Motor
Modifikasi CVT Skutik Awas Asal Kerok, Bisa Bikin Roller Cepat Peang
Modifikasi Continuously Variable Transmission (CVT) atau yang akrab disebut sektor “kirian” menjadi salah satu cara yang banyak dilakukan pemilik skutik untuk mengubah karakter performa motor. Ubahan pada CVT biasanya ditujukan untuk mendapatkan respons akselerasi yang lebih cepat, tarikan bawah yang lebih responsif, atau karakter perpindahan rasio yang sesuai dengan kebutuhan berkendara.
Sejumlah komponen pun kerap menjadi sasaran modifikasi, mulai dari roller, pulley, hingga jalur pergerakan roller. Beberapa pemilik bahkan melakukan pembubutan pulley atau pengerokan jalur roller untuk mengubah rentang kerja pulley.
Namun, modifikasi pada CVT tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika pengerjaan tidak presisi, justru bisa mengganggu mekanisme kerja transmisi dan mempercepat kerusakan komponen. Salah satu masalah yang cukup sering muncul adalah roller CVT yang cepat berubah bentuk atau biasa disebut peang.
Jalur Roller Kasar Bisa Mempercepat Roller Peang

Product Expert Digioto, Liongky, menjelaskan bahwa salah satu penyebab roller cepat peang dapat berasal dari jalur roller pada pulley yang sudah dimodifikasi secara kurang tepat.
Pada beberapa kasus, jalur roller dikerok untuk mengubah pergerakan pulley. Masalah muncul ketika hasil pengerokan tidak rapi dan meninggalkan permukaan yang kasar atau tidak presisi.
“Pulley sudah dibubut, jalur roller dikerok. Makanya kadang ketemu customer yang jelasin, kenapa roller-nya peang terus. Pas dicek ternyata jalurnya sudah dikerok,” jelas Liongky.
Secara mekanis, roller bekerja dengan bergerak mengikuti jalur pada pulley ketika putaran mesin berubah. Pergerakan tersebut membantu mengatur posisi pulley depan dan pada akhirnya mengubah rasio CVT.
Ketika permukaan jalur tidak lagi halus dan memiliki bagian yang kasar, gesekan antara roller dan jalur dapat meningkat. Roller pun menerima beban dan kontak yang tidak ideal sehingga lebih berisiko mengalami keausan maupun perubahan bentuk.
Jangan Sembarangan Menghilangkan Stopper
Selain permukaan jalur roller, bagian lain yang perlu diperhatikan adalah stopper atau pembatas pada ujung jalur roller.
Stopper berfungsi sebagai batas pergerakan roller pada mekanisme pulley. Dalam beberapa modifikasi, bagian tersebut sengaja dihilangkan dengan tujuan membuat pergerakan pulley menjadi lebih jauh sehingga pulley dapat membuka lebih lebar.
Namun, langkah tersebut juga memiliki konsekuensi apabila dilakukan tanpa perhitungan yang tepat.
“Di jalur roller itu di ujungnya ada stopper, kadang itu dihilangkan. Mungkin tujuannya menghilangkan limit pergerakan pulley. Tapi saat dihilangkan, pulley gerak terlalu jauh, maka roller keluar sedikit dari jalur dan bergesek ke tutup rumahnya, makanya peang,” terang Liongky.
Ketika roller bergerak melewati batas kerja yang seharusnya, posisinya dapat menjadi tidak ideal terhadap jalur pulley. Kontak dengan komponen di sekitarnya berpotensi menyebabkan gesekan abnormal dan mempercepat kerusakan roller.

Artinya, menghilangkan stopper bukan sekadar membuat jalur pergerakan menjadi lebih panjang. Perubahan tersebut juga harus mempertimbangkan posisi roller, sudut jalur, clearance antar-komponen, serta batas kerja keseluruhan sistem CVT.
Modifikasi CVT Harus Memperhitungkan Satu Sistem
CVT bekerja sebagai satu kesatuan. Perubahan pada satu komponen dapat memengaruhi cara kerja komponen lainnya.
