Connect with us

Motor Balap

MRS 2026 Putaran 4 Uji Regulasi Baru, 108 Starter Siap Adu Cepat di Mandalika

Published

on

Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 memasuki putaran keempat dengan atmosfer yang semakin kompetitif. Seri kali ini memiliki nilai strategis karena digelar hanya sekitar tiga minggu sebelum Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit.

Putaran keempat MRS 2026 diikuti total 108 starter dari kelas Kejurnas hingga kelas pendukung. Kehadiran para pembalap dari berbagai kategori menjadikan ajang ini bukan hanya sebagai kompetisi nasional, tetapi juga bagian dari proses pembinaan dan peningkatan standar balap menuju level internasional.

Dari total tersebut, kelas Kejurnas menyumbang 80 starter. Rinciannya terdiri dari National Sport 150cc (NS150) sebanyak 16 starter, National Sport 250cc (NS250) dengan 29 starter, serta Supersport 600cc (SS600) yang diikuti 4 starter.

Sementara itu, kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC U-15) diikuti 31 starter. Untuk kelas pendukung, terdapat 29 starter yang terbagi ke dalam Underbone 150cc dengan 10 starter dan Junior Sport 250 U-18 dengan 18 starter.

Uji Regulasi Baru Menuju Standar Balap Internasional

Selain persaingan di lintasan, MRS 2026 Putaran 4 juga menjadi momentum penerapan dan pengujian sejumlah regulasi baru. PRIDE Motorsport bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) mulai menerapkan beberapa perubahan yang berkaitan dengan kualifikasi, dispensasi pembalap, hingga prosedur pit lane.

Salah satu perubahan terdapat pada sistem kualifikasi kelas NS250 dan IJTC. Jumlah pembalap yang mendapatkan tiket langsung menuju Q2 dari sesi latihan resmi bertambah dari sebelumnya 10 menjadi 14 pembalap.

Sementara dari Q1, jumlah pembalap yang berhak melaju ke Q2 juga meningkat. Jika sebelumnya hanya dua pembalap tercepat, kini empat pembalap dengan catatan waktu terbaik dari Q1 akan mendapatkan kesempatan melanjutkan ke sesi kualifikasi berikutnya.

Perubahan tersebut membuat persaingan menuju posisi start semakin terbuka. Pembalap tidak hanya dituntut mencatat waktu cepat sejak latihan bebas, tetapi juga harus mampu menjaga konsistensi performa ketika menghadapi persaingan ketat di Q1.

Ada Aturan Dispensasi untuk Pembalap yang Terkendala

Regulasi baru lainnya berkaitan dengan pembalap yang mengalami kendala teknis maupun cedera selama sesi latihan. Pembalap tetap dapat mengikuti balapan dengan posisi start dari grid paling belakang, selama memenuhi persyaratan catatan waktu.

Syaratnya, pembalap harus memiliki catatan waktu minimal 107 persen dari pembalap tercepat pada sesi FP1 atau FP2. Aturan ini memberikan jalur dispensasi bagi pembalap yang menghadapi masalah saat latihan, sekaligus tetap mempertahankan batas performa minimum untuk turun dalam balapan.

Prosedur Pit Lane dan Warm-Up Makin Diperketat

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian melalui pengetatan prosedur di pit lane dan pit exit. Salah satunya adalah pembatasan maksimal 10 pembalap yang diperbolehkan melakukan start dari pit lane.

Aturan mengenai Warm-Up Lap dari pit lane juga diperketat. Pelanggaran terhadap prosedur tersebut dapat berujung pada Double Long Lap Penalty. Selain itu, penggunaan lampu hijau serta kepatuhan terhadap pit limiter di area pit exit menjadi bagian penting yang harus diperhatikan pembalap dan tim.

Regulasi ini ditujukan untuk mengurangi potensi konflik pergerakan pembalap di area pit exit, terutama ketika banyak rider keluar menuju lintasan dalam waktu yang berdekatan.

MRS Jadi Panggung Pembinaan Pembalap Muda

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menilai Mandalika Racing Series memiliki peran penting dalam membentuk mental dan pengalaman kompetitif pembalap muda Indonesia.

“MRS menjadi panggung penting bagi para pembalap muda untuk menempa mental kompetitif, mengikuti jejak local heroes Indonesia seperti Veda Ega Pratama dan Mario Aji yang menembus kejuaraan dunia,” ujar Ananda Mikola.

