Connect with us

Motor Balap

ARRC 2026 Masuki Putaran Motegi Jepang, Persaingan Gelar Juara Asia Semakin Memanas

Published

on

Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 resmi memasuki putaran ketiga musim ini. Setelah menggelar dua seri pembuka di Sepang, Malaysia dan Buriram, Thailand, para pembalap terbaik Asia kini bersiap melanjutkan pertarungan di Mobility Resort Motegi, Jepang, pada 12–14 Juni 2026.

Ajang yang berada di bawah naungan Federasi Internasional Sepeda Motor (FIM) Asia dan dikelola oleh Two Wheels Motor Racing (TWMR) tersebut kembali menjadi kompetisi balap motor produksi massal paling bergengsi di kawasan Asia.

Musim 2026 menghadirkan total enam putaran yang berlangsung di empat negara berbeda. Kehadiran Motegi sebagai seri ketiga diprediksi menjadi salah satu balapan paling krusial karena mulai menentukan arah persaingan klasemen menuju paruh kedua musim.

Sejak pertama kali digelar pada 1996 dan mendapat pengakuan resmi dari FIM pada 1997, ARRC telah menjadi batu loncatan penting bagi banyak pembalap Asia menuju level balap internasional yang lebih tinggi.

Tak sedikit pembalap yang mengawali karier dari ARRC sebelum melanjutkan kiprah mereka ke WorldSSP, WorldSBK, hingga Kejuaraan Dunia Grand Prix.

Musim 2026 sendiri mempertandingkan lima kategori balap yang menjadi daya tarik utama kompetisi. Kelas premier ASB1000 tetap menjadi sorotan karena dihuni motor-motor superbike berperforma tinggi yang menghasilkan persaingan sangat kompetitif.

Selain itu terdapat kelas Supersports 600 (SS600) yang menjadi wadah para pembalap muda berbakat sebelum naik ke kategori yang lebih tinggi.

Sementara kelas Asia Production 250 (AP250) masih menjadi salah satu kategori paling populer karena diisi motor sport 250cc produksi massal yang memiliki persaingan sangat rapat di setiap balapan.

Dua kelas pendukung lainnya yakni Underbone 150 (UB150) dan TVS Asia One-Make Championship juga terus menghadirkan tontonan menarik sepanjang musim.

Bagi Indonesia, ARRC bukan sekadar ajang balap regional. Kompetisi ini telah menjadi panggung penting bagi lahirnya banyak pembalap nasional yang berhasil mengharumkan nama bangsa di level Asia.

Di kelas ASB1000, Indonesia memang belum berhasil meraih gelar juara umum. Namun pencapaian terbaik sejauh ini diraih oleh Andi Farid Izdihar atau Andi Gilang yang sukses menempati posisi runner-up klasemen akhir musim 2024.

Sementara di kelas SS600, Indonesia pernah merasakan gelar juara melalui penampilan impresif Andi Gilang pada musim 2022. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar Indonesia di kelas menengah ARRC.

Dominasi Indonesia paling terasa di kelas AP250. Sejak kelas ini diperkenalkan, sejumlah pembalap Tanah Air berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara Asia.

Gerry Salim membuka dominasi Indonesia dengan gelar juara pada 2017. Setelah itu Rheza Danica Ahrens meraih gelar pada 2018 dan kembali menjadi juara pada 2023.

Andy Muhammad Fadly turut menyumbangkan dua gelar juara pada musim 2019 dan 2022. Kemudian Herjun Atna Firdaus melanjutkan tradisi tersebut pada 2024 sebelum Fadillah Arbi Aditama sukses merebut mahkota juara AP250 musim 2025.

Memasuki putaran Motegi 2026, harapan besar kembali tertuju kepada para pembalap Indonesia yang tampil di berbagai kelas. Sirkuit Motegi sendiri dikenal memiliki karakter stop-and-go dengan kombinasi tikungan lambat dan zona pengereman keras yang menuntut kestabilan motor serta kemampuan pengereman yang baik.

Karakter lintasan tersebut sering menghasilkan duel ketat hingga lap terakhir, sehingga peluang pembalap Indonesia untuk meraih podium tetap terbuka lebar.

Setelah Motegi, ARRC 2026 akan berlanjut ke Pertamina Mandalika International Circuit, Indonesia, pada Agustus mendatang sebelum memasuki dua putaran penentuan di Sepang dan Buriram.

Dengan persaingan klasemen yang semakin ketat di seluruh kategori, putaran Motegi dipastikan menjadi salah satu balapan yang wajib disaksikan oleh para pecinta balap motor Asia.

Seluruh rangkaian balapan ARRC 2026 juga dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Asia Road Racing Championship yang menyiarkan seluruh sesi secara gratis bagi penggemar motorsport di seluruh dunia.

