Connect with us

Moto GP

KTM dan Tech3 Tampilkan Identitas Kembar untuk MotoGP 2026, Satu Visi Menuju Kebangkitan

Published

on

KTM resmi bergabung dengan pabrikan lain dalam meresmikan skuad dan livery untuk menghadapi MotoGP 2026. Menariknya, musim ini KTM memilih pendekatan berbeda dengan menghadirkan desain livery yang sama antara tim pabrikan Red Bull KTM Factory Racing dan tim satelit Tech3. Identitas visual kembar ini menjadi simbol kuat kesatuan visi dan arah pengembangan tim Austria tersebut.

Komposisi pembalap pun masih dipertahankan. Red Bull KTM Factory Racing kembali mengandalkan duet muda-berpengalaman Pedro Acosta dan Brad Binder, sementara Tech3 diperkuat Enea Bastianini dan Maverick Vinales. Empat nama dengan karakter balap berbeda ini diharapkan mampu saling melengkapi dalam misi membawa KTM semakin kompetitif di kelas utama.

Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, menegaskan bahwa timnya kini berada dalam fase yang lebih matang. Ia mengakui musim lalu belum sepenuhnya memberi ruang bagi setiap pembalap untuk menunjukkan potensi maksimalnya. Karena itu, KTM fokus melakukan pembenahan menyeluruh agar setiap rider mendapatkan paket yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Dalam beberapa minggu terakhir, target utama kami adalah memastikan setiap pembalap memiliki apa yang dibutuhkan untuk tampil optimal. Kami bersatu sebagai satu tim, dengan keyakinan penuh bahwa motor dan paket keseluruhan telah mengalami peningkatan signifikan,” ungkap Beirer dalam pernyataan resmi.

Senada dengan itu, Manajer Tim Red Bull KTM Factory Racing, Aki Ajo, menilai musim lalu sebagai fase penting pembelajaran. Setelah awal yang cukup berat, performa Tech3 menunjukkan peningkatan yang konsisten seiring membaiknya komunikasi dan pendekatan kerja tim.

“Kami belajar banyak tentang pentingnya menyederhanakan proses dan meningkatkan pemahaman harian. Hasilnya mulai terlihat dari langkah-langkah kecil yang kami lakukan setiap hari.

Meski target juara dunia belum menjadi fokus utama, KTM menatap MotoGP 2026 dengan optimisme realistis. Dengan potensi motor yang terus berkembang, kekuatan tim yang solid, serta jajaran pembalap bertalenta, KTM berharap dapat tampil lebih konsisten di barisan depan dan rutin meramaikan perebutan podium.

Di MotoGP, segalanya selalu mungkin. Dan KTM tampaknya siap menunggu momen yang tepat untuk meledak.

Moto GP

Klasemen MotoGP 2026: Konsistensi Pedro Acosta Menggema, Marc Marquez Tertekan di Awal Musim

Published

on

By

Awal musim MotoGP 2026 langsung menghadirkan peta persaingan yang menarik. Berdasarkan laporan Crash.net, performa stabil yang ditunjukkan Pedro Acosta mengantarkannya ke puncak klasemen sementara kejuaraan dunia.

Pembalap Red Bull KTM itu tampil nyaris sempurna di seri pembuka Thailand. Kemenangan di Sprint Race yang disusul finis kedua pada balapan utama menjadi modal kuat Acosta untuk langsung memberi tekanan kepada para rivalnya sejak awal musim.

Sementara itu, Marco Bezzecchi harus membayar mahal insiden terjatuh saat memimpin Sprint Race. Meski sukses menebusnya dengan kemenangan di race utama Buriram, rider Aprilia tersebut tetap kehilangan poin krusial dan kini tertinggal tujuh angka dari Acosta.

Nasib berbeda dialami juara bertahan Marc Marquez. Akhir pekan yang penuh tantangan membuatnya gagal memaksimalkan potensi. Finis kedua di sprint sempat memberi harapan, namun kendala ban di penghujung balapan utama memaksanya puas di posisi keempat. Hasil tersebut membuat Marquez sudah tertinggal 23 poin dari pimpinan klasemen—situasi yang jarang terjadi di awal musim.

Di barisan penantang, Raul Fernandez menunjukkan konsistensi luar biasa bersama Trackhouse Aprilia. Dua kali finis ketiga, baik di sprint maupun balapan utama, mengantarkannya ke posisi tiga besar klasemen sementara.

Dari kubu Ducati, Fabio Di Giannantonio menjadi rider paling kompetitif dengan menempati posisi ketujuh klasemen. Sementara Francesco Bagnaia masih belum menemukan performa terbaiknya dan kini terpaut satu poin dari Marc Marquez.