Misalnya, perubahan pada jalur roller akan memengaruhi pergerakan pulley depan. Perubahan posisi pulley kemudian berhubungan dengan perubahan rasio transmisi dan karakter perpindahan belt.
Karena itu, modifikasi CVT sebaiknya tidak hanya mengejar perubahan tarikan berdasarkan feeling. Kondisi roller, jalur pulley, stopper, rumah roller, belt, hingga komponen CVT lainnya perlu diperhitungkan agar tetap bekerja dalam rentang yang sesuai.
Modifikasi yang presisi dapat ditujukan untuk mengubah karakter motor, tetapi pengerjaan yang terlalu ekstrem atau tidak rapi justru berpotensi mengorbankan durabilitas komponen.
Umur Roller Bisa Lebih Pendek
Dalam kondisi standar dan penggunaan normal, roller CVT umumnya memiliki masa pakai yang cukup panjang. Kisaran pemeriksaan atau penggantian dapat berada di sekitar 10.000–15.000 kilometer, meski interval aktual tetap bergantung pada tipe motor, kondisi komponen, gaya berkendara, beban, dan kondisi CVT.
Jika jalur roller sudah dimodifikasi secara ekstrem dan permukaannya tidak presisi, umur pakai roller bisa menjadi jauh lebih pendek.
Roller yang sudah peang juga tidak lagi bekerja optimal mengikuti jalur pulley. Bentuk roller yang berubah dapat mengganggu pergerakannya sehingga kerja pulley menjadi tidak mulus.
Gejalanya bisa terasa dari tarikan motor yang mulai tersendat, respons akselerasi yang tidak konsisten, hingga munculnya suara atau getaran tidak normal dari area CVT.
Pada akhirnya, modifikasi CVT bukan sekadar soal membuat tarikan motor lebih responsif. Setiap perubahan pada sektor “kirian” harus mempertimbangkan mekanisme kerja CVT secara keseluruhan.
Jadi, kalau ingin melakukan modifikasi pulley atau jalur roller, jangan hanya mengejar angka performa. Presisi pengerjaan dan kesesuaian antar-komponen tetap menjadi kunci agar peningkatan karakter motor tidak dibayar dengan umur komponen yang lebih pendek.
Motor
Yamaha Crosser 2027, Kawin Silang Byson dan WR155R dengan Fitur Bluetooth
Yamaha Crosser 2027 kembali menarik perhatian lewat konsep crossover yang memadukan karakter motor harian dengan gaya adventure. Secara visual, motor ini seperti mengambil elemen dari Yamaha Byson dan WR155R, kemudian dikemas dalam format yang lebih praktis untuk kebutuhan jalan raya.
Model ini hadir dalam dua varian, yakni Yamaha Crosser S ABS Connected dan Crosser Z ABS Connected. Keduanya mempertahankan DNA adventure melalui penggunaan setang tinggi, jok bertingkat, posisi berkendara tegak, serta desain bodi yang siap digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan dengan karakter jalan yang beragam.
Bukan cuma soal tampilan, Yamaha juga memberikan sejumlah teknologi modern. Salah satunya adalah sistem konektivitas Bluetooth yang memungkinkan panel instrumen terhubung dengan aplikasi Yamaha Motor On.

Dua Varian dengan Karakter Berbeda
Yamaha Crosser 2027 ditawarkan dalam dua pilihan, yaitu Crosser S ABS Connected dan Crosser Z ABS Connected.
Secara mekanis keduanya memiliki konsep yang sama, tetapi terdapat perbedaan pada detail desain.
Crosser S lebih diarahkan pada karakter yang lebih urban. Motor ini menggunakan spatbor depan dengan posisi lebih rendah, blok mesin berwarna hitam, serta lengan ayun berwarna hitam.
