Moto GP
Veda Ega Pratama Gagal Raih Poin di Moto3 Aragon 2026, Finis P20
MOTORSPORT — Perjuangan Veda Ega Pratama di Race Moto3 Aragon 2026 belum berbuah poin. Pembalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia tersebut harus puas finis di posisi ke-20 setelah memulai balapan dari urutan ke-22.
Meski start dari posisi yang kurang ideal, Veda langsung tampil agresif pada lap-lap awal. Pembalap bernomor 9 itu perlahan memperbaiki posisi dan sempat merangsek hingga P16.
Posisi tersebut membuat Veda mulai mendekati zona poin. Namun, kecepatannya kemudian menurun dan ia kesulitan menjaga konsistensi hingga akhir balapan.

Start P22, Veda Sempat Kejar Zona Poin
Veda memulai Race Moto3 Aragon 2026 dari posisi ke-22. Kondisi tersebut membuat pembalap Honda Team Asia harus bekerja keras sejak lap pertama untuk mengejar rombongan di depan.
Perlahan tetapi pasti, Veda mampu memperbaiki posisinya. Ia bahkan sempat naik hingga posisi ke-16 dan mulai mendekati persaingan untuk mendapatkan poin.
Namun, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan.
Memasuki fase berikutnya, Veda mulai kehilangan beberapa posisi. Kecepatannya tidak lagi cukup untuk mempertahankan diri di rombongan depan sehingga kembali terlibat dalam persaingan di grup belakang.
Setelah 20-an lap balapan, Veda akhirnya melewati garis finis di posisi P20, dengan selisih 30,034 detik dari pembalap pemenang.
Hasil tersebut membuat Veda kembali gagal menambah koleksi poin dalam seri Moto3 2026 di Aragón.
Akui Akhir Pekan yang Sulit
Hasil Race tersebut menjadi penutup dari akhir pekan yang cukup berat bagi Veda.
Sejak sesi latihan hingga kualifikasi, pembalap Indonesia tersebut belum mampu menemukan performa terbaik bersama Honda Team Asia. Masalah konsistensi dan kecepatan menjadi salah satu tantangan yang harus segera dievaluasi.
Meski kecewa, Veda melihat sisi positif dari akhir pekan di Aragón. Data yang dikumpulkan selama balapan menjadi bekal bagi dirinya dan tim untuk memahami area yang masih perlu diperbaiki.
Veda mengakui dirinya kesulitan membuat perkembangan seperti yang diharapkan sepanjang akhir pekan.
Namun, pengalaman tersebut justru memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kelemahan yang harus dibenahi sebelum seri berikutnya.
Kini, fokus Veda dan Honda Team Asia beralih pada persiapan menghadapi balapan selanjutnya.
Zen Mitani Juga Finis Tanpa Poin

