Connect with us

Event

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran 3 Jadi Ajang Pemanasan Menuju ARRC

Published

on

Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 memasuki Putaran 3 dengan atmosfer persaingan yang semakin kompetitif. Sebanyak 107 pembalap ambil bagian dalam seri kali ini yang tak hanya menjadi perebutan poin Kejuaraan Nasional (Kejurnas), tetapi juga menjadi ajang simulasi penting sebelum tampil di Asia Road Racing Championship (ARRC) Mandalika.

Sebagai salah satu kejuaraan balap motor nasional paling bergengsi, MRS terus berkembang menjadi wadah pembinaan pembalap Indonesia menuju level internasional. Pada putaran ketiga ini, penyelenggara bahkan memperkenalkan sistem kualifikasi baru yang mengadopsi standar kompetisi dunia.

107 Starter Bertarung di Enam Kelas Balap

Putaran ketiga MRS 2026 mempertandingkan enam kelas yang terdiri atas empat kelas Kejuaraan Nasional dan dua kelas pendukung.

Kelas Kejurnas meliputi:

  • National Sport 150 (NS150)
  • National Sport 250 (NS250)
  • Supersport 600 (SS600)
  • Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC)

Sedangkan kelas pendukung terdiri dari:

  • Underbone 150
  • Junior Sport 250 U-18

Kehadiran lebih dari 100 starter menunjukkan antusiasme tinggi para pembalap nasional untuk bersaing di Sirkuit Mandalika.


Sistem Kualifikasi Baru Ala Kejuaraan Internasional

Salah satu pembaruan terbesar pada Putaran 3 adalah diterapkannya format kualifikasi baru untuk kelas NS250 dan Indonesia Junior Talent Cup U-15.

Dalam sistem tersebut, 10 pembalap tercepat berdasarkan akumulasi dua sesi Free Practice langsung lolos ke Q2.

Sementara pembalap yang berada di luar 10 besar harus terlebih dahulu menjalani Q1, di mana hanya lima pembalap tercepat yang berhak melaju ke Q2.

Format ini diperkenalkan agar para pembalap Indonesia terbiasa dengan sistem yang digunakan di berbagai kejuaraan internasional.

CEO PRIDE Motorsport, Eddy Saputra, menegaskan bahwa MRS bukan hanya menjadi ajang kompetisi nasional, tetapi juga sarana edukasi agar pembalap memahami regulasi internasional sejak usia dini.


Persiapan Penting Menuju ARRC Mandalika

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menyebut Putaran 3 menjadi tahapan yang sangat penting menjelang penyelenggaraan Asia Road Racing Championship (ARRC) di Mandalika.

Menurutnya, seri ini menjadi kesempatan terbaik bagi para pembalap untuk mematangkan fisik, teknik, strategi balap, hingga adaptasi terhadap karakter lintasan sebelum menghadapi persaingan tingkat Asia.

Di sisi lain, Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan motorsport Indonesia melalui program Energizing Indonesia, dengan harapan lahir semakin banyak pembalap nasional yang mampu bersaing di level internasional.

Mandalika Racing Series 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung dalam lima putaran dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata RI, Bank BRI, Pirelli, Honda, Yamaha, GS Astra, Ohlins Indonesia, Arai Indonesia, Cargloss Helmets, RCB, UMA, Speedwork, dan sejumlah mitra otomotif lainnya.

Event

Arjuna EV UGM Luncurkan Surasakti AF-06, Mobil Formula Student Listrik 104 HP Siap Taklukkan Jepang

Published

on

By

Tim riset mobil listrik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arjuna EV UGM, resmi memperkenalkan mobil balap Formula Student generasi terbaru bernama Surasakti AF-06. Mobil listrik generasi ke-14 ini diluncurkan pada 17 Juli 2026 di Joglo Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM sebagai senjata utama untuk menghadapi Formula SAE Japan 2026.

Tak sekadar hadir dengan desain baru, Surasakti AF-06 membawa peningkatan besar di sektor engineering, aerodinamika, hingga sistem kelistrikan yang seluruhnya dikembangkan oleh mahasiswa Indonesia. Mobil ini menjadi bukti bahwa teknologi kendaraan listrik karya anak bangsa semakin kompetitif di level internasional.

Performa Buas, Bobot Ringan

Surasakti AF-06 mengalami pengembangan menyeluruh dibanding pendahulunya. Tim Arjuna EV berhasil memangkas bobot kendaraan sekaligus mengoptimalkan aerodinamika sehingga mobil memiliki karakter yang lebih ringan, stabil, dan responsif saat melibas tikungan maupun berakselerasi.

Berbagai komponen penting juga dikembangkan secara mandiri (in-house development), mulai dari Battery Management System (BMS), Vehicle Control Unit (VCU), Power Distribution Unit (PDU), hingga Pit Monitoring System.