Sementara itu, Crosser Z mendapatkan tampilan yang lebih adventure dengan spatbor depan berposisi tinggi. Detail blok mesinnya juga menggunakan warna perak sehingga memberikan kesan lebih kokoh.
Perbedaan tersebut membuat konsumen dapat memilih karakter visual sesuai kebutuhan tanpa harus berpindah ke model berbeda.
Desain Crossover dengan DNA Adventure
Secara keseluruhan, Crosser 2027 membawa formula crossover yang cukup jelas.
Bagian depan menggunakan konsep spakbor model paruh bebek, dipadukan dengan setang tinggi dan posisi duduk yang tegak. Jok bertingkat juga memberikan karakter yang identik dengan motor adventure.
Sementara itu, posisi pijakan kaki dirancang agar tetap mendukung kebutuhan berkendara sehari-hari.
Kombinasi tersebut membuat Crosser berada di antara motor jalan raya dan motor adventure. Bukan motor trail murni, tetapi memiliki tampilan serta ergonomi yang lebih siap menghadapi berbagai kondisi jalan dibandingkan motor komuter konvensional.
Full LED dan Panel Digital Bluetooth

Masuk ke sektor teknologi, Yamaha Crosser 2027 sudah menggunakan sistem pencahayaan LED.
Lampu depan menggunakan model proyektor, sementara panel instrumen menggunakan layar digital LCD.
Menariknya, panel tersebut sudah mendukung konektivitas Bluetooth dan dapat terhubung dengan aplikasi Yamaha Motor On.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengakses sejumlah informasi seperti konsumsi bahan bakar, riwayat perjalanan, jadwal perawatan, lokasi parkir, serta peringkat efisiensi bahan bakar melalui indikator ECO.
Sistem konektivitas juga dapat memberikan notifikasi terkait panggilan telepon, pesan, hingga level baterai smartphone.
Fitur Pendukung untuk Penggunaan Harian
Yamaha Crosser 2027 juga mendapatkan sejumlah fitur yang cukup relevan untuk penggunaan sehari-hari.
Tersedia port pengisian daya 12V serta indikator mode ECO untuk membantu pengendara memantau gaya berkendara yang lebih efisien.
Sistem engine cut-off juga terintegrasi dengan standar samping. Artinya, sistem dapat membantu mencegah mesin tetap bekerja ketika standar samping berada dalam kondisi tertentu.
Untuk sektor pengereman, Crosser sudah menggunakan cakram pada roda depan dan belakang. Sistem ABS tersedia pada roda depan.
Klaim Konsumsi BBM 43,1 Km/L
Salah satu angka yang menarik dari Yamaha Crosser 2027 adalah klaim konsumsi bahan bakarnya.
Yamaha menyebut motor ini mampu mencatat konsumsi hingga 43,1 km/liter.
Dengan tangki bahan bakar berkapasitas 12 liter, secara hitungan teoritis Crosser dapat menempuh sekitar 517 km dalam satu kali pengisian penuh.
Angka tersebut tentu merupakan perhitungan berdasarkan klaim konsumsi dan kapasitas tangki. Jarak tempuh aktual tetap dapat berubah tergantung kecepatan, kondisi jalan, beban, tekanan ban, gaya berkendara, serta kondisi lalu lintas.
Namun, jika klaim tersebut tercapai dalam kondisi penggunaan tertentu, jarak tempuhnya cukup menarik untuk sebuah motor crossover.
Harga Mulai Rp78 Jutaan di Brasil
Untuk pasar Brasil, Yamaha Crosser S ABS Connected 2027 dibanderol 22.890 Real Brasil.
Jika dikonversikan berdasarkan angka yang tercantum dalam informasi tersebut, harganya berada di kisaran Rp78 jutaan.
Sementara Crosser Z ABS Connected dipasarkan dengan harga 23.090 Real Brasil atau sekitar Rp79 jutaan.
Harga tersebut merupakan harga pasar Brasil dan tidak bisa langsung dijadikan patokan harga apabila model ini dipasarkan di Indonesia karena struktur pajak, biaya distribusi, spesifikasi, serta kebijakan harga tiap negara dapat berbeda.