Tidak hanya Veda, rekan setimnya, Zen Mitani, juga menjalani balapan yang cukup sulit.
Pembalap Jepang tersebut tampil di Aragón setelah hampir dua bulan absen akibat cedera tangan. Balapan ini menjadi kesempatan bagi Mitani untuk kembali mendapatkan ritme kompetisi.
Pada tujuh lap pertama, Mitani sebenarnya mampu mengikuti rombongan dan menunjukkan perkembangan positif.
Namun, sejumlah kesalahan membuat kecepatannya menurun. Mitani kemudian kehilangan beberapa posisi hingga akhirnya menyelesaikan balapan di urutan ke-23.
Dengan demikian, Honda Team Asia tidak mendapatkan tambahan poin dari kedua pembalapnya pada Race Moto3 Aragon 2026.
Meski hasil akhir belum sesuai target, data dari Veda dan Mitani menjadi bahan penting bagi tim untuk melakukan evaluasi.
Veda Punya Kesempatan Bangkit di Misano
Persaingan Moto3 2026 selanjutnya akan berlanjut ke Misano dalam dua pekan mendatang.
Bagi Veda Ega Pratama, seri tersebut menjadi kesempatan untuk segera melupakan hasil buruk di Aragón dan kembali memburu zona poin.
Sebagai rookie, setiap balapan menjadi bagian penting dalam proses adaptasi Veda terhadap ketatnya persaingan Moto3.
Dengan pengalaman yang didapat dari Aragón, Veda bersama Honda Team Asia diharapkan mampu menemukan solusi untuk meningkatkan kecepatan dan konsistensi.
Target berikutnya jelas: kembali masuk ke zona poin dan menunjukkan perkembangan positif di seri Moto3 berikutnya.
Moto GP
Yamaha Proyeksikan Aldi Satya Mahendra Naik ke Moto2 pada 2028
Yamaha Racing Indonesia (YRI) terus memperkuat program pembinaan pembalap muda melalui jalur karier yang terstruktur, mulai dari kompetisi nasional hingga kejuaraan dunia. Salah satu target jangka panjang yang disiapkan adalah memproyeksikan Aldi Satya Mahendra untuk berkompetisi di kelas Moto2 pada musim 2028.
Proyeksi tersebut menjadi bagian dari strategi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam mengembangkan talenta balap Indonesia agar mampu bersaing di level internasional. Meski demikian, Moto2 2028 masih menjadi target yang diproyeksikan Yamaha, bukan kepastian bahwa Aldi akan tampil di kelas tersebut.

Perjalanan Aldi menjadi salah satu contoh pembinaan berjenjang yang dijalankan Yamaha. Pembalap asal Indonesia itu mencatatkan prestasi bersejarah dengan meraih gelar juara dunia World Supersport 300 (WSSP300) pada musim 2024. Setelah melalui R3 BLU CRU World Cup dan WSSP300, Aldi kini berkompetisi di kelas World Supersport (WSSP).
Menurut Yamaha, perkembangan Aldi tidak hanya terlihat dari hasil balapan, tetapi juga dari aspek fisik dan kemampuan teknis. Peningkatan kondisi fisiknya disebut mencapai 20 persen dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, pemahaman terhadap karakter motor, penentuan set-up, kemampuan beradaptasi, serta pengambilan keputusan saat balapan juga terus mengalami perkembangan.
Manager Motorsport PT YIMM, Wahyu Rusmayadi, menyebut perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi Aldi untuk meningkatkan daya saingnya di World Supersport. Yamaha berharap Aldi dapat terus berkembang dan menjadi penantang podium sebelum melangkah ke jenjang berikutnya.
“Pada musim 2028, Aldi Satya Mahendra diproyeksikan akan berkompetisi di kejuaraan Moto2,” ungkap Wahyu Rusmayadi.
Jika rencana tersebut terealisasi, Moto2 akan menjadi babak baru dalam perjalanan karier Aldi di arena balap internasional. Namun, sebelum menuju target itu, konsistensi performa dan pencapaian kompetitif di World Supersport tetap menjadi bagian penting dari proses pengembangannya.
Yamaha Siapkan Pembalap di Berbagai Level Kompetisi