Dengan kombinasi kompetisi nasional, kelas pembinaan usia muda, serta penerapan regulasi yang mengarah pada standar balap internasional, MRS menjadi salah satu tahapan penting bagi pembalap Indonesia untuk mengembangkan kemampuan sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi.

Menariknya, penonton dapat menyaksikan langsung persaingan MRS 2026 Putaran 4 secara gratis dari Grand Stand A. Bagi yang tidak dapat hadir ke sirkuit, balapan juga dapat diikuti melalui live streaming resmi di kanal YouTube Mandalika Racing Series.

Motor

Suzuki GSX-R1000R Stealth Edition Cuma 10 Unit, Tampil Serba Hitam

Published

on

By

Suzuki kembali menghadirkan edisi khusus untuk penggemar motor sport melalui GSX-R1000R Stealth Edition. Model spesial ini diperkenalkan khusus untuk pasar Italia dengan tampilan serba hitam dan sejumlah komponen tambahan yang membuatnya berbeda dari GSX-R1000R standar.

Konsep Stealth Edition terinspirasi dari lini mesin tempel Stealth milik Suzuki. Identitas tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam tampilan GSX-R1000R melalui dominasi warna hitam dengan perpaduan finishing glossy dan matte pada sejumlah bagian bodi.

Tidak hanya mengandalkan perubahan kosmetik, Suzuki juga memberikan beberapa komponen aftermarket dan aksesori khusus, termasuk knalpot titanium Akrapovic serta winglet berbahan serat karbon.

Serba Hitam dengan Finishing Glossy dan Matte

Dari sisi desain, karakter utama GSX-R1000R Stealth Edition langsung terlihat melalui penggunaan warna hitam pada hampir seluruh bodi.

Perpaduan permukaan glossy dan matte membuat tampilan motor tetap memiliki permainan visual meskipun menggunakan satu warna dominan. Konsep tersebut memberikan kesan lebih agresif sekaligus mempertahankan karakter sportbike khas keluarga GSX-R.

Bagian windshield juga menggunakan warna smoked sehingga semakin memperkuat tema gelap pada edisi khusus ini.

Untuk bagian belakang, Suzuki memberikan penutup jok atau single-seat cowl yang membuat konfigurasi motor terlihat lebih menyerupai motor satu tempat duduk.

Knalpot Titanium Akrapovic Jadi Pembeda

Salah satu perubahan teknis yang paling menonjol pada GSX-R1000R Stealth Edition terdapat pada sistem pembuangan.

Suzuki memasangkan knalpot titanium Akrapovic sebagai bagian dari paket edisi khusus. Material titanium dikenal banyak digunakan pada dunia performa karena memiliki bobot relatif ringan dibandingkan sejumlah material logam konvensional serta memiliki karakter khas pada penggunaan motorsport.

Selain knalpot, tampilan bagian depan juga mendapatkan sentuhan serat karbon melalui pemasangan winglet.

Kombinasi winglet carbon, windshield smoked, dan finishing hitam membuat karakter visual GSX-R1000R Stealth Edition semakin dekat dengan gaya superbike berorientasi performa.

Nomor Produksi Jadi Penanda Eksklusivitas

Eksklusivitas motor ini semakin kuat karena Suzuki hanya menyiapkan 10 unit untuk pasar Italia.

Nomor produksi edisi terbatas ditempatkan pada bagian penutup airbox. Detail tersebut menjadi penanda bahwa setiap unit merupakan bagian dari produksi yang sangat terbatas.

Harga yang ditawarkan di Italia mencapai €21.690 atau sekitar Rp440 jutaan. Nilai dalam rupiah dapat berubah mengikuti kurs, dan harga tersebut merupakan harga di pasar Italia.

Stealth Edition juga disebut hanya tersedia untuk pasar Italia dan tidak diumumkan untuk dipasarkan di negara lain.

Mengingatkan pada GSX-R1000R Phantom

Kehadiran Stealth Edition memiliki kemiripan konsep dengan sejarah edisi khusus GSX-R1000R Phantom.

Phantom terakhir diperkenalkan pada 2021 dengan sejumlah sentuhan khusus, termasuk sistem knalpot Yoshimura, windshield smoked double bubble, single-seat cowl, tank pad, serta sejumlah trim tambahan.

