Connect with us

Uncategorized

Terbongkar! Veda Ega Kehabisan Grip Ban di Moto3 Hungaria 2026, Gagal Raih Poin Meski Tampil Kompetitif

Published

on

Perjuangan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada putaran kedelapan Moto3 2026 di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, ternyata jauh lebih berat dibanding yang terlihat dari hasil akhir balapan. Meski sempat menunjukkan kecepatan yang menjanjikan sepanjang akhir pekan, rider Honda Team Asia itu harus puas finis di posisi ke-16 dan gagal membawa pulang poin.

Balaton Park menjadi tantangan tersendiri bagi Veda karena merupakan sirkuit baru yang pertama kali ia hadapi sepanjang kariernya. Lintasan sepanjang 4,08 kilometer tersebut memiliki karakter teknis dengan 17 tikungan serta kombinasi chicane yang rapat, membuat pembalap dituntut memiliki setelan motor yang sangat presisi dan manajemen ban yang optimal.

Masalah mulai muncul sejak sesi latihan hari Sabtu. Veda mengalami insiden lowside di Tikungan 3 yang membuat motornya mengalami kerusakan cukup serius. Akibat proses perbaikan yang memakan waktu, tim kehilangan kesempatan melakukan simulasi balapan secara penuh. Hilangnya sesi penting tersebut membuat kru Honda Team Asia kekurangan data mengenai ketahanan ban dan pengaturan motor untuk menghadapi balapan utama.

Kondisi semakin sulit ketika suhu lintasan pada hari balapan meningkat jauh lebih panas dibanding sesi sebelumnya. Perubahan temperatur tersebut membuat setelan motor yang sudah disiapkan tidak bekerja secara maksimal, terutama pada sektor pengereman yang menjadi salah satu area krusial di Balaton Park.

Meski demikian, Veda tetap menunjukkan performa impresif saat lampu start padam. Memulai balapan dari posisi kesembilan, pembalap asal Gunungkidul tersebut langsung melesat dan sempat menembus posisi keenam pada lap-lap awal. Kecepatan yang ditunjukkan membuktikan bahwa dirinya memiliki potensi untuk bertarung di grup depan.

Sayangnya, momentum tersebut tidak bertahan lama. Pada lap ketiga, Veda harus menjalani hukuman Long Lap Penalty akibat pelanggaran saat sesi sebelumnya. Hukuman itu membuatnya kehilangan banyak posisi dan terlempar ke urutan ke-17.

Setelah menjalani penalti, Veda berusaha keras mengejar ketertinggalan. Namun perjuangan tersebut membuat ban motornya bekerja jauh lebih keras. Ia terlibat duel berkepanjangan dengan sejumlah pembalap di grup belakang, yang secara perlahan menguras performa ban hingga kehilangan grip pada fase akhir balapan.

Menurut Veda, kombinasi minimnya data simulasi balap, karakter sirkuit yang sulit, suhu lintasan yang tinggi, serta degradasi ban menjadi faktor utama yang menghambat performanya.

“Saya kesulitan saat pengereman. Setelah Long Lap Penalty saya tertinggal ke belakang dan harus bertarung lagi. Sayangnya grip ban habis sehingga sangat sulit untuk mempertahankan kecepatan,” ungkap Veda usai balapan.

Drama balapan semakin lengkap ketika race harus dihentikan lebih awal akibat insiden besar yang memicu red flag pada lap terakhir. Sesuai regulasi Moto3, hasil balapan diambil berdasarkan lap sebelumnya dan Veda resmi diklasifikasikan finis di posisi ke-16.

Akibat gagal meraih poin di Hungaria, posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026 turun dari peringkat ketiga menjadi posisi keenam dengan koleksi 71 poin. Bahkan, puncak klasemen Rookie of The Year yang sebelumnya dikuasainya kini berpindah ke tangan Brian Uriarte yang unggul tipis satu poin.

Meski hasil akhirnya belum sesuai harapan, kecepatan yang ditunjukkan Veda sepanjang akhir pekan menjadi sinyal positif. Jika mampu menemukan setelan yang lebih kompetitif serta menghindari kesalahan yang berujung penalti, peluang pembalap Indonesia tersebut untuk kembali bersaing di barisan depan masih sangat terbuka pada seri berikutnya.

