Motor
ZXMoto Siapkan Mesin V5 Supercharged 1.000 cc, Tenaga Diklaim Tembus 253 Hp!
CHINA – ZXMoto kembali mencuri perhatian dunia roda dua dengan proyek mesin yang tergolong ekstrem. Pabrikan asal China yang didirikan Zhang Xue tersebut dikabarkan tengah mengembangkan mesin V5 berkapasitas sekitar 1.000 cc yang dibekali teknologi supercharger, dengan output yang diproyeksikan mencapai 253 hp.
Jika rencana tersebut terealisasi, ZXMoto akan menjadi salah satu pabrikan yang menawarkan konfigurasi mesin sangat unik di segmen superbike. Bukan hanya mengandalkan lima silinder dalam konfigurasi V, mesin ini juga menggabungkan forced induction melalui supercharger untuk mendongkrak suplai udara ke ruang bakar.
Proyek tersebut diproyeksikan mulai digunakan pada produk ZXMoto sekitar 2028. Menariknya, motor yang menjadi basis mesin ini disebut tetap dirancang untuk mendapatkan homologasi jalan raya, bukan semata-mata sebagai mesin khusus lintasan.
V5 Supercharged dengan Layout Tak Biasa

Gambar awal mesin V5 ZXMoto mulai beredar dan memperlihatkan konstruksi yang cukup menarik. Dari konfigurasi yang terlihat, terdapat lima silinder yang disusun dalam format V, dengan tiga silinder mengarah ke bagian depan dan dua silinder lainnya berada di sisi belakang.
Sudut V yang digunakan belum dapat dipastikan dari gambar tersebut. Namun, konfigurasi lima silinder ini langsung mengingatkan pada salah satu mesin paling ikonik dalam sejarah MotoGP era empat tak, yakni Honda RC211V.
RC211V menggunakan mesin V5 berkapasitas 990 cc dan menjadi salah satu motor legendaris pada era awal MotoGP empat tak. Mesin tersebut juga memiliki sejarah panjang bersama Honda dan pembalap seperti Valentino Rossi.
Bedanya, ZXMoto membawa pendekatan yang jauh lebih modern dengan mengombinasikan konfigurasi V5 dan supercharger.
253 Hp pada 13.500 Rpm
Di atas kertas, spesifikasi mesin V5 ZXMoto ini terdengar sangat agresif. Informasi yang beredar menyebut mesin berkapasitas sekitar 1.000 cc tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum hingga 253 hp pada 13.500 rpm.
Torsinya juga diklaim mencapai 137,5 Nm, sementara bobot mesin berada di kisaran 55 kg.
Kombinasi tersebut membuat proyek ZXMoto semakin menarik. Mesin lima silinder secara karakter memiliki potensi menghasilkan power delivery dan karakter suara yang berbeda dibanding konfigurasi empat silinder konvensional, sementara supercharger memungkinkan suplai udara ke mesin ditingkatkan secara paksa.
Namun, angka tenaga dan torsi tersebut masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari ZXMoto ketika mesin maupun motor produksinya diperkenalkan secara lengkap.
Superbike ZXMoto 1000 RR Disiapkan?
Mesin V5 ini diproyeksikan menjadi basis superbike generasi berikutnya. Mengikuti pola penamaan produk ZXMoto, motor tersebut diperkirakan menggunakan nama ZXMoto 1000 RR.
Target performanya juga tidak main-main. Motor ini dikabarkan memiliki target kecepatan maksimum sekitar 310 km/jam, sementara statusnya tetap diarahkan untuk penggunaan legal di jalan raya.
Jika benar masuk produksi, ZXMoto 1000 RR akan berhadapan dengan superbike berperforma tinggi dari berbagai pabrikan yang sudah lebih dahulu bermain di kelas 1.000 cc.
Tidak berhenti di versi jalan raya, ZXMoto juga disebut sedang mempertimbangkan versi yang lebih ekstrem untuk kebutuhan balap dengan nama ZXMoto 1000 RR-R.
Varian tersebut diproyeksikan mendapatkan performa lebih tinggi serta kemampuan yang lebih berorientasi pada sirkuit.
Terinspirasi RC211V, Tapi Lebih Modern
Penggunaan mesin V5 tentu membuat proyek ZXMoto memiliki daya tarik tersendiri. Konfigurasi tersebut bukan sesuatu yang umum digunakan pada motor produksi modern.
Referensi paling dekat adalah Honda RC211V. Motor balap Honda tersebut menggunakan mesin V5 990 cc dan menjadi salah satu ikon MotoGP generasi awal empat tak.
Namun, ZXMoto tidak sekadar menghidupkan kembali formula V5. Pabrikan China ini menambahkan supercharger sebagai sistem induksi paksa yang bekerja bersama sistem injeksi bahan bakar.
Secara teknis, supercharger memanfaatkan tenaga mekanis mesin untuk memampatkan udara sebelum masuk ke ruang bakar. Dengan suplai udara yang lebih besar, mesin memiliki potensi menghasilkan tenaga lebih tinggi dibanding mesin naturally aspirated dengan kapasitas yang sama.
Tantangannya tentu bukan hanya mengejar angka horsepower. ZXMoto juga harus memastikan temperatur, pendinginan, durability, respons throttle, konsumsi bahan bakar, emisi, serta karakter power delivery tetap dapat dikendalikan.
Menuju Panggung WorldSBK?
Pengembangan superbike V5 ini juga disebut sejalan dengan ambisi Zhang Xue untuk membawa ZXMoto semakin jauh di dunia balap internasional.
Setelah memasuki World Supersport (WorldSSP), ZXMoto dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah berikutnya menuju World Superbike (WorldSBK).
Jika proyek tersebut terealisasi, mesin V5 supercharged dapat menjadi senjata penting untuk membangun identitas ZXMoto di kelas superbike.
Saat ini, berbagai detail seperti bobot motor final, sistem elektronik, gearbox, sasis, aerodinamika, serta spesifikasi final mesin masih menunggu pengumuman resmi.
Namun satu hal sudah cukup jelas: ZXMoto sedang menyiapkan sesuatu yang tidak biasa.
Mesin V5 1.000 cc supercharged dengan klaim 253 hp bukan sekadar proyek untuk mengejar angka tenaga. Jika benar-benar masuk produksi dan kompetisi, proyek ini berpotensi menjadi salah satu langkah paling berani pabrikan China dalam memasuki era baru superbike performa tinggi.
Motor
FUBORU Racing Part Luncurkan Gasket Metal Foam di Final Superprix 2026 Sirkuit Mijen Semarang
SEMARANG – FUBORU Racing Part akan merilis produk terbaru dari lini Racing Series, yaitu gasket berbahan metal foam, pada ajang Final Superprix 2026. Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada 23 dan 24 [bulan] 2026 di Sirkuit Mijen, Semarang.
Pemilihan Final Superprix 2026 sebagai panggung rilis dinilai tepat. Ajang ini mempertemukan para pembalap dan tuner dengan kebutuhan komponen yang andal, sehingga produk Racing Series bisa langsung diperkenalkan kepada target pasarnya.
Gasket Metal Foam untuk Kebutuhan Racing
Gasket Racing Series ini menggunakan material metal foam, yaitu logam berstruktur seluler berpori yang dikenal ringan namun kuat. Karakter material tersebut membuatnya mampu menahan panas tinggi serta meredam tekanan dan getaran, kondisi yang lazim dihadapi komponen penyegel pada mesin yang dipacu di sirkuit.

