Motor Balap
Ducati MX Team Indonesia Resmi Menantang Asia, Debut Internasional di Motocross Thailand Bersama Desmo450 MX
Langkah besar diambil Ducati MX Team Indonesia pada awal musim 2026. Tim motocross kebanggaan Tanah Air ini bersiap menjalani debut internasional dengan turun langsung di FMSCT Motocross Championship Round 1, ajang resmi yang berada di bawah naungan Federasi Motorsport Thailand.

Kejuaraan FMSCT Motocross Championship 2026 akan digelar dalam 10 seri sepanjang musim, dengan seri pembuka berlangsung pada 25 Januari 2026 di Sirkuit Silver Rock, Loei, Thailand. Ajang ini menjadi panggung perdana Ducati MX Team Indonesia untuk menguji daya saing mereka di level internasional.
Rombongan tim tiba di Thailand pada 21 Januari 2026 dan langsung bertolak menuju Ducati Motor Thailand (DMT) di Pattaya. Di sana, momen penting terjadi dengan dilakukannya serah terima unit Ducati Desmo450 MX yang akan digunakan sepanjang kejuaraan. Prosesi tersebut dilakukan secara resmi oleh Carlos Serrano, Commercial After Sales & Offroad Business Manager APAC, kepada Dito Mulyawadi, Head of Technical Ducati MX Team Indonesia.
Penyerahan ini bukan sekadar simbolis, melainkan menjadi fondasi teknis bagi langkah Ducati MX Team Indonesia di lintasan motocross Thailand. Setelah unit diterima, tim mekanik langsung bekerja intensif menyiapkan Desmo450 MX agar benar-benar menyatu dengan gaya balap Diva Ismayana dan Hilman Maksum, dua rider andalan tim.

Seluruh aspek teknis disesuaikan secara detail, mulai dari setelan suspensi depan dan belakang hingga karakter mesin. Untuk memastikan performa optimal, Ducati Desmo450 MX juga menjalani uji coba awal di private track, yang dilakukan oleh test rider Ducati Motor Thailand, Vincenzo Polce. Setelah menyelesaikan sekitar 10 lap pengujian, motor dinyatakan siap tempur untuk seri pembuka.
Dito Mulyawadi menjelaskan bahwa motor yang akan digunakan di Thailand membawa karakter khas Ducati MX Team Indonesia.
“Setting suspensi depan dan belakang kami sesuaikan dengan karakter Diva dan Hilman, menggunakan basis setting yang sudah kami siapkan dari Indonesia. Selain itu, kami menggunakan knalpot Akrapovic lengkap dengan mapping ECU yang telah disesuaikan untuk masing-masing rider,” ungkap Dito.
Tak hanya soal performa, identitas tim juga mendapat perhatian khusus. Ducati MX Team Indonesia menyiapkan livery eksklusif khusus untuk kejuaraan di Thailand, menegaskan identitas Merah Ducati di arena motocross Asia.
Didukung penuh oleh Ducati Motor Thailand serta Pirelli, Ducati MX Team Indonesia datang dengan optimisme tinggi. Debut ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga menjadi langkah penting memperkenalkan kekuatan Ducati Indonesia di panggung motocross internasional musim 2026.
Motor
Oscar Gutierrez Antar NitiRacing Menang Dramatis di Race 2 Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 Amerika
Pembalap Oscar Gutierrez sukses membawa tim NitiRacing meraih kemenangan dramatis pada Race 2 ajang Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 yang digelar di sirkuit legendaris Circuit of the Americas.
Gutierrez menunjukkan performa impresif sepanjang balapan. Meski tidak langsung memimpin sejak start, ia mampu menjaga ritme balap yang stabil dan konsisten, sambil perlahan mendekati dua rival utamanya, Archie McDonald dan Eric Granado, yang sempat mendominasi posisi terdepan pada fase awal lomba.
Strategi sabar dan penguasaan racing line yang presisi menjadi kunci utama Gutierrez untuk membalikkan keadaan di tengah balapan.
Lap Tercepat Jadi Titik Balik Kemenangan
Momentum kemenangan Gutierrez datang pada pertengahan lomba. Dengan mencatatkan lap tercepat, ia berhasil menyalip Eric Granado, lalu langsung memburu Archie McDonald yang berada di posisi terdepan.
Aksi agresif namun terukur tersebut membuahkan hasil saat Gutierrez sukses mengambil alih pimpinan lomba pada lap kelima, menandai titik balik jalannya balapan.
Keunggulan Gutierrez semakin terlihat saat ia mampu menjaga konsistensi kecepatan pada lap-lap akhir, meskipun tekanan dari McDonald terus datang dari belakang.
Bahkan dalam kondisi ban yang mulai mengalami penurunan grip, Gutierrez tetap tenang dan fokus mempertahankan racing line terbaiknya, sebuah karakter penting dalam balapan kelas bagger yang memiliki bobot motor besar.
Drama Penalti di Lap Terakhir Tentukan Hasil Balapan
Drama terjadi pada lap terakhir saat Archie McDonald yang sempat menempel ketat di belakang Gutierrez harus menerima penalti karena pelanggaran track limit.
Keputusan tersebut membuat peluang McDonald untuk merebut kemenangan semakin kecil, sekaligus membuka jalan bagi Gutierrez untuk mengunci kemenangan.
Gutierrez akhirnya finis di posisi pertama dengan selisih sangat tipis, hanya 0,03 detik, sebuah margin yang menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kelas Bagger World Cup musim 2026.
Hasil ini sekaligus menegaskan kapasitas Oscar Gutierrez sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara musim ini.

