Connect with us

Motor

Mutt GT-SR250: Retro Modern dengan Jiwa Japstyle yang Bikin Jatuh Hati

Published

on

Sejak berdiri di Inggris pada 2016, Mutt Motorcycles konsisten menghadirkan motor yang terasa personal, seolah lahir dari bengkel custom dengan sentuhan tangan penuh karakter. Bukan sekadar tunggangan, setiap detail motor Mutt membawa cerita tentang gaya hidup, kebebasan, dan ekspresi diri.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Mutt GT-SR250, motor bergaya retro modern dengan aura Japstyle yang kental. Dibekali velg aluminium hitam 18 inci dengan jari-jari baja dan ban lebar, tampilannya terasa gagah namun tetap stylish. Warna matte black/silver yang mendominasi—mulai dari mesin, knalpot, spakbor, hingga suspensi belakang—memberikan kesan misterius ala “bad boy” yang sulit diabaikan.

Namun GT-SR250 bukan sekadar gaya. Di balik desainnya, tersimpan mesin 249 cc, 4-tak, pendingin udara dengan tenaga 17,2 hp dan torsi 18 Nm. Karakter mesinnya bersahabat bagi pemula, tapi tetap menyenangkan untuk diajak melibas jalanan harian maupun perjalanan jarak menengah.

Dengan tangki 14 liter, bobot ringan hanya 130 kg, serta tinggi jok 810 mm, motor ini menghadirkan keseimbangan sempurna antara kenyamanan, kontrol, dan fleksibilitas. Sementara lampu depan dan sein LED menambah sentuhan modern sekaligus memastikan faktor keselamatan.

GT-SR250 seolah memadukan nostalgia masa lalu dengan teknologi kekinian, menghadirkan pengalaman berkendara penuh emosi—antara kebebasan, gaya, dan identitas. Bagi pecinta roda dua, motor ini lebih dari sekadar kendaraan. Ia adalah pernyataan jati diri di jalanan.

Event

QJMOTOR Tebar Promo di JFK 2026, Beli Motor Bisa Dapat Trip ke China

Published

on

By

Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 menjadi panggung penting bagi QJMOTOR Indonesia untuk memperkuat eksistensinya di pasar roda dua Tanah Air. Berlokasi di Hall A JIExpo Kemayoran, pabrikan asal China tersebut menghadirkan program apresiasi konsumen berupa Trip Eksklusif ke China bagi pembeli motor selama periode pameran berlangsung.

Program ini berjalan mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 dan mencakup seluruh jaringan dealer resmi QJMOTOR serta booth mereka di PRJ/JFK. Melalui program ini, QJMOTOR mencoba menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada produk dan teknologi, tetapi juga pada pengalaman konsumen atau experiential marketing yang semakin relevan di segmen otomotif modern.

QJMOTOR membagi program tersebut ke dalam dua skema utama. Untuk konsumen yang membeli lini Big Bike QJMOTOR, hadiah perjalanan ke China diberikan secara langsung tanpa mekanisme undian. Sementara itu, pembeli semua tipe motor lainnya tetap memiliki kesempatan mendapatkan hadiah serupa melalui program undian yang diselenggarakan selama periode promosi.

Menurut Head of Marketing QJMOTOR Indonesia, Andronicus Kosasih, strategi ini merupakan respons terhadap perubahan perilaku konsumen yang kini tidak hanya mempertimbangkan spesifikasi teknis kendaraan, tetapi juga nilai pengalaman dan kebanggaan yang ditawarkan oleh sebuah merek.

“Kami memahami bahwa keputusan membeli kendaraan saat ini tidak lagi sekadar didasari oleh spesifikasi teknis, melainkan juga nilai kebanggaan dan pengalaman yang dihadirkan oleh brand. Melalui kombinasi hadiah langsung untuk lini Big Bike serta program undian untuk semua tipe motor, kami ingin mengapresiasi loyalitas konsumen sekaligus mengajak mereka melihat langsung ekosistem, inovasi, dan skala produksi global QJMOTOR.”

