Motor
Mengupas Perbedaan Ducati Desmo450 MX Base dan Factory untuk Musim Balap 2026
Ducati semakin serius menancapkan eksistensinya di dunia motocross Tanah Air. Menyambut musim balap 2026, Ducati MX Team Indonesia resmi diperkenalkan dengan membawa dua senjata berbeda: Ducati Desmo450 MX versi Base dan versi Factory. Keduanya memang lahir dari DNA balap yang sama, namun ditujukan untuk kebutuhan dan level kompetisi yang berbeda.
Tim yang diperkuat oleh Diva Ismayana dan Hilman Maksum ini akan memanfaatkan karakter unik dari masing-masing varian Desmo450 MX. Meski sekilas terlihat serupa, Ducati merancang keduanya dengan pendekatan teknis yang jelas dan terukur.
Secara jantung mekanis, Desmo450 MX Base dan Factory mengandalkan mesin identik. Keduanya menggunakan mesin satu silinder Desmo450 berkapasitas 449,6 cc yang mampu memuntahkan tenaga hingga 63,5 hp pada 9.400 rpm serta torsi puncak 53,5 Nm di 7.500 rpm. Angka ini menegaskan bahwa performa dasar Ducati tetap buas, tanpa kompromi.
Namun perbedaan mulai terasa saat masuk ke detail balap. Versi Factory dirancang lebih ringan dengan selisih bobot sekitar 0,8 kg dibandingkan versi standar. Bobot yang lebih ramping ini menjadi keuntungan besar di lintasan motocross yang menuntut kelincahan dan kontrol presisi.
Identitas balap juga semakin kuat lewat tampilan visual. Desmo450 MX Factory mengenakan livery khas Ducati Corse yang terinspirasi langsung dari MXGP, sementara versi Base tampil dengan grafis reguler yang lebih sederhana.

Sektor knalpot menjadi salah satu pembeda paling krusial. Varian Factory sudah mengusung knalpot titanium Akrapovič lengkap dengan mapping mesin khusus, memberikan respons gas yang lebih agresif. Sebaliknya, versi Base masih mengandalkan knalpot standar, meski tetap menawarkan performa kompetitif.
Penyempurnaan teknis berlanjut ke area suspensi. Desmo450 MX Factory menggunakan suspensi Showa dengan lapisan Deep Kashima, TiO, dan superfinishing yang berfungsi meningkatkan kehalusan gerak sekaligus daya tahan terhadap gesekan dan benturan kerikil. Pada versi Base, suspensi Showa tidak mendapatkan perlakuan pelapisan khusus tersebut.

Perbedaan juga terlihat pada komponen rangka atas. Triple clamp versi Factory dibuat dari material Ergal melalui proses CNC machining dan dianodisasi hitam, menawarkan presisi dan kekuatan lebih tinggi. Sementara itu, versi Base masih menggunakan triple clamp hasil proses tempa.
Dari sisi kelengkapan, Desmo450 MX Factory hadir sebagai paket balap lengkap. Fitur seperti Wi-Fi Module, rantai O-Ring RK MXU, Holeshot Device, pelindung cakram depan, hingga skid plate sudah terpasang standar. Sebaliknya, pada versi Base, komponen tersebut masih tersedia sebagai aksesori opsional.
Soal harga, Ducati Indonesia memasarkan Desmo450 MX versi Base dengan banderol Rp 267 juta. Untuk varian Factory, konsumen perlu menyiapkan dana tambahan sekitar Rp 60 juta. Namun, varian Factory tidak dijual bebas karena hanya diperuntukkan bagi tim balap.
Bagi Ducati, perbedaan ini bukan sekadar soal harga, melainkan strategi menghadirkan motor yang tepat untuk setiap level kompetisi—dari pembalap profesional hingga tim balap penuh ambisi yang ingin tampil maksimal di lintasan.
Electric Vehicle
BMW Vision K18 Bikin Heboh! Motor Konsep 1800cc dengan 6 Knalpot dan Desain Ekstrem
BMW Motorrad kembali mencuri perhatian dunia otomotif lewat kemunculan BMW Vision K18, motor konsep futuristik yang disebut-sebut menjadi arah baru penerus lini touring legendaris K1600. Motor ini hadir dengan tampilan ekstrem bergaya bagger modern yang menggabungkan kemewahan khas touring BMW dengan aura performa agresif.