Edisi tersebut juga mendapatkan komponen yang lebih berorientasi pada kebutuhan penggunaan di lintasan, seperti pelindung tuas rem dan kopling.

Jauh sebelumnya, nama Phantom juga pernah digunakan pada generasi GSX-R1000 K6 pada pertengahan 2000-an. Generasi tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah superbike GSX-R1000.

GSX-R1000R Kembali Setelah Pembaruan Emisi

GSX-R1000R sendiri memiliki perjalanan yang cukup panjang di pasar global. Model ini sempat menghadapi penghentian penjualan di sejumlah pasar karena tuntutan regulasi emisi.

Suzuki kemudian kembali memasarkan GSX-R1000R pada 2026 setelah menghadirkan pembaruan yang memenuhi standar Euro 5+ pada akhir 2025.

Kini, GSX-R1000R Stealth Edition menjadi tambahan terbaru dalam jajaran edisi khusus superbike Suzuki.

Dengan produksi hanya 10 unit di Italia, karakter Stealth Edition lebih ditekankan pada eksklusivitas, detail kosmetik khusus, dan tambahan komponen performa dibandingkan perubahan besar pada platform GSX-R1000R.

Continue Reading

Motor

Husqvarna TE 300 Pro 2027 Resmi Diperkenalkan, Enduro Spek Balap dengan Part Premium

Published

on

By

Husqvarna kembali memperkuat lini motor off-road dengan memperkenalkan TE 300 Pro 2027. Motor enduro ini disiapkan untuk pengendara yang membutuhkan performa, kontrol, serta durabilitas tinggi ketika menghadapi medan teknis dan jalur kompetisi.

Sebagai varian Pro, Husqvarna tidak hanya memberikan tampilan khusus. TE 300 Pro 2027 mendapatkan sejumlah komponen premium dari lini Hard Parts dan Factory Racing yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan motor ketika digunakan di medan enduro.

Mulai dari suspensi WP XACT, perangkat roda Factory Racing, sistem pengereman, hingga perlindungan pada bagian bawah motor, paket yang ditawarkan dibuat untuk menghadapi karakter lintasan off-road yang penuh batu, tanjakan, turunan, serta perubahan permukaan secara cepat.

Tampil Agresif dengan Rangka Putih

Secara visual, TE 300 Pro 2027 tampil dengan ciri khas rangka berwarna putih yang dipadukan bodi berkelir putih dan abu-abu. Jok bergaris abu-abu serta Factory Frame Protector putih turut memperkuat karakter kompetisinya.

Factory Frame Protector bukan hanya berfungsi sebagai pelindung rangka dari benturan dan gesekan. Komponen ini juga membantu memberikan bidang kontak yang lebih baik bagi kaki pengendara ketika melakukan manuver di medan teknis.

Untuk struktur sasis, Husqvarna menggunakan rangka baja kromium-molibdenum yang menjadi bagian dari konstruksi motor enduro modern mereka.

Kombinasi konstruksi rangka dan komponen pendukung tersebut ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara kekuatan, kontrol, dan karakter handling ketika motor digunakan di medan off-road.

Suspensi WP XACT untuk Medan Teknis

Sektor kaki-kaki menjadi salah satu bagian penting pada sebuah motor enduro. TE 300 Pro 2027 dibekali garpu depan WP XACT Closed Cartridge yang dipadukan dengan shock belakang WP XACT.

Kombinasi tersebut dirancang untuk menjaga traksi roda ketika motor melewati permukaan yang tidak rata sekaligus memberikan kontrol saat menghadapi berbagai karakter lintasan.

Suspensi juga berperan dalam menjaga kestabilan motor ketika kecepatan meningkat. Dengan karakter lintasan enduro yang dapat berubah secara cepat, kemampuan suspensi dalam merespons kontur permukaan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kontrol pengendara.

Husqvarna turut menyediakan Map Select Switch di area setang. Perangkat ini memungkinkan pengendara memilih karakter respons mesin sesuai kebutuhan dan kondisi lintasan.

Dengan demikian, ketika karakter jalur berubah dari permukaan cepat menuju bagian yang lebih teknis, pengendara dapat melakukan penyesuaian karakter motor secara lebih praktis.