Crossover 150 cc dengan Paket yang Lengkap
Yamaha Crosser 2027 menawarkan formula yang cukup menarik untuk segmen crossover. Desain adventure, posisi berkendara tegak, setang tinggi, serta dua pilihan karakter S dan Z membuat motor ini memiliki identitas yang berbeda dari motor komuter biasa.
Di sisi teknologi, kehadiran ABS, full LED, panel digital, Bluetooth, serta konektivitas Yamaha Motor On membuatnya semakin relevan dengan kebutuhan pengguna modern.
Sementara klaim konsumsi 43,1 km/liter dan tangki 12 liter memberikan potensi jarak tempuh teoritis hingga sekitar 517 km.
Dengan harga di Brasil mulai Rp78 jutaan, Yamaha Crosser 2027 menjadi salah satu motor crossover 150 cc yang menarik untuk diperhatikan. Tinggal satu pertanyaan untuk pasar Indonesia: apakah Yamaha akan membawa Crosser ke Tanah Air dengan spesifikasi dan paket teknologi serupa?
Motor
Lampu Check Engine Yamaha NMAX Tiba-Tiba Menyala? Bisa Jadi Karena Hal Ini
Lampu indikator check engine tiba-tiba menyala di panel instrumen Yamaha All New NMAX tentu bisa membuat pemilik motor langsung waswas. Apalagi jika sebelumnya motor masih terasa normal dan tidak menunjukkan gejala gangguan pada mesin.
Namun, dalam kondisi tertentu, munculnya indikator tersebut tidak selalu berarti terdapat kerusakan berat pada mesin. Salah satu kasus yang dapat terjadi berkaitan dengan pembacaan sensor posisi poros engkol atau Crankshaft Position Sensor (CPS).
Pada unit tertentu, kondisi ketika motor dimatikan secara mendadak dengan menurunkan standar samping disebut dapat membuat sistem membaca kondisi putaran crankshaft sebagai sesuatu yang tidak normal. Akibatnya, ECU dapat menyimpan kode kesalahan dan menyalakan indikator check engine.
Standar Samping Bisa Memicu Pembacaan Abnormal

Salah satu kondisi yang dikaitkan dengan kasus ini adalah ketika standar samping diturunkan secara tiba-tiba saat motor sedang bergerak dengan kecepatan rendah atau ketika hendak berhenti.
Ketika kondisi tersebut terjadi, putaran mesin dapat berhenti secara mendadak. Sistem elektronik kemudian mendeteksi perubahan posisi dan putaran crankshaft melalui sensor CPS.
Pada unit tertentu, pembacaan tersebut dapat dianggap sebagai kondisi abnormal dan memicu penyimpanan kode kesalahan pada ECU.
Salah satu kode yang dapat muncul adalah P0335, yang berkaitan dengan rangkaian atau sinyal Crankshaft Position Sensor.
Namun, munculnya kode P0335 tidak otomatis berarti sensor CPS mengalami kerusakan secara fisik. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Apa Fungsi Sensor CPS?
CPS merupakan salah satu sensor penting dalam sistem kontrol mesin modern.
Sensor ini membaca posisi dan putaran crankshaft, kemudian mengirimkan informasi tersebut ke ECU. Data tersebut digunakan ECU sebagai salah satu parameter untuk menentukan pengaturan kerja mesin.
Karena berkaitan dengan posisi crankshaft, gangguan pada sinyal CPS dapat membuat ECU mendeteksi adanya ketidaksesuaian.
Itulah sebabnya ketika sistem menyimpan kode yang berkaitan dengan CPS, pemeriksaan tidak sebaiknya dilakukan hanya dengan mengganti sensor secara langsung. Teknisi perlu memastikan terlebih dahulu apakah masalah berasal dari sensor, rangkaian kelistrikan, konektor, atau kondisi pembacaan yang terjadi sebelumnya.
