Mobil
Nissan Recall 42 Ribu Mobil: Masalah Kaca Depan Bikin Pengemudi Waswas!
Nissan kembali menjadi sorotan di Amerika Serikat setelah mengumumkan penarikan hampir 42 ribu unit Nissan Sentra akibat masalah serius pada kaca depan yang berpotensi bergelembung. Bukan sekadar cacat kecil—masalah ini dapat mengganggu pandangan pengemudi dan mengancam keselamatan di jalan raya.

Kasus ini mulai ramai ketika cuaca dingin melanda sejumlah negara bagian. Pemilik Sentra yang tengah membersihkan embun beku di kaca depan mendapati sesuatu yang mengkhawatirkan: gelembung-gelembung besar yang muncul di balik lapisan laminasi kaca, seolah kaca “mengembang” dari dalam.
Laporan CarandDriver mengungkap bahwa data dari NHTSA mencatat total 41.797 unit Sentra yang berpotensi terdampak. Meski hanya sekitar 2,2 persen atau 919 unit yang diperkirakan benar-benar mengalami cacat, risiko yang ditimbulkan tetap dianggap kritis—terutama karena visibilitas adalah salah satu faktor keselamatan paling penting.
Masalah ini dinilai melanggar aturan federal terkait material kaca kendaraan. Regulasi menegaskan bahwa gelembung tidak boleh muncul dalam radius lebih dari 13 mm dari tepi kaca, karena masuk kategori mengurangi kejernihan pandangan.
🔍 Mengapa Bisa Terjadi?
Investigasi internal menunjukkan penyebabnya berasal dari pin lokasi yang tidak rata saat proses produksi. Ketidaktepatan posisi ini memberi tekanan yang tidak merata pada cetakan, memicu kantong udara terjebak di antara lapisan kaca laminasi.
Alhasil, kaca depan bisa menampilkan gelembung mengganggu yang membesar seiring perubahan suhu—sebuah kondisi yang sangat meresahkan ketika pengemudi sedang melaju di cuaca ekstrem.
🚗 Apa Langkah Nissan?
Nissan bergerak cepat:
- Dealer telah menerima instruksi sejak 21 November 2025
- Pemeriksaan dan penggantian kaca depan dilakukan gratis
- Pemilik kendaraan akan mendapat pemberitahuan resmi mulai 15 Januari 2026
Dengan langkah ini, Nissan berharap pengguna Sentra tetap merasa aman dan tetap percaya pada standar kualitas yang mereka banggakan.
Mobil
Prototipe Dodge Charger SRT Tertangkap Kamera, Bawa Mesin Twin-Turbo 550 HP
Dodge Charger varian performa tinggi terbaru mulai menunjukkan tanda-tanda kehadirannya. Dua unit prototipe yang diduga sebagai Charger versi paling bertenaga tertangkap kamera ketika menjalani pengujian di jalan raya.
Kemunculan prototipe tersebut langsung memicu spekulasi bahwa Dodge sedang mempersiapkan Charger SRT generasi terbaru. Meski kedua unit masih menggunakan kamuflase, sejumlah detail pada bodinya mengindikasikan bahwa mobil ini bukan Charger biasa.
Dikutip dari Carscoops, kedua prototipe memperlihatkan sejumlah perangkat yang berorientasi pada peningkatan performa, mulai dari bodi widebody, kap mesin dengan air scoop besar, hingga spoiler belakang berukuran agresif.
Widebody dan Aero Agresif Jadi Petunjuk
Perubahan pada sektor eksterior tidak hanya bertujuan memperkuat tampilan muscle car. Konfigurasi widebody memberikan ruang lebih besar untuk penggunaan roda dan ban berperforma tinggi, sekaligus berpotensi meningkatkan stabilitas kendaraan ketika digeber pada kecepatan tinggi.