Program pembinaan Yamaha Racing Indonesia tidak hanya berfokus pada Aldi Satya Mahendra. Yamaha juga menempatkan pembalap Indonesia di sejumlah kejuaraan regional dan internasional sebagai bagian dari upaya membangun jalur menuju kompetisi dunia.
Di kelas World Supersport, Yamaha menurunkan Aldi Satya Mahendra, sedangkan Arai Agaska masuk dalam skuad yang dipersiapkan untuk World Sportbike. Sementara itu, di Asia Road Racing Championship (ARRC), Yamaha diperkuat Wahyu Nugroho, M. Faerozi, Candra Hermawan, dan Fadhil Musyavi.
Pada Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship, Sabian Fathul Ilmi menjadi salah satu pembalap yang mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan balapnya di level regional.
Di tingkat nasional, Yamaha Racing Indonesia menaungi 10 tim dengan total 40 pembalap yang berkompetisi di berbagai kelas kejuaraan. Struktur ini menjadi bagian dari upaya Yamaha dalam membuka jalur pembinaan dari kompetisi domestik menuju panggung internasional.
Melalui sistem tersebut, Yamaha berupaya memastikan pembalap memiliki kesempatan berkembang secara bertahap, mulai dari pengalaman kompetisi, penguasaan teknik balap, hingga kesiapan menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.
Bagi Aldi Satya Mahendra, proyeksi menuju Moto2 2028 menjadi sasaran besar berikutnya setelah keberhasilan meraih gelar juara dunia WSSP300. Perjalanan menuju target itu masih membutuhkan pembuktian di lintasan, dengan World Supersport menjadi salah satu tahap penting dalam prosesnya.
Moto GP
CFMoto Bidik MotoGP, Bangun Pusat Teknologi Balap Baru di Italia
CFMoto semakin serius memperkuat eksistensinya di dunia balap internasional. Pabrikan sepeda motor asal Tiongkok tersebut tengah membangun pusat teknologi balap baru di Rimini, Italia, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas kiprahnya di ajang motorsport, termasuk membuka peluang menuju kelas utama MotoGP.
Fasilitas yang berada di wilayah Emilia-Romagna ini memiliki posisi strategis di tengah kawasan industri dan motorsport Italia. Lokasinya juga relatif dekat dengan Bologna, kota yang menjadi basis Ducati. Namun, pembangunan pusat tersebut bukan sekadar persiapan untuk MotoGP, melainkan bagian dari pengembangan kemampuan teknis CFMoto dalam berbagai program balap.
Saat ini, CFMoto telah terlibat dalam kejuaraan Grand Prix melalui kelas Moto2 dan Moto3. Kehadiran pusat teknologi baru di Italia diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara tim balap, divisi riset dan pengembangan (R&D), serta proses pengujian teknologi untuk kendaraan kompetisi.
Bangun Infrastruktur, Rekrut Personel, dan Perkuat R&D
Mengutip Visordown, Samantha Liu, General Manager CFMoto Motorsport Management Center, menjelaskan bahwa pusat teknologi balap di Italia masih dalam tahap pembangunan. Perusahaan tengah menyiapkan struktur organisasi, merekrut personel, serta mempersiapkan perpindahan ke gedung baru.

Liu juga menegaskan bahwa fasilitas tersebut tidak akan berdiri sebagai tim yang terpisah dari aktivitas pengembangan produk. Pusat teknologi itu dirancang berdekatan dengan tim desain industri dan R&D CFMoto sehingga kedua bagian dapat bekerja bersama.
Pendekatan ini memungkinkan pengalaman dari dunia balap dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman mengenai teknologi, pengujian, dan pengembangan kendaraan. Dalam kompetisi level tinggi, kemampuan tersebut menjadi bagian penting untuk membangun paket motor yang kompetitif.
CFMoto juga menyadari bahwa perjalanan menuju kelas utama membutuhkan proses panjang. Karena itu, perusahaan memilih membangun fondasi teknis dan organisasi secara bertahap, alih-alih menjadikan debut MotoGP sebagai target yang harus dicapai dalam waktu singkat.
Jalan Menuju MotoGP Masih Panjang
Meski pembangunan fasilitas baru memperlihatkan keseriusan CFMoto, langkah menuju MotoGP belum dapat dipastikan dalam waktu dekat. Persaingan di kelas utama melibatkan kebutuhan investasi besar, pengembangan prototipe, sumber daya teknis, serta kesiapan mengikuti regulasi dan ketentuan komersial kejuaraan.
Lima pabrikan yang saat ini berkompetisi di MotoGP—Ducati, Aprilia, Honda, Yamaha, dan KTM—disebut telah menandatangani perjanjian komersial baru yang berlaku hingga 2031. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan oleh calon pabrikan baru yang ingin masuk ke kelas utama.
Bagi CFMoto, pembangunan pusat teknologi di Italia dapat menjadi salah satu fondasi untuk meningkatkan kemampuan teknis dan memperkuat jaringan di lingkungan balap Eropa. Namun, fasilitas tersebut sendiri belum berarti bahwa perusahaan telah memastikan keikutsertaan di MotoGP.
Dari Moto3 hingga Moto2, CFMoto Perluas Jejak di Grand Prix
CFMoto mulai terlibat dalam kejuaraan Grand Prix pada 2022 melalui kelas Moto3 bersama PrüstelGP, tim asal Jerman. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun eksistensi di kompetisi internasional sekaligus memperkenalkan mereknya kepada penggemar balap dunia.
Perkembangan berikutnya terlihat pada 2024, ketika CFMoto menggantikan GasGas sebagai sponsor utama tim Aspar. Kemitraan ini memperkuat kehadiran merek tersebut di paddock Moto3 dan Moto2.