Dengan menghadirkan hadiah berupa perjalanan ke China, QJMOTOR juga memberi kesempatan bagi konsumen untuk melihat lebih dekat ekosistem global, fasilitas produksi, dan pengembangan teknologi yang dimiliki merek tersebut. Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk membangun hubungan emosional yang lebih kuat antara brand dan pelanggan di tengah persaingan pasar otomotif yang semakin ketat.

Program ini diperkirakan menjadi salah satu daya tarik utama booth QJMOTOR di Jakarta Fair Kemayoran 2026, terutama bagi konsumen yang tertarik pada segmen Big Bike maupun motor harian dengan nilai tambah pengalaman eksklusif.

FOTO BY : IDN TIMES

Continue Reading

Electric Vehicle

Honda Hoo Ride 125 Jadi Buruan, Skutik Adventure Dek Rata yang Disebut Versi Praktis ADV160

Published

on

By

Pasar sepeda motor Tiongkok kembali menghadirkan produk unik yang sukses mencuri perhatian pecinta roda dua. Kali ini datang dari Wuyang Honda melalui skutik adventure bernama Honda Hoo Ride 125, sebuah model crossover yang menggabungkan tampilan petualang ala motor ADV dengan kepraktisan skutik dek rata.

Popularitas motor ini terus meningkat karena menawarkan konsep yang jarang ditemui di pasar global. Jika Honda ADV160 dikenal dengan karakter adventure premium dan desain tangguh, maka Honda Hoo Ride hadir dengan pendekatan berbeda. Motor ini tetap mengusung aura petualang, namun menawarkan tingkat kepraktisan yang lebih tinggi untuk kebutuhan harian.

Tak heran jika banyak penggemar otomotif mulai menyebut Honda Hoo Ride sebagai “ADV versi dek rata” yang semakin diminati di pasar Asia.

Secara desain, Honda Hoo Ride mengadopsi banyak elemen yang terinspirasi dari Honda CRF1100L Africa Twin. Bagian depan tampil agresif dengan lampu LED ganda berdesain tajam dan karakter khas motor adventure.

Wuyang Honda mengklaim sistem pencahayaan motor ini mampu menghasilkan intensitas hingga 75.000 candela dengan sudut penerangan mencapai 80 derajat. Angka tersebut membuat visibilitas saat berkendara malam hari menjadi salah satu keunggulan utama Hoo Ride.

Aura adventure semakin diperkuat melalui penggunaan windshield yang dapat diatur dalam dua posisi ketinggian. Pengendara dapat menyesuaikan posisi windshield sesuai kebutuhan touring maupun penggunaan harian.

Meski mengusung mesin 125cc, Honda tidak main-main dalam menyematkan fitur. Bahkan jika dibandingkan dengan beberapa skutik premium yang beredar saat ini, kelengkapan fitur Hoo Ride tergolong sangat mengesankan.

Motor ini dibekali panel instrumen TFT berukuran 5 inci full color yang mampu menampilkan berbagai informasi kendaraan secara lengkap. Menariknya, sistem tersebut juga dapat menampilkan informasi cuaca secara real-time.

Di bawah panel instrumen tersedia accessory bar bawaan pabrik yang memudahkan pengguna memasang smartphone holder atau perangkat navigasi tambahan.

Honda Hoo Ride juga telah dilengkapi teknologi Smart Key System, konektivitas Wi-Link, serta NFC yang memungkinkan pengendara menghidupkan motor menggunakan smartphone maupun kartu NFC khusus.

Salah satu fitur paling menarik adalah integrasi langsung dengan kamera aksi DJI. Pada varian tertinggi tersedia tombol khusus di setang yang memungkinkan pengendara mengoperasikan kamera DJI Osmo Action hanya dengan satu sentuhan.

Fitur ini menjadi nilai tambah besar bagi para pecinta touring dan motovlogger yang sering mendokumentasikan perjalanan mereka.

Kelengkapan lainnya meliputi dual USB charger tipe USB-A dan USB-C, ABS dual channel, Honda Selectable Torque Control (HSTC), hingga Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) yang memungkinkan pengendara memantau tekanan ban secara langsung melalui layar TFT.