Spesifikasi utamanya meliputi:

  • Daya maksimum: 104,6 hp
  • Torsi maksimum: 900 Nm
  • Bobot kendaraan: 298 kg
  • Akselerasi 0–100 km/jam: 4,3 detik
  • Aerodynamic Downforce: 350 Newton

Dengan kombinasi tenaga besar dan bobot yang ringan, Surasakti AF-06 diproyeksikan mampu meningkatkan performa pada berbagai dynamic event Formula SAE Japan, mulai dari acceleration, skidpad, autocross, hingga endurance.

Livery Wayang dengan Filosofi Arjuna

Tak hanya unggul secara teknis, Surasakti AF-06 juga tampil berbeda melalui livery bertema pewayangan.

Mengusung filosofi “Back to the Roots”, nama Surasakti serta grafis kendaraan terinspirasi dari tokoh Arjuna, yang melambangkan keberanian, kebijaksanaan, kejujuran, serta keteguhan dalam menghadapi tantangan.

Desain visual tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Esa Unggul, Gabriel Joseph.

Tim Arjuna EV mengusung filosofi pengembangan:

  • 20% Art
  • 40% Engineering
  • 40% Teamwork

Konsep tersebut menjadi identitas baru yang memadukan unsur budaya Indonesia dengan teknologi balap modern.

Target Harumkan Nama Indonesia

Melalui Surasakti AF-06, Arjuna EV UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik berbasis riset.

Bagi tim, Formula Student bukan sekadar kompetisi adu cepat, melainkan wadah untuk menguji inovasi, kemampuan engineering, strategi tim, hingga manajemen proyek dalam standar industri otomotif global.

Seluruh pengembangan pada Surasakti AF-06 kini difokuskan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di ajang Formula SAE Japan 2026, sekaligus membuktikan bahwa mobil balap listrik buatan mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan universitas terbaik dunia.

Continue Reading

Event

Jogja Scooter Parade 2026 Siap Digelar, Target 12.000 Pengunjung dan 4.500 Skuter Padati JEC

Published

on

By

Yogyakarta kembali bersiap menjadi pusat perayaan budaya skuter nasional. Jogja Scooter Parade (JSP) 2026 akan berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Jogja Expo Center (JEC) dengan target menghadirkan lebih dari 12.000 pengunjung dan sekitar 4.500 unit skuter dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Scooter Culture & Celebration”, acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi komunitas Vespa klasik dan skuter modern, tetapi juga menghadirkan perpaduan antara otomotif, musik, industri kreatif, pariwisata, hingga pemberdayaan UMKM dalam satu festival berskala nasional.

Lebih dari Sekadar Ajang Kumpul Komunitas

Ketua Penyelenggara Jogja Scooter Parade 2026, Tjahjo Widjojono, menjelaskan bahwa JSP dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi seluruh pecinta skuter.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar kegiatan otomotif, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertemukan komunitas, pelaku industri kreatif, seniman, hingga pelaku usaha lokal dalam suasana yang penuh kebersamaan.

Dengan konsep tersebut, JSP diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan budaya skuter sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Yogyakarta.

Ragam Aktivitas Seru Selama Dua Hari

Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung akan disuguhkan beragam kegiatan yang memanjakan pecinta roda dua.

Beberapa agenda utama yang akan digelar antara lain:

  • Show & Shine Vespa klasik, skuter modern, dan motor modifikasi
  • Dyno Test Competition
  • Fun Rally
  • Fun Trial Games
  • Scooter Talk & Workshop
  • Edukasi restorasi dan modifikasi
  • Seminar keselamatan berkendara
  • Sharing pengalaman touring

Tak hanya itu, area Lifestyle & Trade Expo juga akan dipenuhi berbagai tenant aftermarket, sparepart, apparel, aksesori, merchandise, kuliner, hingga produk-produk UMKM lokal.

Festival Scooter Sekaligus Pesta Musik

Suasana Jogja Scooter Parade 2026 akan semakin meriah dengan penampilan sejumlah musisi nasional dan lokal.

Hari pertama akan dimeriahkan oleh:

  • Shaggydog
  • Bravesboy
  • Jumat Gombrong
  • Kingmasmus
  • Banyak Bunyik Republik
  • Akrosh
  • Just For Fun
  • Lia Yures

Sementara hari kedua akan menghadirkan:

  • Tony Q
  • Denny Frust
  • Apollo 10
  • Alceena Inside
  • Sarcastic
  • Lawrider

Perpaduan budaya skuter dan konser musik menjadi salah satu daya tarik utama yang membedakan JSP dari festival komunitas lainnya.

Lucky Draw Skuter Hingga Lelang Motor Modifikasi

Panitia juga menyiapkan hadiah yang menarik bagi para peserta.

Lucky draw akan menghadiahkan:

  • 1 unit skuter klasik
  • 1 unit skuter matik modifikasi hasil kolaborasi builder lokal Yogyakarta bersama SIP Germany

Selain itu, satu unit skuter matik modifikasi hasil kolaborasi dengan Scooter Center Germany juga akan dilelang selama acara berlangsung.