Dimas Ekky Finis P7, Tetap Konsisten Bawa Nama Indonesia
Selain kemenangan Gutierrez, sorotan juga tertuju pada pembalap Indonesia Dimas Ekky Pratama yang turut membela tim NitiRacing.
Meski menghadapi persaingan ketat dan karakter motor bagger yang menuntut adaptasi tinggi, Dimas Ekky berhasil menyelesaikan balapan dengan finis di posisi P7.
Hasil ini menunjukkan konsistensi performa serta pengalaman balap internasional yang terus berkembang, sekaligus menjadi representasi penting bagi Indonesia di ajang balap motor global.

Hasil Race 2 Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 – COTA
- Oscar Gutierrez (NitiRacing) — 15:30.573
- Eric Granado (Joe Rascal Racing) — +3.020 detik
- Archie McDonald (Joe Rascal Racing) — +3.030 detik
- Jake Lewis (Saddlemen Race Development) — +12.183 detik
- Filippo Rovelli (ParkingGO) — +15.739 detik
- Cory West (Saddlemen Race Development) — +23.710 detik
- Dimas Ekky Pratama (NitiRacing) — +37.938 detik
DNF:
- Travis Wyman — +1 lap
- Cody Wyman — Tidak start
Moto GP
Marco Bezzecchi Hattrick di MotoGP Amerika 2026, Dominasi Aprilia di COTA
Pembalap Italia Marco Bezzecchi tampil dominan dengan meraih kemenangan ketiga secara beruntun (hattrick) pada seri MotoGP Amerika Serikat 2026 yang berlangsung di Circuit of the Americas. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti kebangkitan Bezzecchi setelah hasil kurang maksimal pada sesi Sprint sehari sebelumnya.
Meski sempat berada di posisi kedua selepas start, pembalap Aprilia Racing itu langsung mengambil alih pimpinan lomba pada lap pembuka setelah pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, melakukan kesalahan di Tikungan 11. Sejak saat itu, Bezzecchi mampu menjaga ritme balap dengan konsisten hingga garis finis.

Pecahkan Rekor Lap Memimpin Beruntun
Kemenangan di COTA tidak hanya menambah koleksi podium, tetapi juga mencatatkan sejarah baru. Bezzecchi berhasil memecahkan rekor milik legenda MotoGP Jorge Lorenzo sebagai pembalap dengan jumlah putaran memimpin secara beruntun terbanyak.
Jika sebelumnya Lorenzo memegang rekor 103 lap, kini Bezzecchi berhasil mencatatkan 121 lap memimpin berturut-turut, menegaskan dominasi performa dan konsistensi balap sepanjang beberapa seri terakhir.
Meski sempat mengalami kontak yang merusak komponen aerodinamika bagian belakang motornya, performa Bezzecchi tetap stabil dan tidak terganggu secara signifikan.
Persaingan Podium Ketat di Belakang Bezzecchi
Rekan setim Bezzecchi, Jorge Martin, berhasil mengamankan posisi kedua setelah menyalip Acosta di fase akhir balapan. Martin sempat mencoba mengejar sang pemimpin lomba, namun perbedaan ritme membuatnya memilih bermain aman dan finis sekitar dua detik di belakang.
Sementara itu, Acosta tetap mampu mempertahankan posisi podium meski melakukan beberapa kesalahan selama balapan. Podium ini menjadi salah satu hasil penting bagi pembalap muda asal Spanyol tersebut dalam menjaga konsistensi performa musim ini.

Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, kembali menjadi pembalap Ducati terbaik dengan finis di posisi keempat. Sedangkan juara dunia delapan kali Marc Marquez harus puas di posisi kelima setelah menjalani hukuman long lap penalty akibat insiden pada sesi Sprint.
Dominasi Aprilia dan Momentum Juara
Hasil MotoGP Amerika 2026 menegaskan kekuatan paket motor Aprilia RS-GP yang tampil kompetitif di lintasan teknis seperti COTA. Konsistensi kecepatan, manajemen ban, serta strategi balap yang matang menjadi faktor utama di balik dominasi Bezzecchi.
Dengan kemenangan hattrick ini, posisi Bezzecchi dalam perebutan gelar juara dunia semakin kuat. Jika performa stabil dapat dipertahankan, pembalap Italia tersebut berpotensi menjadi kandidat utama juara MotoGP musim 2026.

Motor Balap
Kimi Antonelli Menang di GP Jepang 2026, Dua Kemenangan Beruntun Bawa Mercedes Pimpin Klasemen
Pembalap muda sensasional, Kimi Antonelli, kembali mencetak sejarah dengan meraih kemenangan kedua secara beruntun pada ajang Japanese Grand Prix 2026 yang digelar di Suzuka Circuit. Hasil ini membuat pembalap berusia 19 tahun tersebut sukses mengambil alih puncak klasemen sementara Formula One dari rekan setimnya, George Russell.
Kemenangan ini sekaligus mempertegas momentum positif Antonelli setelah sebelumnya meraih kemenangan perdananya di China. Konsistensi performa dan strategi balap yang tepat menjadi faktor penting dalam keberhasilan Mercedes mengamankan hasil maksimal di seri Jepang.

Strategi Safety Car Jadi Titik Balik Balapan
Jalannya balapan berubah drastis setelah insiden yang melibatkan pembalap muda Oliver Bearman dari tim Haas F1 Team. Kecelakaan tersebut memicu keluarnya safety car dan membuka peluang strategi pit stop yang sangat menguntungkan bagi Antonelli.
Tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan pit stop secara efektif, sehingga Antonelli mampu kembali ke lintasan dengan posisi lebih kompetitif dan secara bertahap meninggalkan para rivalnya.
Saat bendera finis dikibarkan, Antonelli berhasil mencatat kemenangan dengan selisih 13,7 detik dari pembalap Oscar Piastri dari tim McLaren, sementara posisi ketiga diamankan oleh Charles Leclerc dari Scuderia Ferrari.

Start Buruk, Finis Dominan
Meski memulai balapan dari pole position, Antonelli sempat mengalami start yang kurang sempurna dan langsung turun hingga posisi keenam pada tikungan pertama. Pada fase awal lomba, Russell dan Piastri sempat memimpin jalannya balapan, sementara Antonelli harus bekerja keras untuk menjaga ritme dan strategi.
Memasuki fase pit stop dan periode safety car, momentum perlahan berbalik. Dengan manajemen ban yang baik serta kecepatan balap yang konsisten, Antonelli mampu merebut kembali posisi terdepan dan menjaga jarak aman hingga garis finis.
Kemenangan ini membuat Antonelli mencatat sejarah sebagai pembalap remaja pertama yang memimpin klasemen sementara Formula 1, sekaligus menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat juara dunia musim 2026.
Persaingan Klasemen Semakin Panas

Perubahan posisi klasemen terjadi setelah kemenangan di Jepang. Antonelli kini unggul sembilan poin atas Russell, menjadikan duel internal Mercedes semakin menarik untuk diikuti.
Sementara itu, Lando Norris finis di posisi kelima, tepat di depan Lewis Hamilton, sedangkan juara dunia empat kali Max Verstappen harus puas mengakhiri balapan di posisi kedelapan.
Dengan performa stabil dan momentum kemenangan beruntun, Antonelli kini menjadi sorotan utama dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 2026.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor2 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor8 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event2 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