Moto GP

Veda Ega dan Mario Aji Fokus Setting Motor Jelang MotoGP Mandalika 2026

Published

on

By

Veda Ega dan Mario Aji Fokus Setting Motor Jelang MotoGP Mandalika 2026

Home race MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi momen penting bagi dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji. Menghadapi balapan di hadapan publik sendiri, keduanya memilih tidak menyiapkan strategi khusus. Fokus utama justru diarahkan pada pencarian setting motor terbaik sejak sesi latihan.

Hal tersebut disampaikan Veda dan Mario saat ditemui dalam agenda bersama Astra Honda Motor di Menteng, Jakarta, Senin (5/10). Bagi Veda, dua sesi latihan pada Jumat menjadi kesempatan penting untuk menemukan setelan motor yang paling sesuai dengan karakter Sirkuit Mandalika sebelum memasuki sesi kualifikasi.

“Strategi khusus tidak ada. Seperti balapan-balapan sebelumnya, hari Jumat ada dua sesi latihan,” ujar Veda.

Pembalap muda Indonesia tersebut menilai posisi start akan menjadi salah satu faktor penting. Dalam beberapa balapan sebelumnya, Veda mengaku harus memulai race dari posisi yang kurang ideal. Karena itu, ia ingin memaksimalkan sesi latihan untuk mendapatkan feeling dan setting motor yang lebih baik sehingga bisa mengejar posisi start yang kompetitif.

“Saya harap minggu ini saya bisa mendapatkan setting terbaik pada hari Jumat. Jadi, hari Sabtu dan Minggu tinggal kualifikasi untuk mencari waktu terbaik dan posisi start yang bagus,” kata Veda.

Dengan posisi start yang lebih baik, Veda berharap bisa langsung menekan sejak lap awal dan menjaga peluang untuk bersaing di grup depan hingga akhir balapan.

Sementara itu, Mario Suryo Aji mengatakan persiapan menghadapi MotoGP Mandalika 2026 tidak mengalami perubahan besar dibandingkan seri sebelumnya. Alokasi ban dan setup motor yang digunakan tim pada dasarnya masih berada dalam pendekatan yang sama.

“Untuk alokasi ban dan semua setup motor, pada dasarnya kami tidak banyak melakukan perubahan, hampir sama seperti sebelumnya. Jadi, strateginya mungkin sama seperti balapan-balapan sebelumnya,” ujar Mario.

Mario juga melihat adanya keuntungan dari pengalaman mereka memahami karakter Sirkuit Mandalika. Pengetahuan mengenai layout lintasan, karakter tikungan, serta kebutuhan motor di setiap sektor dapat menjadi modal penting untuk menghadapi rangkaian sesi practice dan qualifying.

“Mungkin kami berdua sedikit lebih mengetahui karakter sirkuit dibandingkan pembalap lain karena mendapat keuntungan dari latihan kemarin,” kata Mario.

Menurutnya, pengalaman tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil kompetitif sejak sesi latihan hingga kualifikasi. Dengan posisi start yang lebih baik, peluang untuk bergerak ke depan saat balapan Minggu juga semakin terbuka.

Menghadapi home race dengan dukungan langsung dari publik Indonesia, Veda memilih untuk tidak menetapkan target yang terlalu tinggi. Ia berharap dapat mencatat hasil yang lebih baik dibandingkan seri sebelumnya, tetapi tidak ingin menjadikan ekspektasi podium atau kemenangan sebagai tekanan tambahan.

“Targetnya kalau bisa lebih baik dari race sebelumnya,” ujar Veda.

Veda memahami bahwa masyarakat Indonesia tentu berharap dirinya dan Mario mampu meraih podium, bahkan kemenangan. Namun, menurutnya, ekspektasi tersebut lebih baik dijadikan motivasi daripada beban.

“Yang penting saya enjoy saja minggu ini dan finis, itu yang paling penting,” lanjut Veda.

Bagi Veda, menikmati setiap sesi dan menjalankan pekerjaan secara maksimal sejak hari pertama menjadi kunci menghadapi home race. Hasil akhir memang menjadi tujuan, tetapi proses mendapatkan setting motor, meningkatkan performa, dan menemukan ritme balapan juga tidak kalah penting.

“Menikmati setiap sesi, bekerja dari hari pertama, kemudian memberikan hasil di hari Minggu. Apa pun hasilnya, kami mencoba memberikan yang terbaik. Syukur bisa top 10, syukur bisa podium,” tutup Veda.

