Connect with us

Motor

Harley-Davidson X350 Resmi Meluncur, Moge Bergengsi dengan Harga Rp 70 Jutaan!

Published

on

Harley-Davidson kembali bikin gebrakan di pasar roda dua dunia. Pabrikan legendaris asal Amerika Serikat ini resmi menghadirkan Harley-Davidson X350 di Jepang, sebuah moge dengan DNA kental Harley namun dibanderol dengan harga yang relatif ramah di kantong, sekitar Rp 77 jutaan.

Model ini sebelumnya sudah diperkenalkan dua bulan lalu, namun harga resminya baru diumumkan bersamaan dengan perilisan kakaknya, Harley-Davidson X500. Kehadirannya jelas jadi magnet baru, terutama bagi pecinta motor besar yang mendambakan aura Harley dengan budget terbatas.

Mengusung desain flat tracker bergaya naked bike, X350 tampil kompak namun tetap gagah. Detail mesin, rangka, hingga suspensinya dibiarkan terekspos untuk menonjolkan karakter macho khas Harley. Tersedia empat pilihan warna — cosmic blue, dynamic orange, pearl white, dan dramatic black — yang memberi sentuhan sporty sekaligus elegan.

Dapur pacunya dibekali mesin parallel-twin 352cc berpendingin cairan dengan sistem injeksi canggih (ESPFI). Tenaga puncaknya mencapai 36 dk pada 8.500 rpm dengan torsi 31 Nm, cukup bertenaga untuk ukuran moge entry-level.

Suspensi depan teleskopik, monoshock belakang, serta rem cakram ganda ber-ABS menjadikan motor ini aman sekaligus nyaman dikendarai. Dengan harga setara motor sport kelas 250 cc di Indonesia, X350 berpotensi jadi game changer di segmen moge pemula.

Kini tinggal pertanyaannya, kalau sampai masuk ke Indonesia, akankah Harley-Davidson X350 jadi buruan pecinta moge tanah air?

Electric Vehicle

United RX6000 Resmi Hadir, Motor Listrik Dual-Purpose yang Bisa Ngecas di SPKLU

Published

on

By

Motor listrik di Indonesia mulai hadir dengan konsep yang semakin beragam. Tidak hanya mengandalkan desain skutik untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, United E-Motor RX6000 menawarkan pendekatan berbeda melalui konsep All-Terrain E-Performance.

Motor listrik besutan PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) tersebut menggabungkan karakter dual-purpose dengan performa yang ditujukan untuk penggunaan harian sekaligus menjelajah berbagai kondisi jalan.

Salah satu fitur yang menjadi pembeda adalah sistem pengisian dayanya. United RX6000 kompatibel dengan SPKLU Euro Type 2, sehingga pengguna memiliki pilihan pengisian selain menggunakan sumber listrik di rumah.

Dengan kemampuan tersebut, RX6000 bisa melakukan pengisian melalui sumber listrik rumah, SPKLU Euro Type 2 Charging Station, hingga Ultra Charging Station.

Bisa Ngecas di Rumah dan SPKLU

Salah satu tantangan motor listrik saat ini adalah fleksibilitas pengisian daya. United mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui RX6000 yang menggunakan sistem direct charging.

Baterai dapat diisi menggunakan sumber listrik rumah dengan kebutuhan daya mulai dari 1.300 VA hingga 4.400 VA.

Selain pengisian di rumah, motor listrik ini juga sudah mendukung SPKLU dengan konektor Euro Type 2.

Artinya, pengguna memiliki alternatif lokasi pengisian ketika sedang melakukan perjalanan dan tidak memungkinkan melakukan charging di rumah.

United juga membekali RX6000 dengan fitur fast charging. Pengisian baterai dari kondisi 0 hingga 80 persen diklaim membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

Sistem pengisian tersebut turut dilengkapi auto cut-off dan cooling fan untuk mendukung proses charging.

Tenaga 6.000 Watt, Torsi 55 Nm

Dari sisi performa, United RX6000 menggunakan motor listrik dengan top power 6.000 watt.

Torsi maksimumnya mencapai 55 Nm pada 550 rpm, dengan klaim kecepatan maksimum mencapai 100 km/jam.

Sementara untuk kebutuhan perjalanan, baterai lithium berkapasitas 72V 54Ah menjadi sumber tenaga utama.

United mengklaim RX6000 mampu menempuh jarak hingga 120 kilometer dalam satu kali pengisian daya.

Kombinasi tenaga, torsi, dan kapasitas baterai tersebut membuat RX6000 tidak hanya diarahkan sebagai kendaraan komuter, tetapi juga membawa karakter performa yang lebih kuat.