Kenapa Check Engine Bisa Menyala Padahal Motor Normal?
Ini bagian yang sering membuat pemilik NMAX bingung.
Pada kasus tertentu, indikator check engine dapat menyala sementara motor masih bisa dihidupkan dan digunakan seperti biasa. Hal tersebut dapat terjadi karena ECU telah menyimpan kode kesalahan meskipun kondisi gangguan tidak lagi berlangsung.
Dengan kata lain, lampu indikator merupakan tanda bahwa sistem elektronik mendeteksi atau merekam kondisi yang dianggap tidak normal. Bukan berarti setiap kali indikator menyala, mesin langsung mengalami kerusakan mekanis.
Meski begitu, indikator check engine tetap tidak boleh diabaikan, terutama apabila lampu kembali menyala setelah dilakukan reset atau muncul bersamaan dengan gejala seperti mesin sulit dihidupkan, performa menurun, atau putaran mesin tidak stabil.
Bisa Dicek Menggunakan Yamaha Diagnostic Tool
All New NMAX sudah menggunakan sistem diagnostik elektronik yang memungkinkan teknisi melakukan pemeriksaan terhadap sistem kendaraan.
Yamaha Diagnostic Tool atau YDT digunakan untuk membantu teknisi membaca informasi malfungsi yang tersimpan di sistem elektronik sepeda motor.
Jika lampu check engine muncul, teknisi dapat melakukan pemeriksaan menggunakan perangkat tersebut untuk mengetahui kode kesalahan yang tersimpan.
Dalam kasus yang hanya berkaitan dengan error tersimpan, kode dapat dihapus setelah penyebabnya dipastikan. Namun, apabila kode kembali muncul, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mencari sumber masalah.
Jangan Langsung Ganti CPS
Ketika muncul kode yang berhubungan dengan Crankshaft Position Sensor, bukan berarti langkah pertama harus langsung mengganti CPS.
Teknisi perlu melakukan diagnosis terlebih dahulu. Pemeriksaan dapat mencakup sensor, konektor, kabel, serta kondisi sistem yang berkaitan dengan pembacaan posisi crankshaft.
Hal ini penting karena kode kesalahan pada sistem elektronik merupakan petunjuk untuk proses diagnosis, bukan selalu diagnosis akhir.
Dengan pemeriksaan menggunakan perangkat diagnostik yang sesuai, penyebab masalah dapat diketahui dengan lebih tepat dan pemilik motor tidak perlu mengganti komponen yang sebenarnya masih berfungsi normal.
Kapan NMAX Harus Dibawa ke Bengkel?
Jika lampu check engine hanya muncul setelah kondisi tertentu dan motor tetap bekerja normal, pemilik tidak perlu langsung panik. Namun, pemeriksaan tetap disarankan untuk memastikan kode yang tersimpan di ECU.
Terlebih jika indikator muncul berulang kali setelah dilakukan reset. Kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai error biasa karena bisa menunjukkan adanya gangguan yang masih terjadi.
Jika motor masih dalam masa garansi, pemeriksaan di bengkel resmi Yamaha menjadi pilihan yang tepat. Sampaikan kepada teknisi kapan indikator mulai menyala dan kondisi motor saat kejadian, misalnya ketika standar samping diturunkan atau setelah motor berhenti secara mendadak.
Informasi tersebut dapat membantu teknisi mempersempit proses diagnosis.
Kesimpulan
Lampu check engine Yamaha NMAX yang tiba-tiba menyala tidak selalu berarti mesin mengalami kerusakan berat. Pada kondisi tertentu, sistem dapat menyimpan kode kesalahan akibat pembacaan sensor CPS yang dianggap abnormal.
Kode P0335 yang berkaitan dengan Crankshaft Position Sensor juga tidak otomatis berarti CPS harus diganti. Pemeriksaan menggunakan Yamaha Diagnostic Tool diperlukan untuk mengetahui apakah kode tersebut hanya tersimpan atau terdapat masalah yang masih berlangsung.