Prototipe tersebut juga terlihat menggunakan pelek berdiameter besar yang dipadukan dengan sistem pengereman berperforma tinggi. Kombinasi ini mengindikasikan bahwa Dodge tidak hanya mengejar angka tenaga, tetapi juga meningkatkan kemampuan handling dan pengereman.
Menariknya, salah satu unit terlihat membawa Racepak data logger. Perangkat tersebut digunakan untuk merekam berbagai parameter kendaraan selama proses pengujian.
Kehadiran alat tersebut memperkuat dugaan bahwa prototipe Charger ini sedang menjalani pengembangan serius, termasuk pengujian performa dan kemungkinan pengujian di lintasan.
Mesin Hurricane Twin-Turbo Jadi Senjata
Dodge memang belum mengungkap spesifikasi resmi mobil tersebut. Namun, sejumlah laporan menyebutkan bahwa varian performa tinggi ini berpotensi menggunakan mesin 3.0 liter Hurricane twin-turbo inline-six.
Mesin enam silinder segaris tersebut diperkirakan mampu menghasilkan tenaga lebih dari 550 hp.
Jika angka tersebut terealisasi, model ini berpotensi menjadi salah satu Charger bermesin bensin paling bertenaga di jajaran terbaru Dodge, sekaligus menawarkan karakter berbeda dari Charger Daytona yang mengandalkan tenaga listrik.
Perkiraan harganya disebut berada di bawah US$60.000, atau sekitar Rp1,07 miliar berdasarkan kurs yang digunakan dalam laporan tersebut.
Charger Kembali Perkuat DNA Muscle Car
Kehadiran prototipe ini semakin menarik karena generasi terbaru Dodge Charger saat ini sudah hadir dengan dua pendekatan powertrain, yakni versi listrik Daytona dan versi bensin Sixpack.
Jika varian SRT bermesin Hurricane twin-turbo benar-benar meluncur, Dodge akan memiliki senjata baru untuk konsumen yang masih menginginkan sensasi muscle car dengan mesin pembakaran internal.
Dodge juga sebelumnya memberikan sinyal akan memperkenalkan sejumlah produk baru pada ajang Roadkill Nights pada Agustus. Karena itu, kemunculan prototipe Charger berperforma tinggi ini semakin memperkuat dugaan bahwa debut resminya mungkin tidak akan berlangsung terlalu lama.
Untuk saat ini, Dodge masih belum mengonfirmasi nama varian, spesifikasi final maupun harga resminya.
Namun, kombinasi widebody, aero agresif, perangkat pengujian performa, dan mesin Hurricane twin-turbo lebih dari 550 hp sudah cukup menjadi sinyal bahwa Charger baru ini sedang dipersiapkan sebagai muscle car yang jauh lebih serius.

Mobil
Honda Super One Resmi Debut di GIIAS 2026, EV Pertama Honda untuk Konsumen Umum
TANGERANG – PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi memperkenalkan Honda Super One di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Mobil listrik kompak tersebut menjadi salah satu produk paling penting bagi Honda karena untuk pertama kalinya kendaraan listrik Honda ditawarkan kepada konsumen umum di Indonesia.
Sebelumnya, kendaraan listrik Honda di Tanah Air lebih banyak diperuntukkan bagi konsumen fleet melalui skema penyewaan. Kehadiran Super One sekaligus menandai langkah baru Honda dalam memperluas pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka, menyebut peluncuran Super One bukan sekadar menghadirkan model baru, tetapi menjadi bagian dari arah strategi Honda menuju era elektrifikasi.
“Ini bukan sekadar peluncuran sebuah mobil, ini adalah pernyataan tentang arah masa depan Honda. Inilah Honda Super One.”
Harga Honda Super One Belum Diumumkan
Meski sudah resmi diperkenalkan, Honda masih belum mengungkap harga jual Super One untuk pasar Indonesia. Informasi mengenai banderol resminya baru akan diumumkan pada 5 Agustus 2026.
Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy, memberikan sedikit gambaran mengenai posisi harga Super One dengan mengacu pada pasar Jepang.
Di Jepang, mobil listrik kompak tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp390 jutaan jika dikonversikan ke rupiah. Namun, angka tersebut belum bisa dijadikan patokan harga Super One di Indonesia karena terdapat berbagai faktor yang memengaruhi harga kendaraan ketika dipasarkan di Tanah Air.
“Jadi bisa dipikirkan sendiri, dihitung sendiri kira-kira berapa masuk ke sini. Nanti saja tanggal 5 Agustus,” ujar Billy.
Sudah Tercatat di Database Kendaraan DKI Jakarta
Menariknya, Honda Super One juga telah muncul dalam daftar kendaraan pada laman Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta untuk tahun 2026.
Model tersebut tercatat dengan kode JG6 A EV ZZE dan memiliki nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) sebesar Rp257 juta.
Namun, angka NJKB tidak dapat disamakan dengan harga jual kendaraan di dealer. NJKB merupakan salah satu komponen yang digunakan dalam perhitungan perpajakan kendaraan dan bukan harga retail yang dibayarkan konsumen.