Jadwal Lengkap ARRC 2026

• Tes Pramusim – Sepang, Malaysia (8 April 2026)

• Seri 1 – Sepang, Malaysia (10–12 April 2026)

• Seri 2 – Buriram, Thailand (8–10 Mei 2026)

• Seri 3 – Motegi, Jepang (12–14 Juni 2026)

• Seri 4 – Mandalika, Indonesia (7–9 Agustus 2026)

• Seri 5 – Sepang, Malaysia (11–13 September 2026)

• Seri 6 – Buriram, Thailand (4–6 Desember 2026)

Motor

Ducati Resmi Luncurkan Desmo450 EDS, Motor Enduro Pertama dengan Teknologi Desmodromic

Published

on

By

Ducati kembali membuat gebrakan di dunia roda dua. Setelah sukses memperkenalkan Desmo450 MX sebagai senjata mereka di ajang MXGP, pabrikan asal Borgo Panigale itu kini resmi meluncurkan motor enduro pertama dalam sejarah perusahaan, yakni Ducati Desmo450 EDS.

Motor ini menjadi langkah baru Ducati untuk memasuki segmen enduro premium yang selama ini didominasi oleh KTM, Husqvarna, GasGas, dan Beta. Mengusung basis dari Desmo450 MX, versi EDS hadir dengan sejumlah perubahan signifikan agar lebih cocok digunakan untuk medan off-road jarak jauh dan kompetisi enduro.

Perbedaan paling mencolok dibandingkan versi motocross terletak pada tangki bahan bakar yang kini lebih besar dengan kapasitas 8,5 liter, transmisi enam percepatan, setelan suspensi khusus enduro, serta berbagai perlindungan tambahan untuk menghadapi medan ekstrem.

Jantung pacunya masih mengandalkan mesin satu silinder 449,6 cc dengan teknologi katup Desmodromic, sebuah teknologi khas Ducati yang hingga kini belum dimiliki pabrikan lain di kelas enduro maupun motocross.

Menurut Ducati, sistem Desmodromic memungkinkan mesin menghasilkan torsi besar pada putaran bawah dan menengah, namun tetap mampu berputar tinggi tanpa kehilangan karakter agresifnya. Inilah yang membuat Desmo450 EDS memiliki karakter unik dibanding rival-rivalnya.

Untuk kebutuhan enduro, Ducati melakukan sejumlah revisi pada sektor mesin. Mulai dari penggunaan camshaft khusus, throttle body 42 mm yang lebih kecil, piston dengan rasio kompresi lebih rendah, hingga flywheel yang lebih berat.

Perubahan tersebut bertujuan menghasilkan karakter tenaga yang lebih halus, meningkatkan traksi di medan licin, sekaligus mengurangi kelelahan pengendara saat menghadapi trek teknis yang panjang dan berat.

Sebagai motor yang lahir dari DNA balap Ducati, Desmo450 EDS juga dibekali paket elektronik yang sangat lengkap. Melalui Racing Package yang tersedia di dealer resmi Ducati, tenaga motor dapat meningkat hingga 54 hp. Bahkan dengan penggunaan knalpot Akrapovič khusus, output tenaga diklaim mampu menyentuh angka 56 hp.

Paket tersebut juga menghadirkan fitur-fitur modern seperti Riding Mode, Launch Control, Engine Brake Control, serta Ducati Traction Control generasi terbaru.

Menariknya, sistem traction control pada Desmo450 EDS bekerja dengan cara memantau tingkat selip roda belakang secara real-time, bukan sekadar mengandalkan parameter elektronik sederhana seperti yang umum ditemukan pada motor off-road lainnya.

Ducati bahkan memungkinkan pengendara menonaktifkan sistem kontrol traksi secara instan hanya dengan menekan tuas kopling dalam kondisi tertentu. Sistem kemudian akan aktif kembali secara otomatis setelah beberapa saat, memberikan fleksibilitas lebih saat menghadapi medan ekstrem.

Di sektor rangka, Ducati tetap mempertahankan konstruksi aluminium twin-spar yang digunakan pada Desmo450 MX. Namun kekakuan rangka telah disesuaikan melalui revisi titik mounting mesin agar lebih nyaman digunakan di jalur enduro.

Ducati mengklaim bobot rangka tersebut kurang dari 9 kilogram dan hanya terdiri dari 11 komponen utama, menjadikannya salah satu rangka paling ringan dan sederhana di kelasnya.

Untuk menunjang kemampuan melibas berbagai medan, Ducati mempercayakan sektor suspensi kepada Showa. Garpu depan upside-down berdiameter 49 mm menawarkan travel mencapai 310 mm dan telah disetel lebih lembut dibandingkan versi motocross.

Suspensi ini dikembangkan langsung bersama mantan Juara Dunia Enduro, Antoine Meo, guna menghasilkan karakter yang ideal untuk melibas batu, akar pohon, hingga jalur teknis berkecepatan rendah.

Sementara itu, pengereman mengandalkan kombinasi kaliper Brembo dan cakram Galfer yang sudah terbukti di dunia balap. Motor ini juga dibekali ban Metzeler Six Days Extreme yang dipasang pada roda depan 21 inci dan roda belakang 18 inci.