Bukan Skutik Biasa, Bawa Karakter Dual-Purpose

Dari desain, United RX6000 mengambil inspirasi dari motor trail yang kemudian dipadukan dengan sentuhan urban sport-bike.

Posisi berkendara dibuat tegak dengan jangkauan setang yang relatif pendek. Karakter tersebut ditujukan agar motor tetap nyaman digunakan di perkotaan sekaligus memiliki kemampuan menghadapi kondisi jalan yang lebih beragam.

Karakter dual-purpose semakin terlihat dari penggunaan ban dengan profil yang mendukung penggunaan di berbagai permukaan.

Bagian depan menggunakan ban 110/80-17, sedangkan roda belakang menggunakan ukuran 130/80-17.

Suspensinya juga dirancang untuk mendukung karakter tersebut. Di depan terdapat USD atau upside-down suspension, sementara bagian belakang menggunakan Direct-Mount Monoshock.

Salah satu angka yang menarik adalah ground clearance 225 mm. Jarak terendah ke tanah tersebut memberikan ruang yang lebih aman ketika RX6000 digunakan melewati jalan rusak, permukaan tidak rata, maupun jalur non-aspal ringan.

Spesifikasi United RX6000

SpesifikasiUnited RX6000
KonsepAll-Terrain E-Performance
JenisMotor listrik dual-purpose
Top Power6.000 watt
Torsi Maksimum55 Nm @ 550 rpm
Top Speed100 km/jam
BateraiLithium 72V 54Ah
Jarak TempuhHingga 120 km
Fast Charging0–80% sekitar 1,5 jam
PengisianRumah, SPKLU Euro Type 2
Ban Depan110/80-17
Ban Belakang130/80-17
Suspensi DepanUSD
Suspensi BelakangDirect-Mount Monoshock
Ground Clearance225 mm
HargaRp69,9 juta OTR Jakarta

Harga Rp69,9 Juta

Dengan kombinasi performa, kemampuan dual-purpose, serta fleksibilitas pengisian daya, United RX6000 dipasarkan dengan harga Rp69,9 juta OTR Jakarta.

Kehadiran RX6000 menunjukkan bahwa motor listrik mulai bergerak ke segmen yang lebih beragam. Tidak hanya mengejar efisiensi untuk perjalanan perkotaan, tetapi juga menawarkan karakter berkendara yang lebih aktif dengan kemampuan menghadapi medan non-aspal ringan.

Apalagi dukungan SPKLU Euro Type 2 membuat pengguna memiliki opsi charging yang lebih fleksibel saat melakukan perjalanan.

Dengan konsep All-Terrain E-Performance, RX6000 mencoba menggabungkan tiga kebutuhan sekaligus: performa, kemampuan dual-purpose, dan fleksibilitas pengisian daya.

Continue Reading

Event

Old Timer Garage Resmi Jadi Dealer Mooneyes Bali, Hadirkan Creative Hub Kustom Kulture

Published

on

By

Kultur otomotif dan kustom di Bali kembali mendapatkan ruang baru. Old Timer Garage resmi menjadi Mooneyes Authorized Dealer di Bali, sekaligus membawa konsep yang lebih luas dengan menjadikan lokasi tersebut sebagai creative hub bagi automotive enthusiast dan komunitas kreatif.

Peresmian Mooneyes Bali berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh dan pelaku kustom kulture dari dalam maupun luar negeri. Presiden Mooneyes Jepang, Shige Suganuma, bersama timnya hadir langsung dalam acara tersebut. Turut hadir Mark FDB dari Mooneyes Bangkok, Asnawi dari Borneo Kustom Show, serta sejumlah nama dari skena kustom kulture Indonesia seperti Lulut Wahyudi dari Kustomfest, Maclinton Von Dutch, Fahmi Freeflow, dan Johny Mooneyes Jakarta.

Acara yang berlangsung dari sore hingga malam tersebut juga dihadiri komunitas otomotif Bali. Nuansa sunset dengan deretan kendaraan custom dan vintage menjadi pembuka sebelum acara dilanjutkan dengan seremoni peresmian.

Bawa Semangat Mooneyes ke Bali

Seremoni peresmian dilakukan dengan menggunting rantai pintu showroom oleh Shige Suganuma dan Yayack Priyo Wibowo dari Old Timer Garage Bali.

Konsep acara juga dibuat dekat dengan kultur lokal. Setelah seremoni, para tamu menikmati sajian BBQ dari Fork 24/7 Bali, kemudian dilanjutkan dengan penampilan musik The Hydrant dan DJ.