Hubungan industri CFMoto dengan Pierer Mobility Group (PMG), kelompok yang menaungi KTM, juga menjadi bagian dari perjalanan perusahaan di industri sepeda motor. Keduanya memiliki kerja sama dalam pengembangan dan produksi sejumlah model motor.
Selain memperluas jaringan di Grand Prix, CFMoto juga disebut memiliki ketertarikan terhadap World Superbike (WorldSBK). Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah motor sport V4 SR-RR yang masih dalam tahap pengembangan dan belum diluncurkan secara resmi.
Perluas Program Balap hingga WorldWCR
Langkah CFMoto di dunia balap tidak hanya berfokus pada MotoGP. Pada 2027, perusahaan tersebut dijadwalkan menggantikan Yamaha sebagai pemasok motor untuk WorldWCR, kejuaraan balap khusus pembalap perempuan yang digelar dalam rangkaian WorldSBK.
Keterlibatan di berbagai kategori balap memberikan ruang bagi CFMoto untuk memperluas pengalaman teknis, membangun jaringan, serta meningkatkan pengenalan merek di pasar internasional.
Dengan pembangunan pusat teknologi di Rimini, CFMoto memperlihatkan pendekatan jangka panjang untuk mengembangkan kompetensi motorsport. Ambisi menuju MotoGP memang belum menjadi kepastian, tetapi penguatan infrastruktur, sumber daya manusia, dan program balap menjadi langkah penting untuk mempersiapkan peluang di masa mendatang.
Moto GP
Tim Medis Mandalika Punya Super License Dorna, Siap Tangani Darurat MotoGP
Keselamatan pebalap menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan balap motor kelas dunia. Di balik aksi saling salip dan persaingan kecepatan pada MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), terdapat tim medis yang disiapkan untuk menangani kondisi darurat di lingkungan motorsport.
Tim medis yang bertugas berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Mereka dibekali kompetensi khusus untuk menghadapi berbagai situasi kegawatdaruratan yang dapat terjadi selama aktivitas balap berlangsung, mulai dari respons awal di lintasan hingga proses evakuasi dan penanganan lanjutan.
Kesiapan tersebut didukung pelatihan khusus, simulasi rutin, sistem penanganan medis berlapis, serta pengakuan berupa super license dari Dorna Sports yang disebut diberikan kepada tim medis RSUD NTB.
Tim Medis Dibekali Kompetensi Khusus Motorsport
Penanganan kecelakaan di arena balap membutuhkan kesiapan yang berbeda dari layanan medis pada umumnya. Kecepatan respons, koordinasi antarpetugas, serta kemampuan menangani pasien dalam kondisi darurat menjadi bagian penting dari prosedur keselamatan motorsport.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, sebelumnya menjelaskan bahwa tim medis yang bertugas di Sirkuit Mandalika memiliki kemampuan khusus untuk menangani keadaan darurat dalam olahraga motorsport.
Menurut Iqbal, super license dari Dorna Sports menjadi bentuk pengakuan terhadap kompetensi tim medis RSUD NTB dalam mendukung penyelenggaraan balap motor internasional.
Pengakuan tersebut menempatkan kesiapan tenaga medis sebagai salah satu unsur pendukung penting dalam operasional kejuaraan. Namun, aspek keselamatan tetap bergantung pada koordinasi seluruh unsur terkait, termasuk petugas lintasan, tim evakuasi, dan rumah sakit rujukan.