Dengan material ini, FUBORU memposisikan produknya sebagai alternatif dari gasket konvensional bagi pengguna yang menginginkan ketahanan lebih dalam pemakaian intensif.
Keunggulan yang Ditawarkan
- Tahan panas tinggi, sesuai kebutuhan mesin balap dan modifikasi.
- Daya redam yang baik terhadap getaran dan tekanan.
- Bobot ringan, sejalan dengan kebutuhan komponen racing.
- Struktur kuat untuk membantu menjaga kerapatan sambungan.
Hadir Langsung di Sirkuit
Selama dua hari penyelenggaraan Final Superprix 2026, pengunjung, pembalap, dan para tuner berkesempatan melihat langsung produk ini di [lokasi booth/area FUBORU]. Tim FUBORU juga akan memberikan penjelasan mengenai spesifikasi dan penggunaan gasket Racing Series.
“Kami memilih Final Superprix 2026 karena di sinilah produk racing diuji dan dinilai langsung oleh para pelakunya. Gasket metal foam ini kami hadirkan sebagai bagian dari komitmen FUBORU di dunia balap.”
— [TERRENCE,FUBORU Racing Part]
Electric Vehicle
Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Andalkan Baterai 72V 80Ah
Yadea GT80 menjadi salah satu motor listrik yang menawarkan kemampuan jarak tempuh panjang. Model ini diklaim mampu melaju hingga 190 kilometer dalam sekali pengisian daya, dengan dukungan kombinasi baterai berkapasitas total 72V 80Ah dan motor listrik yang menghasilkan daya puncak 5.000 watt.
Selain mengunggulkan daya jelajah, Yadea GT80 juga dibekali kecepatan maksimum yang diklaim mencapai 90 km/jam. Kombinasi tersebut dirancang untuk menunjang kebutuhan mobilitas dengan jarak perjalanan lebih jauh, tanpa harus terlalu sering melakukan pengisian ulang baterai.
Meski demikian, klaim jarak tempuh maksimal perlu dilihat berdasarkan metode pengujiannya. Yadea GT80 memiliki konfigurasi baterai standar dan opsi baterai tambahan yang menghasilkan kapasitas berbeda, sehingga jarak tempuhnya juga tidak sama.
Baterai 72V 80Ah, Jarak Tempuh Diklaim 190 Km
Yadea GT80 menggunakan baterai standar berkapasitas 72V 50Ah yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 120 kilometer. Bagi pengguna yang membutuhkan daya jelajah lebih jauh, tersedia opsi baterai tambahan berkapasitas 30Ah.
Ketika baterai tambahan tersebut digunakan, kapasitas total meningkat menjadi 72V 80Ah. Dalam konfigurasi ini, jarak tempuh Yadea GT80 diklaim mencapai 190 kilometer berdasarkan pengujian World Motorcycle Test Cycle (WMTC).
WMTC merupakan metode pengujian terstandar untuk mengevaluasi konsumsi energi dan karakteristik kendaraan dalam kondisi pengujian tertentu. Karena itu, hasil pengujian tidak selalu sama dengan jarak yang bisa dicapai ketika motor digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Kondisi jalan, kecepatan berkendara, bobot pengendara, cuaca, tekanan ban, serta pola akselerasi dan pengereman dapat memengaruhi konsumsi energi. Dengan demikian, angka 190 kilometer sebaiknya dipahami sebagai klaim berdasarkan pengujian terstandar, bukan jaminan jarak tempuh dalam semua kondisi.
Motor Listrik 5.000 Watt, Kecepatan Maksimal 90 Km/Jam
Untuk sektor penggerak, Yadea GT80 mengandalkan motor listrik dengan daya puncak 5.000 watt atau setara 5 kW. Tenaga tersebut mendukung kemampuan motor mencapai kecepatan maksimum yang diklaim hingga 90 km/jam.