Harga on-the-road nantinya masih dipengaruhi berbagai komponen, termasuk pajak, bea balik nama, serta biaya administrasi lainnya.
Antusiasme Konsumen Mulai Terlihat
Meski harga resminya belum diumumkan, Honda mengklaim respons konsumen terhadap Super One cukup positif. Bahkan, sejumlah calon konsumen disebut sudah mendatangi jaringan dealer Honda untuk mencari informasi mengenai mobil listrik tersebut sebelum peluncuran resminya.
Hal ini menunjukkan pasar kendaraan listrik kompak mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari konsumen Indonesia.
Dengan Super One, Honda tidak hanya memperluas lini kendaraan elektrifikasinya, tetapi juga mulai membuka akses mobil listrik kepada konsumen umum. Setelah harga resminya diumumkan pada 5 Agustus mendatang, posisi Super One di pasar EV Indonesia akan semakin menarik untuk dipantau.
Mobil
Nissan Fairlady Z Resmi Debut di Indonesia, Pasar ASEAN Pertama yang Kebagian
TANGERANG – Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) resmi memperkenalkan Nissan Fairlady Z dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Bersamaan dengan debutnya, Nissan juga mulai membuka pemesanan bagi konsumen yang ingin memiliki mobil sport legendaris tersebut.
Kehadiran Fairlady Z menjadi momen penting bagi Nissan di kawasan Asia Tenggara. Pasalnya, Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang mendapatkan kesempatan menghadirkan secara resmi salah satu ikon sport car paling legendaris milik Nissan.
Nissan Mulai Buka Pemesanan
Head of Sales and Product PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI), Bima Aristantyo, mengungkapkan bahwa Indonesia dipilih sebagai pasar perdana Fairlady Z di kawasan ASEAN. Hal ini menjadi bukti komitmen Nissan dalam menghadirkan kembali lini kendaraan ikoniknya kepada konsumen Tanah Air.
Meski telah membuka pemesanan, Nissan masih belum mengungkap seluruh informasi resmi mengenai mobil sport tersebut. Detail seperti harga, spesifikasi lengkap, pilihan warna, opsi transmisi, hingga jadwal pengiriman akan diumumkan dalam waktu mendatang.
“Nanti langkah berikutnya, kami akan menginformasikan detail lain seperti harga, spesifikasi, pilihan warna, opsi transmisi, hingga jadwal pengiriman,” ujar Bima Aristantyo saat ditemui di booth Nissan, GIIAS 2026.

Konsumen Bisa Mendaftarkan Minat
Berbeda dengan peluncuran produk massal pada umumnya, Nissan menerapkan sistem pre-order berbasis registrasi minat. Konsumen yang ingin memiliki Fairlady Z dapat langsung menghubungi tenaga penjual Nissan untuk meninggalkan data diri.
Setelah seluruh informasi produk telah final, Nissan akan menghubungi calon pembeli guna memberikan rincian mengenai spesifikasi, harga resmi, serta mekanisme pemesanan.
Langkah ini juga menjadi strategi Nissan untuk mengukur antusiasme pasar terhadap kembalinya nama besar Fairlady Z di Indonesia.
Legenda Sport Car Nissan Kembali
Fairlady Z merupakan salah satu nama paling legendaris dalam sejarah Nissan. Mobil sport ini dikenal dengan konfigurasi penggerak roda belakang (RWD), performa tinggi, serta karakter berkendara yang menjadi favorit para pecinta sport car di berbagai belahan dunia.
Kehadiran Fairlady Z di Indonesia sekaligus memperkuat portofolio kendaraan performa Nissan yang sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir.

Meski spesifikasi versi Indonesia belum diumumkan secara resmi, peluncuran model ini menjadi sinyal kuat bahwa Nissan kembali serius menggarap segmen mobil sport premium di pasar nasional.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor12 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