Salah satu momen menarik terjadi ketika Marcelino, vokalis The Hydrant, memasuki area acara menggunakan Chevrolet Impala sebelum tampil di atas panggung.

Atmosfer kustom kulture semakin terasa melalui aksi live painting dari Fahmi Freeflow. Kali ini, tangan Fahmi menggoreskan karya pinstripe langsung pada bodi BMW Z4 dan menjadi salah satu atraksi yang menarik perhatian para tamu.

Para undangan juga ikut memberikan pick award kepada sejumlah motor custom dan mobil vintage yang dipajang di area acara.

Bukan Sekadar Toko Mooneyes

Kehadiran Mooneyes Bali memiliki konsep yang lebih besar dibandingkan sekadar showroom atau toko merchandise.

Yayack Priyo Wibowo menjelaskan bahwa Old Timer Garage ingin menjadikan Mooneyes Bali sebagai creative hub yang dapat menjadi ruang berkumpul bagi automotive enthusiast maupun komunitas kreatif lainnya.

Produk yang tersedia juga dibuat cukup beragam. Mulai dari apparel khas Mooneyes hingga spare part dan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan kultur otomotif.

Dengan area yang mencapai 3.300 meter persegi, Old Timer Garage melihat lokasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi otomotif sekaligus ruang aktivitas komunitas.

Konsep tersebut juga tetap membawa akar atau roots dari kustom kulture yang selama ini menjadi identitas Mooneyes.

Artinya, Mooneyes Bali tidak hanya menjadi tempat untuk membeli produk, tetapi juga membuka peluang bagi komunitas untuk mengadakan kegiatan dan membangun koneksi dalam satu ekosistem.

Mooneyes Sambut Kehadiran Dealer di Bali

Presiden Mooneyes Jepang, Shige Suganuma, mengaku bangga dengan peresmian Old Timer Garage sebagai Mooneyes Authorized Dealer di Bali.

Menurut Shige, Bali memiliki potensi besar dalam perkembangan dunia otomotif dan kustom kulture. Kehadirannya ke Bali juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan skena otomotif di Pulau Dewata.

Dalam kunjungannya, Shige juga menyempatkan diri mengunjungi Kebon Vintage yang dikenal memiliki koleksi kendaraan klasik serta Tuksedo Studio, workshop yang bergerak dalam pembuatan replika kendaraan.

Kunjungan tersebut semakin memperlihatkan bagaimana Bali memiliki ekosistem otomotif dan kustom yang cukup beragam.

Ada Honda Stylo Custom untuk Konsumen

Ada satu program menarik yang turut disiapkan setelah pembukaan Mooneyes Bali.

Selama tiga bulan ke depan, Mooneyes Bali menyediakan satu unit Honda Stylo yang mendapatkan sentuhan custom pinstripe dari Fahmi Freeflow serta sejumlah aksesori hasil karya Old Timer Garage.

Program tersebut menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi konsumen yang berbelanja di Mooneyes Bali.

Dengan hadirnya Old Timer Garage sebagai Mooneyes Authorized Dealer, Bali kini memiliki ruang baru yang menggabungkan retail otomotif, custom culture, lifestyle, komunitas, hingga kreativitas.

Lebih dari sekadar toko, Mooneyes Bali diharapkan bisa menjadi titik temu baru bagi para penggemar kendaraan klasik, motor custom, builder, kolektor, hingga komunitas kreatif.

Kehadiran creative hub seluas 3.300 meter persegi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa ekosistem kustom kulture di Indonesia terus berkembang dan semakin memiliki ruang untuk berkolaborasi.

Continue Reading

Event

Surabaya Main Tanah Kembali Geber Dust of Heroes 2026, Flat Track Siap Panaskan THR Arena

Published

on

By

Skena otomotif Jawa Timur kembali mendapatkan suntikan energi dari Surabaya Main Tanah (SMT). Komunitas sekaligus movement yang dikenal aktif menghidupkan kultur motor custom dan dirtbike tersebut akan kembali menggelar Dust of Heroes 2026.

Event ini dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026 di area backyard eks THR (Taman Hiburan Rakyat) Surabaya, yang kini menjadi bagian dari kawasan Surabaya Expo Center dan Surabaya Urban Creative Hub.

Bukan sekadar ajang kumpul komunitas, Dust of Heroes 2026 membawa flat track sebagai sajian utama. Event ini menjadi ruang bagi para penggemar motor custom, dirtbike, dan flat track untuk menikmati kompetisi di lintasan tanah dengan atmosfer yang tetap mengedepankan unsur fun dan safety.