Dengan persiapan yang lebih matang dan pemahaman terhadap karakter Mandalika, Veda Ega dan Mario Aji kini bersiap memaksimalkan seluruh rangkaian akhir pekan MotoGP Indonesia 2026. Publik Indonesia tentu akan menantikan sejauh mana dua pembalap tuan rumah tersebut mampu menunjukkan performa terbaik di depan pendukungnya sendiri.

Continue Reading

Motor Balap

Bintang Pranata Sukma Dapat Wildcard MotoJunior di Misano, Bawa Nama Indonesia ke Eropa

Published

on

By

Talenta muda Indonesia, Bintang Pranata Sukma, mendapatkan kesempatan untuk mencicipi persaingan balap motor junior di Eropa. Pembalap muda tersebut dijadwalkan tampil sebagai wildcard di ajang MotoJunior yang berlangsung di Sirkuit Misano, Italia.

Dalam kesempatan tersebut, Bintang akan bergabung dengan Leopard Junior Team. Program ini turut mendapatkan dukungan dari NitiRacing dan menjadi salah satu langkah untuk memberikan pengalaman kompetisi internasional kepada pembalap muda Indonesia.

Tampil di Misano menjadi kesempatan penting bagi Bintang untuk merasakan langsung atmosfer balap junior Eropa. Selain berhadapan dengan pembalap dari berbagai negara, ia juga akan beradaptasi dengan lingkungan tim dan karakter kompetisi yang berbeda dari balapan yang selama ini dijalaninya di Indonesia.

Gabung Leopard Junior Team sebagai Wildcard

Bintang mendapatkan peluang tampil di MotoJunior melalui hubungan antara Astra Honda dan Donny dari DRS. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sekaligus pencarian talenta muda Indonesia yang memiliki potensi untuk berkembang ke level internasional.

Sebagai pembalap wildcard, Bintang akan memperkuat Leopard Junior Team di Misano. Tim tersebut memiliki pengalaman dalam kompetisi balap motor junior di Eropa sehingga kesempatan ini menjadi ruang bagi Bintang untuk mendapatkan pengalaman teknis dan balap secara langsung.

Bagi pembalap muda, pengalaman seperti ini tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir balapan. Adaptasi terhadap karakter sirkuit, setting motor, metode kerja tim, hingga persaingan dengan pembalap dari negara lain menjadi bagian penting dalam proses pengembangan.

Misano sendiri merupakan salah satu sirkuit yang memiliki karakter teknis dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat. Beradaptasi dengan karakter lintasan sekaligus menjaga konsistensi selama sesi latihan hingga balapan akan menjadi tantangan tersendiri bagi Bintang.

Mendapat Dukungan NitiRacing

Program Bintang di Misano juga mendapatkan dukungan dari NitiRacing. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan keberangkatan dan keikutsertaan Bintang di ajang MotoJunior.

Kesempatan tampil di Eropa diharapkan dapat memberikan gambaran lebih luas mengenai standar kompetisi balap junior. Mulai dari persiapan sebelum balapan, komunikasi dengan kru, proses setup motor, hingga bagaimana pembalap mengelola tekanan selama akhir pekan balap.

Pengalaman tersebut nantinya dapat menjadi bekal bagi Bintang dalam mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan langkah berikutnya di karier balapnya.

Masih Menunggu Persetujuan Visa

Meski kesempatan wildcard sudah didapatkan, Bintang masih harus menyelesaikan sejumlah persiapan sebelum bertolak ke Italia.

Salah satu tahapan yang masih ditunggu adalah persetujuan visa. Jika seluruh proses administrasi berjalan sesuai rencana, Bintang akan berangkat menuju Misano untuk menjalani pengalaman balap internasional bersama Leopard Junior Team.

Kehadiran Bintang di MotoJunior juga menjadi bagian dari perjalanan panjang pembalap muda Indonesia menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

Wildcard di Misano memang bukan garis akhir. Justru, kesempatan ini dapat menjadi ruang bagi Bintang untuk mengukur kemampuan, belajar dari lingkungan balap Eropa, serta mengumpulkan pengalaman yang dibutuhkan untuk perkembangan kariernya.

Kini, perhatian tertuju pada proses keberangkatan Bintang Pranata Sukma menuju Misano. Jika seluruh persiapan berjalan lancar, talenta muda Indonesia tersebut akan segera mendapatkan kesempatan merasakan langsung atmosfer kompetisi balap junior Eropa.