BMW Vision K18 dibangun menggunakan mesin enam silinder segaris berkapasitas 1.800 cc, mempertahankan identitas khas BMW Motorrad yang selama ini dikenal lewat karakter mesin halus, bertenaga, dan penuh torsi. Namun berbeda dari seri K1600 GTL yang identik dengan kenyamanan touring, Vision K18 justru tampil jauh lebih emosional dan dramatis.
Secara desain, BMW menghadirkan siluet memanjang yang terinspirasi dari pesawat supersonik Concorde. Detail unik langsung terlihat lewat penggunaan enam lampu depan LED, enam saluran udara, hingga enam knalpot yang menjadi simbol konfigurasi mesin inline-six milik BMW.
Karakter premium motor konsep ini juga diperkuat dengan penggunaan material eksklusif seperti panel aluminium handmade, forged carbon, dan finishing metalik spesial yang terinspirasi dari knalpot mobil Formula 1. BMW bahkan menyematkan sistem suspensi hidrolik adaptif yang mampu menurunkan tinggi motor secara otomatis untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas.

BMW menyebut Vision K18 bukan sekadar motor konsep pajangan. Pabrikan asal Jerman tersebut mengisyaratkan bahwa desain dan teknologi pada motor ini akan menjadi inspirasi untuk model produksi di masa depan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa BMW tengah menyiapkan generasi baru motor touring enam silinder dengan pendekatan yang lebih modern, sporty, dan futuristik.
CEO BMW Motorrad, Markus Flasch, juga menegaskan bahwa mesin enam silinder tetap menjadi bagian penting identitas BMW Motorrad. Menurutnya, mesin tersebut bukan hanya sekadar sumber tenaga, tetapi juga simbol karakter dan warisan BMW di dunia roda dua premium.
Dengan usia platform K1600 yang sudah lebih dari satu dekade, kehadiran BMW Vision K18 menjadi sinyal kuat bahwa BMW siap memasuki era baru motor touring premium dengan desain lebih agresif, teknologi modern, dan performa yang semakin emosional.
Motor
Norton Manx R First Edition Super Langka, Performa Brutal dan Teknologi Modern
Pabrikan legendaris asal Inggris, Norton Motorcycles, resmi memperkenalkan superbike terbaru mereka bernama Norton Manx R 2026. Motor ini hadir sebagai simbol kebangkitan Norton di era modern dengan desain agresif, teknologi canggih, dan performa yang siap bersaing melawan superbike Eropa papan atas seperti Ducati Panigale V4 hingga BMW S1000RR.
Norton Manx R dirancang langsung oleh Simon Skinner bersama Gerry McGovern, sosok penting di balik desain Jaguar Land Rover. Berbeda dari superbike modern yang dipenuhi winglet aerodinamika, Manx R justru tampil bersih dan elegan tanpa tambahan aero wing. Stabilitas motor lebih mengandalkan sistem suspensi semi-aktif modern yang mampu menyesuaikan karakter motor secara real-time saat melibas tikungan maupun trek lurus.
Motor ini hadir dalam empat varian berbeda, yakni Base, Apex, Signature, dan First Edition. Varian dasar dibanderol mulai Rp485 jutaan, sementara varian paling eksklusif yaitu First Edition diproduksi sangat terbatas dan memiliki harga tergantung spesifikasi khusus pesanan konsumen.

Secara teknis, Norton Manx R menggunakan rangka twin-spar aluminium die-cast dengan swingarm single-sided yang memberikan tampilan premium sekaligus meningkatkan rigiditas saat dipacu dalam kecepatan tinggi. Suspensi depan memakai Marzocchi 45 mm untuk versi standar, sedangkan varian Apex ke atas sudah dibekali suspensi elektronik semi-aktif lengkap dengan rem Brembo Hypure dan Bosch Cornering ABS EVO.
Sektor elektronik menjadi salah satu nilai jual utama motor ini. Norton membekali Manx R dengan ECU Bosch 10.3ME dan IMU 6-axis yang mengontrol traction control, wheelie control, dynamic cruise control, hingga lima mode berkendara berbeda. Panel instrumen TFT 8 inci juga sudah mendukung Bluetooth, Wi-Fi, navigasi, sampai konektivitas GoPro.

