaki, motor ini mengandalkan suspensi teleskopik berdiameter 30 mm di depan dan dual shock absorber di belakang.
Dibandingkan W175 standar, suspensi W175 TR memiliki travel yang lebih panjang sehingga mampu memberikan redaman lebih baik ketika melewati jalan bergelombang maupun jalur berbatu ringan.
Ground clearance yang lebih tinggi juga menjadi nilai tambah bagi pengendara yang sesekali ingin keluar dari jalan beraspal.
Panel instrumen tetap mempertahankan nuansa klasik melalui speedometer analog lengkap dengan odometer, trip meter, dan lampu indikator. Emblem huruf “W” di bawah panel semakin mempertegas identitas keluarga W Series.
Tetap Sederhana, Justru Menjadi Daya Tarik
Di tengah tren motor modern yang dipenuhi teknologi elektronik, Kawasaki W175 TR tetap mempertahankan konsep sederhana.
Motor ini belum dibekali lampu LED, panel TFT, ABS maupun fitur elektronik canggih lainnya. Namun justru kesederhanaan tersebut menjadi nilai jual tersendiri karena perawatan lebih mudah, biaya kepemilikan lebih terjangkau, dan sangat cocok dijadikan basis modifikasi bergaya tracker, scrambler, maupun brat style.
Bagi pengendara yang mencari motor dengan karakter klasik, mesin yang mudah dirawat, serta kenyamanan untuk penggunaan harian maupun touring santai, Kawasaki W175 TR 2026 menjadi salah satu pilihan paling menarik di kelasnya.
Moto GP
Bangkit dari Start Buruk, Kiandra Ramadhipa Amankan Poin di Moto3 Junior Prancis
Muhammad Kiandra Ramadhipa berhasil mengakhiri paruh pertama Moto3 Junior World Championship 2026 dengan membawa pulang poin penting dari putaran Magny-Cours, Prancis, Minggu (26/7/2026). Pembalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu finis di posisi ke-12 setelah menjalani balapan penuh perjuangan di Circuit de Nevers Magny-Cours.
Hasil tersebut membuat Kiandra menambah empat poin sekaligus mempertahankan posisinya di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 64 poin. Modal ini menjadi bekal penting sebelum kejuaraan memasuki jeda musim panas selama hampir enam pekan.
Mengendarai Honda NSF250RW bersama Honda Asia-Dream Racing Team, Kiandra memulai balapan dari grid ke-12. Namun, start yang kurang sempurna membuat motornya mengalami wheelie sehingga kehilangan banyak posisi dan tercecer hingga urutan ke-18 pada lap pertama.
Meski menghadapi situasi sulit, pembalap asal Sleman, Yogyakarta itu tidak menyerah. Dalam tiga lap awal, ia tampil agresif dan berhasil menyalip tujuh pembalap untuk kembali masuk ke posisi ke-11. Sayangnya, rombongan terdepan sudah membuka jarak lebih dari tiga detik sehingga peluang mengejar kemenangan semakin sulit.
Melihat kondisi tersebut, Kiandra memilih strategi yang lebih realistis dengan memimpin grup kedua sambil menjaga konsistensi ritme balapan. Strategi itu terbukti efektif untuk mengamankan poin hingga garis finis.
Memasuki lap terakhir, Kiandra sempat memimpin rombongan kedua. Namun duel sengit di tikungan-tikungan terakhir membuatnya kehilangan satu posisi dan akhirnya menyelesaikan balapan di urutan ke-12.

Usai balapan, Kiandra mengakui kesalahan saat start menjadi faktor utama yang memengaruhi hasil akhir.
“Saya melakukan kesalahan saat start sehingga motor mengalami wheelie dan saya turun ke posisi ke-18. Rombongan terdepan sudah terlalu jauh untuk dikejar, sehingga saya memutuskan bertarung di grup kedua demi mengamankan poin.”
Ia juga menegaskan akan memanfaatkan jeda musim panas untuk meningkatkan performa sebelum seri berikutnya.
“Ini bukan akhir pekan terbaik, tapi banyak pelajaran yang kami dapat. Saya akan memanfaatkan jeda musim panas untuk berlatih lebih keras agar tampil lebih kuat di Valencia.”
General Manager Marketing Planning & Analysis PT Astra Honda Motor, Andy Wijaya, memberikan apresiasi terhadap semangat juang Kiandra sepanjang balapan.
Menurutnya, perjuangan Kiandra menunjukkan mental pantang menyerah yang menjadi modal penting untuk bersaing di level internasional. AHM optimistis pembalap berusia 16 tahun tersebut mampu tampil lebih kompetitif pada putaran berikutnya.
Sepanjang paruh musim Moto3 Junior World Championship 2026, lulusan Astra Honda Racing School 2022 itu telah mengoleksi tiga kemenangan, satu podium tambahan, dan kini bertengger di posisi kelima klasemen sementara.