Keunggulan utama Honda Hoo Ride dibandingkan Honda ADV160 terletak pada desain dek rata atau flat floor yang sangat praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Dimensi dek yang mencapai 276 mm x 450 mm memungkinkan pengendara membawa berbagai barang dengan lebih mudah, mulai dari tas, perlengkapan kerja, hingga kebutuhan belanja harian.

Untuk mewujudkan desain tersebut, Honda menempatkan tangki bahan bakar di bawah dek lantai. Selain memberikan ruang kaki yang lebih lega, posisi tangki ini juga membantu menurunkan pusat gravitasi sehingga motor terasa lebih stabil saat dikendarai.

Konfigurasi tersebut juga membuat kapasitas bagasi bawah jok menjadi lebih besar. Bagasi diklaim mampu menyimpan hingga dua helm half face atau helm jet tergantung ukuran.

Kenyamanan pengendara turut diperhatikan melalui penggunaan jok rendah dengan tinggi hanya 760 mm. Dimensi ini membuat Honda Hoo Ride lebih ramah bagi pengendara Asia dengan postur tubuh beragam.

Di sektor performa, Honda Hoo Ride menggunakan mesin eSP+ 124,7 cc SOHC 4-katup berpendingin cairan yang merupakan basis mesin serupa dengan Honda PCX 125 dan Honda Lead 125 di pasar global.

Mesin tersebut dikenal memiliki karakter halus, responsif, dan sangat efisien dalam konsumsi bahan bakar. Honda mengklaim konsumsi BBM mencapai 2,2 liter per 100 kilometer atau setara sekitar 45 km/liter.

Dengan kapasitas tangki yang cukup besar, motor ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 380 kilometer dalam satu kali pengisian penuh, menjadikannya pilihan menarik untuk perjalanan jarak jauh maupun aktivitas harian.

Untuk menunjang kemampuan berkendara di berbagai kondisi jalan, Honda Hoo Ride dibekali ban dual purpose, suspensi belakang ganda dengan pengaturan preload, serta konfigurasi kaki-kaki yang dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih saat melintasi jalan bergelombang.

Melihat kombinasi desain adventure, fitur berlimpah, efisiensi bahan bakar tinggi, serta kepraktisan dek rata yang jarang ditemui di kelasnya, tidak mengherankan jika Honda Hoo Ride 125 mulai menjadi salah satu skutik paling menarik yang banyak dicari pecinta roda dua di Asia.

Meski hingga kini belum ada informasi resmi mengenai pemasarannya di Indonesia, kehadiran Honda Hoo Ride membuktikan bahwa konsep skutik adventure masa depan tidak selalu harus mengorbankan aspek fungsionalitas harian.

Continue Reading

Motor

Yamaha MX King 150 Pramac MotoGP Edition Diprediksi Meluncur di Jakarta Fair 2026, Ini Bocoran Tampilannya

Published

on

By

Gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 dipastikan kembali menjadi panggung penting bagi berbagai pabrikan otomotif untuk memperkenalkan produk dan inovasi terbarunya kepada masyarakat Indonesia. Salah satu merek yang paling menyita perhatian menjelang pembukaan pameran adalah Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Melalui sebuah video teaser yang diunggah di media sosial resminya, Yamaha memberikan petunjuk mengenai kehadiran model baru yang akan diperkenalkan pada hari pertama Jakarta Fair 2026. Meski belum mengungkap identitas motor secara resmi, berbagai petunjuk visual yang muncul dalam video tersebut memunculkan spekulasi kuat bahwa Yamaha tengah menyiapkan MX King 150 edisi spesial dengan livery Prima Pramac Racing MotoGP.

Jika prediksi ini benar, maka Yamaha akan kembali menghadirkan sentuhan dunia balap MotoGP ke salah satu motor bebek sport andalannya yang selama ini memiliki basis penggemar cukup besar di Indonesia.

Dalam video teaser yang beredar, nuansa balap langsung terasa sejak awal tayangan. Yamaha menampilkan sosok pembalap MotoGP serta motor balap Yamaha YZR-M1 yang kini menggunakan identitas tim Prima Pramac Racing, tim satelit baru Yamaha di MotoGP musim 2026.