Motorsport Emergency Academy untuk Pelatihan Khusus
Pengembangan kemampuan tenaga medis Mandalika juga didukung Motorsport Emergency Academy (MEA), program yang dipelopori RSUD Provinsi NTB dan berfokus pada pelatihan kegawatdaruratan di lingkungan motorsport.
Melalui pelatihan ini, tenaga medis dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk merespons insiden yang dapat terjadi di lintasan balap. Materi pelatihan juga didukung latihan serta simulasi rutin setiap tahun agar personel memahami prosedur penanganan darurat sesuai kebutuhan di sirkuit.
Dalam kompetisi dengan kecepatan tinggi, kecelakaan dapat memerlukan pemeriksaan dan pertolongan secepat mungkin. Karena itu, kesiapan personel dan pemahaman terhadap alur evakuasi menjadi bagian penting dari sistem keselamatan.
Latihan berkala juga membantu menguji koordinasi antarpetugas sehingga penanganan dapat dilakukan secara terarah ketika terjadi insiden.
Sistem Medis Mandalika Menggunakan Tiga Lapisan

Layanan medis di Sirkuit Mandalika menggunakan sistem penanganan terintegrasi yang dibagi menjadi tiga lapisan. Setiap lapisan mempunyai fungsi berbeda untuk mendukung penanganan pasien sejak lokasi kejadian hingga fasilitas kesehatan.
Lapisan pertama bertugas merespons insiden secara langsung di area sirkuit. Tim ini menjadi bagian awal dari proses pertolongan ketika terjadi kecelakaan atau kondisi darurat selama aktivitas balap.
Lapisan kedua berfokus pada penanganan kegawatdaruratan dan proses evakuasi pasien. Setelah itu, lapisan ketiga berada di rumah sakit rujukan untuk memberikan pemeriksaan dan perawatan lanjutan sesuai kondisi pasien.
Pembagian tugas tersebut dirancang untuk mendukung koordinasi antartim dan menjaga kesinambungan penanganan medis. Dengan alur yang terintegrasi, setiap personel dapat menjalankan perannya sesuai prosedur yang berlaku.
Didukung Ambulans dan Opsi Evakuasi Helikopter
Selain kesiapan tenaga medis, sistem penanganan darurat di Mandalika didukung fasilitas dan sarana transportasi untuk kebutuhan evakuasi. Informasi yang tersedia menyebut adanya 12 unit ambulans serta skema evakuasi menggunakan helikopter apabila diperlukan.
Fasilitas pendukung lainnya mencakup layanan farmasi dan ruang antidoping. Keberadaan sarana tersebut melengkapi kebutuhan medis dalam penyelenggaraan kompetisi motorsport internasional.
Ketersediaan ambulans dan opsi evakuasi menjadi bagian dari kesiapan menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan situasi di lapangan, kondisi pasien, serta prosedur medis yang berlaku.
Keselamatan Menjadi Bagian Penting MotoGP Mandalika
Penyelenggaraan MotoGP bukan hanya soal performa motor, strategi tim, dan kemampuan pebalap menguasai lintasan. Kesiapan medis juga menjadi elemen penting untuk mendukung keselamatan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Kompetensi tim medis RSUD NTB, pelatihan melalui Motorsport Emergency Academy, sistem penanganan tiga lapis, serta dukungan ambulans dan opsi evakuasi merupakan bagian dari kesiapan medis di Sirkuit Mandalika.
Kombinasi tersebut memperlihatkan pentingnya kerja sama antara tenaga medis, petugas sirkuit, dan fasilitas kesehatan dalam menghadapi risiko olahraga motorsport. Di balik setiap balapan yang berlangsung, kesiapan menghadapi situasi darurat menjadi salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan.

-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