Perpaduan daya motor dan kapasitas baterai menjadi bagian penting dalam menentukan karakter berkendara serta kebutuhan energi. Namun, daya puncak tidak secara langsung menunjukkan konsumsi energi aktual, karena pemakaian listrik juga dipengaruhi kecepatan, beban, dan kondisi perjalanan.
Pada sektor pengereman, GT80 menggunakan rem cakram di roda depan dan belakang. Sistem tersebut dipadukan dengan Combi Brake System (CBS), yang membantu mendistribusikan pengereman antara roda sesuai mekanisme sistemnya.
Untuk mendukung stabilitas dan kenyamanan berkendara, motor ini juga dilengkapi suspensi hidraulis di bagian depan maupun belakang.
Dimensi Bodi dan Ukuran Ban
Yadea GT80 memiliki dimensi panjang 1.966 mm, lebar 713 mm, dan tinggi 1.333 mm. Ukuran tersebut memberikan gambaran mengenai proporsi bodi motor untuk kebutuhan mobilitas harian.
Pada bagian kaki-kaki, GT80 menggunakan ban depan berukuran 100/90-12 dan ban belakang 120/80-12. Kombinasi ukuran ban tersebut menjadi bagian dari konfigurasi roda yang mendukung karakter berkendara motor listrik ini.
Berikut rangkuman spesifikasi Yadea GT80 berdasarkan informasi yang tersedia:
- Baterai standar: 72V 50Ah
- Baterai tambahan: 30Ah
- Kapasitas total dengan baterai tambahan: 72V 80Ah
- Klaim jarak tempuh baterai standar: hingga 120 km
- Klaim jarak tempuh maksimal: hingga 190 km berdasarkan WMTC
- Daya puncak motor listrik: 5.000 watt
- Kecepatan maksimum: hingga 90 km/jam
- Rem depan dan belakang: cakram
- Sistem pengereman: Combi Brake System (CBS)
- Suspensi depan dan belakang: hidraulis
- Ban depan: 100/90-12
- Ban belakang: 120/80-12
- Dimensi panjang × lebar × tinggi: 1.966 × 713 × 1.333 mm
Siap Menghadapi Tantangan Jarak Tempuh 180 Km Lebih
Yadea GT80 juga disiapkan untuk mengikuti tantangan bertajuk “Yadea Go Beyond Limits 180+ Km on One Charge”. Program ini akan menguji kemampuan motor dalam menempuh perjalanan nyata dengan satu kali pengisian daya.