Berawal dari Movement di Masa Pandemi

Perjalanan Surabaya Main Tanah bermula pada 2019. Saat aktivitas berkumpul dibatasi dan masyarakat diminta menjaga jarak, sekelompok anak muda Surabaya justru mencari alternatif ruang untuk tetap bisa berkumpul dan bermain motor.

Haris Fatchurohman dari Smokebelt Garage, salah satu kreator pergerakan SMT, menceritakan bagaimana komunitas tersebut awalnya memanfaatkan lahan tanah kosong sebagai tempat berkumpul dan bermain motor.

Dari aktivitas sederhana tersebut, Surabay

a Main Tanah kemudian berkembang menjadi sebuah movement di skena otomotif Jawa Timur.

Basisnya adalah para penggemar motor custom dan dirtbike yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda di atas lintasan tanah. Dari sekadar bermain dan membuat lintasan sederhana, kegiatan tersebut perlahan berkembang menjadi event dengan konsep yang semakin terarah.

Dari Fun Race Menuju Flat Track

Pada awalnya, permainan yang dilakukan Surabaya Main Tanah menggunakan konsep fun race dengan lintasan tanah datar serta obstacle ringan.

Lintasan dibuat dengan kombinasi tikungan kanan dan kiri. Seiring berkembangnya komunitas, SMT kemudian mulai mengarahkan kegiatannya secara lebih spesifik ke genre flat track.

Konsep tersebut mengacu pada pakem flat track yang berkembang di Jepang dan sejumlah negara lain.

Salah satu karakteristiknya adalah lintasan yang didominasi tikungan kiri. Perubahan konsep tersebut membuat Surabaya Main Tanah tidak hanya menjadi ruang bermain, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan kultur flat track kepada lebih banyak penggemar otomotif.

Meski atmosfernya dibuat fun, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian. Peserta tetap diwajibkan menggunakan perlengkapan keselamatan atau safety gear saat berada di lintasan.

THR Arena Jadi Venue Dust of Heroes 2026

Untuk penyelenggaraan tahun ini, Surabaya Main Tanah mendapatkan lokasi baru di area backyard eks THR Surabaya.

Lokasi tersebut memiliki nilai historis tersendiri bagi masyarakat Kota Pahlawan. Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Taman Hiburan Rakyat tersebut kini telah berkembang menjadi Surabaya Expo Center dan Surabaya Urban Creative Hub.

Pemilihan lokasi tersebut memberikan karakter tersendiri bagi Dust of Heroes 2026. Lintasan tanah dan atmosfer heritage Kota Surabaya akan bertemu dengan kultur motor custom serta flat track dalam satu event.

Dust of Heroes sendiri bukan event baru. Gelaran tahun 2026 menjadi penyelenggaraan tahun ketiga, setelah sebelumnya digelar di Pondok Chandra Arena pada 2023 dan Gion Arena pada 2024.

Bukan Cuma Flat Track

Salah satu daya tarik Dust of Heroes 2026 adalah konsep acaranya yang tidak hanya berpusat pada balap motor.

Surabaya Main Tanah juga menghadirkan berbagai aktivitas pendukung, mulai dari balap sepeda, unicycle electric, moto show, motocamp, BBQ, hingga DJ performance.

Untuk pengunjung atau peserta dari luar kota, tersedia pula area camping ground yang memungkinkan mereka untuk menginap di sekitar venue.

Food truck area juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan pengunjung selama event berlangsung.

Konsep tersebut membuat Dust of Heroes 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bertemunya komunitas, builder, rider, dan penggemar otomotif dari berbagai daerah.

Dorong Flat Track dan Tekan Balap Liar

Di balik konsep fun dan lifestyle, Surabaya Main Tanah juga memiliki misi yang lebih besar.

Melalui Dust of Heroes, mereka berharap dapat memperkenalkan flat track kepada lebih banyak masyarakat sekaligus membuka peluang munculnya talenta-talenta baru di dunia balap motor.

Kegiatan di lintasan tanah juga diharapkan dapat menjadi alternatif positif bagi para penggemar kecepatan, sehingga aktivitas balap bisa disalurkan di tempat dan format yang lebih aman dibandingkan dilakukan di jalan umum.

Dengan kombinasi flat track, motor custom, dirtbike, motocamp, musik, dan aktivitas komunitas, Dust of Heroes 2026 berpotensi menjadi salah satu agenda menarik dalam kalender otomotif Jawa Timur.

Catat tanggalnya: 13 September 2026, THR Arena Surabaya.

Surabaya Main Tanah siap kembali mengajak para petrolhead untuk bermain tanah dengan cara yang berbeda.

Continue Reading

Trending