Kejuaraan akan kembali bergulir setelah jeda musim panas pada 4–6 September 2026 di Circuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.
Motor
Stark Varg MX dan EX Factory Edition Resmi Meluncur, Dibekali Suspensi KYB Factory Langka
Stark Future kembali menggebrak dunia motor listrik off-road dengan memperkenalkan dua model eksklusif, yakni Stark Varg MX Factory Edition dan Stark Varg EX Factory Edition. Keduanya dirancang sebagai motor siap balap langsung dari pabrik dengan spesifikasi yang mendekati motor kompetisi profesional.
Meski tetap mempertahankan tenaga 80 hp seperti versi standar, Factory Edition mendapatkan banyak penyempurnaan pada sektor sasis, suspensi, bobot, hingga sistem elektronik. Produksinya pun sangat terbatas, hanya 500 unit di seluruh dunia, terdiri dari 200 unit MX dan 300 unit EX.
Suspensi KYB Factory A-Kit Jadi Senjata Utama

Peningkatan terbesar hadir pada sektor kaki-kaki.
Stark membekali kedua model ini dengan KYB Factory A-Kit, suspensi yang biasa digunakan oleh tim-tim profesional di ajang motocross dan enduro dunia.
Garpu depan menggunakan lapisan khusus low-friction coating untuk mengurangi gesekan, sementara monoshock belakang telah dilengkapi Kashima Coating serta X-Trig Quick Preload Adjuster sehingga pengaturan suspensi menjadi lebih cepat dan presisi.

Upgrade ini memberikan kontrol yang lebih baik saat menghadapi lompatan, tikungan tajam, hingga medan ekstrem.
Bobot Lebih Ringan, Manuver Lebih Agresif
Selain suspensi, Stark juga memangkas bobot motor hingga 1,1 kilogram dibandingkan model standar.
Pengurangan berat dicapai melalui penggunaan berbagai komponen berbahan titanium, termasuk footpeg hasil cetak 3D serta hardware ringan di beberapa bagian motor.
Dalam dunia balap off-road, pengurangan bobot sekecil apa pun memberikan keuntungan besar karena meningkatkan akselerasi, kelincahan, dan respons saat berpindah arah di lintasan.
Elektronik Semakin Pintar

Walaupun tetap menghasilkan tenaga 80 hp, sistem elektronik Factory Edition kini mendapat pembaruan.
Motor ini dibekali Dynamic Traction Control generasi terbaru yang mampu menyesuaikan tingkat traksi secara lebih presisi berdasarkan kondisi permukaan lintasan.
Sumber tenaga berasal dari baterai 7,2 kWh 420V yang mampu diisi penuh hanya sekitar 2 jam menggunakan jaringan listrik 240V.
Sebagai pelengkap, Stark juga menambahkan jok high-grip, segitiga kemudi CNC billet aluminium dengan nomor seri khusus, serta berbagai detail eksklusif yang hanya tersedia pada Factory Edition.
Perbedaan Stark Varg MX dan EX Factory Edition
Walaupun memiliki basis yang sama, kedua model dirancang untuk kebutuhan yang berbeda.
| Spesifikasi | Stark Varg MX Factory Edition | Stark Varg EX Factory Edition |
|---|---|---|
| Peruntukan | Motocross / Trek Balap | Enduro / Legal Jalan Raya |
| Produksi | 200 Unit | 300 Unit |
| Warna | Stark Red | Forest Grey |
| Suspensi Depan | Travel 310 mm | Travel 300 mm |
| Ban Standar | Dunlop MX34 | Dunlop Geomax EN91 |
| Bobot | 116,9 kg | 118,9 kg |
| Fitur Tambahan | – | Handguard & Pelindung Cakram Rem |
| Harga Eropa | €15.990 | €16.990 |
Dengan spesifikasi kelas kompetisi dan jumlah produksi yang sangat terbatas, Stark Varg Factory Edition menjadi salah satu motor listrik off-road paling eksklusif yang hadir pada tahun 2026. Kehadirannya sekaligus menunjukkan bahwa motor listrik kini mampu bersaing di level tertinggi dunia balap off-road.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor12 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