Namun perhatian terbesar justru tertuju pada bagian akhir video. Sesaat sebelum teaser berakhir, muncul siluet sebuah motor yang memiliki proporsi, desain bodi, serta garis tegas yang sangat mirip dengan Yamaha MX King 150.

Kemunculan siluet tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa Yamaha akan memperkenalkan MX King 150 dengan balutan livery terbaru yang terinspirasi langsung dari motor balap Pramac Racing MotoGP.

Langkah ini bukan sesuatu yang baru bagi Yamaha. Sebelumnya YIMM beberapa kali menghadirkan edisi spesial bertema balap, mulai dari Monster Energy Yamaha MotoGP Edition hingga berbagai livery World Superbike yang mendapat respons positif dari konsumen.

Jika benar menggunakan identitas Prima Pramac Racing, maka Yamaha MX King 150 edisi spesial ini berpotensi menjadi salah satu motor bebek sport paling menarik yang hadir pada 2026.

Berdasarkan berbagai prediksi visual yang beredar di kalangan pecinta otomotif, tampilan Yamaha MX King 150 Pramac Edition diperkirakan akan mengusung kombinasi warna ungu dan biru tua yang menjadi identitas utama tim Prima Pramac Racing.

Warna ungu diprediksi akan mendominasi area fairing samping, cover bodi tengah, serta beberapa bagian depan motor. Sementara aksen biru khas Yamaha akan memperkuat karakter sporty sekaligus mempertahankan identitas merek pabrikan asal Jepang tersebut.

Logo Prima kemungkinan besar akan ditempatkan pada bagian bodi samping dengan ukuran cukup besar seperti pada motor balap MotoGP. Sedangkan logo Pramac diperkirakan menghiasi area underbone dan panel bawah motor.

Untuk memperkuat kesan racing, Yamaha juga berpotensi menghadirkan aksen merah khas Motul, stiker sponsor resmi tim, serta penggunaan velg berwarna biru yang selama ini menjadi ciri khas berbagai model sport Yamaha.

Perpaduan warna tersebut diyakini mampu memberikan tampilan yang lebih agresif, eksklusif, dan berbeda dibandingkan MX King standar yang saat ini beredar di pasaran.

Meski tampilannya diprediksi mengalami perubahan signifikan, sektor teknis kemungkinan besar tidak akan mengalami revisi besar. Yamaha diperkirakan tetap mempertahankan mesin 150 cc SOHC 4-katup berpendingin cairan yang selama ini menjadi andalan MX King 150.

Mesin tersebut dikenal memiliki karakter tenaga responsif pada putaran menengah hingga atas, sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan harian maupun pengendara yang menyukai sensasi berkendara sporty.

Selain performa yang sudah terbukti, mempertahankan spesifikasi mesin juga memungkinkan Yamaha menjaga harga jual tetap kompetitif tanpa harus melakukan pengembangan teknis yang terlalu besar.

Pertanyaan berikutnya adalah berapa harga yang akan ditawarkan Yamaha jika benar meluncurkan MX King 150 Pramac MotoGP Edition?

Berkaca dari strategi Yamaha pada beberapa edisi spesial sebelumnya, selisih harga biasanya tidak terlalu jauh dari model standar. Namun status sebagai Special Edition tentu akan membuat motor ini memiliki nilai eksklusivitas lebih tinggi.

Sejumlah pengamat memperkirakan harga Yamaha MX King 150 Pramac Edition akan berada di kisaran Rp29 jutaan hingga Rp30 jutaan OTR Jakarta. Angka tersebut dinilai cukup realistis mengingat penambahan livery eksklusif, identitas MotoGP, serta statusnya sebagai edisi terbatas.

Jika benar meluncur pada Jakarta Fair 2026, Yamaha MX King 150 Pramac MotoGP Edition berpotensi menjadi salah satu model yang paling menarik perhatian pengunjung pameran.

Kini publik tinggal menunggu pengumuman resmi dari Yamaha Indonesia untuk memastikan apakah teaser misterius tersebut benar mengarah pada kehadiran MX King 150 dengan DNA Prima Pramac Racing MotoGP.

Continue Reading

Trending