Pengujian tersebut menarik karena dapat memberikan gambaran mengenai performa jarak tempuh di luar kondisi laboratorium atau pengujian terstandar. Hasilnya juga dapat menjadi bahan perbandingan antara klaim jarak tempuh berdasarkan WMTC dan kemampuan motor ketika digunakan di jalan.
Pada akhirnya, daya jelajah aktual Yadea GT80 baru dapat dinilai secara lebih menyeluruh setelah hasil pengujian perjalanan nyata tersedia. Dengan baterai hingga 80Ah, daya puncak 5.000 watt, dan kecepatan maksimum yang diklaim 90 km/jam, GT80 menawarkan kombinasi spesifikasi yang berfokus pada mobilitas jarak jauh.
Motor
Royal Enfield Hypershift Classic 650 Meluncur di Indonesia, Hanya Ada 17 Unit
Royal Enfield menghadirkan Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun untuk pasar Indonesia. Mengusung jumlah produksi yang sangat terbatas, motor edisi spesial ini dialokasikan hanya sebanyak 17 unit untuk Indonesia, dari total 125 unit yang disiapkan untuk setiap wilayah utama dunia.
Model ini menjadi bagian dari perayaan perjalanan panjang Royal Enfield sejak 1901. Melalui edisi khusus tersebut, pabrikan asal Inggris yang kini berbasis di India itu memadukan desain klasik khas keluarga Classic dengan sentuhan visual eksklusif yang terinspirasi dari sejarah awal merek.
Di Indonesia, Royal Enfield Hypershift Classic 650 ditawarkan dengan harga Rp268.000.000. Konsumen yang berminat dapat mendaftarkan minat pembelian mulai 16 Oktober 2026 pukul 15.30 WIB hingga 27 Oktober 2026 melalui situs resmi Royal Enfield Indonesia.
Finishing Hypershift Berubah Warna
Daya tarik utama Hypershift Classic 650 terletak pada lapisan finishing khusus yang diaplikasikan pada bodinya. Dengan dasar warna kuningan, lapisan Hypershift dapat menampilkan pantulan warna merah, hijau, hingga emas, bergantung pada kondisi pencahayaan dan sudut pandang.

Konsep visual ini menjadi penghormatan terhadap sejarah Royal Enfield yang dimulai pada 1901. Efek perubahan warna memberikan karakter berbeda dibandingkan Classic 650 standar, sekaligus memperkuat kesan eksklusif pada motor edisi peringatan ini.
Meski mendapat sentuhan khusus, identitas desain Classic tetap dipertahankan. Bentuk tangki bahan bakar teardrop dan rumah lampu depan bergaya nacelle tetap menjadi elemen utama yang menghadirkan nuansa motor klasik.
Royal Enfield juga menyematkan emblem emas peringatan 125 tahun, emblem khusus pada panel samping, serta pinstripe yang dikerjakan dengan tangan atau hand-painted. Detail tersebut menambah karakter kolektor pada motor yang dipasarkan dalam jumlah terbatas ini.
Tetap Mengandalkan Mesin 650 Twin
Dari sisi mekanis, Hypershift Classic 650 tetap menggunakan platform mesin Royal Enfield 650 Twin dengan konfigurasi dua silinder. Platform tersebut mempertahankan karakter berkendara yang menjadi ciri keluarga motor Royal Enfield bermesin 650 cc.
Dengan demikian, pembeda utama edisi peringatan ini terletak pada tampilan, detail eksklusif, dan jumlah unit yang terbatas, bukan pada perubahan platform mesin yang disebutkan dalam informasi peluncurannya.
Kombinasi desain retro, finishing Hypershift, dan detail peringatan 125 tahun menjadikan model ini menyasar penggemar motor klasik yang mencari produk dengan nilai eksklusivitas lebih tinggi.

Harga Rp268 Juta, Pendaftaran Minat Dibuka
Royal Enfield Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp268.000.000. Jumlahnya dibatasi hanya 17 unit, sehingga konsumen perlu memperhatikan periode pendaftaran minat pembelian yang telah ditentukan.

Pendaftaran dibuka pada 16 Oktober 2026 mulai pukul 15.30 WIB dan berlangsung hingga 27 Oktober 2026. Konsumen dapat menyampaikan minat melalui situs resmi Royal Enfield Indonesia di https://www.royalenfield.com/id/id/home/.
Dengan kuota yang terbatas, Hypershift Classic 650 menjadi salah satu model spesial Royal Enfield yang membawa identitas sejarah merek ke dalam format motor klasik modern. Perpaduan desain ikonik dan finishing yang berubah warna menjadi ciri utama edisi peringatan 125 tahun ini.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