Jadi, jika check engine NMAX menyala, jangan langsung panik dan jangan pula mengabaikannya. Lakukan diagnosis terlebih dahulu agar penyebabnya bisa dipastikan dan penanganan dilakukan berdasarkan kondisi sebenarnya.
Motor
Vespa GTS 310 Edizione Ottantesimo Resmi Diperkenalkan, Cuma 1.946 Unit di Dunia
Vespa memasuki usia 80 tahun dengan menghadirkan model edisi khusus yang menggabungkan identitas klasik dan teknologi modern. Salah satunya adalah Vespa GTS 310 Edizione Ottantesimo, edisi terbatas yang pertama kali diperkenalkan dalam ajang Vespa Days di Roma.
Mengambil basis Vespa GTS 310 dengan mesin HPE, model ini mendapatkan sejumlah sentuhan khusus yang membuatnya berbeda dari GTS 310 standar. Tidak hanya mengandalkan permainan warna dan grafis, Vespa juga membawa sejumlah elemen desain yang mengambil inspirasi dari sejarah panjang merek asal Italia tersebut.

Nama Edizione Ottantesimo sendiri merujuk pada perayaan 80 tahun Vespa. Menariknya, jumlah produksinya juga memiliki hubungan langsung dengan sejarah kelahiran Vespa.
Hanya 1.946 Unit di Dunia
Vespa GTS 310 Edizione Ottantesimo diproduksi secara sangat terbatas, yakni hanya 1.946 unit untuk pasar global.
Angka tersebut bukan dipilih secara acak. Tahun 1946 merupakan tahun kelahiran Vespa, sehingga angka produksi 1.946 unit menjadi bagian dari identitas historis edisi spesial ini.
Dengan jumlah produksi terbatas, GTS 310 Edizione Ottantesimo tidak hanya diposisikan sebagai skuter premium, tetapi juga sebagai model koleksi yang membawa cerita perjalanan Vespa sejak awal kemunculannya hingga memasuki usia delapan dekade.
Sentuhan Klasik pada Basis GTS 310
Secara teknis, GTS 310 Edizione Ottantesimo masih menggunakan basis GTS 310 HPE. Namun, sektor desain mendapatkan berbagai detail eksklusif.
Salah satu yang paling mencolok adalah penggunaan warna hijau khusus pada jok dan pelek. Warna tersebut mengambil referensi visual dari karakter Vespa generasi awal.
Peleknya berukuran 12 inci dengan desain metal pejal yang terinspirasi dari Vespa 98 tahun 1946, model yang menjadi tonggak awal perjalanan Vespa.
Kombinasi tersebut membuat tampilan GTS 310 tetap modern, tetapi memiliki koneksi visual yang kuat dengan sejarah produk Vespa.
Grafis “80” Jadi Identitas Utama
Identitas sebagai model perayaan 80 tahun semakin kuat melalui grafis angka “80” tiga dimensi yang ditempatkan pada bagian samping bodi.
Selain itu, terdapat plakat nomor seri di bawah jok sebagai penanda eksklusivitas masing-masing unit.
Bagian belakang juga mendapatkan penutup jok yang memiliki warna senada dengan bodi. Cover tersebut dapat dilepas-pasang sehingga konfigurasi motor dapat disesuaikan ketika digunakan sendiri maupun saat membawa penumpang.
Mesin HPE 310 cc Tetap Jadi Andalan
Di balik tampilan edisi khusus tersebut, Vespa GTS 310 Edizione Ottantesimo tetap mengandalkan mesin HPE berkapasitas 310 cc.
Mesin satu silinder tersebut menggunakan sistem pendinginan cairan dan telah memenuhi standar emisi Euro 5+. Output tenaganya berada di kisaran 25 hp.
Karakter mesin ini memberikan GTS 310 kemampuan yang lebih dari sekadar skuter untuk mobilitas perkotaan. Kapasitas mesin 310 cc juga membuatnya memiliki ruang performa yang cukup untuk digunakan dalam perjalanan dengan jarak lebih jauh.