Paket Factory Racing di Sektor Roda

Status Pro semakin terlihat dari penggunaan Factory Racing Wheel Set. Paket tersebut menggunakan pelek EXCEL Takasago yang dikenal sebagai komponen berorientasi off-road, dipadukan dengan hub hasil proses CNC.

Sistem pengereman menggunakan cakram GALFER, sementara roda belakang mendapatkan sproket SUPERSPROX Stealth.

Kombinasi roda, hub, cakram, dan sproket tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung respons motor sekaligus menghadapi beban dan benturan yang umum terjadi pada lintasan enduro.

Husqvarna juga memberikan perlindungan tambahan pada area yang rentan terkena benturan. TE 300 Pro 2027 dilengkapi pelindung cakram rem depan dan belakang serta pelindung untuk silinder slave kopling.

Proteksi Bagian Bawah Motor

Medan enduro tidak hanya menuntut performa, tetapi juga perlindungan terhadap komponen vital motor. Bagian bawah TE 300 Pro 2027 mendapatkan Factory Skid Plate dengan perlindungan sambungan terintegrasi.

Komponen ini berfungsi sebagai tameng ketika bagian bawah motor berhadapan langsung dengan batu, akar, maupun rintangan lain di jalur.

Perlindungan tambahan tersebut menjadi penting karena bagian bawah motor merupakan salah satu area yang cukup rentan terkena benturan ketika melibas medan off-road dengan kontur ekstrem.

Kontrol Pengendara Jadi Perhatian

Husqvarna juga melengkapi TE 300 Pro 2027 dengan sejumlah perangkat yang mendukung kontrol pengendara.

Grip menggunakan ODI lock-on berbahan lembut berwarna abu-abu, sementara desain jok bergaris ditujukan untuk memberikan dukungan sekaligus menjaga posisi pengendara ketika motor melewati medan yang berubah-ubah.

Untuk sistem pengereman dan kopling, Husqvarna mengandalkan perangkat hidrolik Brembo. Sistem pengereman dilengkapi cakram depan floating dan cakram belakang solid.

Rem belakang juga mendapatkan pengaman kawat, ditambah pelindung cakram belakang berwarna hitam untuk memberikan proteksi ekstra ketika motor digunakan di medan off-road.

Sebagai pelengkap kebutuhan adventure dan kompetisi, tersedia pula tali penarik pada bagian depan.

Mulai Tersedia Oktober 2026

Dengan kombinasi sasis, suspensi WP, perangkat roda Factory Racing, sistem pengereman Brembo dan GALFER, serta berbagai pelindung tambahan, Husqvarna TE 300 Pro 2027 membawa paket yang memang diarahkan untuk kebutuhan enduro berorientasi kompetisi.

Husqvarna TE 300 Pro 2027 dijadwalkan mulai tersedia melalui dealer resmi Husqvarna Mobility pada Oktober 2026.

Bagi penggemar off-road yang mengutamakan kontrol, traksi, sekaligus kesiapan menghadapi medan teknis, varian Pro ini menawarkan paket komponen yang lebih lengkap dibanding sekadar ubahan kosmetik.

Continue Reading

Moto GP

Lenovo Gunakan AI untuk Bantu Pembalap Muda Ducati Tingkatkan Performa Balap

Published

on

By

Perkembangan teknologi di dunia balap semakin jauh dari sekadar urusan mesin dan elektronik. Lenovo kini memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pembalap muda Ducati membaca sekaligus meningkatkan performa mereka di lintasan.

Teknologi tersebut diperkenalkan melalui Lenovo V2 Future Champ Academy – Garage 51 | Ducati. Program yang dikembangkan oleh Ducati, Michele Pirro, dan Garage 51 ini dirancang untuk menemukan serta membina talenta muda yang berpotensi melanjutkan karier ke level kompetisi yang lebih tinggi.

Lenovo hadir sebagai mitra utama akademi dengan membawa teknologi analisis data yang memungkinkan pembalap mendapatkan gambaran lebih detail mengenai performa mereka sepanjang akhir pekan balap.

Data Balap Diolah Menjadi Informasi yang Lebih Mudah Dipahami

Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Lenovo Race Performance Analysis. Sistem berbasis AI ini dirancang untuk mengolah data waktu resmi balapan menjadi informasi visual yang lebih mudah dipahami oleh pembalap.

Dengan bantuan workstation Lenovo ThinkStation P8 sebagai perangkat pengolahan data, pembalap dapat melihat perkembangan catatan waktu, tingkat konsistensi, hingga performa di setiap sektor lintasan.