Untuk dapur pacu, Norton Manx R menggunakan mesin V4 1.200cc berpendingin cairan yang sepenuhnya baru. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 206 hp pada 11.500 rpm dengan torsi maksimum 130 Nm di 9.000 rpm. Menariknya, 77 persen torsi sudah tersedia sejak 5.000 rpm sehingga karakter tenaga tetap nyaman digunakan di jalan raya maupun trek balap.
Mesin ini juga dibekali balancer shaft untuk mengurangi getaran, transmisi 6-percepatan, serta fitur up/down quickshifter yang membuat perpindahan gigi semakin agresif dan responsif. Berat motor berkisar antara 201 hingga 210 kg tergantung varian yang dipilih.
Dengan hadirnya Norton Manx R, Norton akhirnya memiliki superbike modern pertama yang sudah memenuhi regulasi Euro5+. Pemesanan motor ini dibuka mulai akhir Mei 2026, dengan pengiriman perdana untuk pasar Inggris dijadwalkan berlangsung Juni 2026 sebelum menyusul pasar global lainnya.

Motor
Suzuki Cool Biao 150, Seperti Suzuki Thunder yang Lahir Kembali
Suzuki kembali menarik perhatian pecinta motor naked retro lewat kehadiran Suzuki Cool Biao 150 di pasar Tiongkok. Motor ini langsung menjadi perbincangan karena desain dan karakter mesinnya disebut sangat mirip dengan Suzuki Thunder 125 dan Suzuki EN150-A, dua motor legendaris yang pernah populer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Secara tampilan, Suzuki Cool Biao 150 mengusung konsep motor harian bergaya retro sederhana. Desainnya mempertahankan nuansa motor naked klasik dengan lampu depan bulat, tangki membulat, jok rendah, serta posisi setang tinggi yang nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Aura motor Suzuki lawas terasa sangat kuat pada model ini. Karakter desain yang simpel membuat Cool Biao 150 terlihat seperti penerus spiritual Suzuki Thunder, motor yang dulu terkenal tangguh, mudah dirawat, dan memiliki biaya operasional rendah.
Di sektor performa, Suzuki membekali Cool Biao 150 dengan mesin 149cc satu silinder berpendingin udara. Mesin tersebut diklaim memiliki karakter mirip Suzuki EN150-A, dengan fokus pada durability, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan penggunaan harian.
Menariknya, konsumsi BBM motor ini diklaim sangat irit, yakni sekitar 1,7 liter untuk 100 km. Dengan kapasitas tangki lebih dari 10 liter, Suzuki Cool Biao 150 disebut mampu menempuh jarak hingga lebih dari 500 km dalam sekali pengisian penuh.
Meski hadir di era modern, Suzuki Cool Biao 150 justru tidak terlalu mengejar fitur canggih. Motor ini belum menggunakan ABS, lampu LED, maupun panel instrumen digital. Sistem pengereman belakangnya bahkan masih memakai rem tromol.
Namun justru kesederhanaan itulah yang menjadi daya tarik utama motor ini. Suzuki Cool Biao 150 menawarkan sensasi motor harian yang praktis, mudah diperbaiki, irit bahan bakar, serta cocok digunakan dalam jangka panjang tanpa biaya perawatan tinggi.

Soal harga, Suzuki Cool Biao 150 juga tergolong sangat menarik. Di pasar Tiongkok, motor ini dijual sekitar 8.680 Yuan atau setara Rp22 jutaan, membuatnya menjadi salah satu motor retro harian dengan harga paling terjangkau di kelasnya.
Jika melihat karakter dan konsepnya, tidak sedikit pecinta otomotif yang berharap Suzuki menghadirkan motor serupa ke pasar Indonesia sebagai penerus spiritual Suzuki Thunder yang legendaris.
-
Motor Balap1 year agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor9 months agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil1 year agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