Dengan jarak poin yang masih relatif rapat dan performa Acosta yang langsung stabil sejak seri pertama, MotoGP 2026 dipastikan akan berjalan panas. Tekanan sudah terasa, dan musim baru ini menjanjikan duel panjang penuh drama di lintasan.

Continue Reading

Moto GP

Sejarah Baru di Buriram, Veda Ega Pratama Tembus 5 Besar Moto3 Thailand 2026

Published

on

By

Debut manis langsung ditorehkan Veda Ega Pratama di panggung Moto3 dunia. Tampil untuk pertama kalinya di musim Moto3 2026, pembalap muda Indonesia itu sukses mengakhiri balapan Moto3 Thailand dengan finis di posisi kelima—sebuah pencapaian bersejarah bagi Merah Putih.

Start dari grid kelima hasil kualifikasi impresif, Veda langsung menunjukkan mental bertarung sejak lampu start padam. Sepanjang lap awal, ia tampil agresif dan berani menekan grup terdepan, bahkan sempat mencicipi posisi tiga besar di tengah ketatnya persaingan.

Meski sempat melakukan kesalahan kecil di pertengahan lomba yang membuatnya turun satu posisi, Veda tak kehilangan fokus. Dengan ketenangan dan ritme balap yang matang, ia mampu bangkit, menjaga konsistensi, dan mengamankan finis P5 hingga bendera kotak-kotak dikibarkan.

Balapan Moto3 Thailand 2026 sendiri dimenangi oleh David Almansa, diikuti Maximo Quiles dan Valentin Perrone. Namun sorotan utama justru tertuju pada Veda, yang mencatatkan hasil finis terbaik pembalap Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di kelas Moto3.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa musim 2026 bisa menjadi awal perjalanan besar Veda Ega Pratama di kejuaraan dunia. Buriram bukan sekadar seri pembuka, melainkan panggung pembuktian bahwa talenta Indonesia kini benar-benar siap bersaing di level tertinggi.

Continue Reading

Moto GP

Lap Terakhir Penuh Kontroversi! Acosta Juara Sprint Race Thailand

Published

on

By

Sprint Race MotoGP Thailand 2026 menyajikan tontonan penuh tensi dan kejutan hingga lap terakhir. Balapan yang digelar di Sirkuit Buriram, Sabtu (28/2/2026) WIB, berubah menjadi panggung drama setelah insiden jatuhnya Marco Bezzecchi serta hukuman yang menjatuhkan Marc Marquez dari posisi terdepan. Di tengah kekacauan itu, Pedro Acosta justru tampil dingin dan keluar sebagai pemenang.

Sejak lampu start padam, balapan langsung memanas. Marc Marquez yang memulai balapan dari grid kedua langsung melejit dan merebut pimpinan lomba, menyalip pole sitter Marco Bezzecchi hanya dalam beberapa tikungan awal.

Namun drama tak terelakkan sejak lap pembuka. Alex Marquez terseret insiden usai bersenggolan dengan Fabio Di Giannantonio, membuat keduanya tercecer dari sepuluh besar. Di saat bersamaan, Acosta memanfaatkan celah dengan sempurna, merangsek ke posisi tiga setelah melewati Raul Fernandez.

Persaingan sengit terjadi di lap-lap awal ketika Marquez dan Bezzecchi saling bertukar posisi di barisan terdepan. Sayangnya, duel panas itu berakhir pahit bagi Bezzecchi. Pembalap Italia tersebut terjatuh di awal balapan dan harus mengakhiri sprint race lebih cepat, sekaligus mengubah peta persaingan.

Marquez kembali memimpin balapan dengan Acosta terus membayangi dari dekat. Tekanan demi tekanan dilancarkan pembalap muda KTM itu, hingga akhirnya momen krusial terjadi di dua lap terakhir. Acosta sukses merebut posisi pertama, meski Marquez sempat membalas di lap berikutnya lewat manuver agresif di tikungan terakhir.

Insiden hampir bersenggolan membuat Acosta melebar, dan keputusan pun datang dari steward. Marquez dinyatakan bersalah dan dikenai penalti turun satu posisi. Keputusan tersebut memastikan Acosta resmi menjadi pemenang Sprint Race, disusul Marquez dan Raul Fernandez di posisi podium.

Kemenangan ini terasa spesial bagi Acosta. Selain menjadi kemenangan perdananya di Sprint Race MotoGP, ia juga mencatatkan sejarah sebagai pembalap termuda yang memenangi sprint race, di usia 21 tahun 279 hari. Sebuah sinyal kuat bahwa era baru MotoGP sedang dimulai.

Continue Reading

Trending