Tak hanya fokus pada performa, Ducati juga menghadirkan sejumlah fitur praktis yang dibutuhkan para pecinta enduro. Mulai dari pelindung mesin aluminium, handguard, panel bodi yang diperkuat, kipas pendingin tambahan, hingga tangki bahan bakar transparan yang memudahkan pengendara memantau sisa bensin saat menjelajah jalur panjang.

Salah satu inovasi paling menarik adalah hadirnya sistem perawatan adaptif yang mampu menghitung tingkat keausan mesin berdasarkan data penggunaan aktual. Dengan teknologi ini, interval servis dapat disesuaikan dengan gaya berkendara pengguna.

Ducati menyebut penggantian piston dapat dilakukan pada rentang 90 hingga 120 jam penggunaan, sedangkan overhaul mesin berkisar antara 180 hingga 240 jam tergantung tingkat penggunaan motor.

Lalu apakah Ducati Desmo450 EDS akan masuk Indonesia?

COO Ducati Indonesia, Eja Donalsha, sebelumnya mengungkapkan bahwa secara prinsip seluruh model Ducati memiliki peluang untuk dipasarkan di Tanah Air. Hal ini membuka peluang bagi para pecinta off-road premium Indonesia untuk melihat Desmo450 EDS hadir melalui jaringan resmi Ducati Indonesia di masa mendatang.

Continue Reading

Moto GP

Update Kondisi Mario Aji: Target Kembali Balapan di GP Jerman 2026

Published

on

By

Pebalap Honda Team Asia di kelas Moto2, Mario Suryo Aji, masih harus menepi dari lintasan akibat cedera serius pada area leher yang ia alami sejak insiden di Moto2 Spanyol, Jerez, akhir April 2026. Hingga kini, Mario sudah melewatkan tiga seri beruntun yakni Catalunya, Mugello, dan Hungaria, serta masih berpotensi absen pada dua seri berikutnya.

Cedera tersebut awalnya tidak terdeteksi secara menyeluruh sehingga Mario sempat tetap turun di Moto2 Prancis (Le Mans). Namun setelah evaluasi lanjutan, tim medis menemukan adanya retak pada tulang cervical C7 yang menyebabkan gejala serius hingga ke lengan, termasuk rasa mati rasa yang mengganggu kontrol saat membalap.

Kondisi ini jelas berdampak besar pada performanya, mengingat Moto2 menuntut presisi tinggi, kekuatan fisik, serta kontrol penuh terhadap motor. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, Mario akhirnya menjalani operasi dan memasuki fase pemulihan intensif bersama tim medis.

Meski sempat absen cukup lama, perkembangan pemulihan Mario Aji dilaporkan menunjukkan tren positif. Ia juga masih aktif melakukan pengecekan kondisi secara berkala, termasuk rencana terbang ke Spanyol untuk evaluasi medis lanjutan.

Target terdekatnya adalah kembali ke grid Moto2 pada seri Jerman 2026, yang dijadwalkan berlangsung 12 Juli. Namun keputusan akhir tetap bergantung pada hasil pemeriksaan medis lanjutan dan kesiapan fisik sang rider.

Continue Reading

Motor Balap

Arai Agaska Targetkan Hasil Lebih Baik di World Sportbike Misano 2026

Published

on

By

Pembalap muda Indonesia, Arai Agaska, kembali bersiap menghadapi tantangan putaran kelima World Sportbike 2026 yang akan digelar di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, pada 12–14 Juni 2026. Rider binaan Yamaha Racing Indonesia itu datang dengan motivasi tinggi untuk memperbaiki hasil dari seri-seri sebelumnya.

Menariknya, Misano bukanlah trek asing bagi Arai. Ia pernah mencatat hasil impresif di sirkuit tersebut saat tampil di R3 BLU CRU World Cup 2025 dengan finis posisi kedua. Selain itu, beberapa sesi latihan dan training camp di Eropa juga membuatnya semakin familiar dengan karakter teknis sirkuit cepat dan flowing tersebut.

Pengalaman itu menjadi modal penting dalam musim debutnya di World Sportbike bersama tim ProGP NitiRacing. Hingga empat putaran berjalan, Arai terus melakukan evaluasi untuk memahami karakter Yamaha R7 sekaligus meningkatkan konsistensi pace balapnya.

Musim ini, Arai telah mengumpulkan satu poin dari seri Autodrom Most di Republik Ceko. Meski hasilnya masih bertahap, progres performa tetap terlihat positif seiring adaptasi terhadap kompetisi level dunia yang semakin ketat.

Dukungan penuh dari Yamaha Racing Indonesia juga menjadi faktor penting dalam perkembangan Arai. Pihak tim menilai pengalaman musim ini akan menjadi fondasi besar bagi karier jangka panjang sang pembalap di kancah internasional.

Continue Reading

Trending