Dorong Industri Kreatif dan Pariwisata

Jogja Scooter Parade 2026 menjadi bukti bahwa dunia otomotif mampu memberikan dampak ekonomi yang besar.

Area pameran akan didominasi hasil karya bengkel lokal, builder Indonesia, serta berbagai produk aftermarket dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif nasional.

Ketua IMI DIY, KPH Purbodiningrat, menyambut baik penyelenggaraan JSP 2026 dan berharap festival ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, pertumbuhan UMKM, hingga memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi wisata otomotif nasional.

Dengan target 12.000 pengunjung, 4.500 unit skuter, puluhan komunitas, konser musik, workshop, kontes modifikasi, hingga berbagai hadiah menarik, Jogja Scooter Parade 2026 diprediksi menjadi salah satu festival skuter terbesar di Indonesia tahun ini.

Continue Reading

Event

Charles Leclerc Menangi F1 GP Inggris 2026, Drama Safety Car Tutup Balapan Silverstone

Published

on

By

Charles Leclerc akhirnya membuka rekening kemenangan musim Formula 1 2026 setelah tampil impresif pada F1 GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (5/7). Pebalap Ferrari tersebut mengamankan podium tertinggi dalam balapan penuh drama yang harus diakhiri di bawah Safety Car, menghilangkan peluang terjadinya duel penentu kemenangan pada lap terakhir.

Sejak lampu start padam, Leclerc langsung melesat dengan start sempurna dan mengambil alih posisi terdepan dari Andrea Kimi Antonelli. Pebalap Ferrari itu mampu menjaga ritme balap sepanjang stint pertama, namun tekanan mulai datang memasuki fase akhir lomba.

Antonelli yang menggunakan ban dengan usia sekitar 10 lap lebih muda memiliki kecepatan lebih baik dan terus memangkas selisih waktu dengan Leclerc. Duel perebutan kemenangan pun tampak akan berlangsung sengit hingga lap terakhir sebelum situasi berubah drastis.

Harapan Antonelli pupus setelah mobil Mercedes yang dikendarainya mengalami kerusakan akibat keluar lintasan di tikungan Copse. Insiden tersebut memaksanya masuk pit sebanyak dua kali sehingga posisinya langsung melorot ke papan tengah.

Masalah belum berhenti sampai di situ. Steward juga menjatuhkan penalti waktu lima detik kepada Antonelli karena beberapa kali melanggar batas lintasan. Ketika balapan akhirnya selesai di bawah Safety Car, penalti tersebut membuatnya terlempar hingga posisi ke-16 sekaligus gagal membawa pulang satu poin pun.

Drama semakin memanas ketika Max Verstappen mengalami insiden di tikungan Stowe pada lap ke-48. Mobil Red Bull yang dikendarainya melebar hingga terjebak di area gravel, memaksa Race Control mengerahkan Safety Car.

Sempat muncul informasi bahwa Safety Car akan masuk sebelum lap terakhir sehingga publik berharap ada sprint satu lap menuju garis finis. Namun beberapa saat kemudian Race Control kembali mengumumkan Safety Car tetap berada di lintasan hingga balapan selesai.

Keputusan tersebut memunculkan kebingungan di paddock maupun tribun Silverstone yang dipenuhi sekitar 175.000 penonton. Mereka harus kehilangan kesempatan menyaksikan pertarungan langsung memperebutkan kemenangan pada lap pamungkas.

Ferrari sebenarnya berpeluang mengunci finis satu-dua. Namun strategi pit stop Lewis Hamilton untuk menggunakan ban lunak saat periode Safety Car justru dimanfaatkan George Russell. Pebalap Mercedes tersebut berhasil mengambil posisi ketiga setelah menyalip Hamilton yang kemudian harus menghadapi investigasi pascabalapan terkait dugaan pelanggaran bendera kuning.

Juara dunia bertahan Lando Norris membawa McLaren finis di posisi keempat, disusul Isack Hadjar yang kembali mempersembahkan hasil solid untuk Red Bull di urutan kelima.

Racing Bulls juga mencatat akhir pekan yang positif melalui Liam Lawson di posisi keenam, sementara rookie Arvid Lindblad tampil mengesankan dengan finis ketujuh pada debut Grand Prix Inggrisnya.

Gabriel Bortoleto membawa Audi finis kedelapan. Sementara dua pebalap Alpine, Franco Colapinto dan Pierre Gasly, melengkapi zona poin di posisi kesembilan dan kesepuluh.

Hasil ini menjadi pukulan bagi Antonelli dalam perebutan gelar dunia musim 2026. Gagal meraih poin membuat keunggulannya di klasemen pembalap kini hanya tersisa 25 poin atas George Russell, sementara Lewis Hamilton terus menempel dengan selisih 32 poin.


Continue Reading

Trending