Continue Reading

Mobil

Kenapa Mesin Mobil Modern Ditutup Cover Plastik? Ternyata Ini Fungsinya

Published

on

By

Saat membuka kap mesin mobil keluaran terbaru, jangan heran jika pemandangan komponen mesin tidak lagi terlihat secara terbuka. Area dapur pacu kini banyak ditutupi panel plastik berukuran cukup besar yang biasanya dilengkapi logo atau identitas merek.

Sekilas, komponen tersebut memang terlihat seperti pemanis agar ruang mesin tampak lebih rapi. Namun, cover plastik di atas mesin sebenarnya bisa memiliki fungsi teknis yang cukup penting. Pabrikan merancang komponen ini bukan semata-mata untuk mempercantik engine bay, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan dan perlindungan sejumlah komponen.

1. Membantu Meredam Suara dan Getaran Mesin

Salah satu fungsi utama cover mesin berkaitan dengan aspek NVH atau Noise, Vibration, and Harshness.

Mesin modern menggunakan berbagai teknologi yang menghasilkan karakter suara mekanis tersendiri, mulai dari sistem direct injection, pompa bahan bakar bertekanan tinggi, turbocharger, hingga mekanisme katup dengan toleransi presisi.

Pada beberapa kendaraan, bagian bawah cover mesin dilengkapi material peredam suara. Material tersebut membantu menyerap dan mengurangi rambatan suara dari area mesin sehingga suara mekanis yang masuk ke dalam kabin bisa ditekan.

Efeknya mungkin tidak selalu terasa secara langsung ketika mobil dalam kondisi normal. Namun, pada mesin tertentu, terutama diesel dan mesin bensin dengan direct injection, keberadaan peredam dapat membantu menciptakan kabin yang terasa lebih senyap.

2. Membantu Melindungi Komponen di Ruang Mesin

Ruang mesin mobil modern semakin padat. Di dalamnya terdapat berbagai kabel, sensor, konektor, selang, hingga komponen pendukung sistem elektronik.

Cover mesin dapat membantu memberikan perlindungan tambahan terhadap kotoran, debu, maupun cipratan air yang berasal dari area sekitar mesin.

Selain itu, pada desain tertentu, cover juga dapat membantu mengatur jalur atau arah aliran udara di sekitar komponen mesin. Ada pula desain yang memberikan fungsi isolasi terhadap panas dari bagian tertentu di ruang mesin.

Namun, fungsi tersebut tidak selalu sama pada setiap kendaraan. Desain cover sangat bergantung pada konstruksi dan kebutuhan masing-masing mesin.

3. Membuat Ruang Mesin Lebih Rapi

Fungsi estetika juga tetap menjadi bagian dari alasan penggunaan engine cover.

Dengan semakin banyaknya komponen dan kabel di ruang mesin, pabrikan menggunakan cover untuk menyembunyikan bagian-bagian tersebut sehingga engine bay terlihat lebih bersih dan terorganisir.

Logo pabrikan yang berada di bagian atas juga membuat identitas kendaraan lebih mudah dikenali ketika kap mesin dibuka.

Bolehkah Cover Mesin Plastik Dilepas?

Secara umum, melepas cover mesin tidak otomatis membuat mobil mengalami kerusakan atau langsung mogok. Namun, bukan berarti semua cover bisa dilepas begitu saja tanpa memperhatikan desain kendaraan.

Pada beberapa model, cover memang lebih banyak berperan sebagai peredam suara dan elemen estetika. Tetapi pada kendaraan lain, komponen tersebut bisa terintegrasi dengan saluran udara, dudukan kabel, atau elemen perlindungan tertentu.

Karena itu, sebelum melepasnya secara permanen, pemilik mobil sebaiknya memahami terlebih dahulu fungsi cover pada model kendaraannya. Jangan sampai komponen yang dianggap sekadar plastik ternyata memiliki fungsi teknis tertentu.

Pada akhirnya, cover plastik di atas mesin bukan sekadar aksesori untuk membuat ruang mesin terlihat lebih keren. Di balik desainnya terdapat pertimbangan teknis yang berkaitan dengan NVH, perlindungan komponen, pengaturan aliran udara, hingga kerapian engine bay.

Jadi, kalau melihat cover plastik di atas mesin mobil, jangan langsung menganggapnya sebagai pajangan. Komponen sederhana tersebut bisa menjadi bagian dari rekayasa kendaraan untuk membuat mobil lebih nyaman dan terlindungi.

Continue Reading

Trending