Bagi pembalap, informasi tersebut menjadi penting karena selisih waktu tidak selalu berasal dari satu kesalahan besar. Kehilangan sepersekian detik dapat terjadi di beberapa sektor lintasan dan kemudian terakumulasi menjadi perbedaan waktu yang cukup signifikan ketika mencapai garis finis.

Melalui visualisasi data, pembalap dapat mengetahui bagian lintasan mana yang menjadi sumber keuntungan waktu dan sektor mana yang masih membutuhkan peningkatan.

Bisa Dipakai Selama Akhir Pekan Balap

Analisis performa tidak berhenti setelah balapan selesai. Lenovo Race Performance Analysis juga dapat diakses melalui laptop Lenovo ThinkBook sebelum maupun selama akhir pekan balap.

Artinya, pembalap dapat mengevaluasi hasil dari setiap sesi dan menggunakan informasi tersebut sebagai dasar untuk menentukan pendekatan pada sesi berikutnya.

Konsep seperti ini membuat proses evaluasi menjadi lebih terukur. Pembalap tidak hanya mengandalkan feeling saat berada di atas motor, tetapi juga dapat membandingkannya dengan data lap time dan performa di masing-masing sektor.

Lenovo V2 Future Champ Academy sendiri mencakup enam seri kejuaraan dan tiga sesi tes resmi untuk para pembalap. Selain kemampuan di lintasan, program ini juga memberikan pembinaan terkait komunikasi dan pengembangan profesional.

Michele Pirro: Pemahaman Data Penting Sejak Awal Karier

Michele Pirro, yang terlibat sebagai salah satu pencipta sekaligus ambassador akademi, menilai pemahaman terhadap data menjadi bagian penting dalam perkembangan pembalap sejak awal karier.

Analisis berbasis data dapat membantu pembalap muda memahami performa mereka secara lebih mendalam. Bukan hanya soal seberapa cepat sebuah lap time dibuat, tetapi juga bagaimana waktu tersebut diperoleh dan di bagian mana masih terdapat peluang peningkatan.

Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal ketika para pembalap melanjutkan karier menuju kompetisi yang lebih tinggi, termasuk MotoGP maupun World Superbike.

Salah satu pembalap yang menggunakan sistem ini adalah Devis Bergamini dari Team Bull Bikes – WRS. Bergamini disebut hanya terpaut tiga poin dari pemimpin klasemen dengan satu seri tersisa.

Bagi Bergamini, analisis data menjadi salah satu cara untuk terus mencari peningkatan performa, baik ketika berada di lintasan maupun saat melakukan evaluasi di luar lintasan.

Teknologi yang sama juga digunakan oleh pembalap muda dengan pengalaman yang masih terbatas, termasuk Andrea Mercaldo dari Garage 51 yang baru memulai karier balap profesional pada tahun ini.

Data Balap Tak Hanya untuk Pembalap

Menariknya, Lenovo Race Performance Analysis tidak hanya ditujukan untuk pembalap dan tim.

Dashboard tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh penggemar untuk melihat perkembangan lap time dan konsistensi pembalap. Penggemar bisa mendapatkan gambaran mengenai sektor lintasan tempat seorang pembalap memperoleh waktu maupun kehilangan waktu.

Pendekatan ini membuat data balap menjadi lebih mudah dipahami oleh publik. Performa pembalap tidak lagi hanya terlihat dari posisi finis, tetapi juga dari bagaimana mereka membangun kecepatan di setiap bagian sirkuit.

Ke depan, Lenovo bersama Garage 51 juga mempertimbangkan pengembangan sistem ke tahap berikutnya. Salah satu potensi pengembangannya adalah integrasi data dari sensor sepeda motor dan berbagai metrik performa pembalap.

Jika pengembangan tersebut terealisasi, analisis dapat menjadi semakin detail dengan memperlihatkan hubungan antara input pembalap, respons motor, perilaku sepeda motor, hingga catatan waktu.

Di era balap modern, data memang sudah menjadi bagian penting dari proses mencari performa. Kehadiran AI seperti Lenovo Race Performance Analysis menunjukkan bagaimana teknologi digital mulai dimanfaatkan sejak jenjang pembinaan pembalap, bukan hanya di level kompetisi profesional.

Continue Reading

Trending