Penyaluran tenaga menggunakan transmisi otomatis CVT, sehingga karakter berkendaranya tetap praktis sesuai konsep skuter.
Fitur Modern Lengkap
Meski mengedepankan desain bernuansa historis, Vespa tidak mengorbankan perangkat modern.
GTS 310 Edizione Ottantesimo mendapatkan sistem pencahayaan full LED serta panel instrumen TFT berwarna berukuran 5 inci. Sistem tersebut juga mendukung konektivitas Vespa MIA.

Untuk akses kendaraan, tersedia sistem keyless ignition. Sementara itu, aspek kenyamanan didukung lampu pada kompartemen bawah jok dan area pelindung kaki.
Sektor keselamatan juga cukup lengkap. Sistem pengereman menggunakan rem cakram hidrolik yang dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS), sementara kontrol traksi elektronik ASR tersedia sebagai fitur standar.
Bukan Sekadar Motor, Ada Paket Koleksi
Eksklusivitas GTS 310 Edizione Ottantesimo tidak berhenti pada motornya.
Setiap pembelian dilengkapi helm jet berlisensi DOT dengan desain yang dibuat serasi dengan karakter motor. Konsumen juga mendapatkan coffee table book dari penerbit Assouline yang berisi arsip foto dan berbagai materi visual ikonik Vespa.
Paket tersebut semakin menegaskan posisi GTS 310 Edizione Ottantesimo sebagai bagian dari perayaan sejarah, bukan sekadar varian dengan kosmetik berbeda.
Merayakan 80 Tahun dengan DNA Vespa
Vespa GTS 310 Edizione Ottantesimo menjadi representasi bagaimana Vespa mencoba menghubungkan sejarah dengan teknologi modern.
Basis GTS 310 HPE memberikan performa dan fitur yang sesuai kebutuhan masa kini, sementara detail seperti warna hijau, pelek bergaya klasik, grafis “80”, dan angka produksi 1.946 unit membawa kembali cerita Vespa sejak 1946.
Dengan produksi global yang sangat terbatas, model ini berpotensi menjadi salah satu Vespa yang menarik perhatian kolektor. Terlebih lagi, setiap unit tidak hanya membawa identitas edisi 80 tahun, tetapi juga dilengkapi perlengkapan khusus berupa helm dan coffee table book.
Bagi penggemar Vespa, Edizione Ottantesimo bukan sekadar GTS 310 dengan tampilan berbeda. Motor ini menjadi penanda perjalanan 80 tahun sebuah ikon roda dua Italia yang terus mempertahankan DNA desainnya sambil beradaptasi dengan teknologi modern.
-
Motor Balap2 years agoWawan Wello Resmi Comeback! Siap Tarung di LFN HP969 & Yamaha Cup Race! 🔥
-
Motor3 years ago
Polytron Memperkenalkan 11 Fitur Baru pada Motor Listrik Fox-R
-
Mobil2 years agoPORSCHE RWB GARAPAN AKIRA NAKAI: MODIFIKASI YANG MENJADI INVESTASI SENI MEWAH
-
Motor1 year agoHonda Wave 125 Terbaru Resmi Meluncur di Thailand: Bebek Legendaris, Iritnya Bikin Dompet Senyum Lebar .
-
Motor2 years agoSuzuki DR-Z4 Series 2025: Andalan Baru di Segmen Motor Trail & Supermoto!
-
Motor2 years ago“Yamaha Luncurkan Motor Turing Ganteng di Indonesia! Ini Dia Harganya yang Bikin Melongo!”
-
Mobil2 years agoJetour T2 Siap Tantang Chery J6 di Pasar SUV Off-road!
-
Event3 years ago
Kia EV9 GT-Line Unjuk Gigi di GIIAS Bandung, Harganya Dekati Rp 2 Miliar OTR
